Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Malam pertama jenny dan Dion .


__ADS_3

Pesta pernikahan antara Jenny dan Dion terlihat berjalan dengan sangat lancar dan kini telah usai .


Para tamu undangan sudah mulai berpamitan untuk pulang ke kediaman mereka masing - masing .


" Lelah sekali " celetuk jenny yang saat ini telah berada di dalam sebuah kamar hotel yang telah di pesannya untuk menginap setelah acara pernikahan mereka usai .


Gadis muda itu terlihat tidur terlentang di atas kasur dengan masih menggunakan make up dan juga gaun pengantin yang tadi dirinya pakai di pesta pernikahan .


" Apa kau tidak bisa berganti pakaian dulu sebelum tidur di atas kasur ? " ucap Dion yang membuat Jenny menjadi sedikit terkejut di buatnya .


Dirinya lupa bahwa statusnya kini sudah tak lajang lagi , sehingga harus berbagi kamar dengan pria tampan yang kini telah berstatus menjadi suaminya itu .


" Oh ..maaf ..sepertinya aku terlalu lelah hari ini " ucap Jenny yang terlihat bangkit dari atas ranjang dan berlalu pergi ke arah bathroom hotel tersebut .


Gadis itu ingin segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa gatal dan juga lengket akibat aktivitas di dalam acara pernikahan yang dijalaninya sedari tadi pagi subuh sampai menjadi hampir tengah malam seperti ini .


Ternyata menikah itu bukanlah hal yang gampang . Acara pernikahan merupakan suatu hal yang sangat melelahkan untuk jenny .


Dia sempat berpikir bagaimana bisa para orang diluaran sana terutama para artis yang kerap kali menjalani kawin - cerai . Dan itu berarti orang itu akan sering melalui tahap pesta pernikahan yang dirinya lakukan .


Jenny merasa itu adalah hal yang sangat menakutkan bagi dirinya . Menikah sekali saja sudah membuat Jenny kelelahan setengah mati , apalagi menikah berkali - kali , bisa - bisa jenny nanti bisa mati berdiri dibuatnya .


*****


" Kau mandi apa pingsan di dalam sana " teriak Dion dari arah luar bathroom .


Pria itu terlihat mengetuk - ngetuk pintu dengan wajah yang sedikit kesal agar gadis yang telah menjadi istri sahnya itu segera keluar dari dalam bathroom .


Jenny yang sedang menikmati mandi kembang tujuh rupanya , langsung saja berdecak kesal mendengar keributan yang di lakukan oleh suaminya tersebut .


Karena saking kesalnya , Jenny langsung saja berdiri dari bath tube dan hendak memarahi Dion yang sudah berani mengganggu acara mandi cantiknya .


Klik


pintu Bathroom pun terbuka lebar , sehingga membuat Dion yang masih berdiri di depan pintu bathroom tersebut menjadi terbelalak dengan pemandangan yang kini ia lihat di depannya .


" Sabar donk kak..sebentar lagi aku akan selesai mandi . Kan aku duluan yang memakai kamar mandinya " cerocos jenny panjang lebar .

__ADS_1


Karena saking asyiknya nyeroscos sehingga gadis itu tanpa sadar tidak memakai handuk ataupun penutup apapun pada tubuhnya . Sehingga membuat Dion yang berdiri di depannya menjadi melotot tak berkedip dibuatnya .


" Kak...kakak dengar tidak sih yang aku ucapkan ? " tanya jenny sehingga membuat keterpakuan Dion menghilang .


Tanpa mau menjawab pertanyaan gadis yang menurutnya sudah gila itu . Dion pun mendorong tubuh jenny yang tengah telanjang bulat itu kembali ke dalam arah bathroom lalu menutup kembali dengan rapat .


Sungguh jika dia gelap mata seperti dirinya pernah lakukan pada jenny di butik , mungkin Dion akan menerjang tubuh telanjang yang indah milik jenny tersebut .


" Oh ....shitt !!! " umpat Dion ketika melihat ke arah keperkasaan miliknya yang sudah menegang akibat matanya yang melihat tubuh telanjang seorang gadis muda .


Karena tidak mau terjadi hal - hal yang tidak diinginkan , dion pun memesan kamar satu lagi yang berada di sebelah kamar jenny milik itu .


" Kau sudah siapkan kamarnya ?" tanya nathan pada seorang karyawan hotel miliknya melalui telpon kabel yang terdapat di hotel tersebut .


" Sudah tuan "


" Bagus , kau ingat jangan sampai ada yang tahu jika aku memesan kamar lain dari kamar milikku ini "


" Paham tuan "


Setelah sambungan telepon terputus , Dion pun mulai melangkah keluar dari kamar yang pertama kali di sewanya itu bersama Jenny .


" Kenapa dia mendorongku sekeras itu ? " tanya jennie pada dirinya sendiri


Gadis itu masih terlihat berjalan santai hendak ingin melanjutkan acara mandi kembang tujuh rupanya .


Belum sampai ke dalam lubang bathtube , gerakan kaki Jennie menjadi tiba - tiba saja terhenti .


Mata gadis muda itu terlihat terbelalak dengan pemandangan yang di pantulan cermin besar itu tunjukkan pada dirinya .


Seluruh organ tubuhnya serasa mati rasa dalam sekejap ketika melihat tubuhnya yang tidak tertutup apa pun saat ini .


Muka gadis cantik itu terlihat memerah dalam sekejap .


Kini dirinya menemukan jawaban dari kenapa Dion langsung saja mendorong tubuhnya dengan kasar untuk masuk kembali ke dalam arah bath room tersebut .


Jenny merutuki kebodohannya yang lupa untuk menutupi tubuhnya jika keluar dari dalam bathroom , itu di sebabkan karena dirinya memang selalu suka bertelanjang bulat jika sudah selesai mandi atau hal apapun di dalam bathroom tersebut .

__ADS_1


Sekali lagi dirinya lupa kalau kamar yang ditempatinya saat ini bukanlah kamar pribadi yang akan ditinggalinya seorang diri seperti sebelumnya di masa jenny masih lajang .


Setiap kamar yang jenny tempati saat ini akan selalu di isi oleh dua orang , yaitu dirinya dan juga Dion yang menjadi pasangan suami kontraknya yang mesum itu .


" Akkhhhh bodoh ...kenapa aku bisa lupa untuk memakai handuk keluar kamar , pasti pria itu telah melihat semuanya " ucap Jenny sedikit berteriak kesal pada dirinya sendiri .


Gadis itu terlihat sedang mencak - mencak di dalam bathroom seorang diri dan enggan keluar dari dalam sana , sehingga dia tak tahu bahwa pria yang telah menjadi suami kontraknya itu pergi dan tak tinggal lagi di kamar yang ia tempati .


***


Sementara Dion kini tengah menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi dengan cara berendam di air dingin .


Pria itu terlihat mengumpat kesal kepada Jenny yang telah menyebabkan dirinya harus bermandikan air dingin di tengah malam seorang diri .


Bukannya mendapatkan kehangatan di malam pertama , dirinya malah harus merasakan kedinginan seorang diri .


Sebenarnya bisa saja Dion meminta haknya yang telah menjadi suami sah dari gadis muda yang bernama jenny itu .


Namun pria itu masih terlihat enggan dan gengsi kepada istrinya tersebut yang telah mengatai dirinya sebagai seorang pria perjaka yang mesum .


****


" Hah ...leganya " ucap Dion di sela aktivitasnya yang sedang memanjakan burung keperkasaannya agar menjadi tidak tegang kembali .


Burung yang memliki dua buah telur tersebut , kini terlihat sudah lebih tenang kembali setelah mengeluarkan lahar putih dan juga kental .


Dion terlihat keluar dari arah kamar mandinya dan segera memakai sebuah baju kaos berwarna putih serta celana boxer yang memang sering ia pakai .


Direbahkannya tubuh kekar itu di atas kasur dan tanpa sadar matanya pun ikut terlelap menuju ke alam dunia mimpi .


Begitu juga dengan Jenny yang juga sudah terlihat kelelahan karena terlalu lama berada di dalam kamar mandi kamar miliknya .


Setelah mengganti baju ia pun merebahkan diri di atas tempat tidur dan tentu saja membuat gadis itu bertanya tanya karena tak mendapati pria yang kini telah sah menjadi suami nya itu berada di kamarnya .


Namun pemikiran itu hanya sesaat saja . Jika wanita lain di luaran sana akan bersedih jika ditinggalkan oleh suami di malam pertama mereka lain halnya dengan jenny .


Gadis itu tampak bahagia sekali karena merasa terbebas dari jeratan yang pria mesum itu lakukan kepadanya .

__ADS_1


Karena saking senangnya tanpa sadar dirinya jadi terlelap , tertidur pulas di ranjang king size itu seorang diri .


BERSAMBUNG


__ADS_2