
Tubuh Nana saat ini terlihat sedang menggeliat . Ia mencoba untuk membuka kelopak matanya yang terasa berat .
" Ukh... " lenguh Nana sambil menggosok kedua matanya agar bisa melihat dengan jelas . Namun betapa kagetnya dia ketika menyadari bahwa dirinya tak berada di dalam kamarnya saat ini .
" Dimana aku ??" batin Nana sambil menatap ke seluruh penjuru kamar .
" Debbbuuurrrrrr " sebuah suara mengalihkan perhatian Nana .
Nana terlihat turun dari tempat tidurnya dan berjalan cepat menuju ke arah sebuah jendela besar yang tampak tertutup oleh sebuah korden .
" Sreeeeeettttt " suara korden di buka .
Mata Nana terbelalak melihat pemandangan didepannya . Pemandangan pantai dengan suara deburan ombak yang sangat indah pikirnya .
" Greb " tiba tiba saja ada sepasang tangan telah memeluk tubuh Nana dari belakang .
" Apa kau menyukainya sayang " bisik Nathan tepat disamping telinga Nana .
" Hemm...aku sangat menyukainya... Apa kau yang membawaku kemari ? " ucap Nana sambil membalikkan badannya sehingga mereka berdua terlihat saling menatap satu sama lain dengan tangan Nana yang sengaja ia kalungkan di leher Nathan . Sangatlah terlihat mesra .
" Hemm...aku yang membawamu " jawab Nathan yang sudah mulai mencumbui leher jenjang milik istrinya .
Nana yang sudah terbuai mulai memejamkan matanya kembali , dirinya sedang menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Nathan padanya .
" Ahhh....sayang..aku ingin melakukannya disana " tunjuk Nana ke arah sebuah sofa besar berwarna merah .
Tanpa melepaskan ciumannya , dengan sigap Nathan pun mengangkat tubuh Nana dan membawanya ke tempat yang Nana inginkan .
Dan kejadian panaspun terulang kembali .Suara des*han demi des*han memenuhi ruangan tersebut . Berbagai macam gaya telah mereka lakukan , entah sudah berapa kali pelepasan yang mereka rasakan , namun masih saja belum bisa memadamkan api yang sedang bergelora di dalam tubuh mereka saat ini .
" aku mohon lebih cepat sayang " ucap Nana .
" Hemm..." Nathan memacu lebih cepat dan semakin kencang .
byuuuuuuuuuuuurrr
Beberapa cairan terlihat keluar dan menyembur kemana mana , sehingga membuat tubuh Nathan dan Nana terlihat dalam puncak kepuasan .
...---------------------------------------------------------------...
Jeng...jeng..jeng...jeng....jeng
Suara musik terdengar bergema disebuah mansion milik keluarga Galvins . Mansion mewah itu telah disulap menjadi makin megah dan indah dengan berbagai macam dekorasi di sekelilingnya . Para tamu undangan juga sudah terlihat telah berdatangan dan berada pada tempat duduk mereka masing - masing .
Disebuah altar terlihat dua pasang pengantin yang sedang melakukan janji suci untuk mengikat mereka berdua pada sebuah perjanjian yang biasa mereka sebut dengan janji pernikahan .
Pasangan pengantin itu sangat mengherankan bagi pendeta . Karena tidak adanya aura kebahagiaan di antara mereka , malah yang pendeta itu rasakan saat ini adalah aura menyeramkan seperti aura kematian . Sehingga sempat membuat sang pendeta yang menjadi saksi dalam upacara pernikahan tersebut menjadi bergidik ngeri dibuatnya , ditambah lagi didukung oleh wajah sang pembelai pria yang saat ini terlihat menyeramkan karena banyaknya perban disekeliling wajahnya . Bener - benar seperti mumi .
__ADS_1
" Hey ...kapan acara sialan ini akan selesai " bisik Alea kepada Leo .
Leo yang ditanya hanya mengendikkan kedua bahunya acuh .
" Huffttt " Alea hanya bisa menghela nafas dengan berat . Kenapa jalan hidupnya begitu sulit bahkan hanya untuk urusan cinta . Ia jadi mengingat beberapa kenangan bersama semua mantan - mantannya yang dari awal sampai akhir tak pernah ada yang berjalan mulus .
Pacar pertama Alea memutuskannya hanya karena takut akan ancaman kakaknya , yang kedua memutuskannya hanya karena takut pada ancaman ayahnya dan yang ketiga malah lebih parah lagi . Pacar ketiganya itu dengan tega menikah dengan wanita lain tanpa memutuskan hubungan cinta mereka . Sehingga ia patah hati parah dan berakhir bertemu dengan pria yang sekarang ini menjadi suaminya . Benar - benar sial .
Alea sempat bingung , tindakan apa yang harus ia lakukan pada pernikahan yang telah ia lakukan saat ini selanjutnya . Mengingat pernikahan mereka tak berlandaskan atas dasar Cinta malah berlandaskan kecelakaan yang berujung kesalahpahaman . Dirinya benar - benar bingung dibuatnya .
" Kau kenapa geleng - geleng kepala seperti itu " tanya Leo yang sedari tadi memperhatikan Alea melamun sambil menggeleng- gelengkan kepalanya sendiri .
" Tidak apa - apa " ucap Alea .
" Apa kau sakit ? " Leo tiba - tiba saja meletakkan telapak tangannya ke arah dahi Alea yang menyebabkan jantung Alea yang awalnya berjalan normal berubah berdetak tak beraturan .
" Apa yang terjadi padaku , apa aku mulai mengalami riwayat penyakit jantung " batin Alea menatap ke arah Leo dengan tangan yang memegang dadanya .
...-----------------------------------------------...
...---------------...
Di taman kediaman keluarga wijaya
" Sebenarnya kapan mommyku akan pulang " tanya Nino kepada salah satu pelayan .
" Sungguh menyebalkan . Awas saja kalau daddy pulang , akan aku buat perhitungan padanya " sungut Nino dan berlalu pergi memasuki mansion .
" Pelayan tolong buatkan aku salad " titah Nino dengan raut wajah kesalnya .
Glek
Tenggorokkan semua para pelayan rasanya saat ini seperti sedang tercekat ketika mendengar permintaan dari tuan mudanya itu . Entah ulah apa lagi yang akan dilakukan bocah itu kali ini , mereka hanya bisa menurutinya sambil merutuk di dalam hati .
...------------------------------...
...----------------...
Di dalam kamar terlihat sepasang pengantin sedang bergumul panas .
" Akkkhhhhhhh " teriak Alea kesakitan .
" Bisakah kau pelan - pelan " ucap Alea lagi .
" Aku sudah pelan - pelan , kau saja yang lemah " balas Leo .
" Bukan aku yang lemah , hanya saja kau yang terlalu kuat melakukannya " Alea meringis kesakitan ."
__ADS_1
" Maafkan aku ..aku tak tahu kalau akan sesakit itu . Ayo kita coba sekali lagi " ajak Leo yang diangguki oleh Alea .
Tanpa mereka sadari bahwa di balik pintu ada dua pasang telinga yang sedang mencoba menguping pembicaraan mereka .
" Aku tidak tahu kalau Leo seganas itu terhadap wanita " ucap Louise .
" Hussh papa ..sudah ah , ayo kita pergi kenapa kita jadi menguping disini sih ? " ujar Lidya yang masih menempelkan daun telinganya di dinding pintu kamar .
" Alahh..mama ini... Ini semua kan ide dari mama untuk mengintip mereka , sekarang kok malah daddy yang di salahin " ujar Louise tak terima .
" Mommy ...daddy..kalian berdua sedang apa " tanya Liona bingung melihat tingkah kedua orang tuanya yang menempel pada pintu kamar kakaknya . Benar - benar terlihat seperti cicak .
" Aaaa..ka..kami.. sedang mengamati pintu kamar kakakmu siapa tahu ada yang rusak " ucap Louise gugup sambil meraba raba pintu seolah sedang mengecek kondisi pintu .
Alis Liona terlihat mengkerut mendengar jawaban ayahnya . Sejak kapan orang tuanya berubah profesi menjadi spesialis pintu pikirnya .
" Ah..sudahlah... ayo kita pergi ke meja bawah , tiba - tiba saja mommy ingin mencicipi kue " Lidya menarik tangan Liona beserta suaminya agar cepat mengikutinya .
Sedangkan didalam kamar , Alea terlihat lega karena sudah tak merasakan sakit dan melakukan pelepasan .
" Ahhhhh......leganya "ucap Alea yang tampak sedang bercermin di depan meja rias .
" Lega..lega...tanganku jadi sakit karena melepaskan ikatan itu " sungut Leo yang terlihat sedang memijat mijat tangannya .
" Maaf ya...tapi terima kasih kau sudah mau membantuku melepaskan ikatan sialan itu dari kepalaku " cengir Alea .
" Aku heran kenapa para wanita suka sekali memakai hiasan yang rumit seperti itu agar terlihat menarik " ucap Leo sembari berbaring di atas kasur karena lelah sedari tadi membantu Alea melepaskan hiasan rambut yang menurutnya sangat rumit untuk di lepaskan .
" Kecuali aku ...okay " potong Alea dan berjalan menuju ke arah bathroom .
" Huuuuuffftttt " Leo terlihat menghela nafas . Dirinya bingung untuk melakukan apa pada pernikahannya . Sempat sebuah ide terpikir didalam otaknya untuk melakukan pernikahan kontrak seperti di cerita novel , tapi semua itu ia urungkan mengingat bahwa pernikahan yang telah dirinya lakukan adalah pernikahan yang sangat sakral dan ada Tuhan didalamnya yang hadir sebagai saksi . Dan Leo masih takut dengan adanya hukuman Tuhan .
Lama berpikir , tanpa sadar mata Leo perlahan semakin menutup dan akhirnya ia pun jatuh tertidur pulas .
Alea yang selesai mandi mendapati Suaminya tertidur hanya membiarkannya saja . Ia merasa cukup lelah juga dengan serangkaian acara yang telah ia lakukan sedari pagi buta . Dan Alea pun ikut merebahkan diri disamping Leo berada .
Begitulah akhir dari malam pertama Leo dan Alea , malam pertama yang harusnya mereka lalui dengan panas penuh gelora malah menjadi panas akibat sulitnya melepas ikatan rambut .
Kita doakan saja semoga hubungan mereka berdua benar-benar berubah menjadi panas ya guys
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung
Jangan Lupa tinggalkan
Like dan juga
__ADS_1
Komentarnya yaa