
" Diamlah dan jangan berulah " ancam Nana ketika melihat suaminya ingin menerjang Dion yang kini tengah mencium mesra bibir milik jenny di atas altar pernikahan .
Sungguh Nana tak habis pikir kepada suaminya itu . Bagaimana bisa dia berpikir untuk menggagalkan pernikahan adik kandungnya sendiri .
Sehingga nana yang selaku sebagai kakak ipar Jenny dan juga istri dari pria gila itu harus memantau pergerakan nathan selama dua puluh empat jam penuh agar pria itu tidak bisa berulah .
" Ayo kita kesana , aku lapar " ucap Nana menunjuk ke arah stand makanan yang sudah menjadi incaran gadis itu sedari tadi .
Andai saja dirinya tidak harus mengawasi pria gila yang menjadi suaminya itu mungkin saja Nana sudah sedari tadi nongkrong di stand makanan yang telah menggugah selera perut buncitnya itu .
" Iya , sayang " ucap nathan pasrah , dia tak mau membuat istrinya yang galak itu menjadi murka padanya . Alamat dia akan di suruh tidur di luar kamar jika itu sampai terjadi . Dan tentu saja nathan tak ingin peristiwa itu terulang lagi .
Pria dewasa itu cukup kapok mengalaminya . Dia sampai harus pergi ke psikiater agar bisa tidur tanpa pelukan hangat dari sang istri di tubuhnya ketika tidur .
****
" Hey nino , lihatlah kak jenny cantik sekali dengan pakaian itu " ucap Liona sembari melihat jenny yang kini tengah menyalami setiap tamu yang hadir .
" Cantik sih cantik tapi cerewet " jawab Nino yang sedang asyik memakan kue coklat di tangannya .
" Nanti kalau sudah besar aku ingin menjadi secantik itu jika sudah menikah dan pestanya juga harus lebih mewah dari ini " celetuk Liona yang juga ikut sedang memakan kue coklat ditangannya seperti yang Nino lakukan .
" Tentu saja , aku akan menjadi pengusaha besar dan kaya suatu saat nanti . Dan kita akan menikah seperti paman dion dan tante jenny . Jadi kau tak usah takut miskin dan kesusahan jika nanti akan menikah dengan ku " celetuk Nino tanpa sadar .
" Kau bilang apa ? " Tanya liona menatap ke arah Nino . Gadis kecil nan imut itu terlalu sibuk menatap kecantikan sang pengantin wanita sehingga tidak fokus kepada yang dikatakan oleh teman lelakinya itu .
" Tidak apa - apa , aku hanya sedang menikmati suasana " jawab nino dengan berbohong . Untung saja gadis yang ditaksirnya itu tidak mendengar ucapan gilanya , kalau tidak dirinya bisa kepalang malu karena sudah dengan beraninya menyatakan perasaan yang selama ini dia sembunyikan dari Liona .
" Ayo kita kesana , aku ingin minum " ajak Liona menunjuk ke arah stand minuman yang sedang berjejer dengan rapinya yang diangguki oleh Nino .
****
" Sayang ...aku ingin itu " ucap Alea kepada Leo yang kini sedang menyuapi wanita yang sedang mengandung anaknya itu .
" oke , tunggu disini ya " jawab Leo segera beranjak dari tempat duduknya dan mengambilkan makanan yang istrinya itu mau di tempat stand makanan
" Leo " panggil seorang wanita tepat di belakangnya .
Leo yang merasa terpanggil pun segera menoleh ke asal suara .
" Nana " ucap leo .
" Mana istrimu ?" nana berkata sambil celingak celinguk kesana kemari mencari keberadaan wanita yang telah imenjadi istri temannya tersebut .
__ADS_1
" Dia ada di meja sana " tunjuk Leo dengan dagunya .
" Wah ...kalau begitu kami ikut gabung disana boleh " tanya nana penuh harap .
" Tentu saja boleh . Kalau kau lupa , kau itu tuan rumah di acara ini " jawab Leo terkekeh geli dengan kelakuan gadis yang pernah di cintainya itu .
" Oh ya..aku lupa " ucap Nana yang juga ikut tertawa geli dengan kelakuan memalukannya .
" Eheemmm " Nathan yang merasa jadi obat nyamuk di antara mereka segera berdehem keras agar kehadirannya bisa disadari oleh dua orang yang berbeda gender itu .
" Santai broo.... Gue cuma ngobrol doang ama istri loe , gak bakalan gue ambil " ucap Leo sedikit nyengir kuda .
" Cih..." dengus nathan dengan memeluk pinggang istrinya sedikit posesif . Pria itu tahu jika temannya itu juga pernah menaruh hati kepada istri keduanya ini . Jadi dia sedikit cemburu melihat kedekatan istrinya dan juga temannya itu .
" Sudah , tak usah hiraukan pria gila ini . Lebih baik ayo kita segera duduk , istrimu sepertinya sudah lama menunggu kedatangan makananmu " ucap Nana menarik tangan Nathan agar segera mengikuti langkahnya menuju meja tempat istri Leo berada .
Nathan yang disebut gila oleh sang istri begitu geram mendengarnya . Dia berniat akan menghukum istri kecilnya itu setelah acara yang merepotkan ini selesai , dan tentunya hukuman yang akan diberikan Nathan adalah sebuah hukuman yang akan membuat mereka berdua nikmat dalam menjalaninya .
Sedangkan Leo yang berjalan di belakang nathan hanya terlihat bingung melihat tingkah nathan yang senyum - senyum sendiri ketika di geret oleh sang istri .
" Apa benar pria itu telah menjadi gila " batin Leo sedikit ngeri melihat tingkah sahabatnya tersebut .
" Sayang kenapa lama sekali " ucap Alea yang sedikit merajuk .
" Halo...namaku Nana , kakak ipar dari pengantin wanita " ucap nana tersenyum ramah kepada alea .
" Iya..namaku Aleana , salam kenal " ucap Alea juga tersenyum manis kepada Nana .
" Oh ya..dan ini perkenalkan suamiku , nathan . Kakak kandung dari mempelai wanita " ucap Nana kembali memperkenalkan Nathan pada gadis cantik itu .
" Salam kenal "
" Oh..ya..boleh kita berdua ikut gabung disini "
" Tentu saja boleh , ayo silahkan "
" Kehamilannya sudah berapa bulan " Tanya Alea yang kini fokusnya teralih menjadi ke depan perut Nana yang terlihat membuncit .
" Oh ini sudah masuk delapan bulan satu minggu " jawab Nana sambil mengelus perut buncitnya
" Boleh aku memegangnya ? Kebetulan aku juga lagi isi " tanya Alea yang kini begitu tertarik ingin mengelus perut buncit itu .
" Kau hamil , astaga ....selamat ya ...semoga jalan kehamilannya lancar hingga nanti melahirkan " ucap Nana .
__ADS_1
" Terima kasih , jadi boleh aku memegangnya ? " ucap Alea kembali
" Tentu saja , ayo " jawab nana langsung mengambil tangan lembut alea dan meletakkannya di atas perut buncit yang dia milikki .
Dug
" Ah , bayinya bergerak " teriak alea kaget karena merasakan gerakan bayi yang ada di dalam perut milik Nana .
Nana yang melihatnya hanya terkekeh geli dibuatnya , ekspresi yang wanita itu tunjukkan sama seperti yang dia tunjukkan ketika pertama kali merasakan tendangan dari sang bayi di dalam perutnya .
" Itu hal yang biasa , nanti kau juga akan merasakannya jika kehamilanmu sudah membesar " ucap Nana dengan lembut .
Sungguh perhatian Nana ke alea sudah seperti seorang kakak kandung jika yang melihatnya .
Sehingga membuat Leo dan nathan sangat senang melihat ke akraban antara para istri - istri mereka tersebut .
****
" Dimana kak nana ya ? " ucap wanita cantik bergaun pastel .
" Tante Anna mencari siapa ? " tanya nino dari arah belakang .
" Mommy nino mana ? "
" Oh..mommy...itu disana sama om leo dan daddy " tunjuk Nino ke arah sebuah meja bundar yang tak jauh dari tempat mereka berada .
" Oke..makasi ya nino , tante mau pergi dulu kesana " ucap Anna yang berlalu pergi meninggalkan pria kecil itu sendirian .
Sebelum Nino beranjak dari tempatnya , pria kecil itu malah mendapati Andre yang ikut celingak Celinguk juga seperti mencari sesuatu .
" Om Andre cari apa ? " tanya Nino penasaran .
" Kamu lihat tante Anna gak ? " tanya Andre kepada Nino . Yang saat ini masih mencari keberadaan calon istrinya tersebut .
" Oh tante Anna sedang menghampiri meja tempat mommy makan " jawab Nino sembari menunjuk letak meja tersebut .
" Makasi ya nino , om mau pergi kesana dulu " ucap Andre dan menyusul Anna ke meja yang ditunjuk oleh nino tersebut .
Nino yang melihat kelakuan dua orang dewasa tersebut hanya bisa menatap dengan bingung .
" Seperti anak kecil saja main cari - carian " umpat nino dalam hati , dan berlalu pergi menuju tempat Liona berada .
BERSAMBUNG
__ADS_1