
" Maaf membuat anda sekeluarga menunggu lama atas kedatangan saya " ucap seorang gadis muda yang akan dikenalkan oleh hernandez kepada Erik .
" Oh...tidak apa - apa sayang , ayo cepat duduk sini nak " ucap Hernandez ramah dan menuntun gadis itu untuk duduk di dekat Erik .
Sedangkan Erik yang masih syok karena melihat wajah sang gadis yang ingin diperkenalkan oleh kakeknya itu , masih terdiam di tempat sehingga keluarga yang lain menganggap erik sedang terpesona akan kecantikan gadis muda tersebut padahal yang terjadi nyatanya tidak .
" Erik jangan bengong begitu donk , ayo cepat duduk disamping nak kirana " ucap Hernandez sedikit menggoda sang cucu , sehingga membuat Tasya dan Gio menjadi tertawa mendengarnya .
" Ba...baik kakek " ucap Erik gugup , bukan gugup karena debaran jatuh cinta pada pandangan pertama seperti pemikiran keluarga erik , melainkan gugup karena takut akan di banting oleh wanita itu seperti yang ia lakukan pada pria yang dilihat erik terakhir kali di sebuah cafe yang sempat dikunjunginya tadi .
Ya wanita itu adalah kira , lebih tepatnya Kirana larasati gadleweist , seorang wanita yang mempunyai paras yang cantik dan lembut . Namun semua itu bisa berubah menjadi tiga ratus enam puluh derajat ketika dirinya sedang dalam keadaan marah ataupun kesal terhadap seseorang .
Kirana akan berubah menjadi sosok menyeramkan bahkan bengis dengan tatapan dingin dan menusuk ke arah lawannya yang telah menyebabkan dirinya menjadi marah atau kesal sedikitpun . Sehingga membuat dirinya sangat dijauhi oleh para kaum lelaki , karena takut akan peringai iblisnya yang tiap saat bisa saja keluar membahayakan nyawa mereka .
" Erik perkenalkan ini Kira , cucu dari teman kakek . Dan nak Kira , perkenalkan ini Erik cucu kakek satu - satunya " ucap Hernandez memperkenalkan kedua anak muda tersebut .
" Halo ...namaku Kira " ucap Kira lembut dengan senyuman yang manis , jika Erik tidak tahu kepribadian ganda dari gadis itu mungkin saja saat ini dirinya sudah terpesona oleh kecantikkan dari Kirana . Namun sayang , pria itu sudah tahu tentang gadis itu . Sehingga membuat Erik menjadi agak takut untuk bersalaman dengan wanita yang kini ada di hadapannya kini .
"'A...aku Erik " ucap Erik menyambut salaman kira dengan tangan yang mulai gemetar .
" Kau kenapa gemetaran ?Apa kau sakit ? " tanya Kira dengan tatapan heran melihat ke arah Erik .
" Ti..tidak...aku hanya gugup saja " ucap Erik tak berani memandang lama ke arah Kira berada.
" Maaf kan anak tante ya kira , anak tante ini memang pemalu . Makanya dia tidak punya pacar sampai sekarang " ucap tasya sambil tersenyum lembut ke arah Kira dan Erik berada .
" Oh ...tidak apa -apa tante " balas kira dengan sopan .
" Sayang.. bagaimana jika kau ajak Kira jalan - jalan saja ? Imang - imang kalian berdua menjalani pendekatan terlebih dahulu , agar bisa tahu tentang satu sama lain " ucap Tasya mengusulkan .
Sungguh usulan yang membuat Erik menjadi tegang dibuatnya , dirinya serasa akan mati berdiri saat ini juga ketika mendengar ucapan dari sang ibu . Sungguh baru kali ini dia merasa menyesal telah memiliki ibu yang baik hati seperti seorang Tasya .
__ADS_1
" Erik ...kau dengar ucapan ibumu kan ? " ucap Hernandez menyadarkan lamunan Erik .
" I..iya kek . Ayo nona kita berangkat " jawab erik berdiri dari duduknya lalu berpamitan kepada seluruh keluarganya begitu pula dengan Kirana .
Gadis itu terlihat pergi mengekori Erik yang sudah berjalan mendahuluinya seperti seorang robot . Sehingga membuat kirana yang berjalan di belakangnya menjadi tertawa cekikikan melihat tingkah pria itu .
*****
" Hmmm...kau ingin pergi kemana ? " tanya erik basa basi , yang kini terlihat sedang menyetir mobil sport kesayangannya .
" Bagaimana kalau kita pergi ke cafe xx tempat dimana kau melihat kebrutalanku tuan Erik " ucap Kirana dengan senyum menyeringai khas miliknya . Sungguh senyuman wanita itu kini sudah seperti seorang iblis betina yang siap untuk mencabut nyawa yang erik miliki .
Ckiiiiiiittttttttt
Mobil sport yang Erik kendalikan tiba - tiba saja mendadak mengerem , karena keterkejutannya mendengar ucapan dari Kirana . Untung saja mobil itu tidak berjalan cepat dan jalanan juga sedang lenggang , sehingga membuat mereka berdua tidak mengalami kecelakaan parah berada di dalam mobil mewah tersebut .
" Kau tampak begitu terkejut tuan Erik ? " ucap Kirana yang masih tetap terlihat tenang walau baru saja dirinya juga ikut terguncang di dalam mobil erik tersebut .
" Tidak ...aku hanya sekilas melihat wajah tampanmu berada di dalam cafe itu " jawab Alea yang mendekati Erik karena hanya ingin memperbaiki letak sabuk pengaman milik pria itu yang tenyata lupa di pakai oleh Erik .
" Kau harus selalu ingat untuk memakai sabuk pengamanmu sebelum berkendara tuan Erik " ucap Kirana yang kini sudah menarik kembali tubuhnya sehingga gadis itu berada di posisi duduknya semula dan beralih menatap ke arah jalanan .
" Eheemmm....terimakasih atas perhatiannya " Erik terbatuk sebentar untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering sesaat dan langsung melajukan mobilnya kembali . Entah kemana mereka akan pergi , Erik pun juga tak tahu . Dirinya hanya berniat untuk menjalankan mobil sportnya saja , entah pergi kemana , nanti ia akan pikirkan di tengah jalan .
*****
Mobil Erik tampak berhenti di sebuah parkiran Mall , yang dimana mall tersebut merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan kemewahan serta barang - barang yang di jual di sana juga termasuk barang berkualitas yang tentu saja harganya selangit dan akan menguras kantong pembelinya . Sehingga tempat tersebut merupakan tempat yang banyak di kunjungi oleh para kaum kelas atas yang tentunya harus memiliki dompet yang tebal jika tidak ingin menanggung malu jika memasuki dalam Mall tersebut .
" Silahkan turun nona " ajak erik yang terlihat sedang membukakan pintu mobil untuk Kirana .
"'Terima kasih " ucap Kirana lembut , sehingga membuat Erik menjadi salah tingkah dibuatnya .
__ADS_1
Erik dan Kirana terlihat berjalan memasuki area mall tersebut . Pria itu terlihat menjaga kirana dari arah belakang sehingga Erik terlihat lebih seperti bodyguard daripada seorang pasangan bagi gadis itu , yang membuat Kirana menjadi menahan tawa dari tadi melihat tingkah pria yang ingin di jodohkan dengan dirinya .
" Bisakah kau berjalan di sampingku saja tuan Erik alvaro " ucap Kirana sedikit mendongakkan kepalanya , karena tubuh erik yang lumayan tinggi dari kirana . Tinggi dari tubuh gadis itu hanya sebatas dada erik sehingga agak sulit bagi kirana untuk menatapnya , sungguh leher kirana serasa sakit dibuatnya .
" Oh..maafkan aku " jawab erik yang langsung merubah posisinya menjadi berjalan di samping Kirana .
" Bagaimana kalau kita makan sambil ngobrol direstoran itu " tunjuk Kirana yang diangguki oleh Erik .
******
Sesampainya di restoran , Erik dan Kirana terlihat memesan beberapa cemilan kecil beserta minuman yang akan menemani mereka dalam berbincang - bincang .
" Apa rencanamu kedepannya ?" tanya kirana to the point ke arah Erik .
" Maksudmu ? "
" Ya tentang perjodohan ini " ucap kirana santai .
" Aku ...." Erik terlihat agak takut dan ragu mengeluarkan pendapatnya .
" Aku harap kau tidak akan berniat untuk menolak dan membatalkan perjodohan kita " ucap Kirana tegas menatap ke arah Erik , sehingga membuat pria itu menjadi sedikit sulit untuk menelan ludahnya sendiri .
" ke...kenapa ? " tanya erik memberanikan diri .
"Aku butuh bantuan keluargamu untuk membantu perusahaan kakekku " Kirana berkata jujur kepada Erik .
" Aku akan menerima semua persyaratan yang kau ajukan untukku , asal kau berjanji untuk menerima perjodohan kita ini " lanjut Kirana .
Erik tampak berpikir sejenak . Ingin sekali dirinya menolak permintaan gadis itu , namun dia masih ingat ucapan sang kakek pada dirinya bahwa kakek dari kirana telah menyelamatkan nyawa sang kakek . Dan akhirnya dengan hati yang berat Erik menerima permintaan Kirana dengan menerima perjodohan dengan gadis itu dan tentunya dengan menggunakan beberapa syarat yang akan erik buat secara terperinci agar bisa di tandatangani oleh mereka berdua .
Dan mulai dari sinilah kisah cinta antara Erik dan Kirana akan segera di mulai .
__ADS_1
BERSAMBUNG