Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Keterkejutan Leo


__ADS_3

Hari ini Nana akan melangsungkan pemeriksaan ke dokter kandungan ditemani oleh Angel sang mertua . Bukannya Nathan tak mau menemani , hanya saja Angel tetap kekeh ingin menemani menantunya itu ke rumah sakit , dengan alasan karena ingin menjadi orang pertama melihat sang malaikat kecil yang akan menjadi anggota keluarga baru dari keluarga wijaya itu . Padahal kehamilannya belum kelihatan , mungkin jika di USG hanya masih sebesar biji jagung . Karena tak mau ambil pusing Nathan pun menuruti keinginan mommy nya itu , toh lain kali ia juga bisa mengantarkan istrinya itu untuk melakukan check up lagi . Untuk saat ini biarlah ia mengalah terlebih dahulu . Ia juga tak ingin menyurutkan rasa antusias seorang nenek untuk menyambut kedatangan cucu ke duanya itu .


" Kamu kenapa sayang ? " Angel mengelus lembut kepala menantunya .


" Aku gugup mom "


" Tenanglah sayang , semuanya pasti akan berjalan lancar . Jadi kamu harus rileks yaa , supaya bayi yang ada didalam sini juga ikutan rileks " hibur angel sembari mengelus perut Nana yang masih kelihatan rata .


Benar benar ibu mertua idaman . Nana merasa sangat beruntung memiliki seorang mertua seperti Mommy angel . Ia selalu memperlakukan Nana dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang seperti seorang ibu kandung terhadap anaknya . Tuhkan ia jadi merindukan ibu kandungnya sendiri .


Tak berselang lama , giliran Nana pun tiba . Mereka diminta memasuki sebuah ruangan untuk melakukan pemeriksaan .


Didalam sana terlihat ada seorang wanita yang menurut Nana sangat cantik dan masih muda menyambut kedatangan mereka .


" Apa ini istrinya kak Nathan ? " ucapnya ramah .


" Iya , Sin . Coba kamu chekkin deh kehamilannya udah umur berapa . Gak sabar tante ngelihatnya " mommy angel terkekeh .


Nana yang melihat interaksi dua orang dihadapannya hanya bisa melongo melihat keakraban mereka .


" Oh ya...aku sampai lupa memperkenalkan diri .


Aku Sinta sepupunya Nathan . Maaf ya , pas nikahan kalian aku gak datang , soalnya aku masih sibuk di LA " Ucap Sinta sembari menjabat tangan Nana .


" Iya tidak apa - apa " Nana tersenyum tulus .


Nana pun diminta berbaring diatas tempat tidur agar mempermudah dokter untuk melakukan pemeriksaan .


" Lihatlah , Dia sudah tumbuh sebesar ini " Sinta menunjuk ke layar monitor memberitahukan tentang keadaan bayi yang ada di dalam perut Nana .


" Kira kira umurnya sekitar 4 mingguan tan dan janinnya dalam keadaan sehat " Sinta membersihkan gel di perut Nana dan duduk kembali di meja kerjanya .


Sinta pun menuliskan beberapa resep obat dan vitamin untuk membantu perkembangan janin di dalam perut Nana nanti . Selain itu ia juga memberikan sedikit penjelasan seputaran ibu hamil , agar Nana lebih bisa menjaga kehamilannya .

__ADS_1


...****************...


Tak terasa waktu cepat berlalu .


Hari ini adalah hari minggu , seperti biasa Nana dan Mommy angel akan menghabiskan waktunya di dalam salah satu Mall milik keluarga Wijaya . Selain untuk menemani Nino untuk bermain di wahana yang tersedia didalam Mall tersebut , Mommy angel dan Nana juga berniat untuk membeli beberapa keperluan untuk ibu hamil .


Saat ini Nana terlihat begitu kesulitan untuk meraih sebuah susu ibu hamil yang letaknya begitu tinggi menurut Nana . Maklumlah tubuh Nana memang tak terlalu tinggi , tapi tak terlalu pendek juga . Tinggi tubuhnya standar wanita Asia kebanyakan , dengan lekukan tubuh yang pas padat berisi di bagian tertentu .


" Greb " sesorang membantunya meraih susu tersebut .


" Terima kas..." ucapan Nana menggantung ketika melihat orang yang telah menolongnya "


" Leo...." Nana tak sengaja berteriak kencang karena saking kagetnya .


" Is....suaramu bisa memecahkan gendang telingaku " Leo mengusap daun telinganya karena merasa berdengung .


" Ah ...maafkan aku , aku benar benar refleks . Apa yang kau lakukan disini , dan dengan siapa " Mode cerewet pun On , benar benar ciri khas seorang Nana pikir Leo .


" Aku sedang mandi disini " celetuk Leo secara asal , yang mendapat hadiah sebuah pukulan di lengan kekarnya oleh Nana .


" Isss kau ini , sejak kapan orang mandi di mall " desis Nana dengan nada sinis .


" Salahkan dirimu karena bertanya hal yang aneh kepadaku . Tentu saja orang - orang ke Mall untuk jalan jalan dan berbelanja , kau masih bertanya lagi "


" Kau mencari apa sih " tanya Leo yang menjadi penasaran dengan kelakuan gadis didepannya .


" Boneka barbie mana ? " celetuk Nana yang membuat alis Leo mengkerut .


" Iya , si Liona " Nana berucap kembali karena melihat kebingungan di wajah Leo .


Tentu saja Leo bingung . Hanya seorang Nana saja yang memanggil adiknya Liona dengan sebutan Barbie . Itupun ia sering memanggil Liona Barbie hanya didalam hati . Kau kira Leo seorang cenayang apa , yang bisa membaca pikiran Nana .


" Oh .... Dia sedang berada di aula permainan " Nana hanya mengangguk angguk kan kepalanya mendengar jawaban dari Leo , benar benar ciri khas seorang Nana sekali . Leo sempat merasa heran kenapa gadis di hadapannya ini suka sekali mengangguk anggukkan kepalanya , kalau di perhatikan lagi ia seperti sebuah boneka puppy yang ada didashboard dalam mobilnya yang suka mengangguk anggukkan kepala jika mobilnya bergerak .

__ADS_1


" Loh Leo , kau ada disini juga "


Sebuah suara membuyarkan atensi Leo ke arah Nana .


" Iya tante " Leo mencium punggung tangan Angel untuk membalas sapaannya .


" Dimana Lidya dan Liona ? "


" Mama tidak ikut tan , ia menemani papa ke LA . Kalau Liona masih di aula bermain bersama salah satu pelayan kami " ucap Leo menjelaskan .


Nana merasa heran dengan percakapan dua orang dihadapannya kini . Berbagai macam pertanyaan berputar didalam pikirannya saat ini karena melihat ke akraban mereka . Namun segera di tepisnya .


" Kenapa Leo menyebut majikannnya dengan nama mama dan papa . Apa mungkin itu memang perintah dari majikannya untuk memanggil mereka dengan nama seperti itu . Benar - benar majikan yang sangat baik hati seperti keluarga suaminya " pikir Nana


Padahal tanpa Nana sadari yang sebenarnya terjadi adalah Leo memanglah merupakan salah satu keturunan dari keluarga Galvins .


Setelah beberapa lama berbincang , mereka pun bersama memutuskan untuk menemui Liona dan Nino di aula bermain .


Setiba disana , mereka melihat sudah ada Nathan yang sedang duduk di dekat Nino dan Liona yang tengah menikmati es krim ditangannya .


" Sayang kau darimana saja ? " ucap Nathan sambil memeluk tubuh mungil istrinya yang bagaikan sudah tak bertemu beberapa bulan lamanya , padahal mereka hanya berpisah beberapa jam saja . Dan itu benar benar membuat Nathan merasa rindu setengah gila


Semenjak kehamilan Nana , benar benar membuat kehidupan Nathan berubah . Ia selalu merasa pusing dan mual jika tak berada di dekat istrinya itu , ia bahkan akan tiba tiba saja menangis apabila tak melihat sang istri . Bahkan tiap harinya ia habiskan dengan memakan rujak rujakkan beserta makanan aneh lainnya yang tak pernah ia makan sebelumnya . Karena efek dari kehamilan istrinya itu , Nathan tak bisa fokus melakukan pekerjaannya sehingga untuk sementara waktu erik dan ferdinandlah yang harus turun tangan menghandle urusan di perusahaan sampai kondisi tubuh Nathan bisa kembali pulih seperti semula .


" Degg.... Sayang ?? "


Bagaikan ada sebuah petir yang menyambar ke dalam pikiran Leo saat ini , ketika melihat pemandangan dihadapannya . Seakan kejadian terdahulu berputar kembali di pikirannya bagaikan sebuah kaset rusak . Sahabatnya kembali merebut orang yang ia cintai .


" Apa ini , apa ia tengah bermimpi ?"


Leo benar benar berharap ini hanyalah sebuah mimpi semata . Dia sepertinya belum siap untuk merasakan patah hati untuk yang kedua kalinya .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2