Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Pertempuran Nathan vs Nino


__ADS_3

Hari ini Nana sedang menemani nino di sekolahnya . Dirinya memang sudah berbaikkan dengan anak sambungnya itu , dengan perjanjian bahwa nana haruslah menemani nino selama semingguan penuh seperti yang ia lakukan bersama nathan .


Nino benar - benar sedang melakukan aksi balas dendamnya terhadap sang daddy karena telah berani menculik ibu tirinya itu . Biarkan saja daddynya itu nanti akan merengek - rengek , nino tetap tidak akan perduli . Dari hari ini hingga satu minggu kedepan seorang nana adalah miliknya . Dan itu tidak akan bisa di ganggu gugat lagi .


Di mulai dari pagi hari ketika nana baru saja bangun tidur . Nino sudah meminta nana untuk datang ke kamarnya agar bisa membantunya menyiapkan diri dan keperluan sekolahnya . Nana sebenarnya heran padahal biasanya nino tak pernah mau jika dibantu seperti saat ini dari memakaikan seragamnya , menyisir rambutnya , membenarkan letak dasinya , beserta menyiapkan buku - buku pelajaran nino yang akan dibawa kesekolah .


Tak sampai disitu saja , nino meminta nana untuk menyuapinya juga , bayangkan menyuapinya . Padahal selama ini nino tak pernah mau disuapi oleh siapapun terkecuali waktu ia bayi tentunya .


Nathan yang melihat perilaku anaknya hanya bisa menatap dengan kesal . Bagaimana tidak kesal , dari tadi pagi bahkan sebelum dirinya bangun tidur , nananya sudah diambil oleh pria kecil yang berada dihadapannya kini .


Sehingga dirinya harus menyiapkan diri dan keperluan kerja nya sendiri . Dari memasangkan dasi , menyiapkan setelan pakaian kantornya Dan yang paling membuat mood Nathan buruk adalah tak ada yang mengecup bibir nya ketika bangun tidur seperti yang biasa nana lakukan padanya sebagai penyemangat di pagi hari . Ingin sekali nathan menjitak kepala anak kecil itu jika tak mengingat bahwa ia adalah anak kandungnya . Sepertinya dulu dirinya salah memakai gaya ketika membuat nino , sehingga anaknya bisa bertingkah seperti itu pikir nathan .


*******


Keluarga wijaya terlihat sedang makan malam bersama di mansion . Dan seperti biasa , karena Nana sedang dalam masa hukuman jadi dirinya saat ini sedang menyuapi nino .


" Apa tanganmu sakit sehingga kau minta disuapi ? " ucap Nathan menatap kesal ke arah nino berada .


" Ya....tanganku rasanya sedikit pegal karena menulis di sekolah tadi " jawab Nino dengan santainya sambil memutar mutarkan pergelangan tangannya seolah sedang melakukan peregangan pada tangannya .


" Huuffttt...." nathan menghembuskan napasnya kasar karena menahan kesal .


" Mom , tolong tambahkan ayamnya .." rengek nino berpura pura manja di hadapan Nana , dirinya sedang membuat pria yang telah berani menculik ibunya itu cemburu dan usahanya membuahkan hasil .


Nino terlihat menyunggingkan senyumannya seolah - olah dirinya sedang mengejek nathan yang membuat pria itu menjadi semakin geram dibuatnya .


Nana yang memang sedang dihukum pun hanya mengikuti kemauan nino , dirinya tidak perduli dengan tatapan nathan padanya . Siapa suruh nathan cari gara - gara dengan anaknya .


" Sayang...aku juga ingin tambah ayamnya " Nathan juga ikutan merengek seperti yang nino lakukan , sehingga membuat ferdinand , mommy angel , jenny dan semua para pelayan yang ada disana seketika melotot memandang tak percaya ke arahnya .


Nathan benar - benar tak mau kalah dengan anaknya .


Nana hanya bisa menghembuskan napas dengan berat , sepertinya dirinyalah yang akan menjadi korban pada peperangan antar anak dan ayah ini .

__ADS_1


Dan benar saja dengan apa yang dipikirkan oleh nana .


Seperti yang terjadi di meja makan saat ini . Apa yang nino minta pasti nathan juga ikut memintanya .


" Mom aku mau ayam " ucap nino .


" Sayang aku juga mau ayam " rengek nathan tak mau kalah .


" Mom aku ingin brokoli " ucap nino kembali


" Sayang... aku juga mau brokoli " ucap nathan sambil menyunggingkan sebuah senyuman sama yang seperti nino telah lakukan padanya . Sebuah senyuman mengejek .


" Mom aku ingin pete " kali ini nino yang tersenyum mengejek ke arah Nathan . Dirinya tahu jika daddynya sangat tidak menyukai pete , jadi ia akan memilih makanan itu untuk mengerjai nathan .


" Sayang aku juga ingin pete " ucap Nathan sedikit ragu , namun dirinya tetap mengucapkannya karena rasa ego yang begitu tinggi . Dirinya tak ingin kalah dari seorang nino . Nathan berambisi untuk menjadi sang pemenang .


Nana yang juga mengetahui jika nathan tak menyukai pete pun sebenarnya agak ragu mengambilkannya , tapi karena nathan yang memberikannya kode yang berkata bahwa ia harus mengambilkannya jadi ia pun tetap mengambilkannya . Nana hanya berharap semoga tak terjadi apapun ketika suaminya memakan pete itu .


" satu suapan pete "


" Kau tidak apa - apa ? " tanya angel yang melihat muka nathan seakan ingin muntah .


Nathan hanya menggelengkan kepala . Dirinya masih sedang berusaha menelan pete yang ada di dalam mulutnya saat ini dan usahanya pun berhasil . Benar - benar perlu perjuangan yang keras bagi nathan hanya untuk makan sesuap pete .


Nathan tersenyum lebar ke arah nino . Ekspresinya menunjukkan bahwa ia sedang berbangga diri saat ini karena telah berhasil memakan pete yang tak disukainya .


Nino melihat ekpresi ayahnya hanya mengendikkan bahunya sembari memperlihatkan sebuah kesombongan yang menunjukkan bahwa dirinya bisa lebih lahap menghabiskan pete daripada daddynya lakukan .


Karena merasa tertantang , nathan pun mulai ikutan juga memakan pete miliknya kembali . Walau masih sama dengan raut wajah yang terpaksa dan ingin muntah tentunya .


" dua suap " nathan terlihat masih bisa menahan .


" tiga suap " nathan sudah mulai tak tahan dengan baunya .

__ADS_1


" empat suap " pertahanan nathan sudah mulai goyah .


Dan....suapan kelima..... Nathan pun akhirnya berlari ke arah toilet yang berada di ruang tengah untuk memuntahkan makanan yang sejak tadi ia tahan ingin keluarkan .


" Hahahah..hahahah..." nino sudah tak bisa menahan tawanya lagi .Dirinya sungguh puas bisa mengerjai daddynya .


Sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap kekanak kanakkan yang dilakukan oleh nathan . Sudah dewasa masih saja cemburu kepada anak kecil , yang dicemburui malahan anaknya sendiri lagi . Dasar gendeng . itulah berbagai macam pikiran orang orang di sekitarnya .


***********


Nathan terlihat sedang terbaring lemas di tempat tidurnya . Ia memilih untuk meliburkan diri hari ini dari kantornya karena kondisinya yang kurang sehat akibat pertempuran yang terjadi kemarin malam di meja makan bersama nino anaknya .


Kemarin selain muntah , ternyata nathan juga mengalami diare yang menyebabkan dirinya harus bolak balik toilet sepanjang malam . Dirinya merasa menyesal telah memakan makanan yang bernama pete itu .


Untung saja kemarin malam nino berbaik hati membiarkan nana untuk merawatnya . Alhasil nathan jadi bisa tidur bersama dengan istrinya lagi , walaupun yang sebenarnya diinginkan nathan bukanlah tidur yang benar- benar tidur melainkan tidur yang bisa membawakan kenikmatan . Namun apalah daya karena sakit yang dialami nathan yang diakibatkan oleh keegoisannya sendiri menyebabkan khayalan nathan menjadi sirna . Jangankan untuk berbuat yang enak - enak , baru bergerak sedikit saja perutnya sudah langsung sakit .


Alhasil andre pun diminta ke mansion wijaya untuk memeriksa kesehatan Nathan .


" Bagaimana keadaan kak nathan , kak ?" tanya jennie tersenyum manis ke arah andre .


" Tenang saja dia sudah tidak apa - apa , aku sudah memberikan obat diare untuknya " jelas andre yang terlihat sedang mengemasi perlengkapan kedokterannya .


Jennie menatap lekat ke arah Andre , membuat Andre menjadi salah tingkah dibuatnya .


" Kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Andre akhirnya .


" hmm...apa aku boleh mengatakan sesuatu ?" tanya Jennie yang masih tetap menatap lekat kearah Andre .


" Tentu saja , kau boleh mengatakan apapun " jawab Andre yang saat ini juga ikut menatap ke arah Jennie .


" Kau sangat tampan ....Apa kau mau menjadi pacarku ?"


" Deg..."

__ADS_1


tidak ada angin tidak ada hujan Andre tiba- tiba saja ditembak cewek , ceweknya adiknya nathan lagi , membuat andre jadi bingung memutuskannya .


Bersambung


__ADS_2