
" Kak Nana "
Nana membelalakkan matanya , dan tampak begitu terkejut .
" Anna "
" Astaga ... kukira salah mengenali orang , tenyata benar - benar kak Nana " ucap Anna .
" Kakak bersama dengan siapa kemari ? "
" Aku..... " ucap Nana terpotong ketika seorang anak berlari menuju ke arahnya .
" Mommy .... " panggil Nino .
Deg...
Jantung Nana serasa mencelos dibuatnya . Perasaan gugup dan takut telah menyelimuti hatinya saat ini .
Nana tak tahu harus memberi penjelasan dari arah mana pada saudaranya itu mengenai hubungannya dengan Nathan . Dia merasa sungguh tak tega jika harus melihat adiknya itu patah hati dan bersedih jika menerima kenyataan di depannya , tapi Nana juga tak bisa memberikan Nathan kembali padanya . Dilema... itulah perasaan yang menyelimuti hati Nana saat ini .
#####
" Astaga itu kan tante Anna ... aku tak akan membiarkan dia dekat - dekat dengan mommyku " batin Nino dan terlihat pergi hendak menghampiri Nana .
" Nino kau mau pergi kemana " ucap Liona menatap Nino heran dan mulai mengikuti .
" Mommy.... " ucap Nino yang saat ini sudah ada didekat Nana .
Nana begitu panik setelah mendengar suara yang begitu familiar menghampirinya . Nana tak ingin sampai Anna tahu sendiri perihal hubungannya bersama Nathan , ia ingin bahwa Nathan dan dirinyalah yang akan menjelaskan hubungan yang ia jalani saat ini kepada Anna secara baik - baik nantinya .
__ADS_1
" Mommy ? " tanya Anna dalam hati , yang terlihat begitu heran dengan apa dilihatnya saat ini .
" Mom .... ayo kita kesana " ajak Nino .
" Iya sayang " ucap Nana dan memilih ikut pergi bersama Nino .
////_///
" Hai .... kenapa kau melamun ? " tanya Leo sambil menepuk bahu Anna pelan .
" Ah...tidak apa - apa " ucap Anna cepat.
" Oh ya...tadi aku melihatmu berbincang - bincang dengan Nana pengasuh Nino , apa kau mengenalnya ? " ucap Leo .
" Pengasuh ? " batin Anna heran , sejak kapan kakaknya itu berprofesi sebagai pengasuh . Namun disisi lain perkataan Leo membuat Anna sedikit bisa bernapas lega karena tadi ia sempat sedikit syok mendengar Nino memanggil kakaknya itu dengan sebutan mommy .
" Hey...kenapa kau malah melamun lagi " Leo menepuk pelan bahu Anna kembali .
" Upss .. sory , habisnya aku tanya kau malah bengong " ucap Leo terkekeh geli melihat mulut Anna yang manyun karena kesal .
" Nana itu kakakku " ucap Anna yang saat ini terlihat sedang mengambil sebuah minuman .
" What !!! kakak... bukankah kakakmu cuma satu , si pria dingin yang galaknya minta ampun itu " ucap Leo tak percaya .
" Dasar kau .... Nana itu kakak tiriku , anak dari ibuku saat ini " ucap Anna menjelaskan .
Leo menganggukkan kepalanya mengerti . Dia tampak tersenyum melihat ke arah Nana berada .
"Satu lagi hal yang ku ketahui tentang dirimu Anna"
__ADS_1
*****
Acara berlangsung dengan begitu meriah . Nino terlihat begitu bahagia menikmati pesta itu , yang membuat Nana menjadi lupa sejenak akan permasalahannya sejenak dengan saudara tirinya .
Saat ini semua mata sedang tertuju kearah pintu masuk besar yang menjulang tinggi .
Tap..tap..tap
Terlihat sosok pria gagah nan tampan memasuki mansion keluarga galvins .
" Hai bro terima kasih kau sudah mau datang kemansion kecilku ini " sambut Leo yang dibalas dengan sebuah senyuman oleh Nathan .
" Daddy " ucap Nino berlari menuju ke arah Nathan berada .
" Kenapa daddy lama sekali " gerutu Nino memasang wajah kesal yang terlihat begitu imut dimata Nathan .
" Maafkan daddy Nak , hari ini daddy sangat sibuk sekali di kantor . Tapi yang penting daddy kan sudah ada disini , daddy akan menemani Nino sampai Nino puas .Ok ." hibur Nathan yang dianggukki oleh Nino .
" Janji ya dad " ucap Nino dan kembali berlari menuju ke arah Liona berada .
" Kau sudah banyak berubah Nath " ucap Leo yang melihat interaksi antara ayah dan anak itu sedari tadi .
" Makanya kau harus segera cepat menikah dan memiliki anak sepertiku " ucap Nathan tertawa .
" Tunggu saja undangan dariku " jawab Leo sambil tersenyum .
" Siapa gadis beruntung itu " tanya Nathan .
" Akan ku perkenalkan padamu nanti , dia juga ada disini " jawab Leo yang dijawab sebuah anggukan oleh Nathan .
__ADS_1
Nathan begitu merasa lega mendengar perkataan Leo saat ini . Kejadian dimasa lalu antara dirinya dan juga Leo dimasa lalu , benar - benar membuat Nathan merasa sangat bersalah sampai saat ini . Jika bisa memutar waktu , ingin sekali Nathan memilih melepaskan Clara agar tetap bersama sahabat baiknya itu . Tapi nasi sudah menjadi bubur . Hal yang sudah terlanjur terjadi tak mungkin bisa terulang kembali . Karena waktu tak mungkin berputar mundur kebelakang . Yang saat ini Nathan bisa lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untuk Leo sahabat baiknya .
Bersambung