
Langit yang semula terang pun kini telah berubah menjadi gelap. Nana , nathan dan nino masih santai duduk di kursi taman dekat wahana sambil menikmati bintang bintang yang bertebaran di atas mereka.
Nana mengeluarkan sesuatu yang dari tadi ia bawa dalam sebuah tas besar.
" kenapa kau membawa kue ?" tanya nino sambil melihat nana membuka sebuah kotak.
" Iiiis kau ini banyak tanya sekali " ucap nana sambil menyalakan lilin di atas kue itu dan menyalakan sebuah lagu ulang tahun dari ponselnya.
Nathan dan nino hanya bisa menatap bingung dibuatnya.
" apa kalian berdua hanya akan bengong seperti kebo begitu melihatku ? "
" ayo cepat ikut nyanyi " ucap nana
kedua pria itu hanya bisa saling menatap dan mulai ikut bernyanyi.
__ADS_1
setelah bernyanyi nana pun meniup lilin.
" duarrrr...." terlihat kembang api menghiasi langit malam yang membuat suasana menjadi semakin gemerlap.
Nana pun memotong kue tersebut dan membaginya .
" Terima kasih... kalian telah menemaniku di acara ulang tahunku "
ucap nana menatap ke arah kembang api v sambil memakan kue sepotong demi sepotong.
nathan dan nino terlonjak kaget mendengarnya , secara mereka tidak tahu bahwa hari ini adalah hari spesial bagi nana.
Nathan menatapnya dengan begitu lekat. dia melihat adanya rasa kesepian di sela sela senyuman yang diperlihatkan oleh nana. Entah apa yang disembunyikan oleh gadis itu dalam benaknya penasaran. Ada perasaan bersalah yang menghampiri dirinya saat ini , karena tak mengetahui perihal ulang tahun istrinya itu.
Nino menatap intens ke arah nathan.
__ADS_1
ia berpikir bagaimana bisa ayahnya melupakan perihal ulang tahun istrinya. Sementara selama ini ayahnya tak pernah melupakan sesuatu yang penting bagi orang yang di cintai dan dikasihinya , sesibuk apapun jadwalnya pasti ia akan ingat. tetapi itu tidak berlaku untuk hari ini. Dengan menatap mata ayahnya ia bisa tahu jika ayahnya benar benar melupakan hari spesial nana.
Nino memang bukanlah anak kecil biasa seperti umumnya. Selain karena didikan dari keluarga yang mengharuskannya belajar dalam segala hal. Ia juga memiliki iQ di atas rata rata yang menurun dari nathan dan clara. Dengan kelebihannya tersebut ia bisa belajar dan menganalisa sesuatu dengan cepat dan tepat. Maka dari itu keluarganya tidak heran jika melihat sikap nino yang begitu dewasa melebihi umurnya . Akan tetapi sedewasanya anak kecil , ia tetaplah masih seorang anak anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu.
" apakah daddy tidak mencintainya ?"
kata itu kini terngiang di kepala nino.
Malam semakin larut , mereka pun akhirnya pulang. Di dalam mobil terlihat nino tengah tertidur lelap diatas pangkuan nana.
"Ternyata anak ini kalo sedang tidur manis juga , tapi kenapa ketika bangun seperti anak iblis ya " ucap nana lalu sedikit melirik ke arah nathan yang terlihat sedang duduk bersandar dengan mata terpejam.
" Apa dia sedang tidur ? " nana melambai lambaikan tangannya didepan wajah nathan yang tidak mendapat tanggapan darinya.
Seutas senyuman licik keluar dari bibir nana. Tepat di depan wajah nathan dia meninju ninju udara bagaikan sedang menghajar nathan.
__ADS_1
" Dasar beruang kutub , berani beraninya kau tidak memberikanku hadiah . Rasakan ini . " nana mengambil sebuah spidol di dalam tasnya dan mulai mencoret coret wajah nathan.
Sopir yang melihat perilaku nana , hanya bisa tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir bagaimana bisa tuan mudanya menikah dengan gadis lucu seperti nana , sementara selera nathan sangat jauh dari nana . Ia mengetahui semua itu karena dirinya sudah lama bekerja sebagai sopir pribadi nathan. Bahkan ia tahu semua wanita yang pernah dikencani oleh tuan mudanya tersebut.