Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Anna frustasi


__ADS_3

Anna terlihat sedang berjalan mondar mandir dikamarnya . Gadis itu terlihat sangat frustasi saat ini karena telah membuat sang ayah menjadi kecewa akan dirinya dan itu disebabkan oleh perbuatannya sendiri yang telah melakukan perjanjian dengan teman dekatnya yang menurutnya sudah sangat gila . Bagaimana Anna tidak menyebutnya gila , laki - laki itu telah memfitnah dirinya sedang hamil anaknya dan itu membuat ayahnya menjadi sangat marah besar pada dirinya . Ingin sekali rasanya Anna untuk mencabut semua gigi laki - laki itu agar pria itu tak bisa lagi bicara dengan jelas . Sungguh semua perkataan andre tidak ada yang bisa menenangkan Anna .  Bukannya meredakan masalah , temannya itu malah membuat masalah makin runyam untuk mereka . Dan kini dirinya hanya tinggal menunggu waktu pernikahan yang akan diselenggarakan oleh keluarga mereka berdua . Sehingga kini dirinya dilarang keluar rumah oleh orang tuanya , sungguh membuat anna yang sudah frustasi bertambah makin extra frustasi dibuatnya .


" ughhh....dasar andre gila ... kenapa dia melakukan itu " ucap Anna sambil menjambak rambutnya sendiri .


Setelah lelah mondar mandir sendirian akhirnya anna memilih untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur . Dirinya sungguh sangat lelah saat ini . Lelah hati , lelah fisik , lelah pikiran bahkan lidahnya pun juga terasa lelah karena sedari tadi komat kamit seorang diri di dalam kamar . Hari ini merupakan hari yang sangat berat bagi Anna . Dan tanpa sadar gadis itupun tertidur dengan masih mengenakan pakaian yang tadi ia pakai di restoran tempat terjadinya kekacauan antara dirinya , Andre dan keluarga mereka berdua .


*********


Sedangkan di mansion wijaya


Nana juga terlihat sedang panik karena mendengar kabar bahwa adik tirinya itu sedang hamil dan akan menikah dengan seorang pria yang ia kenal sebagai teman suaminya sekaligus dokter pribadi keluarganya .


Wanita itu tidak percaya jika pria yang dia anggap sebagai pria baik dan ramah itu bisa berkelakuan bejad terhadap adiknya . Nana jadi mengingat tentang kejadian dulu antara dirinya dan juga nathan . Ia sungguh tak menyangka jika adiknya Anna akan bernasib sama dengan dirinya . Ingin sekali dirinya menjambak rambut dokter mesum itu hingga menjadi rontok bila perlu Nana akan menjambaknya sampai botak sekalian . Sungguh Nana merasa sangat emosi saat ini , ditambah lagi saat ini dirinya sedang hamil sehingga tingkat keemosiannya menjadi naik satu level dari orang biasanya . Dan yang menjadi pelampiasan dari amarah Nana adalah suaminya yaitu nathan .


Sungguh nathan tak habis pikir kenapa dirinya yang jadi disalahkan oleh istrinya itu . Sempat ia bertanya dan dijawab oleh Nana jika dia sama saja dengan Andre yang sama - sama adalah pria mesum . Sehingga nathan ynag mendapatkan jawaban seperti itu hanya bisa menelan ludahnya sendiri karena yang dikatakan oleh Nana memang tidak ada yang salah dan tidak benar juga , karena menurut nathan  dirinya hanya berbuat mesum kepada wanita yang telah menjadi istrinya dan itu menurutnya tidaklah salah .


Namun Nana tidak mau tahu , saat ini gadis itu sedang sangat emosi dan kesal dan menurut dirinya suaminyalah orang yang tepat untuk meredakan kekesalannya saat ini . Nanti jika dirinya bertemu dengan dokter mesum itu barulah ia akan membuat perhitungan juga dengannya .


Nathan hanya bisa bersabar menghadapi sikap emosional istrinya itu pada dirinya . Ia memaklumi jika itu dipengaruhi oleh faktor kehamilan Nana yang sedang mengandung bayi mereka , sehingga istrinya itu tidak bisa mengontrol emosinya saat ini . Biasanya emosi Nana akan segera menghilang ketika Nathan sudah mengelus elus perut istrinya itu , seakan yang sedang emosi saat ini bukanlah Nana melainkan anaknya yang masih di dalam perut . Dan karena itu , nathan terlihat masih tenang - tenang saja saat ini . Nathan juga berencana bahwa nanti dirinya akan membuat perhitungan juga dengan temannya itu yang telah membuat dirinya menjadi amukan dari sang istri .

__ADS_1


*****


Di kediaman keluarga Andre .


" Bisa kau jelaskan tujuanmu membuat keributan seperti itu ? " tanya Adrian kepada putranya .


Saat ini Adrian dan Andre sedang duduk berdua di dalam ruang kerja milik Adrian , ruangan yang kedap suara tentunya . Sehingga siapapun tidak akan bisa mendengar pembicaraan mereka berdua termasuk juga dengan Renata .


" Aku memang hanya ingin menikahinya ayah " jawab Andre dengan tatapan yakin .


" Kau yakin jika wanita itu mencintaimu ? " tanya Adrian kembali .


" Baiklah jika itu keinginanmu , ayah akan membantumu . Lagi pula ayah memang sudah sangat ingin menimang cucu , bila perlu ubahlah kebohonganmu itu menjadi kenyataan . Ayah akan senang jika kau melakukan itu , tapi kau harus menikahinya terlebih dahulu agar ibumu tidak menjadi syok " Adrian berkata sambil tertawa .


Sungguh kelakuan Anak dan ayah sama saja . Sama - sama gila , jika Anna mendengar percakapan dua orang tersebut mungkin dirinya akan mengamuk saat itu juga .


Sedangkan Renata masih saja menggerutu di dalam kamarnya karena dirinya tidak diikut sertakan dalam pembahasan perihal rahasia anaknya tersebut . Sehingga membuat wajahnya tertekuk dengan sempurna .


" Mama belum tidur ? " tanya Adrian ketika baru masuk kedalam kamarnya dan mendapati bahwa istrinya masih duduk di atas ranjang .

__ADS_1


" Belum " ucap Renata bernada ketus , yang membuat Adrian menjadi sedikit tersenyum karena ia tahu bahwa istrinya itu dalam mode merajuk saat ini dan Adrian tahu apa yang harus dirinya lakukan .


" Apa perlu papa pijat ma ? " ucap Adrian sambil tersenyum mesum .


" Dasar tua - tua keladi , cepat mandi sana " balas Renata sambil memalingkan wajahnya tanpa mau menatap ke arah adrian .


" Baiklah ....Setelah itu kita saling pijat ya ma " Adrian berkata sambil tersenyum jenaka , sehingga membuat Renata yang sedang kesal melemparkan bantal ke arah Adrian . Sedangkan Adrian sudah keburu lari ke kamar mandi untuk menghindari amukan dari sang istri .


Setelah selesai mandi Adrian pun kembali membujuk Renata sehingga membuat istrinya itu luluh kembali dan akhirnya adegan pijat memijat pun terjadi yang di iringi dengan adegan plus - plus tentunya sesuai dengan keinginan Adrian . Sungguh kekuatan Adrian di atas ranjang masih sama seperti waktu dirinya masih muda , sehingga membuat Renata menjadi kewalahan menghadapi suaminya itu .


" Sayang tambah lagi " ucap Adrian yang kini memeluk tubuh Renata dari belakang .


" Apa... Tambah lagi ? Apa kau tidak lelah ? " tanya renata yang begitu syok dengan suaminya yang ingin menambah jatah .


" Tidak sayang .....aku belum puas . Tubuhmu ini bikin aku candu " balas Adrian yang tangannya sudah menjalar kemana - mana untuk memulai pemanasan .


Tubuh Renata yang memang sensitif dengan sentuhan pun mulai terbuai dengan godaan suaminya sehingga mereka berdua pun mengulangi aksi pijat memijat plus - plus yang sempat mereka hentikan sejenak .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2