Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Menjadi agresif


__ADS_3

" Tuan apa anda tidak akan pulang " tanya alex sang sekretaris kepercayaan Nathan .


Nathan melirik jam kecil yang tergeletak diatas mejanya yang menunjukkan sudah pukul sembilan malam .


" Kau turunlah duluan , sebentar lagi aku akan menyusul "


" Baik tuan "


Nathan menyandarkan tubuhnya sejenak pada kursi kebesarannya . Hembusan nafas berat terdengar keluar dari mulut Nathan .


" Aku benar - benar sangat merindukanmu " gumam Nathan sambil membayangkan wajah Nana yang seperti berputar putar dalam pikirannya .


*****


Malam ini Nathan memang sengaja meminta alex untuk mengantarkannya pulang karena merasa kurang mood dalam menyetir .


Sambil menyetir ternyata Alex secara diam diam memperhatikan atasannya dari balik spion . Banyak pertanyaan sebenarnya muncul dalam benaknya , namun enggan dia tanyakan ke pada Nathan . Dia masih waras untuk tak menanyakan hal itu pada singa yang sedang mengamuk .Bisa - bisa dia juga kena semburan Naga seperti karyawan lainnya di kantor .


" Alex "


suara bariton Nathan membuyarkan lamunan Alex


" Ya tuan "


" Bisakah kau membantuku untuk menculik istriku "


Ckiiiiittttttttt


Alex tak sengaja menginjak rem mobil karena saking terkejut mendengar permintaan Nathan .


" Apa kau sudah gila " Bentak Nathan kesal .


" Ma..maaf tuan , saya tak sengaja "


" Tadi tuan bilang apa " tanya Alex ingin memperjelas ucapan Nathan tadi .

__ADS_1


" Sudahlah lupakan saja "


" Sekali lagi saya minta maaf tuan " ucap Alex yang tak dijawab oleh Nathan .


Alex kemudian melajukan kembali mobilnya yang sempat berhenti .


****


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di mansion Nathan .


" Saya pamit pulang tuan " ucap Alex yang hanya diangguki Nathan .


Setelah kepergian alex , Nathan pun terlihat berjalan gontai melangkah masuk menuju kamarnya . Dia tampak begitu malas untuk memasuki kamar karena ia tahu pasti Nana tak ada didalam kamarnya karena telah dikuasai oleh anaknya Nino .


Dengan Nafas yang berat Nathan meraih gagang pintu dan membukanya .


Terlihat ruangan gelap yang sepi tak berpenghuni membuat Nathan di selimuti rasa kekecewaan kembali .


Dengan langkah malas Nathan memilih masuk ke dalam bathroom untuk membersihkan dirinya dahulu sebelum tidur seorang diri diatas ranjangnya .


Setelah ia keluar dari bathroom tiba tiba saja ada sepasang tangan memeluk dirinya dari belakang .


" Apa kau merindukanku ? " terdengar suara wanita yang tidak asing di telinga Nathan .


Nathan diam tak bergeming tanpa mau membalas ucapan ataupun pelukan Nana . ia masih merasa kesal dengan sikap Nana yang lebih mementingkan Nino anaknya dari pada dirinya .


" Dasar bocah jadi jadian . Masih ngambek ternyata , kita lihat saja sampai kapan kau akan bertahan " gumam Nana dengan senyuman misteriusnya .


" Apa kau benar benar tak mau memaafkanku suamiku " ucap Nana bergelayut manja sambil mengeluarkan Puppy eyesnya .


Nathan masih setia dengan sikap diamnya , bahkan saay ini ia memalingkan wajahnya tak mau menatap Nana yang sudah berada di depannya .


" Ternyata tak berhasil.... baiklah hanya ini yang bisa aku lakukan . Kita singkirkan dulu mengenai harga diri , yang penting aku harus berhasil membujuk bayi besar ini " Nana menutup matanya sejenak dan menarik Nafas dalam dalam .


Dengan perlahan Nana menyentuh dada bidang milik Nathan yang terlihat begitu kekar di hadapannya .

__ADS_1


Dengan gaya yang begitu menggoda Nana mulai meraba dada bidang itu , yang sudah ia anggap sebagai tempat favoritnya .


" Apa benar seperti ini " guman Nana .


Jujur saja ini adalah kali pertama Nana melakukan hal seagresif ini kepada pria .


Setelah puas dengan dada bidang suaminya , kini Nana beralih menuju leher putih milik Nathan .


" Lihatlah leher ini , kenapa ia bisa memiliki leher putih seperti ini . Leherku saja tak seputih mulus begini . Dan aroma nya...hmmm ...kenapa nikmat sekali "


Tanpa sadar Nana mulai terhanyut dalam permainannya sendiri .


Nana meny esap leher Nathan bagaikan seekor vampir yang sedang kehausan darah hingga membuat Nathan sedikit melenguh dibuatnya .


" Kena kau "


Nana menyunggingkan sedikit senyuman ketika mendengar lenguhan Nathan .


Tangan Nana kini sudah mulai tak bisa dikondisikan lagi . Pikirannya sudah mulai tak jernih lagi karena ga irah yang sudah mulai merasuki tubuhnya . Entah sejak kapan posisi tangan Nana sudah berada di senjata pamungkas milik Nathan yang sudah nampak berdiri tegak siap masuk ke dalam sarungnya .


" Akhhhh....."


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author yaa 😍...


...Like...


...Comment...


...Vote...


Dan jangan lupa juga dengan tombol ❤ favoritnya


...Agar membuat karya author lebih berkembang dan agar author lebih semangat lagi buat cerita halunya 🙊🙈🙈🙉😽...

__ADS_1


__ADS_2