
Tik....tok...tikk..tok... !!!
Suara detakan jam terdengar memenuhi seisi ruangan . Sudah lebih dari satu jam , namun tak seorang pun tampak ingin mengeluarkan suara .
" Leo..." suara dari seorang wanita paruh baya memecahkan keheningan tempat tersebut .
" Mommy ..." ucap Leo sambil meringis menahan sakit dari luka lebam di wajahnya .
" Astaga apa yang terjadi dengan wajahmu nak..." Lidya berjalan cepat ke arah Leo . Ia tampak begitu syok melihat keadaan putranya saat ini . Bagaimana tidak syok , putranya yang biasa terlihat tampan kini ia dapati dengan keadaan bonyok tak berbentuk .
...----------------...
satu jam sebelumnya
Lidya dan Louise terlihat sedang bersantai di dalam mansion .
" Maaf tuan ada tamu yang ingin bertemu dengan anda " ucap salah satu pelayan menghampiri mereka .
" Siapa ??? " Kening Louise berkerut . Ia merasa tak memiliki janji dengan siapa pun , apalagi hari ini adalah hari minggu . Hari dimana ia khususkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya .
" Beliau berkata utusan dari keluarga Willson tuan " ucap pelayan .
" Keluarga Willson ? " Dahi Louise makin berkerut . Untuk apa utusan keluarga willson datang kemari pikir Louise . Ia merasa tak memiliki janji maupun urusan bisnis dengan keluarga tersebut .
Setelah dipersilahkan masuk , utusan dari keluarga Willson pun memasuki mansion dan menunduk hormat kepada tuan rumah didepannya .
Ia mengutarakan maksud dan tujuannya datang kemari yaitu untuk memberitahukan bahwa putra mereka saat ini berada di dalam mansion pribadi milik keluarga Willson , dan putra mereka memiliki beberapa masalah dengan putri keluarga Willson sehingga mengharuskannya membawa orang tua Leo untuk datang ke kediaman keluarga Willson .
Jantung Louise dan Lidya benar - benar terkejut mendengar perkataan pria dihadapannya . Apa yang sebenarnya terjadi pada putranya ?
Tanpa basa basi lagi Louise dan Lidya pun langsung meluncur pergi ke kediamaan keluarga Willson .
...----------------...
...------------------------------...
Di kediaman keluarga Willson
" Sudah lama tak bertemu denganmu boy " ucap David menyambut kedatangan Louise ( David Willson merupakan ayah dari Aleandra dan alexander Wilson , mereka itu anak kembar ya guys )
" David... apa yang sebenarnya terjadi pada putraku ? " ucap Louise yang tak kalah terkejutnya dari Lidya melihat keadaan Leo .
__ADS_1
" Duduklah dulu , aku ingin membicarakan hal ini dengan tenang " ucap David kembali .
David dan Louise memang sudah saling mengenal satu sama lain . Selain karena sepak terjang keunggulan mereka dalam dunia bisnis , mereka juga merupakan sepasang teman lama di tempat mereka bersekolah dulu .
" Aku ingin Leo anakmu segera menikahi putriku Alea " ujar David santai sambil meminum secangkir kopi ditangannya .
Semua yang ada disana terbelalak dan hampir tersedak mendengar ucapan David .
" Aa...apa kau bilang " ucap Louise terbata karena syok dengan perkataan teman lamanya itu .
" Aku ingin minta pertanggung jawaban dari putramu karena sudah berani menelanjangi putriku " ujar David
" Byuuuuurrrrrr " Lidya tak sengaja menyemburkan minumannya .
Louise menatap tajam ke arah putranya . ia berpikir , apa karena alasan itu sehingga putranya jadi babak belur seperti sekarang . Benar - benar sangat memalukan . Untung saja David hanya menjadikannya babak belur , jika dirinya yang berada di posisi david mungkin saja ia akan langsung memutilasi tubuh Leo untuk diberikan ke kandang singa di rumahnya .
" A..a..ayah...ini tak seperti yang kau pikirkan , ini semua salah paham " ucap Leo terbata , jujur saja saat ini ia merasa takut jika ayahnya sudah dalam mode diam seperti itu .
" Kita akan menikahkan mereka besok " Ucap Louise tegas .
"Jdderrrrrrr....... "
Ucapan louise seakan bagaikan suara petir yang menggema di telinga Leo . Bagaimana mungkin ayahnya tega akan menikahkan dirinya dengan seorang kuntilanak . Leo bergidik ngeri membayangkannya . Ini benar - benar tak boleh terjadi pikirnya .
...---------------------------------------------------------------...
Setelah kepulangan keluarga Galvins .
" Apa yang sebenarnya ayah lakukan , aku tak mau menikah dengannya " tolak Alea tegas .
" Kau harus menikah dengannya sayang , ia telah menelanjangimu " ucap David mencoba membujuk putrinya .
" Tapi ayah....."
" Sudahlah Alea ...aku tak mau mendengar penolakan " David berlalu pergi menuju ruang kerjanya .
" Huffttt " Alea terdengar menghela nafas , Ia merasa pusing dengan kejadian yang tiba - tiba saja menimpanya .
Ia sungguh tak bisa mengingat suatu apapun . Ingatannya hanya sampai pada saat ia menerjang seorang pria karena kesal dan berakhir jatuh ke dalam danau . Selain itu ia tak bisa mengingat apapun lagi . Mungkin saja itu terjadi karena dirinya pingsan tak sadarkan diri . Bahkan ia tak tahu kenapa pria itu menelanjanginya , benar - benar memalukan . Seumur hidup tak ada seorang pria pun yang pernah melihatnya dalam keadaan telanjang , terkecuali ayah dan kakaknya , itu pun terjadi saat ia masih bayi . Ingin sekali dirinya juga ikut menghajar pria itu sampai babak belur dengan tangannya sendiri karena telah berani menelanjanginya . Ya walau wajah pria itu saat ini tak bisa dikatakan masih baik - baik saja mengingat karena ulah saudara kembarnya itu .
Untung saja Alea sadar tepat pada waktunya saat itu . Kalau tidak , mungkin saja pria yang bernama Leo itu hanya akan tinggal nama saja pulang saat ini . Kakaknya itu memang sungguh sudah seperti psikopat gila . ini bukan pertama kalinya bagi saudaranya itu untuk menyiksa setiap pria yang telah menyakiti dirinya . Bahkan itu sudah terjadi waktu mereka masih kecil . Ia masih ingat betul , dulu Alex pernah memasukkan seekor anak buaya pada celana seorang anak yang tak sengaja pernah mendorong Alea sampai jatuh , alhasil anak tersebut dilarikan ke rumah sakit karena *********** hampir saja putus di gigiti oleh reptil itu . Sungguh kejadian yang mengerikan , mungkin saja anak kecil itu sedang trauma saat ini pikir alea . Entah darimana saudaranya itu mendapatkan binatang reptil tersebut , Alea pun tak tahu .
__ADS_1
...----------------------------------------------------------------...
Di mansion keluarga wijaya
Keluarga besar wijaya sedang melakukan acara makan malam bersama , disana nino terlihat sedang sangat kesal karena tak bertemu dengan Nana dari tadi pagi .
Ia sudah berusaha mencarinya di kamar ayahnya , namun nihil . Ternyata ayahnya itu sudah duluan menculik ibunya untuk dibawa ke suatu tempat untuk berlibur dan itu hanya mereka lakukan berdua saja . Sungguh Nino merasa kecolongan dengan ayahnya sendiri . Harusnya ia kemarin meminta Nana untuk menemaninya tidur saja di kamarnya agar tak bisa diculik oleh suami gilanya itu pikir Nino . ( Hey bambang kalau kau lupa suami Nana itu adalah ayahmu sendiri ) .
Alhasil Nino dari tadi pagi menampilkan sikap dalam Mode ngambek On , dan itu membuat semua orang yang ada disana menjadi sangat kewalahan terutama untuk para pelayan dalam menghadapinya . Contohnya saat ini , ketika pelayan menyajikan sebuah steak yang dipesan oleh Nino untuk menu makan malamnya . Entah ini sudah pergantian steak ke berapa , pelayan pun sudah lupa untuk menghitungnya karena sedaritadi tuan mudanya selalu meminta memasak ulang makanannya .
" Ini terlalu lembek "
" Terlalu keras "
" Terlalu matang "
" Terlalu mentah "
" Mana steaknya ? " ucap Nino menyipitkan matanya , karena pelayan bukannya membawa steak malah membawakannya piring kosong .
" Ah..maaf tuan , saya lupa menaruh steaknya diatas piring " jawab si pelayan sambil lari terbirit birit menuju ke arah dapur untuk mengambil steak yang ketinggalan .
Sungguh dirinya lupa untuk meletakkan steak pesanan tuan mudanya diatas piring , mungkin karena saking gugup , lelah dan juga kesal tercampur aduk menjadi satu dalam dirinya karena dari tadi bolak balik mengganti makanan yang tak kunjung diterima oleh tuan mudanya itu . Ia benar - benar berharap agar nyonya mudanya Nana cepat kembali untuk menjinakkan anak singanya saat ini .
Angel yang duduk bersebelahan dengan Nino hanya bisa geleng - geleng kepala melihatnya . Ia juga berharap menantunya cepat kembali juga , karena hanya menantunyalah yang bisa menjinakkan singa kecil di sebelahnya .
Sebenarnya Angel juga sedikit terkejut ketika tadi pagi mendapati Nathan yang sedang menggendong tubuh Nana keluar dari kamar .
Angel sempat panik karena mengira telah terjadi sesuatu pada menantunya itu hingga harus digendong seperti itu .
Namun ternyata perkiraan Angel salah . Nathan menggendong tubuh Nana disebabkan karena Nana masih tertidur pulas , dan Nathan berencana ingin memberikannya sebuah kejutan dengan mengajak Nana untuk liburan ke suatu tempat yang pastinya hanya berdua saja .
Alhasil mereka semua yang berada di mansion , kini menjadi penerima akibat dari kelakuan Nathan yang berani menculik Nana di mansion wijaya .
**Bersambung
Jangan lupa tinggalkan
Like
Dan juga
__ADS_1
Komentarnya yaa untuk mendukung karya author**