Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Kabar Bahagia


__ADS_3

Hoeeeekkkk.....hoooeeekkkkk...... !!!!!


Kehebohan terjadi di pagi hari di dalam mansion kediaman keluarga Wijaya .


Semua berawal dari kepanikan Nana yang membangunkan semua penghuni mansion karena mendapati Nathan yang sudah muntah - muntah di pagi hari .


" Sayang kamu tidak apa apa kan " ucap Nana sembari mengelus punggung suaminya .


Nathan hanya menggeleng kepala dengan lemah sembari memijat pelipisnya yang terasa pusing akibat muntah .


Semua terlihat berkumpul di kamar Nathan .


" Apa kau sudah menghubungi Andre ? " tanya ferdinand ke arah margareth istrinya .


" Sudah , mungkin sepuluh menit lagi dia akan sampai " Margaret memandang khawatir ke arah putranya .


" Apa kakak keracunan makanan ?" jennie menggigit kuku jarinya karena cemas .


" Sepertinya itu tidak mungkin , karena Nathan seorang yang teliti mengenai makanan " ujar Margaret .


" Apa karena Nathan makan rujak kedondong kemarin makanya jadi muntah muntah begini ?" celetuk Nana sehingga membuat atensi semua orang yang ada disana mengarah ke arahnya .


Karena ditatap intens oleh keluarga wijaya , akhirnya Nana pun menceritakan tentang mereka di restoran perancis kemarin .


Mereka yang mendengar cerita dari Nana hanya bisa melongo menatap tak percaya ke arahnya . Seorang Nathan makan rujak kedondong . What the ****.!!!! Apa kabar dunia .


Seumur hidup mereka bersama Nathan , tak pernah sekalipun mereka melihatnya makan rujak . Apalagi rujak kedondong . Benar - benar memecahkan rekor muri dalam kehidupan nathan .


Tepat dipojokan Margareth tengah terlihat tersenyum samar menatap ke arah Nathan . Ia menduga hari ini akan mendapatkan kabar yang pasti akan membuat mansion wijaya terguncang .

__ADS_1


...****************...


Selang tak berapa lama , Andre pun datang dan bergegas memeriksa keadaan Nathan . Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan , ternyata tak ditemukan kejanggalan apapun padanya . Bahkan semuanya terlihat normal .


Sampai Andre diam sejenak memandang ke arah Nana .


" Ada apa ? " Nana menjadi gugup karena ditatap intens oleh Andre .


" Kapan terakhir kali kau mengalami datang bulan ? "


Mendengar pertanyaan itu , semua orang yang berada di kamar Nathan jadi ikutan menatap intens ke arah Nana .


" Kalau tak salah , tanggal delapan belas bulan lalu " jawab Nana dengan wajah bersemu merah menahan malu karena di tanya tentang masalah pribadinya .


" Well...sekarang kita tahu jawabannya " Andre memasukkan peralatan dokternya ke dalam tas kerjanya .


" Maksudnya ? " Nathan menjadi bingung


" Apa hubungannya aku yang sakit , dengan Nana yang harus check up ke dokter kandungan " Nathan mulai terlihat kesal dengan perkataan Andre , mungkin dia mengira temannya sedang mengolok olok dirinya .


" Tentu saja kau harus ke dokter kandungan . Aku ini spesialis penyakit dalam , bukan ahli kandungan yang memeriksa orang hamil " ketus Andre tak kalah menaikkan intonasi bicaranya menjadi satu oktaf .


" Deg " jantung Nathan tiba tiba terpacu dengan cepat . Lalu dengan cepat pandangannya beralih ke arah Nana . Kalimat Andre tentang kehamilan benar - benar terngiang di dalam kepala Nathan saat ini .


" Benarkah istrinya hamil ? "


" Apakah ia akan baik baik saja "


Ketakutan mulai menyelimuti hati Nathan kembali , ia benar benar takut jika ia akan kehilangan sosok seorang istri lagi ketika melahirkan anaknya . Nathan benar benar trauma akan masa lalunya .

__ADS_1


Sedangkan Nana terlihat sangat syok tak percaya , Ia tak mengira bahwa saat ini di dalam perutnya telah tumbuh benih cinta antara dirinya dan Nathan .


Saat ini hatinya bagaikan diselimuti oleh berbagai macam kupu kupu . Ia tak bisa mengungkapkan semua kebahagiaan yang ada dalam dirinya saat ini dengan kata kata .


Begitupun dengan Margareth , Ferdinand dan juga Jennie . Mereka semua terlihat sangat bahagia sekali menyambut anggota baru keluarga mereka .


...****************...


" Apa yang kau dapatkan ? "


" Ini tuan " seorang pria terlihat memberikan sebuah berkas ke tangan pria dihadapannya .


" Dasar bajingan " ucap pria itu sambil meremas kuat dokumen yang ada di genggamannya .


" Kelihatannya waktu itu nona Nana sedang tak enak badan tuan , sehingga ia bisa salah masuk kamar saat bekerja "


" Benar benar lelaki sialan , bisa bisanya dia memperkosa wanita yang sedang lemah tak berdaya " Geram Dion tanpa sadar telah menggebrak meja dihadapannya .


" Dan satu informasi lagi tuan , sepertinya nona Nana dan tuan Nathan menjalin pernikahan kontrak yang akan segera berakhir tahun ini "


" Dasar pria kurang ajar !!! Beraninya dia memperlakukan Nana ku seperti itu " geram Dion dengan mata yang sudah berapi api .


" Apa yang akan kita lakukan selanjutnya tuan ? "


" Kau pantau saja dulu mereka . Ketika mereka lengah , disaat itulah aku akan mengambil Nanaku kembali " titah Dion kepada orang suruhannya .


Semenjak pertemuannya yang terjadi secara tak sengaja dengan Nana di kantornya Nathan , saat itu juga ia mengutus salah satu bawahan terpercayanya untuk mencaritahu semua informasi tentang Nana . Seperti yang kita tahu , waktu dulu Dion sempat kehilangan jejak tentang Nana dan terakhir kali terdeteksi adalah di hotel tempat ia bekerja . Dion pun menyadari , dirinya bisa kehilangan jejak Nana pasti karena ulah Nathan . Siapa lagi yang bisa melakukan hal luar biasa seperti itu selain Nathan wijaya , seorang musuh yang kekuatannya setara dengan Dion . Seorang Musuh yang dari dulu sangat sulit ia kalahkan .


" Aku pasti akan mendapatkanmu kembali Nana " gumam Dion sambil memandang kearah luar jendela gedung pencakar langit miliknya . Entah apa yang akan ia rencanakan selanjutnya untuk memiliki wanita yang selalu ada di hatinya itu

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2