
" Bagaimana keadaan sekolahmu hari ini ? " tanya seorang pria paruh baya yang saat ini terlihat tengah selesai dengan acara makan bersama keluarganya .
" Berjalan dengan baik ayah " jawab Annabelle dengan senyum manisnya seperti biasa
" Dan kamu Dion , papa dengar kamu melarikan diri lagi dari pengawalmu ? " ucapnya lagi
" Aku tidak suka kemana mana diikuti oleh pengawal ayah " jawab Dion dingin .
Hendra memang menempatkan beberapa pengawal terlatih untuk berada disisi anak anaknya . Dia hanya ingin melindungi mereka dari hal hal tak diinginkan , mengingat status mereka yang bukanlah dari orang sembarangan . Banyak sekali musuh di luaran sana yang berasal dari saingan bisnisnya yang mungkin saja mengincar nyawa mereka . Bagi Hendra keselamatan mereka adalah yang paling penting saat ini . Mengingat dia baru saja kehilangan sosok istrinya , itu yang membuat ia tak ingin kehilangan lagi . Saat ini yang ia miliki hanya Anna dan Dion , apapun akan ia lakukan untuk menjaga mereka . Akan tetapi Hendra lupa akan satu hal , yaitu menjaga perasaan mereka . Ia lupa memberikan perhatian lebih bagi mereka berdua , apalagi saat ini mereka sudah tidak memiliki sosok seorang ibu yang dulu selalu memperhatikan tumbuh kembang mereka . Hendra selalu menghabiskan waktu di kantor untuk bekerja , sebenarnya ingin sekali ia meluangkan waktu lebih banyak dengan anak anaknya . Namun semua itu tinggal harapan , karena saat ini ia benar benar sangat dipadatkan dengan jadwal pekerjaan yang hampir tiada habisnya . Bisnisnya saat ini memang terbilang sedang masa kejayaan dan itu dalam jumlah tak sedikit . Walaupun ia sudah memiliki asisten di beberapa perusahaannya tapi tetap saja ia juga harus terjun langsung ke lapangan untuk menandatangani berkas dan mendatangi rapat yang tak bisa di wakilkan . Andai dulu orang tuanya memberikannya seorang adik atau kakak mungkin ia tak akan menjadi anak tunggal yang harus kewalahan mengurusi semua bisnis keluarganya yang terbilang tak sedikit itu . Dan itu karena ulah hendra sendiri , yang dimana ia dulu mengatakan kepada orang tuanya agar tidak memberikan saudara untuknya karena takut kasih sayang dan perhatian ayah dan ibunya terbagi . Sungguh ajaib bukan permintaan anak kecil itu , dan ternyata orang tuanya pun mengabulkannya dan tidak memberikan seorang saudarapun untuknya . Dan Hendra menyesali permintaanya itu sekarang , Benar benar permintaan konyol pikirnya .
Semenjak itulah Dion bersikap menjadi dingin dan sedikit berontak agak bisa mendapatkan perhatian dari ayahnya . Seperti contohnya hari ini . Ia memang sengaja kabur dari pengawal yang diutus oleh ayahnya dan hasilnya Ia bisa makan malam bersama dengan ayahnya dan juga adiknya Anna , yang biasanya tak pernah mereka lakukan . Biasanya ia hanya akan makan malam bersama adiknya atau jika Anna sibuk ia hanya akan makan sendiri dan ditemani oleh para pelayan . Dan itu sangat menyebalkan bagi Dion .
__ADS_1
" Kau akan tetap dipantau oleh pengawal tapi dalam jarak yang ditentukan " tegas Hendra .
" Baik ayah " jawab Dion dengan terpaksa .
Sebenarnya ia tahu tujuan ayahnya baik , hanya saja pengawal yang dikirim ayahnya terlalu banyak sehingga ia tampak sangat mencolok dan itu membuatnya risih . Walaupun tanpa pengawalpun sebenarnya ia akan tetap terlihat mencolok didepan semua orang . Bagaimana tidak mencolok , ketampanannya saja sudah diatas rata rata sehingga itu bisa membuat ia menjadi perhatian dari mata yang memandang .
Rambut berwarna perak , mata biru sedalam lautan dengan bibir sensual berwarna merah muda walaupun tanpa memakai lipstik sedikit pun dan jangan lupakan tubuh tinggi tegap yang terlihat gagah walaupun tanpa membuka baju sekalipun . Dan jangan lupakan satu hal lagi , ia adalah salah satu penerus dari keluarga konglomerat yang sudah pasti hartanya tak akan habis sampai tujuh turunan , tanjakan , belokkan dan lurusan sekalipun . Benar benar bibit unggulan yang sangat langka .
" Aku akan kekamar " ucap Dion beranjak dari kursinya yang dijawab sebuah anggukan oleh Hendra .
" Tidak apa apa sayang . Apa kau tidak ke kamar ? " Hendra membelai lembut kepala putrinya .
__ADS_1
" Nanti saja , aku masih ingin menemani ayah mengobrol disini . Bolehkan ? " jawab Anna tulus.
" Putri kecilku sepertinya sekarang sudah dewasa " kekeh Hendra .
" Ayah ini , suka sekali menggodaku " Anna menunduk dengan pipi bersemu merah .
" Kali ini kenapa , apa karena Nathan lagi ? " tanya Hendra yang membuat muka Anna makin bersemu merah .
Hendra memang sudah hafal dengan semua gerak gerik putrinya yang satu ini . Jika ia ingin mengobrol dengannya pasti tak jauh jauh dari soal Nathan . Anak gadisnya ini memang sudah dari dulu terobsesi dengan Nathan , bahkan di hari harinya yang ia ceritakan hanya Nathan , Nathan dan Nathan . Dulu ia sering mendengarkan cerita tentang Nathan bersama dengan mendiang istrinya dari Anna . Ia memang selalu menjadi pendengar yang baik bagi anak anak mereka . Ia tak mau terlalu mengikut campuri masalah percintaan mereka . Menurut Hendra , anaknya berhak memilih cinta mereka sendiri . Dia tak ingin apa yang pernah ia alami dulu terjadi pada anaknya . Hendra dulu memang menikah dengan mendiang istrinya karena perjodohan dari keluarga besar mereka . Walaupun keluarga Hendra saat itu tahu bahwa Hendra sudah memiliki kekasih tapi mereka tak mengurungkan niatnya untuk menghentikan perjodohan , karena bagi mereka perjodohan ini juga akan memperkuat jaringan bisnis mereka . Benar benar keluarga egois .
Alhasil Hendra pun harus memutuskan kekasihnya secara sepihak karena ancaman dari keluarganya yang akan mencelakai kekasihnya . Dengan berat hati ia pun menikahi mendiang istrinya . Awalnya Hendra bersikap acuh tak acuh dengan istrinya . Namun lama kelamaan seiring berjalannya waktu , rasa nyaman dan benih cinta pun tumbuh di dalam hatinya karena melihat kesabaran dan kesungguhan sang istri yang selalu mendampinginya dalam keadaan apapun.
__ADS_1
Beberapa tahun menikah , akhirnya lahirlah Dion dan disusul dengan kelahiran Annabelle . Benar masa - masa yang indah bagi Hendra kala itu , namun ternyata keindahan itu tak berlangsung lama karena sekali lagi ia harus melepaskan orang yang dicintainya kembali , karena sang istri harus berpulang ke sang pencipta meninggalkannya terlebih dahulu untuk selamanya .
BERSAMBUNG