
Terlihat Ana dengan santai duduk diatas sofa sambil memainkan ponselnya .
" Maaf tuan , tamu tuan Nathan masih menunggu di lobi " ucap reseptionist melalui saluran teleponnya .
" Biarkan saja " ucap erik sambil menatap Nathan yang sedang berada diruangannya yang terlihat sedang menandatangani setumpuk berkas .
" Siapa yang ingin menemuiku ? " tanya Nathan yang melihat erik memasuki ruangannya .
" 'Ana '.. apa kau tak ingin menemuinya ? " ucap erik yang terlihat berdiri sambil memasukkan tangannya ke saku celana .
Nathan beranjak dari kursi kebesarannya , dan menatap ke arah luar jendela besar yang ada di ruangannya .
"Apa menurutmu aku harus menemuinya ? " tanya Nathan tanpa menoleh ke arah erik .
" Apa kau sudah mencintai istrimu ? " ucap erik .
" Entahlah ''''' tapi yang pasti aku tak ingin kehilangannnya " ucap Nathan yang saat ini menatap ke arah langit yang mulai mendung .
" Temuilah dia dan selesaikan dengan cepat . Kau tak ingin bukan , kehilangan orang yang kau cintai untuk kedua kalinya " ucap erik dan berlalu pergi meninggalkan nathan yang sedang mematung seorang diri .
Beberapa menit terdiam , Nathan pun keluar dari ruangannya dan menuju lobi ke tempat Anna berada .
" Dimana dia ? " tanya Nathan ke arah reseptionist .
" Maksud tuan , Nona Anna ? " tanya reseptionist yang mendapat anggukan dari Nathan .
" Nona Anna baru saja pergi tuan , terlihat beliau sedang terburu buru saat menerima telpon " ucap resepsionist menjelaskan .
" Mungkin belum terlalu jauh tuan , apa perlu saya mengejarnya ? " tanya reseptionist yang melihat Nathan terdiam .
" Tidak perlu , kau lanjutkan saja tugasmu " ucap Nathan dengan gaya coldnya dan berlalu pergi memasuki lift hendak menuju kembali ke ruangannya .
" Ada apa ? " tanya seorang karyawan yang baru datang dengan name tag bernama raya .
" Ah... !!! kau itu kepo sekali . Cepat lanjutkan tugasmu , apa kau dibayar untuk mengurusi masalah pribadi atasan kita " ucap reseptionist dengan acuh .
" Dasar pelit !!! wekkkkk ....." ucap raya mengejek dan berlalu pergi untuk melanjutkan tugasnya .
" Issshh !! dasar bocah tukang gosip . Awas saja jika kau berani lagi bertanya padaku , akan ku pangkas habis semua rambut yang ada di kepalamu itu " umpat reseptionist kesal .
Di ruangan Nathan
" Bagaimana ? apa kau sudah berhasil bicara dengannya ? " tanya Erik yang melihat kedatangan Nathan .
" Tidak . Dia sudah pergi . " ucap Nathan .
" Hey , tenanglah broo... aku yakin semua pasti akan beres . Masih ada hari esok . oke . " ucap erik menenangkan .
__ADS_1
" Aku harap begitu " ujar Nathan .
Setelah menerima telpon Anna pun bergegas pergi hendak untuk mencari taxi .
" Shitt !! kenapa aku bisa lupa kalau ayah dan ibu akan pulang hari ini " umpat anna yang kesal akan kecerobohannya .
" Ciiiiiiiitttttttt.......!!!!! " suara rem mobil berhenti mendadak .
" Hey ! apa kau ingin cepat mati , hah !! " ucap pengendara mobil .
" Ma..maaf . aku tak sengaja " ucap Anna yang masih terkejut karena hampir saja dirinya tertabrak mobil karena tak memperhatikan jalan .
" Maaf kau bilang ? mudah sekali kau meminta maaf . Cepat ganti rugi . " ucap pria pengendara mobil itu dengan senyum liciknya .
" Apa maksudmu ? kenapa kau meminta ganti rugi padaku . Aku yang hampir menjadi korban disini . dan lihat mobilmu , tak terlihat tergores sedikitpun " ucap Anna membela diri .
" Hey nona'...Mobilku memang tak tergores . Tapi waktuku yang terbuang karena ulahmu yang tak fokus dijalan " ucap pria itu .
" Sudahlah nona , bayar saja kerugian temanku . Bereskan ? Jangan mempersulit keadaan , kau tak lihat jalanan jadi macet karena ulahmu " ucap teman pria tersebut .
Anna melihat ke arah sekelilingnya yang memang terlihat sedang mengalami kemacetan .
" Baiklah akan kubayar kerugianmu " ucap Anna dengan nada kesal , sembari mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam dompetnya .
" Ini ambillah " ucap Anna .
" Memang berapa yang harus ku bayar untuk kerugianmu ? " tanya Anna kesal .
" 100 juta .Kau harus membayarku sebesar 100 juta " ucap pria itu .
" 100 juta . Apa kalian sudah gila ? " bentak Anna tak terima .
" Ayolah nona . Kau adalah model top papan atas . Tentu saja uang segitu tak berarti apa apa untukmu . Daripada nama baikmu tercoreng karena tak mau mengganti rugi atas tindakan ceroboh yang telah kau lakukan sendiri " ucap pria itu tersenyum jahat .
" Atau jika kau tak mau membayar kami dengan uang , kau bisa membayar kami dengan cara lain " ucap teman pria itu mengeluarkan senyum mesumnya .
" Jangan kurang ajar kalian " bentak Anna .
" Wow ...santai Nona . Kami hanya ingin memberi solusi . Lagi pula kami yakin bahwa ini bukan kali pertama bagimu untuk tidur bersama pria , bukan ? ucap pria itu sambil terbahak .
" Plaakkkkk " sebuah tamparan keras mendarat dipipi pria itu .
" Jaga ucapan kalian " bentak Anna yang sudah sangat muak dengan dua pria di hadapannya .
" Dasar wanita ****** , berani sekali kau menamparku " ucap pria itu dan hendak memukul Anna .
Anna yang hendak dipukul hanya bisa memejamkan matanya .
__ADS_1
" Bughhhhh !!! "
" Heh . apakah aku sudah dipukul ? kenapa tak terasa sakit sama sekali ? tanya Anna dalam hati .
Secara perlahan Anna memberanikan diri membuka matanya.
" Dion ? " ucap Anna terkejut .
" Sialan !!! berani sekali kau meninju wajahku . " ucap pria itu sembari memegang pipinya yang terlihat mulai membengkak karena pukulan Dion .
" Itu pantas kau dapatkan untuk laki laki brengsek sepertimu " ucap Anna tersenyum mengejek.
" Awas saja kau . Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa 'hah, " ucap pria itu setengah berteriak kehadapan Anna dan Dion .
" Aku sudah tahu , dan akan ku pastikan perusahaan keluarga kalian akan hancur tak tersisa besok " ucap Dion dan berlalu pergi tanpa menoleh ke arah dua pria itu .
" Ucapan kakakku biasany akan jadi kenyataan lhoo....Oh ya aku lupa memperkenalkan kakakku ke publik... Nama kakakku adalah Dion alexander . Selamat menempuh hidup baru kalian besok ya " ucap Anna dengan tersenyum penuh kemenangan .
" Di... Dion alexander.... Apa yang harus kita lakukan ? kenapa kita bisa berurusan dengan iblis kejam itu ... " ucap pria itu ketakutan .
" Ini salahmu , kenapa kau bermain main dengan gadis itu " ucap pria satunya menyalahkan .
" Mana aku tahu wanita itu adalah adiknya "
" Shitt !!! Sudahlah ayo kita pergi . Pipiku sakit sekali "
Sedangkan dideretan Mobil yang macet.
" Ada apa pak ? " tanya seorang wanita yang tak lain adalah Nana .
" Sepertinya didepan ada kecelakaan non " ucap sopir .
" kalau begitu saya turun disini saja pak , lagian kantor tuan ada didepan " ujar Nana .
" Tapi non ? " ucap sopir .
" Tidak apa apa pak . Daripada makanan tuan Nathan dingin dan saya kena semburan naga lagi , mending saya jalan sedikit tapi selamat aman terkendali . hehehe " ucap Nana sambil nyengir kuda .
" Baiklah kalau begitu non . Nona muda tolong hati hati ya . Kalau ada apa apa nona bisa langsung telepon saya " ujar sopir .
" Siap komandan " ucap Nana sembari memberikan hormat .
Nana pun akhirnya berjalan menuju ke perusahaan Nathan dengan membawa rantang ditangannya .
" Nana ? " batin Dion yang melihat sosok Nana di kaca spion mobilnya .
Bersambung
__ADS_1