Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Berakhir


__ADS_3

Anna terlihat sedang duduk manis di sebuah cafe ternama di negara J . Terlihat jelas dari raut wajah gadis itu bahwa saat ini ia sedang diselimuti rasa bahagia dalam hatinya .


Matanya terlihat sedang menyusuri sekeliling cafe yang tampak masih terlihat sama seperti dirinya terakhir kali ia berkunjung kesana . Entah apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu saat ini hingga membuat ia selalu tersenyum sendiri disetiap menitnya menanti .


" Tak ada yang berubah " ucap Anna tersipu mengingat beberapa adegan yang pernah terjadi di dalam cafe ini beberapa tahun yang lalu .


Cafe itu merupakan cafe favorit Anna . Selain karena suasana cafenya yang terbilang cukup nyaman , cafe itu juga menyimpan kenangan yang sangat berarti bagi Anna yang mungkin akan sangat sulit bagi Anna lupakan .


***


Beberapa menit menunggu .


Terlihatlah sosok pria tampan nan gagah berjalan ke arah meja Anna berada.


" Apa kau sudah lama menunggu " tanya Nathan lembut .


" Belum ...aku baru saja datang " ucap Anna .


" Apa kau sudah pesan ? " tanya Nathan kembali yang saat ini sedang melihat menu yang ada di depannya .


" Sudah.... aku pesan menu yang biasa kita pesan dulu ..Tak apa - apa kan ? " tanya Anna kembali .


" Tidak apa - apa " jawab Nathan .


****


" Kenapa kau makannya sedikit ? " tanya Anna yang sedari tadi memperhatikan Nathan .


" Aku sudah kenyang "


" Apa ada yang ingin kau katakan ? " tanya Anna kembali .


" Habiskanlah makanmu , baru kita bicara lagi " ucap Nathan singkat yang membuat hati seorang Anna menjadi gundah dibuatnya .


Raut wajah yang semula terlihat bahagia kini berubah menjadi tegang . Ada sebuah firasat buruk yang sedang menyelimuti hatinya kini . Dan Anna berharap bahwa apa yang sedang ia pikirkan saat ini takkan pernah berubah menjadi kenyataan .


///___///


Lama terdiam akhirnya Nathan pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan .


" Maaf jka aku mengatakan ini ,sepertinya kita....."


" Jangan lanjutkan lagi .... aku tak ingin mendengarnya " potong Anna tak mau mendengar Nathan sampai menyelesaikan kalimat yang akan diucapkannya .

__ADS_1


" Tapi kita tak bisa meneruskannya " ucap Nathan dengan nafas beratnya .


" Kenapa kita tak bisa meneruskannya ? Aku minta maaf jika selama ini aku salah " ucap Anna lirih sambil menahan air yang sudah mulai menggenang di sekitar pelupuk mata indahnya .


" Kau tidak salah , takdirlah yang tidak mengijinkan kita untuk bersatu "


" Maksudmu ? " tanya Anna bingung


" Aku sudah menikah Ann "


JEDEERRRRRRRRR


Kalimat yang terakhir diucapkan Nathan benar-benar membuat hati Anna bagaikan tersambar petir disiang bolong . Ia terlihat syok mendengarnya , hingga ia tak sadar sudah berapa kali Nathan memanggil namun tak dijawab olehnya .


" Ann...."


" Ann..."


" Anna.. " sampai panggilan terakhir bisa mengembalikan kesadarannya .


" Kau pasti bercanda kan Nath " ucap Anna yang sudah tak bisa lagi mencegah air matanya untuk tidak keluar .


" Maafkan aku Ann , tapi ini kenyataannya "


" Maafkan aku Ann , ku harap kau bisa menerima ini semua " ucap Nathan kembali


" Tinggalkan aku sendiri " ucap Anna mengalihkan pandangannya kesamping karena tak sanggup melihat orang yang sangat dicintainya kini telah dimiliki orang lain .


Rasa kecewa sudah menyelimuti seluruh hati Anna saat ini , hubungan yang selama ini telah ia jaga harus kandas di tengah jalan . Bayangan demi bayangan di masa lalu kini tengah hinggap di dalam pikirannya . Memori itu secara otomatis berputar di dalam ingatannya . Memori indah bersama Nathan yang tak mungkin akan bisa ia lupakan .


Nathan pun terlihat bangkit dari kursinya dan hendak pergi meninggalkan Anna . Namun langkah Nathan terhenti karena suatu hal menahannya .


" Apakah aku benar-benar sudah tak memiliki kesempatan lagi ? " tanya Anna yang saat ini terlihat sedang menahan lengan Nathan dengan tangannya .


Secara perlahan Nathan melepaskan tangan Anna dari dirinya dan memilih pergi tanpa mau mengatakan apapun kembali pada Anna.


Anna menatap nanar kepergian Nathan yang melangkah semakin jauh darinya . Ia masih berharap Nathan akan menoleh lagi padanya walau itu hanya sekali saja . Namun ternyata harapan Anna belum terkabulkan . Bayangan Nathan semakin lama semakin jauh dan menghilang dari pandangan mata Anna tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya berada .


Sakit....


Benar - benar sangat sakit yang ia rasakan kini.


Entah apa yang harus ia lakukan agar sakit ini cepat pergi , sungguh ia merasa tak kuat untuk menanggungnya seorang diri .

__ADS_1


" Kau jahat Nath...bahkan untuk terakhir kalinya pun kau pergi begitu saja dan tak mau menatap ke arah ku " ucap Anna sambil mengusap air matanya yang jatuh tak mau berhenti .


" Usap juga ingus di hidungmu itu " celetuk seorang pria yang langsung membuat Anna spontan mengusap hidungnya .


" Kau ..." Anna tampak terkejut ketika melihat ada seorang pria yang saat ini telah duduk dihadapannya .


" Untuk apa kau kemari " ketus Anna yang masih membersihkan sisa - sisa air mata di wajahnya .


" Tentu saja menjemputmu "


" Aku tak ingin dijemput " celetuk Anna yang saat ini hendak bangkit dari kursinya .


" Memang kau tak mau , tapi aku yang mau " ucap Andre menyeret Anna dengan paksa untuk ikut bersamanya .


////_///


Flashback on


" Jemputlah " ucap Nathan .


" Kau sudah menjelaskannya " tanya Andre diseberang telpon.


" hmm..."


" Baiklah....aku akan segera kesana "


Flashback off


///_///


" Aku benar - benar minta maaf Ann.... kuharap kau bisa menemukan pria baik diluar sana yang bisa mencintai dirimu lebih baik dari diriku " batin Nathan yang saat ini sedang berada di dalam mobil mewahnya sambil melihat ke arah Anna yang saat ini telah dibawa pergi oleh Andre dengan mobilnya


**Bersambung**


**Jangan lupa tinggalkan


Like


Comment dan juga


Votenya


agar author bisa lebih semangat buat ngehalunyaπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™‰πŸ™‰πŸ™Š**

__ADS_1


__ADS_2