
Anna terlihat sedang duduk manis di sebuah cafe ternama di negara J . Terlihat jelas dari raut wajah gadis itu bahwa saat ini ia sedang diselimuti rasa bahagia dalam hatinya .
Matanya terlihat sedang menyusuri sekeliling cafe yang tampak masih terlihat sama seperti dirinya terakhir kali ia berkunjung kesana . Entah apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu saat ini hingga membuat ia selalu tersenyum sendiri disetiap menitnya menanti .
" Tak ada yang berubah " ucap Anna tersipu mengingat beberapa adegan yang pernah terjadi di dalam cafe ini beberapa tahun yang lalu .
Cafe itu merupakan cafe favorit Anna . Selain karena suasana cafenya yang terbilang cukup nyaman , cafe itu juga menyimpan kenangan yang sangat berarti bagi Anna yang mungkin akan sangat sulit bagi Anna lupakan .
***
Beberapa menit menunggu .
Terlihatlah sosok pria tampan nan gagah berjalan ke arah meja Anna berada.
" Apa kau sudah lama menunggu " tanya Nathan lembut .
" Belum ...aku baru saja datang " ucap Anna .
" Apa kau sudah pesan ? " tanya Nathan kembali yang saat ini sedang melihat menu yang ada di depannya .
" Sudah.... aku pesan menu yang biasa kita pesan dulu ..Tak apa - apa kan ? " tanya Anna kembali .
" Tidak apa - apa " jawab Nathan .
****
" Kenapa kau makannya sedikit ? " tanya Anna yang sedari tadi memperhatikan Nathan .
" Aku sudah kenyang "
" Apa ada yang ingin kau katakan ? " tanya Anna kembali .
" Habiskanlah makanmu , baru kita bicara lagi " ucap Nathan singkat yang membuat hati seorang Anna menjadi gundah dibuatnya .
Raut wajah yang semula terlihat bahagia kini berubah menjadi tegang . Ada sebuah firasat buruk yang sedang menyelimuti hatinya kini . Dan Anna berharap bahwa apa yang sedang ia pikirkan saat ini takkan pernah berubah menjadi kenyataan .
///___///
Lama terdiam akhirnya Nathan pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan .
" Maaf jka aku mengatakan ini ,sepertinya kita....."
" Jangan lanjutkan lagi .... aku tak ingin mendengarnya " potong Anna tak mau mendengar Nathan sampai menyelesaikan kalimat yang akan diucapkannya .
__ADS_1
" Tapi kita tak bisa meneruskannya " ucap Nathan dengan nafas beratnya .
" Kenapa kita tak bisa meneruskannya ? Aku minta maaf jika selama ini aku salah " ucap Anna lirih sambil menahan air yang sudah mulai menggenang di sekitar pelupuk mata indahnya .
" Kau tidak salah , takdirlah yang tidak mengijinkan kita untuk bersatu "
" Maksudmu ? " tanya Anna bingung
" Aku sudah menikah Ann "
JEDEERRRRRRRRR
Kalimat yang terakhir diucapkan Nathan benar-benar membuat hati Anna bagaikan tersambar petir disiang bolong . Ia terlihat syok mendengarnya , hingga ia tak sadar sudah berapa kali Nathan memanggil namun tak dijawab olehnya .
" Ann...."
" Ann..."
" Anna.. " sampai panggilan terakhir bisa mengembalikan kesadarannya .
" Kau pasti bercanda kan Nath " ucap Anna yang sudah tak bisa lagi mencegah air matanya untuk tidak keluar .
" Maafkan aku Ann , tapi ini kenyataannya "
" Maafkan aku Ann , ku harap kau bisa menerima ini semua " ucap Nathan kembali
" Tinggalkan aku sendiri " ucap Anna mengalihkan pandangannya kesamping karena tak sanggup melihat orang yang sangat dicintainya kini telah dimiliki orang lain .
Rasa kecewa sudah menyelimuti seluruh hati Anna saat ini , hubungan yang selama ini telah ia jaga harus kandas di tengah jalan . Bayangan demi bayangan di masa lalu kini tengah hinggap di dalam pikirannya . Memori itu secara otomatis berputar di dalam ingatannya . Memori indah bersama Nathan yang tak mungkin akan bisa ia lupakan .
Nathan pun terlihat bangkit dari kursinya dan hendak pergi meninggalkan Anna . Namun langkah Nathan terhenti karena suatu hal menahannya .
" Apakah aku benar-benar sudah tak memiliki kesempatan lagi ? " tanya Anna yang saat ini terlihat sedang menahan lengan Nathan dengan tangannya .
Secara perlahan Nathan melepaskan tangan Anna dari dirinya dan memilih pergi tanpa mau mengatakan apapun kembali pada Anna.
Anna menatap nanar kepergian Nathan yang melangkah semakin jauh darinya . Ia masih berharap Nathan akan menoleh lagi padanya walau itu hanya sekali saja . Namun ternyata harapan Anna belum terkabulkan . Bayangan Nathan semakin lama semakin jauh dan menghilang dari pandangan mata Anna tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya berada .
Sakit....
Benar - benar sangat sakit yang ia rasakan kini.
Entah apa yang harus ia lakukan agar sakit ini cepat pergi , sungguh ia merasa tak kuat untuk menanggungnya seorang diri .
__ADS_1
" Kau jahat Nath...bahkan untuk terakhir kalinya pun kau pergi begitu saja dan tak mau menatap ke arah ku " ucap Anna sambil mengusap air matanya yang jatuh tak mau berhenti .
" Usap juga ingus di hidungmu itu " celetuk seorang pria yang langsung membuat Anna spontan mengusap hidungnya .
" Kau ..." Anna tampak terkejut ketika melihat ada seorang pria yang saat ini telah duduk dihadapannya .
" Untuk apa kau kemari " ketus Anna yang masih membersihkan sisa - sisa air mata di wajahnya .
" Tentu saja menjemputmu "
" Aku tak ingin dijemput " celetuk Anna yang saat ini hendak bangkit dari kursinya .
" Memang kau tak mau , tapi aku yang mau " ucap Andre menyeret Anna dengan paksa untuk ikut bersamanya .
////_///
Flashback on
" Jemputlah " ucap Nathan .
" Kau sudah menjelaskannya " tanya Andre diseberang telpon.
" hmm..."
" Baiklah....aku akan segera kesana "
Flashback off
///_///
" Aku benar - benar minta maaf Ann.... kuharap kau bisa menemukan pria baik diluar sana yang bisa mencintai dirimu lebih baik dari diriku " batin Nathan yang saat ini sedang berada di dalam mobil mewahnya sambil melihat ke arah Anna yang saat ini telah dibawa pergi oleh Andre dengan mobilnya
**Bersambung**
**Jangan lupa tinggalkan
Like
Comment dan juga
Votenya
agar author bisa lebih semangat buat ngehalunyaππππππππ**
__ADS_1