
Hari ini Nana terlihat begitu sibuk menyiapkan beberapa kue yang telah dibuatnya sedari pagi subuh di dapur . Seutas senyuman kebahagiaan terbaca jelas di wajahnya saat ini. Beberapa hari yang lalu Nana mendapatkan sebuah pesan dari ibunya bahwa mereka sudah ada di negara ini dan meminta Nana untuk berkunjung ke rumah .
" Kelihatannya sudah cukup " ucap Nana yang memperhatikan beberapa kue yang telah dibuatnya sudah tersusun rapi di dalam sebuah kotak berwarna merah .
" Sayang " teriak Nathan seperti seekor anak ayam kehilangan induknya .
" Aku ada di dapur " jawab Nana malas yang melihat bayi besarnya sedang mencarinya dan bisa ditebak oleh Nana akan ada drama live streaming di pagi ini yang tak bisa dia hindari .
" Sayang ...kenapa kau pergi meninggalkanku sendiri dikamar ? " ucap Nathan sambil memeluk Nana dari belakang .
" Aku sedang membuat kue sayang , hari ini kan aku ingin berkunjung ke tempat ibuku " jawab Nana .
" Aku boleh ikut ? " tanya Nathan manja .
" Apa benar kau mau ikut bersamaku ? " tanya Nana tampak ragu .
" Ada apa sayang ? " ucap Nathan sambil membalikkan badan Nana agar berdiri berhadapan dengannya .
" Tapi aku belum menjelaskan pernikahan dadakan yang telah kita lakukan kepada keluargaku " ucap Nana yang saat ini tengah menatap Nathan .
__ADS_1
" Tenang saja , nanti aku yang akan menjelaskan semuanya pada mereka " jawab Nathan sembari mencium sekilas bibir mungil Nana .
Sambil tersenyum malu Nana pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui keinginnan suaminya itu .
Nana merasa begitu bahagia karena memiliki seorang pria yang baik dan perhatian seperti Nathan di sisinya , walaupun kadar sifat posesif dan mesum suaminya itu lebih mendominasi tapi Nana mencoba untuk memakluminya . Anggap saja itu adalah kekurangan seorang Nathan , karena manusia tak ada yang sempurna pikir Nana .
****
" Apa ini tempatnya ?" tanya Nathan yang dijawab dengan sebuah anggukan oleh Nana .
Nana benar - benar sangat gugup hari ini . Dirinya sudah sangat merindukan keluarganya itu terutama pada ibunya yang sudah sangat lama tak ia jumpai .
" Aku tidak apa apa , ayo kita masuk " ajak Nana sambil mengeluarkan senyum termanisnya .
Dengan jantung yang berdegup kencang Nana memasuki rumah yang terlihat mewah itu . Sejenak dia menutup matanya untuk menetralisir kegugupannya saat ini . Nathan yang melihat kegugupan istrinya langsung saja menggenggam tangan Nana seperti ingin memberikan kekuatan padanya . Mereka berdua saling melemparkan senyuman hangat , dan mulai melangkah pasti menuju kedalam rumah .
TING TONG....!! suara bell berbunyi .
" Anna belle tolong kau buka pintu dulu gih , soalnya bibi lagi sibuk di dapur " ucap Ibu Dita .
__ADS_1
" Mungkin itu kak Nana yang datang mom " jawab Anna dan berjalan keluar untuk membukaan pintu rumahnya .
Kriettttt.....( suara pintu di buka )
" Hai Anna " ucap Nana menyapa setelah melihat wanita dihadapannya .
" Nathan " ucap Anna dan langsung berlari memeluk pria yang sedang terlihat terkejut itu tanpa memperdulikan kehadiran Nana yang ada dihadapannya kini .
Nathan benar benar sangat terkejut saat ini karena melihat gadis yang selalu dia hindari bisa berada di rumah lama istrinya , begitu pula dengan Nana yang juga tampak sedikit syok karena melihat suaminya tengah dipeluk oleh Anna .
" Aku sangat merindukanmu Nathan " ucap Anna dengan suara kecil yang masih bisa terdengar oleh Nana .
" Sayang kau kah itu " terdengar suara wanita paruh baya dari dalam rumah yang bisa Nana pastikan itu adalah suara ibunya .
" Sayang ...ini benarkah kau putri kecilku Nana " ucap Dita sembari memeluk tubuh mungil Nana dengan begitu erat .
Nana yang dipeluk oleh ibunya mulai tersadar dari keterkejutannya . Dia mencoba memulihkan perasaannya yang bingung serta sakit di dalam hatinya karena melihat pemandangan suaminya yang sedang dipeluk oleh saudara tirinya . Nana tak ingin merusak suasana keluarga yang sudah dinantinya saat ini . Soal Nathan dan Anna akan coba dia tanyakan nanti kepada suaminya jika mereka telah berada di rumah .
Bersambung
__ADS_1