
Anna dan Andre saat ini sedang didudukkan di sebuah sofa yang berada di ruang tamu keluarga Alexander . Setelah kejadian yang membuat gaduh seisi restoran , mereka berdua akhirnya digiring menuju ke kediaman keluarga Alexander untuk menjelaskan perihal kehamilan Anna yang tak sengaja mereka semua dengar dari mulut seorang pria yang bernama Andre .
Dan dihadapan mereka sudah ada Hendra , Dita dan juga Renata yang siap untuk menginterogasi mereka berdua . Mereka seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi dua orang tahanan yang sudah melakukan tindakan kriminal .
" Bisa kalian jelaskan semua ini ?" tanya Hendra setelah sekian lama terdiam akhirnya ia memulai pembicaraan . Dia menatap tajam ke arah dua orang di hadapannya kini dengan tangan bersidekap . Sungguh aura Hendra begitu mengintimidasi sehingga membuat Anna dan juga Andre menjadi sedikit takut bahkan menelan ludah pun rasanya sangatlah berat bagi mereka .
" Sayang ..apa kabar itu benar ? " tanya Dita sangat khawatir dengan keadaan putrinya .
" Itu...."
" Itu benar tante , saat ini Anna sedang hamil anak saya dan saya siap untuk mempertanggung jawabkan perbuatan saya itu " ucap Andre memotong Anna yang ingin bicara . Sungguh pernyataan andre yang lugas dan tegas itu membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut menjadi percaya akan kebohongannya , terkecuali Dion dan Anna tentunya .
Sedangkan Anna menjadi melotot ke arah Andre seketika . Ingin sekali dirinya menendang bokong pria itu saat ini juga , agar dia terjengkal jatuh bila perlu guling - guling sekalian dan keluar dari dalam mansion milik keluarganya . Sungguh tindakan pria itu bukannya menghilangkan masalah malah makin menambah masalah bagi Anna yang membuat kepalanya menjadi pusing seketika memikirkannya . Dirinya memang hendak membantu temannya itu untuk jadi calon istri bohonganya Andre , namun tidak isi adegan pura - pura hamil juga kali . Dan sekarang malah seluruh keluarga di kediamannya juga ikut tahu tentang berita tersebut yang membuat masalah menjadi semakin runyam . Alhasil Anna yang awalnya pura - pura untuk jadi calon istri Andre , bisa berubah menjadi calon istri sungguhan bagi pria tersebut . Dan itu memang yang Andre inginkan . Namun tidak bagi Anna . Wanita itu saat ini sedang gundah gulana , dirinya begitu takut jika akan benar - benar dinikahkan dengan temannya tersebut . Walaupun Andre adalah sosok pria yang baik namun tidak ada cinta di antara mereka berdua , itulah pemikiran dari Anna . Padahal mah kalo Anna tahu , Andre itu sudah sedari jaman monyet telah jatuh cinta pada wanita itu , bahkan bisa dikatakan jika Andre sudah cinta mati pada Anna . Hanya saja lelaki itu dulu terlalu bodoh sehingga tidak mau mengakui perasaannya kepada Anna dan membiarkan pria lain untuk menikungnya .
Hendra yang mendengar pernyataan Andre sungguh ingin sekali meninju wajah pria itu saat ini juga hingga berakhir menjadi babak belur . Karena pria itu telah dengan beraninya menodai putri kecilnya yang walaupun sudah terlihat sangat dewasa namun tetap saja dirinya masih menganggap jika Anna adalah putri kecil miliknya . Seorang putri yang selalu menghiasi hari - harinya setelah kepergian mendiang istri pertamanya . Kini Hendra begitu merasa bersalah kepada mendiang istrinya itu karena merasa telah sangat gagal menjaga kehormatan sang putri tercinta .
Di bawah meja terlihat Anna yang sedang menendang - nendang kaki Andre , terlihat mulutnya yang kini sedang komat kamit meminta andre agar menghentikan ini semua . Namun sayang yang di lakukan pria itu malah sebaliknya dari keinginan Anna .
" Kamu kenapa sayang , apa kamu merasa pusing karena anak kita " ucap Andre yang makin menjadi - jadi dalam hal bersandiwara , yang membuat Anna yang awalnya sudah pusing berubah menjadi semakin pusing dibuatnya . Sungguh rasanya ingin sekali dirinya menjambak rambut pria itu saat ini juga , bila perlu hingga jadi botak sekalian .
Anna terlihat sedang memegang kepalanya yang pusing , sehingga Andre berasumsi jika wanita itu juga sedang melakukan sandiwara seperti yang dirinya lakukan . Sungguh kepala Andre memang harus dimasukkan ke dalam seember air biar berubah jadi jernih .
__ADS_1
Hendra yang melihat perilaku Anna juga ikut menjadi pusing di buatnya . Dirinya juga memijat kepalanya yang tiba - tiba terasa berat .
Begitu pula dengan Renata . Dirinya kini sedang menunggu kedatangan sang suami yang tak kunjung datang padanya , sungguh membuat wanita yang berumur namun tetap terlihat cantik itu menjadi tegang . Ini bukanlah hal yang bisa dianggap remeh , putranya sedang menghamili seorang wanita dan itu terjadi di luar nikah . Sungguh membuat muka wanita itu juga ikut tercoreng .
Tak...tak..tak
Suara sepatu terdengar melangkah mendekat ke arah mereka .
" Ada apa ini mah ? " ucap seorang pria memasuki mansion dengan terburu - buru dan langsung ikut duduk di sebelah Renata . Pria itu terlihat sangat tampan dan juga gagah dibanding dengan umurnya . Jika dilihat lagi wajahnya hampir mirip dengan wajah yang dimiliki oleh Andre . Dan lelaki paruh baya itu merupakan suami dari Renata , ayah dari Andre yang bernama Adrian .
Renata pun menceritakan semua hal yang terjadi pada putra mereka dengan putri dari keluarga Alexander . Tadi ketika Adrian sedang melakukan meeting di perusahaannya tiba - tiba saja istrinya itu menghubungi dirinya mengatakan ada hal yang gawat terjadi .Ketika sedang rapat Adrian memang meminta sekretarisnya untuk membawa benda pipihnya itu dan menolak segala panggilan masuk kecuali panggilan dari sang istri . Adrian sangatlah mencintai Renata , jadi walau sesibuk apapun dirinya , Renata tetaplah menjadi prioritas pertama baginya . Bagi pria itu Renata merupakan yang pertama untuk hidupnya selain putra mereka . Awalnya dia mengira telah terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya , sehingga dengan kecepatan penuh Adrian mengendarai mobil sport miliknya sampai - sampai terjadi kegaduhan di jalanan karena disebabkan oleh tindakannya itu . Untung saja tidak sampai terjadi kecelakaan karena ulahnya . Dan sampailah dirinya di alamat yang di tunjukan oleh istrinya itu .
Adrian terlihat mengernyitkan keningnya ketika mendengarkan penjelasan dari Renata terhadap putra mereka . Ia lalu menatap ke arah putranya tersebut . Sehingga membuat Andre menjadi membuang muka tidak berani membalas tatapan dari ayahnya itu . Pandangannya beralih kepada seluruh keluarga Alexander , terutama kepada Hendra .
" Mari kita nikahkan mereka " ucap Adrian santai . Sungguh pria itu terlihat sangatlah santai sekali menghadapi masalah putranya itu sehingga membuat Renata yang sedang duduk disampingnya menjadi menganga dibuatnya .
" A..apa ?" tanya hendra kembali .
" Mari kita nikahkan saja mereka , bukankan anakmu sudah hamil karena ulah putraku " ucap Adrian sekali lagi .
" Apa kau sedang bercanda ? " Hendra berkata kembali , melihat sikap sang pria dihadapannya yang terlihat santai sungguh membuat hendra menjadi geram dibuatnya .
__ADS_1
" Lalu apa kau mempunyai solusi lain tentang mereka ? " tanya Adrian kembali yang langsung membungkam Hendra .
Sunguh Hendra tak bisa berkata - kata lagi . Benar kata pria itu , jika tidak ada cara lain lagi selain menikahkan Anna dan juga Andre . Sungguh dirinya harus menerima kenyataan bahwa Anna kecilnya kini sudah menjadi Anna dewasa dan dia harus juga segera menikah dan memiliki keluarga baru seperti yang dulu ibunya lakukan .
Dengan berat hati Hendra pun menyetujui keputusan Adrian . Mereka berdua sepakat akan menikahkan mereka berdua dalam waktu dekat agar kehamilan Anna tidak cepat membesar dan tersebar luas ke awak media . Bagaimanapun juga Anna merupakan seorang artis terkenal sehingga membuat paparazi selalu bertebaran disekitarnya untuk mencari tahu segala berita ter up to date tentang dirinya . Meskipun Hendra sudah menghalau mereka dengan beberapa pengawal yang diperintahkan oleh Hendra untuk menjaga putrinya tersebut , namun ia masih harus waspada kalau - kalau ia kecolongan lagi seperti yang terjadi pada putrinya saat ini . Dan ia tidak ingin itu terjadi lagi pada Anna .
Sedangkan Anna saat ini hanya bisa pasrah saja menerima keputusan dari ayahnya . Dirinya akan membuat rencana lagi nantinya untuk membatalkan pernikahan ini dan juga menghapus isu yang di buat oleh teman laknatnya itu . Dan dia akan membuat perhitungan dengan pria itu karena sudah berani bertindak diluar batas dari perjanjian .
Sedangkan Andre terlihat sedang tersenyum puas karena rencana untuk memiliki Anna sudah semakin dekat .
Dan akhirnya keluarga Andre pun pamit pulang dari mansion keluarga Alexander berada .
" Papa butuh penjelasanmu boy ,tentang kebohonganmu itu " ucap Adrian sembari tersenyum ke arah putranya itu , yang membuat Andre juga ikut tersenyum kearah adrian .
Sungguh dirinya sangat senang memiliki ayah seperti Adrian , ayahnya itu selalu bisa mengerti dirinya seakan dia bisa membaca pikiran yang Andre miliki . Dan juga seorang ayah yang bisa diajak kerja sama tentunya dalam situasi dan kondisi apapun itu . Jika mereka menjadi Intel mungkin mereka akan menjadi seorang Intel yang kuat karena kerja sama dan insting mereka yang sangat bagus satu sama lain . Sedangkan Renata yang mendengar percakapan tersebut hanya dibuat semakin bingung dibuatnya .
" Kebohongan apa ? " cicitnya kepada sang suami dan putranya , namun tentu saja hanya di tanggapi dengan sebuah senyuman dan tak ada satupun yang menjawab , membuat Renata menjadi kesal saja dibuatnya . Sejak dulu ayah dan anak itu selalu saja memiliki rahasia yang selalu disembunyikan pada Renata . Sehingga membuat Renata menjadi agak iri dengan suaminya yang bisa membuat putra mereka mengungkapkan semua rahasia yang putranya itu miliki .
Dengan mulut yang dimanyunkan Renata pun ikut masuk ke dalam mobil milik suaminya itu . Sedangkan Andre membawa mobil mewahnya sendiri untuk pulang kerumah mereka .
BERSAMBUNG
__ADS_1