Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
jatuh cinta ( tamat )


__ADS_3

Kenan terlihat menaikki motor sport hitam mewahnya , sehingga membuat penampilannya yang sudah tambah menjadi berubah keren seketika .


Para murid perempuan yang melihat kedatangannya tentu saja berteriak histeris di buatnya . Tatapan mereka begitu memuja serta mendamba seorang kenan alvaro , namun sayang hati pria itu begitu dingin dan sangat sulit di sentuh oleh wanita manapun di dunia ini .


Hanya wanita bernama clarissa saja yang beruntung bisa dekat dengannya , itu di sebabkan karena mereka sudah berteman sejak mereka masih duduk di bangku SD .


Begitu juga dengan ketiga teman kenan .


Aska , Delon dan febrian . Ketiga pria konglomerat itulah yang menjadi teman akrab Kenan selama ini .


****


" Hey itu muka kenapa di tekuk gitu sih " ucap Aska menggoda kenan .


" Lho..pakai nanya lagi , pasti ini gara - gara pertempuran dengan saudara kembarnya si nara lagi " bukan Kenan yang menjawab , melainkan Delon .


" Kenapa calon istri gue " tanya febrian yang memang selalu memimpikan nara sebagai calon istrinya .


" Calon istri ...calon istri....ngaku - ngaku loe !!! " ketus Delon sambil menjitak kepala temannya itu .


Febrian mengusap kepalanya yang kena jitakan " Biarin .....sirik aja loe kalau gue senang "


"Bukannya sirik , tapi mimpi loe ketinggian " jawab Delon yang kini terlihat bersandar di samping motor besar miliknya .


" Kenapa ketinggian ? Gue kaya , tampan , pintar sebandinglah sama ayang nara gue yang sempurna . Apanya yang kurang coba ? " ucap Febrian dengan tampang percaya diri .


" Loe mau tahu kurang loe apaan "


Febrian mengernyitkan keningnya " emang kurang gue apaan ? " tanyanya penasaran .


" Cuma satu kurang loe , loe kurang waras doang " ucap Delon sambil tertawa terbahak - bahak .


" Sialan loe !!! " febrian mengumpat sambil menatap tajam ke arah Delon berada .


"Aaaakkkhhh....lepasin kepala gue , ****** !!! " Teriak delon tiba - tiba , karena lehernya saat ini tengah di pelintir oleh Febrian .


Bukannya melepas , febrian malah semakin kencang memelintir leher pria tampan tersebut " Bodo amat , rasakan ini "


Aska yang melihat perdebatan kedua temannya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan . Pemandangan itu sepertinya sudah sangat biasa dirinya lihat .


" Kenan " panggil seorang gadis cantik dengan rambut hitamnya yang panjang terurai .


Ya ...gadis itu adalah clarissa , teman masa kecil kenan sekaligus primadona di SMA elit tersebut .


Siapa yang tidak tahu clarissa , bukan hanya di sekolah elit itu saja dirinya dikenal bahkan di dunia jagad maya pun wanita manis dengan body sempurna itupun juga sangat terkenal dengan berjuta - juta pengikut nya .


Gadis bernama lengkap Clarissa adelia auristella itu , merupakan salah satu anak dari seorang konglomerat terkenal di negara tersebut . Sehingga banyak yang menjodoh - jodohkan gadis cantik tersebut dengan seorang kenan alvaro . Ya tentu saja itu disebabkan karena wajah mereka berdua yang sama - sama tampan dan cantik dan juga kekayaan serta derajat mereka yang setara sehingga membuat beberapa orang jadi mengidolakan pasangan tersebut .


Bahkan ada yang sampai membuat fans club tersendiri untuk mendukung hubungan mereka berdua .


Clarissa yang memang sudah menaruh perasaan terhadap kenan sejak dari dulu tentu saja senang dengan adanya fans club tersebut , berbanding terbalik dengan kenan yang berekspresi biasa saja seolah - olah tak terjadi apa - apa pada dirinya . Benar - benar definisi pria berhati batu dan dingin di dunia ini .

__ADS_1


*****


Sedangkan di parkiran terlihat sebuah mobil mewah terlihat baru memasuki area lingkungan sekolah .


" Ck..kau itu kan sudah ku bilang tak usah menjemputku " gerutu seorang wanita dengan kacamata tebalnya .


" Ayolah , aku ingin menjadi teman baikmu " rengek nara dengan manjanya , gadis itu terlihat sudah seperti ulat keket yang ingin selalu menempeli gadis berkaca mata itu .


" Kita sudah jadi teman baik oke , jadi kau tak usah menjemputku lagi . Jika kau lakukan hal gila seperti ini lagi , maka detik itu juga aku tak mau menjadi temanmu lagi " ucap gadis berkaca mata itu dengan nada mengancam .


" Vania kau jangan jahat begitu " nara mengiba sambil memperlihatkan puppy eyes andalannya .


Vania yang memang orangnya tidak tegaan , hanya bisa menghela napas dengan berat . Hidupnya yang awalnya damai dan tentram kini harus terusik dengan kehadiran seorang nona muda dari keluarga konglomerat dalam kehidupannya .


Entah mimpi apa dirinya semalam harus terlibat dengan nona muda itu , berawal dirinya hanya ingin menolong gadis cantik nan manis itu dari jalan tersesat nya . Siapa tahu bahwa nara hanya berpura - pura tersesat dan jadi gelandangan di jalan agar dirinya bisa bertemu dengan seorang teman yang memang mau berteman dengan dirinya setulus hati tanpa melihat statusnya yang sebagai seorang keturunan dari keluarga konglomerat .


" Baiklah , kau boleh mengantar jemputku dengan satu syarat " ucapnya dengan tegas .


" Apapun syaratnya akan aku penuhi " jawab nara antusias . Gadis muda itu terlihat bersemangat karena bisa mengantar jemput vania kembali .


" Syaratnya adalah kau boleh mengantar jemputku apabila aku yang menginginkan " ucap vania dengan senyum penuh kemenangannya .


" Vania tapi kan itu curang " rengek nara kembali kepada gadis berkacamata itu .


" Itu tidak bisa dibantah lagi , kau sudah menyanggupinya di awal " tegasnya .


" Tapi...tapii "


" deal or no " tatap Vania dengan tatapan tegasnya .


" Good girl " vania tampak terkekeh karena melihat raut wajah nara yang lesu serta cemberut .


Sedangkan tak jauh dari sana , dua gadis muda itu tak menyadari jika ada sepasang mata elang yang kini tengah menatap tajam ke arah mereka berdua tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka tersebut .


Pria itu tampak tersenyum miring " Dasar gadis licik " gumamnya .


" Siapa yang licik ? " tanya Aska tiba - tiba ketika tanpa sengaja mendengarkan gumaman kenan .


" Bukan siapa - siapa " jawabnya dan berlalu pergi menuju ke arah kelasnya berada .


" Dasar aneh " aska dan teman - temannya pun langsung mengikuti langkah kenan yang telah beranjak pergi .


Lagi pula ini sudah waktunya jam pelajaran di mulai , jadi mereka semua harus cepat - cepat masuk kelas .


****


Bugh !!


Aduh... !! lenguh vania , karena terburu - buru , gadis itu tanpa sengaja menabrak punggung seseorang yang berjalan di depannya .


" Maaf aku tak sengaja " ucapnya lagi sambil ingin memungut kacamatanya yang jatuh entah kemana .

__ADS_1


Mata vania memang minusnya parah , jadi tanpa kacamata penglihatan gadis itu akan menjadi buram seketika .


" Kau punya ma...." ucapan kenan tercekat ketika melihat wajah wanita didepannya .


Jantung pria dingin itu terasa langsung berdebar seketika , ketika menatap mata serta wajah indah yang gadis itu milikki .


Sungguh penampilan vania yang memakai kacamata dan tidak memang sangatlah berbeda . Gadis itu bagai memiliki dua rupa yang berbeda .


Yang satunya memiliki wajah yang seperti malaikat , yang satunya lagi bagai betty lavea yang siap mencabut nyawa ke neraka .


" Nah ..ini dia " ucap vania lega , gadis itu langsung saja memakai kacamatanya agar penglihatannya menjadi lebih jelas kembali .


" Vania " gumam nathan . Pria itu tampak syok dengan apa yang telah dilihatnya .


Vania yang dipanggil tentu saja menatap lekat laki - laki di depannya itu . Siapa yang tidak tahu kenan alvaro , seorang pria yang memiliki banyak pesona sehingga banyak wanita yang bertekuk lutut padanya . Namun itu sepertinya tidak berlaku untuk seorang vania , yang tidak terlalu suka dengan pria dingin serta sombong tersebut .


Gadis cupu itu lebih suka bergelut dengan buku - bukunya , daripada memikirkan pria tampan yang tak berguna sama sekali untuk menunjang masa depannya .


Hanya saja dirinya saat ini terlihat mengernyitkan alisnya " Darimana dia tahu namaku " batinnya .


Sepertinya gadis itu tidak tahu bahwa kenan merupakan saudara kembar dari seorang nara aurillea , maklum vania memang tak terlalu detail mengenal tentang siswa siswi yang bersekolah di tempat itu .


Karena menurutnya itu semua tidaklah penting sama sekali , wanita dengan penampilan cupu itu hanya fokus dengan nilai - nilai pelajarannya agar dirinya tak kehilangan beasiswa yang selama ini di dapatnya agar tetap bisa bersekolah di sekolahan elit tersebut .


***


"Maaf kak , saya benar - benar tak sengaja " ucap vania sedikit menunduk , gadis itu tampak sedikit takut jika menyinggung kakak kelasnya itu yang akan berdampak pada beasiswanya nanti .


Nathan tampak mendekat dan melepaskan kacamata vania kembali .


" Milikku " ucapnya sehingga membuat vania menatap heran ke arah kenan berada .


" Apa yang dia katakan ? " batin vania heran .


Setelah puas menatap wajah cantik nan teduh itu , kenan pun memasangkan kembali kaca mata besar milik vania tersebut " Jangan pernah lepaskan kacamata itu di muka umum " ucap kenan dengan tegas .


Vania yang dikatakan seperti itu hanya bisa mengangguk di tempat di buatnya .


Tentu saja dirinya tidak akan pernah melepaskan kaca mata itu , mana bisa dirinya melihat jika kacamata itu terlepas di kedua matanya .


" Baik kak...kalau begitu saya pergi dulu .. Terimakasih " ucap vania terburu - buru dan pergi meninggalkan pria yang menurutnya aneh tersebut .


****


" Dasar pria aneh , kenapa akhir - akhir ini aku sering bertemu dengan orang - orang aneh ya " gumam vania sambil menggerutu sendiri .


Gadis itu terlihat setengah berlari menuju ke dalam kelasnya . Tadi dirinya kebelet pipis pada saat jam pelajaran , tahu - tahu di tengah jalan malah bertubrukan dengan pria aneh sehingga membuatnya sedikit lebih lama meminta izin waktu untuk ke toilet .


Sedangkan di kelas lain .


Kenan tampak duduk diatas bangkunya , sambil tersenyum senyum sendiri seperti orang gila , entah kenapa wajah vania kini terngiang - ngiang didalam kepalanya . Sehingga membuat berbagai macam kupu - kupu kini tengah terbang seakan sedang menggelitik hati kecilnya .

__ADS_1


BERSAMBUNG


Bab kenan dan juga nara akan author buat secara terpisah . Terimakasih kepada para penggemar yang sudah mendukung dan mengikuti jalan cerita ini .


__ADS_2