Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Keresahan Nana


__ADS_3

" kenapa kau meihat ku seperti itu " ucap Anna , karena merasa risih dengan tatapan yang andre berikan padanya .


" Aku kira kau takkan mampu menghabiskan semua makanan itu seperti dulu " jawab Andre melihat makanan yang mereka pesan sudah tandas di atas meja .


" Heheh..tentu saja aku masih bisa , malah ini merupakan porsi tersedikitku yang pernah aku makan . Hanya saja bedanya badanku kurus sekarang tak segemuk dulu " Anna tersenyum ternyata temannya itu masih ingat tentangnya .


" Lalu kenapa kau masih bisa kurus , apakah kau melakukan sedot lemak ? " ucap Andre yang langsung mendapat lemparan selada dari Anna .


" Sialan , tubuhku ini seratus persen asli . Aku tak pernah mempermak tubuhku dengan sedot - sedot seperti yang kau tuduhkan itu . Aku juga tidak tahu kenapa tubuhku tetap saja kurus tak berubah . Semenjak dulu aku memutuskan untuk menurunkan berat badan , aku memang susah menggemukkannya kembali walaupun aku makan dalam porsi yang sangat banyak . Tapi tidak masalah . Aku anggap itu adalah sebuah keberuntungan yanh diberikan oleh Tuhan untukku " jelas Anna panjang lebar .


" Lalu untuk apa kau meminta bertemu dengan ku ? " tanya Andre sambil meminum minuman di depannya .


" hmm ... Begini.... "


Anna pun menjelaskan semua tentang maksud dan tujuan dirinya ingin bertemu Andre . Sehingga membuat Andre sedikit terkejut dengan berita yang di dapatkannya dari Anna . Bahwa Dion yang notabene adalah kakak dari Anna akan menikahi jennie adik dari sahabatnya , Nathan . Bagaimana ini bisa terjadi , sedangkan jennie baru kemarin meminta dirinya untuk menjadi kekasih pura - puranya . Sepertinya ada yang tidak beres dari semua ini . Sehingga beberapa pertanyaan berputar di kepala Andre .


" Apa kau berpikiran sama dengan ku " tanya Anna menatap Andre dengan wajah serius .


Andre hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Anna . Dirinya masih terlalu larut dalam pikirannya mengenai jennie dan juga Dion . Sebenarnya apa yang terjadi dengan adik temannya itu di pesta pernikahan mantannya kemarin .


" Ayo bantu aku untuk mencari tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya " Anna berkata , sambil memasang kaca mata hitamnya seolah dirinya adalah seorang detective .


" Oke , baiklah . Tapi dengan satu syarat " Andre menatap Anna dengan menyilangkan kedua tangan di depan dadanya .


Dibalik kaca mata hitamnya Anna tampak menaikkan sebelah alisnya .

__ADS_1


" Katakan " ucap Anna serius akan mendengarkan .


" Manikahlah dengan ku "


" Apa !!! " ucap Anna sedikit berteriak sehingga membuat para pengunjung di cafe itu menatap ke arah mereka.


Anna yang sadar akan kelakuannya , akhirnya tersenyum ramah sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada seolah - olah sedang meminta maaf pada mereka .


" Sudahlah ini bukan waktunya untuk bercanda , Sebenarnya apa yang kau inginkan " ucap Anna kembali duduk di atas kursi sambil mencoba menstabilkan dirinya yang sempat terkejut tadi .


" Aku tidak sedang bercanda , saat ini aku juga butuh bantuanmu . Ibuku ingin menjodohkanku dengan seorang wanita , dan aku tidak ingin itu terjadi . Jadi kau harus mau pura - pura menjadi calon istriku . Mudah bukan . Lagian ibuku sudah tahu semua tentangmu , jadi dirinya pasti akan lebih memilih dirimu dari pada wanita lain yang ingin ia jodohkan denganku " ujar Andre menjelaskan panjang lebar kepada gadis dihadapannya itu .


" Bukankah kita berdua jadi sama - sama terbantu dan diuntungkan " ucap Andre sekali lagi meyakinkan .


Namun sayang , tanpa Anna sadari bahwa kesepakatannya itu akan menjadi sebuah boomerang baginya yang akan merubah hubungan dirinya dengan Andre , pria yang menjadi sahabatnya kini


Andre tampak sekilas tersenyum mendengar persetujuan Anna , sehingga tidak ada yang akan tahu jika ia sedang tersenyum . Ini hanyalah langkah awal baginya untuk memiliki Annanya , dan akan ia lanjutkan sampai akhir . Hingga sampai pada wanita itu akan menjadi miliknya sepenuhnya .


Dan pertemuan itu pun diakhiri dengan sebuah jabat tangan dari kedua belah pihak sebagai tanda persetujuan .


******


Sedangkan di mansion wijaya , Nana selalu saja mengikuti jennie sambil mencuri - curi pandang padanya sehingga membuat jennie agak risih dibuatnya .Menurut jennie Kakak iparnya itu cukup bodoh dalam hal berpura - pura . Semisal pada saat Jennie menuruni tangga , kakak iparnya itu juga ikut turun tangga dengan berpura - pura mengelap pegangan tangga padahal tangga itu sudah tampak bersih karena sudah dibersihkan oleh para pelayan di mansionnya . Nana tampak terus saja mengikuti dirinya dengan berpura - pura melakukan banyak hal yang menurut Jennie adalah tugas para pelayan . Sampai - sampai para pelayan melongo heran melihat tingkah majikan mereka yang satu itu , mereka pikir mereka lah yang tidak becus melakukan pekerjaan sehingga nyonya muda mereka harus turun tangan sendiri membersihkan ulang semua pekerjaan mereka , namun pikiran mereka ternyata salah . Ketika mereka hendak membantu Nana dalam membersihkan , mereka malah disuruh pergi oleh Nana dengan code tangan melambai dan jari telunjuk yang menutupi mulutnya sebuah code yang mengisyaratkan agar mereka semua pergi dan diam jangan berisik . Para pelayan yang mendapat code seperti itu pun urung untuk membantu Nana dan berlalu pergi mengerjakan tugas mereka kembali . Sedangkan Jennie yang sudah sangat terusik dengan tingkah laku Nana akhirnya mulai bertanya kepada kakak iparnya itu .


" Sebenarnya apa yang kakak ingin tanyakan ? " ucap Jennie tanpa melihat ke arah kakak iparnya . Dirinya kini sedang duduk diatas sofa yang terletak di ruang tv dengan secangkir cappucino di tangan kanannya .

__ADS_1


Nana sempat terkejut dengan pertanyaan adik iparnya itu sebab dirinya ketahuan sedang mencuri pandang padanya , padahal Nana sudah berusaha semaksimal mungkin agar tak sampai ketahuan darinya .


Sebenarnya Nana ingin menanyakan kejelasan berita tentang jennie yang akan segera menikah dengan Dion yang merupakan kakak tiri dari Nana , namun karena perasaan tak enak hati sekaligus penasaran , akhirnya ia hanya berani memandang jennie dari jauh dengan cara sembunyi - sembunyi . Namun karena kini jennie yang bertanya langsung padanya , jadi dengan tak sungkan lagi dirinya akan bertanya tentang semua yang ada dalam pikirannya saat ini , yang telah membuat dirinya menjadi tak tenang setelah peristiwa kemarin.


" hmm..begini .. Apa benar kau akan menikah dengan Dion ? " Dengan hati - hati Nana berkata setelah duduk di samping jennie .


" Iya...aku akan menikah dengannya kak " jawab Jennie menganggukkan kepalanya yakin .


" Tapi sejak kapan kau punya hubungan dengannya ? " tanya Nana kembali karena saking penasarannya .


" Baru - baru ini , belum terlalu lama " ucap Jennie berusaha sesantai mungkin di depan kakak iparnya . Padahal di dalam hatinya sudah ketar ketir takut akan sandiwaranya yang akan terbongkar .


" Oh ya...mungkin nanti malam keluarga Dion akan datang kemari untuk berbicara dengan ayah " ujar Jennie yang kini telah menghadap ke arah tv kembali sambil memegang remote hendak mengganti chanel . Padahal itu hanya pengalihan semata , sebenarnya sedari tadi pikiran jennie sedang melayang entah kemana . Dirinya sedang memikirkan cara yang akan ia lalukan selanjutnya .


Deg


Nana tampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh iparnya . Ia terkejut mendengar kabar tentang keluarga Dion yang akan datang ke mansion keluarga wijaya . Tentu saja keluarganya harus datang kemansion untuk membicarakan perihal kakak tiri dengan adik iparnya , dan Nana melupakan hal penting seperti itu . Sedangkan dirinya belum memberitahukan tentang hubungannya tentang keluarga Nathan kepada seluruh keluarganya terutama kepada Anna saudara tirinya . Sungguh dirinya sangat takut dan juga kalut secara bersamaan . Diriny takut dibenci oleh mereka . Kedatangannya yang waktu itu ke rumah keluarga tirinya sedikit berantakan karena kejadian yang mengungkapkan bahwa Anna adalah pacar dari Nathan , dirinya merasa seperti seorang pelakor saja karena telah berani merebut kekasih yang dicintai oleh adik tirinya tersebut menjadi suaminya . Walaupun itu karena tidak sengaja dan juga karena tidak tahuannya tapi tetap saja Nana merasa sangat bersalah . Sehingga dirinya waktu itu harus menutupi hubungan dirinya dan nathan dengan sebuah kebohongan .Dan itulah salah satu kebodohan yang dilakukan Nana yang tak pernah berani memberitahukan keluarganya tentang perihal pernikahannya dengan Nathan sampai sekarang .


" Kakak kenapa ? " tanya jennie yang menatap heran dengan perubahan sikap kakak iparnya itu .


" Ah...tidak apa - apa . Aku hanya sedikit mengantuk saja . Kalau begitu aku akan pergi ke kamar dulu , semoga rencana pernikahan kalian berjalan lancar " ujar Nana tersenyum tulus sambil memeluk tubuh Jennie .


Sedangkan Jennie menjadi merasa sangat bersalah karena telah berani membohongi kakak iparnya itu . Ia jadi memikirkan kembali tentang rencananya , apakah ini sudah benar yang akan dirinya lakukan . Dirinya tiba - tiba saja menjadi bimbang akan keputusannya yang akan menjalani pernikahan kontrak dengan Dion .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2