Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Bertahan


__ADS_3

" Kau makin cantik saja Ann " ucap Erik yang memang biasa memanggil Anna dengan nama Ann .


" Terima kasih Erik , kau juga terlihat makin tampan saja "


" Ya...tampan sih tampan , tapi sayangnya masih jomblo " celetuk Andre disampingnya .


" Hey cunguk.... dirumah loe gak ada kaca ya , bisa - bisanya loe ngejek gue jomblo sedangkan loe sendiri juga jomblo akut kayak gue " ucap Erik dengan tersenyum mengejeknya .


Gelak tawa pun terlihat diantara mereka , kebahagiaan yang dulu sempat hilang karena sebuah kesalahan kini terlihat hadir kembali . Sampai Leo menanyakan sebuah hal yang membuat semua terdiam .


" Tapi sampai kapan kalian akan pacaran , kau tak lihat Nino sampai memanggil pengasuhnya dengan sebutan Mommy " ucap Leo yang otomatis membuat Nathan , Erik dan juga Andre menjadi bingung mendengarkan apa yang dikatakan Leo .


" Aku juga baru tahu kalau kakakku bekerja sebagai baby sitter Nino , kenapa kau tidak cerita saat berkunjung kerumahku " ucap Anna yang kembali membuat mata Erik dan Andre makin melotot .


" Memang sejak kapan Nino punya baby sitter ? " celetuk Erik yang mendapat sebuah injakan di kaki kanannya oleh Andre .


" Kenapa kau menginjak kakiku " ringis Erik menahan sakit .

__ADS_1


" Sory , aku tak sengaja " ucap Andre dengan tampang yang tidak merasa bersalah sama sekali kepada erik .


Andre yang mendengar ucapan Anna , sudah bisa menangkap bahwa sahabatnya Nathan belumlah menjelaskan perihal hubungannya dengan Nana saat ini . Dia tak ingin semuanya menjadi terungkap di tempat yang tak tepat , apa lagi jika Anna tahu berita itu dari orang lain . Sungguh Andre tak bisa bayangkan jika hal itu terjadi , dia masih belum sanggup untuk melihat pujaan hatinya untuk terluka . Biarlah nanti Nathan yang menjelaskan itu semua padanya .


Meski sama akan melukai Anna pada akhirnya tapi Andre yakin itu akan jauh lebih baik . Ia yakin bahwa Anna akan bisa menerima semua penjelasan dari Nathan , karena Andre yakin Anna akan bisa melepaskan sosok Nathan dalam hidupnya meski itu takkan mudah baginya . Annabelle adalah sosok wanita yang tegar dan tak egois dimata Andre , maka dari itu Andre yakin bahwa Anna akan bisa menghadapinya walau itu semua takkan semudah membalikkan sebuah telapak tangan .


" Ayo kita cari makan , cacing diperutku sudah sedang meronta - ronta minta diisi dari tadi " celetuk Andre mengalihkan situasi .


" Dasar kau itu tak tau malu . Kau saja , aku tak mau ikut . Aku masih mau disini bersama Ann " ucap Erik sembari tersenyum manis ke arah Ann .


" Aku tak mau tahu , pokoknya kau harus ikut " Andre menyeret tangan Erik dan juga Leo pergi secara paksa .


" Nath.... bisakah kita bicara sebentar ? " tanya Anna ketika melihat Andre , Erik dan juga Leo sudah tak berada di dekat mereka .


" Bisa tapi tak disini , aku tak ingin mengganggu jalan acara pesta ulang tahun Liona " jawab Nathan .


" Baiklah ....kalau begitu bagaimana kalau besok kita pergi ke cafe biasa sekalian makan siang bersama . Kau sudah lama sekali tak mengajakku keluar setelah terakhir kali kita bertemu di rumahku waktu itu ? " Ucap Anna yang dijawab dengan sebuah anggukan dan senyuman oleh Nathan .

__ADS_1


" Ayo kita kesana " ajak Nathan menunjukkan ke arah tiga temannya berada dengan dagunya .


Anna hanya mengangguk dan mengikuti langkah Nathan sambil bergelayut manja seperti biasa yang ia lakukan kepada Nathan .


" Kuharap hatimu masihlah untukku Nath " batin Anna yang kini sedang menatap pria yang tengah berada disisinya .


Namun tanpa mereka sadari , ternyata dari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan interaksi mereka dari jauh .


Perih.. rasa itu yang Nana rasakan kini didalam hatinya . Istri mana yang rela ketika melihat suaminya digandeng mesra oleh wanita lain , meski wanita itu adalah saudaranya sendiri tetap saja ia tak akan rela . Namun Nana mencoba menyembunyikan perasaannya sebaik mungkin , karena ia mengerti ini semua bukanlah sepenuhnya kesalahan Anna Atau pun Nathan . Takdirlah yang membawa mereka ke dalam situasi sulit ini . Dan kepercayaanlah yang ia coba pegang sekuat mungkin ditangannya saat ini , agar hubungan pernikahannya dengan Nathan tetap berdiri kokoh meski badai topan sering mencoba menghadang setiap jalan mereka . Nana akan coba bertahan sekuat mungkin sampai darah penghabisan .


**Bersambung


Ayoookk...jangan lupa tinggalkan


Like


Koment

__ADS_1


vote nya


Agar Author lebih semangat lagi buat ngehalunya.....🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉🙉**


__ADS_2