Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Pria Iblis


__ADS_3

" Maaf , permisi " ucap seorang pelayan memasuki ruangan hendak meletakkan makanan yang telah mereka pesan.


Nana terkejut dan hendak berdiri dari pangkuan Nathan tapi di tahan olehnya.


"Apa yang dilakukan oleh pria gila ini " batin Nana sambil memelototkan matanya ke arah Nathan memberi tanda agar melepaskannya.


Bukannya melepaskan , tangan Nathan malah makin mempererat pelukannya di pinggang gadis itu sambil mengeluarkan senyum devilnya.


" S-sayang ..perutku lapar , bisakah kau melepaskanku agar aku bisa duduk di kursiku 'hmm, ucap Nana sambil mengeluarkan senyuman termanisnya.


" Kenapa kau tidak duduk disini saja sambil menyuapiku ? ucap Nathan


" Apa !!! ucap Nana terkejut.


" Kenapa kau begitu terkejut sayang , bukankah setiap hari kau menyuapi Nino . kenapa kau tak lakukan itu juga padaku ? bukankah aku suamimu ? ucap Nathan.


" Dasar pria gila . Sepertinya dia ingin bermain main denganku . Awas saja kau , akan ku balas perbuatanmu " umpat Nana dalam hati.

__ADS_1


" Benarkah itu sayang ? aku tak mengira bahwa kau begitu manja seperti anak kecil " ucap Nana sambil mencubit kedua pipi Nathan layaknya seorang anak kecil.


Pelayan yang melihat hanya bisa menunduk menahan senyum sembari menyaksikan adegan yang begitu romantis sekaligus lucu di hadapan mereka . Masalahnya dulu Nathan tak pernah sekalipun menunjukkan kemesraannya di hadapan publik tak terkecuali dengan mendiang istrinya.


Restoran yang didatangi Nathan adalah salah satu Restoran yang mewah dan megah di kota J . Restoran tersebut merupakan salah satu milik Nathan , yang dibangun oleh jerih payahnya sendiri tanpa bantuan dari keluarga besarnya.


Restoran tersebut merupakan tempat favorit Nathan yang sering ia kunjungi apabila ingin melakukan perjamuan makan dengan keluarga , rekan bisnis maupun dengan mendiang istrinya dulu.


" Sayang ayo buka mulutnya ' aaa , ucap Nana seperti sedang menyuapi anak kecil.


" T- tidak usah sayang , aku akan makan sendiri " ucap Nathan gugup.


" Ayolah sayang , apa kau sudah tak mencintaiku lagi ? " ucap Nana dengan mata yang hampir menangis.


" Rasakan kau pria gila , lihat saja siapa dari kita berdua yang akan menang " batin Nana yang sedang bersorak sorai di dalam pikirannya.


Dengan kemampuan akting Nana yang makin berkembang pesat , Nathan pun akhirnya mengalah dan secara perlahan membuka mulutnya.

__ADS_1


Dengan senyum penuh kemenangan Nanapun langsung manyuapinya. Bukannya menyuapi secara romantis seperti adegan drama korea , Nana malah menyuapi Nathan dengan kecepatan turbo. Belum habis makanan yang ada di dalam mulut Nathan , ia sudah menyuapinya lagi dengan suapan yang lain. Yang membuat pipi Nathan mengembung bagai seekor chipmunk yang sedang mengumpulkan makanan di dalam mulutnya.


" uhukkk...uhukkk.....! suara tersedak keluar dari mulut Nathan.


Pelayan yang masih berdiri disana dengan sigap segera memberikan segelas minuman untuk Nathan.


" Sayang , apa kau tidak apa apa ? seharusnya kau makan secara perlahan , tak usah terburu buru seperti itu " ucap Nana berpura pura khawatir sambil mengelus elus punggung Nathan.


" Rasakan kau pria gila , makanya jangan suka mengerjai seekor rubah " batin Nana yang bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya.


" Sial !! " umpat Nathan dalam hati sambil menatap tajam ke arah Nana.


Nana yang sudah terbebas dari pangkuan Nathan hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain menatap sekitar ruangan , berpura pura tak tahu menahu dengan tatapan tajam dari Nathan.


Setelah adegan drama terlewati , Nana pun menyantap hidangan yang tersaji dihadapannya tanpa membalas tatapan tajam dari pria iblis didepannya . Saat ini dirinya sedang berkonsentrasi dengan cacing di dalam perutnya , yang sudah meronta ronta minta diisi sedari tadi . Dia berpikir untuk makan banyak karena butuh tenaga ekstra untuk berperang melawan dua pria iblis yang tak lain adalah Nathan dan Nino. Bagaimana dia tak memanggil mereka iblis . Dua pria itu selalu saja menyusahkan Nana , mereka selalu mengerjai dirinya tanpa memandang tempat dan waktu yang membuat Nana sangat kewalahan dibuatnya.


Pelayan yang menyaksikan peristiwa di hadapannya , hanya bisa menunduk sembari menahan tawa melihat tingkah kocak dari tuannya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2