Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
perut Nana sakit


__ADS_3

Nana terlihat sedang melakukan aktivitasnya seperti biasa . Wanita itu tengah melakukan olahraga ibu hamil guna memperlancar proses persalinan yang sudah dekat akan ia jalani .


" Mama ini susu buat dedek bayinya " ucap nino tersenyum manis sambil memberikan segelas susu kepada Nana .


" Terima kasih sayang "nana langsung meminum susu tersebut hingga tandas tak tersisa .


" Sayang kau tak ada PR dari sekolah ? " tanya nana setelah meletakkan gelas kosong di meja nakas dekat dirinya berada .


" sudah aku kerjakan mom , makanya aku kesini ingin ajak mama main " jawab nino .


" Oke . Kalau begitu ayo kita main , lagian mama sudah selesai berolahraganya .


Mereka berdua pun keluar dari ruangan olahraga tersebut dan berjalan menuju taman .


Namun belum sempat nana menginjakkan kaki di atas taman , perutnya tiba - tiba serasa mulas seketika .


" Ssstt....sakit " ringis nana karena merasa kram pada perutnya .

__ADS_1


" Mama kenapa ? " tanya nino khawatir .


" Nino . Tolong panggilkan grandma " ucap Nana terbata , gadis itu masih menahan rasa perutnya yang makin lama makin terasa sakit .


" Iya mom...tunggu sebentar " nino pun berlari ke dalam mansion guna mencari pertolongan buat sang ibu . Maklum di tempat nana berada kini tak ada seorang pelayan pun yang lewat , itu disebabkan karena para seluruh pelayan yang bekerja disana sedang istirahat makan


Di mansion itu memang menerapkan makan bersama pada seluruh karyawannya . Karena bisa saling bercengkerama satu sama lainnya , sehingga para pelayan disana bekerja dengan cara kekeluargaan . Tidak ada dari mereka yang berlaku iri satu sama lain . Karena di mansion tempat tinggal keluarga wijaya tersebut melaksanakan sistem yang adil , jadi semua para 1apelayan mendapatkan gajih yang sesuai dengan pekerjaan mereka masing - masing .


" Nino kau kenapa lari - lari begitu " tanya jenny yang terlihat baru datang ke mansion tersebut .


Gadis itu dan suaminya sedang berkunjung ke kediaman wijaya karena tentu saja karena mommy angel yang merengek meminta mereka berdua datang kesana karena alasan kangen katanya .


Dion yang mendengar perkataan nino langsung saja melesat pergi ketempat yang di tunjukkan nino .


" Ada apa , kenapa Dion berlari seperti orang kesetanan seperti itu " tanya momny angel yang baru turun dari kamarnya di lantai dua .


" Kak nana ma , kata nino kak nana sedang kesakitan di taman belakang " ujar Jennie panik .

__ADS_1


" Astaga !!! " wanita paruh baya itupun juga ikut berlari tunggang langgang meninggalkan jennie yang sedang menelpon sang kakak agar segera pulang , maklum hari ini nathan memang sedang tidak ada di rumah . Pria itu sedang melaksanakan meeting dengan seorang klien penting dari US .


" Kak , please angkat " ucap Jennie kesal sambil mencoba menghubungi kakak kandungnya tersebut berulang kali .


" Oh.shiit " kesal Jennie karena tak berhasil menghubungi nathan .


Pria itu memang tak membawa ponsel dalam ke adaan rapat , biasanya eriklah yang mengangkat sambungan tersebut . Namun saat ini Erik juga sedang menghadiri rapat mewakili nathan yang jadwalnya kebetulan bersamaan . Sehingga ponsel yang nathan miliki masih tertinggal di ruangan utamanya dengan mode di silent .


****


" Kau tidak apa - apa , coba katakan padaku apanya yang sakit ? " tanya Dion dengan wajah paniknya.


" Perutku 'kak' , perutku sakit sekali " nana masih terlihat memegang perutnya , sambil mengatur napas secara bersamaam .


" Tenanglah , kakak akan mengantarmu kerumah sakit sekarang " jawab Dion dan mengangkat tubuh milik alea guna di bawa kerumah sakit menggunakan mobil pribadinya .


BERSAMBUNG

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2