Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Perang memotong rumput


__ADS_3

" Diaaaaammmmmmm" teriak angel yang melihat keributan di dalam kamar cucunya .


Sungguh wanita itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini , kedua pria dewasa yang harusnya menjadi panutan kini malah berbuat keonaran seperti seorang anak TK.


Mendengar teriakan angel yang mereka anggap sebagai teriakan keramat , membuat dua pria yang awalnya ribut dengan hal tak penting itu , kini menjadi diam seperti patung seketika .


" Cepat kalian berdua keluar dari kamar ini dan berdiri menghadap tembok sekarang juga " titah Angel yang kesabarannya sudah habis .


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu sudah sangat kesal dalam level maksimal karena telah membuat kedua cucunya menjadi menangis .


Kedua pemuda penyebab keributan itupun terlihat berlalu pergi menjalankan perintah sang nyonya rumah .


" Ini semua gara - gara kau " kesal Nathan yang kini sedang berdiri menghadap tembok .


" Enak saja , ini salahmu " jawab Dion tak mau kalah .


Dua pria dewasa itu terlihat saling tatap menatap dengan sangat tajam seperti sebuah pisau belati yang habis diasah .


Tanpa tahu bahwa di belakang mereka kini sedang ada yang menatap mereka lebih tajam daripada tatapan mereka berdua .


" Kalian sudah selesai tatap tatapannya " bisik angel tepat di telinga kedua pemuda tersebut .


Sehingga membuat kedua pemuda tampan itu menjadi berdiri tegak seketika bagaikan orang yang sedang menjalani upacara bendera .


" Sudah mom " jawab mereka serempak .


" Eh..maksud kami tidak " jawab mereka berdua juga serempak


Dion dan nathan terlihat saling sikut menyikut , karena kesalahan menjawab yang mereka berdua lakukan .


" Bagus ...kalian sudah makin kompak ya....karena kalian sudah semakin kompak , lebih baik kalian berdua bantu mang udin untuk membersihkan taman belakang "


" Tapi mom ? " protes nathan .


" Kalau kau tidak mau , lebih baik kau bersihkan seluruh toilet di rumah ini bantu mbak inah " ucap angel memberi pilihan sambil tersenyum miring dihadapan mereka berdua .


" Aku akan membersihkan taman belakang " ucap nathan dan berlalu pergi dan tentunya sambil membawa dion dengan paksa .


Angel yang melihat hal tersebut , hanya bisa menggelengkan kepalanya .


Wanita itu tak habis pikir dengan pertengkaran yang selalu terjadi antara kedua pria tersebut .

__ADS_1


Dari waktu bayi sampai saat ini masih saja melakukan pertengkaran yang terjadi karena sebab yang tak jelas dan tak penting menurut angel .


****


" Nyonya apa tidak apa - apa membiarkan tuan muda bekerja seperti itu ? " tanya seorang pelayan kepada angel .


Pelayan yang bernama mang udin itu merasa tidak tega ketika melihat kedua pemuda yang tak pernah melakukan pekerjaan kasar tersebut harus memotong rumput menggunakan sabit .


Wanita itu terlihat tengah tertidur santai memandangi putranya dan juga menantunya yang sedang bersusah payah di depannya memotong rumput .


" Biarkan saja , kau tak usah membantunya . biar mereka berdua kapok , karena sudah dengan beraninya mengganggu waktu istirahat kedua cucuku " ucap angel sembari meminum jus jeruk di tangannya .


Sedangkan jauh di depan sana , nathan dan juga Dion sedang bersusah payah menggunakan benda yang disebut sabit itu .


Seumur - umur , ini merupakan kali pertama bagi mereka berdua dalam memegang benda yang bernama sabit tersebut .


" Kenapa tidak terpotong - potong sih " gerutu nathan yang terlihat sedang berusaha memotong rumput yang kini ada di depannya .


" Dasar goblok , kau memegang sabitnya ke arah yang salah " ujar dion yang langsung membantu pria yang kini sedang berjongkok disampingnya .


" Dasar sabit sialan kau menyusahkanku saja " omel nathan kepada benda lengkung tersebut .


" Tentu saja aku tidak tahu , aku seorang presdir bukan tukan kebun . Tentu saja aku tidak tahu serta tak pernah memegang benda aneh tersebut " elak nathan seketika . Pria itu tak mau dicap bodoh oleh musuh bebuyutannya .


" cih..kalau bodoh ...ya bodoh aja " ucap Dion sekali lagi sambil mencemooh .


" Dasar ipar kurang ajar . Awas kau , tunggu pembalasan dariku selanjutnya " kesal nathan yang kini ia lampiaskan pada rumput yang tak bersalah di depannya .


" Ayoo...aku selalu menunggu apapun balasan darimu "


" lihat saja nanti " ketus nathan kembali , yang semakin mempercepat sabitan pada tangannya sehingga membuat Dion juga tak mau kalah . Pria itu juga semakin cepat mengayunkan sabitnya sehingga terjadilah perang sabit menyabit dimulai .


Sedangkan tak jauh dari sana mang udin dan angel tersenyum melihat kekompakkan kedua pria itu dalam hal sabit menyabit . Mereka mengira jika tuan muda yang kaya raya itu sudah bisa menjadi akur satu sama lain karena hukuman yang mereka terima . Namun pada kenyataannya salah , yang terjadi adalah mereka makin saling bermusuhan dan entah sampai kapan berakhirnya author pun tak tahu .


*****


Sedangkan di lantai dua , tepatnya di balkon jennie dan Nana sedang menikmati pemandangan langka tersebut . Dua gadis muda itu terkikik geli , karena tak menyangka jika para suami - suami mereka bisa melakukan pekerjaan kasar seperti itu .


" Lihatlah , itu papa kalian lagi jadi tukang kebun " ucap Nana kepada bayi laki - laki yang kini sedang tidur di pangkuannya . Mata bayi itu terlihat terbuka dan tertawa kecil kepada nana . Seolah - olah jika ia mengerti akan apa yang nana bicarakan .


" Ih...ponakan tante lucunya , kak ...siapa nama mereka berdua ? kenapa kak nathan belum memberitahu kita sih " ucap Jennie sambil mengajak bercanda bayi perempuan yang ada di pangkuannya .

__ADS_1


" Katanya nanti ketika acara tiga bulanan sang dedek kembar baru di umumkan " ucap Nana yang kini menatap ke arah suaminya di bawah sana .


" Ck...kelamaan...biasanya orang memberi nama anak mereka ketika lahir , lah ini nunggu tiga bulan baru di kasi tahu namanya ...dasar kakak menyebalkan " gerutu jennie kesal .


" Namanya juga kakakmu , kau tahu sendiri jika dia si master perferksionis dan yang paling penting aneh bin ajaib dari pada yang lain " ucap Nana sambil terkekeh geli mengingat tentang suami tampannya itu .


" Benar juga ya "


Mereka berdua pun terlihat bercanda gurau bersama sambil menunggu suami mereka selesai di hukum .


*****


" Aduh lelahnya " ucap Dion dan nathan hampir bersamaan .


Kedua pria itu terlihat merebahkan diri di bawah pohon mangga yang ada di kebun belakang mansion tersebut


" Kerja kalian berdua bagus " ucap Angel menghampiria mereka .


" Lain kali bikin keributan lagi ya , biar bisa mami beri hukuman lagi . Lumayan rumah mami jadi bersih karena kalian " ucap angel menyindir anak dan menantunya tersebut . Wanita itu terlihat pergi meninggalkan kedua pemuda yang sedang terlihat tepar itu sambil tertawa dengan lepas .


" Dasar nenek lampir " umpat nathan setelah melihat ibunya sudah menjauh dari tempatnya berada .


" Nenek lampir begitu juga ibumu " ketus Dion yang kini menatap awan di atas langit .


" Ibumu juga dulu sama galaknya dengan ibuku , bahkan kau memanggilnya dengan sebutan penyihir " tawa nathan mengingat tentang ibu kandung dion yang sudah lama tiada .


" Iya...dan aku merindukan masa - masa itu " jawab dion yang juga merindukan ibu kandungnya .


" Iss..kau itu cengeng sekali , bukankah sekarang kau sudah punya ibu baru yang tak kalah baik dari ibumu . Ibumu sudah bahagia di surga sana bersama para peri " nathan berkata tanpa mau melihat ke arah Dion , pria itu tahu jika teman sekaligus musuhnya itu sedang merindukan ibu kandungnya . Nathan merasa sedikit bersalah karena mengungkit ibu kandung Dion yang sangat ia sayangi itu .


" Diamlah bastard , kau membuat mood ku buruk saja " ucap Dion yang terlihat bangkit dari rebahannya .


" kau mau kemana ? Tanya nathan yang juga ikut berdiri menyusul Dion .


" Aku mau bertemu istriku untuk meminta pijat plus - plus padanya " jawab Dion dengan senyum mengejeknya . Pria itu tahu jika Nathan saat ini sedang libur dalam meminta jatah harian kepada istrinya .


" Sialan " umpat nathan dalam hatinya .


Dan kedua pria itupun masuk ke mansion guna mencari istri mereka masing - masing


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2