
" Sepertinya tak ada lagi yang harus ku kerjakan " ucap Nana gugup .
" Benarkah ? ternyata kau tipe orang yang pelupa rupanya ? " ucap Nathan sembari memberikan ciuman hangat di sela sela leher milik Nana .
" Glekkk " tenggorokkan Nana tiba tiba rasanya susah digunakan untuk menelan .
" Astaga , apa yang sekarang sedang dia coba lakukan " batin Nana .
" Apa aku boleh memintanya ? " tanya Nathan yang masih memeluk Nana dari belakang .
" Me...meminta apa ? " tanya Nana gugup .
" Apa perlu aku jelaskan lagi secara detail " jawab Nathan . "
" Ta..tapi ini di kantor " ucap Nana sambil menundukkan kepala karena menahan malu .
Tanpa menjawab perkataan Nana , Nathan pun langsung mengangkat tubuh Nana dan membawanya masuk ke sebuah ruangan rahasia yang berada di balik tembok yang tertutupi oleh sebuah lukisan besar .
Nana yang dibawa masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut hanya bisa membelalakkan kedua matanya karena terkejut dengan apa yang dilihatnya .
" Apa aku sedang bermimpi ? " gumam Nana pelan yang masih bisa di dengar oleh Nathan .
" aaawwwhhhh.....!!! kenapa kau mencubit pipiku ? " teriak Nana karena pipinya tiba tiba saja di cubit oleh Nathan .
__ADS_1
" Aku hanya ingin meyakinkan dirimu bahwa ini bukanlah sebuah mimpi " ucap Nathan terkekeh .
" Dasar kau ini " ucap Nana yang masih melihat lihat ke sekeliling ruangan yang terlihat sangat mewah di matanya .
" Bagaimana menurutmu ? " tanya Nathan sembari memeluk tubuh Nana dari belakang .
" Cukup mengejutkan mata dan jantungku " jawab Nana .
Nathan hanya bisa menahan tawanya ketika mendengar jawaban dari mulut kecil istrinya itu .
" Tunggu sebentar . Apakah dibalik dinding ini , juga memiliki sebuah dinding rahasia seperti dinding sebelumnya ? " tanya Nana penasaran sambil meraba raba dinding dihadapannya seperti mencari suatu tombol rahasia untuk membuka dinding tersebut .
Nathan yang melihat tingkah Nana hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya sembari mendekat ke arah Nana berada .
Karena sama sama kehilangan keseimbangan , mereka berdua pun tanpa sengaja terjatuh dengan tubuh yang saling bertumpuk seperti sebuah karung beras.
Dalam sesaat waktu seakan berhenti berjalan .Deru nafas terasa berhembus di antara wajah mereka . Hembusan nafas yang semula normal tiba tiba berubah menjadi cepat tak beraturan .
Detak jantung yang semula berdetak tenang , kini berubah berdegup cepat bagaikan seseorang yang telah mengikuti lomba lari maraton .
" Jika kau tak menginginkannya , hentikanlah aku sekarang " ucap Nathan sembari mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nana .
" Aku...... " ucap Nana ragu . Jujur di dalam hatinya kini masih menolak kehadiran sosok Nathan dalam dirinya . Akan tetapi tubuhnya tak sejalan dengan kata hatinya . Tubuh Nana seakan ingin memberontak dengan isi hatinya saat ini . Tubuhnya seakan sudah kecanduan dengan belaian yang di berikan oleh Nathan .
__ADS_1
Tubuh Nana bahkan menuntut tindakan melebihi dari sekedar sebuah belaian . Katakanlah Nana sudah ketularan mesum dari Nathan . Akan tetapi Itulah yang dirasakan Nana saat ini . Dirinya berada dalam kebimbangan , antara ingin menuruti kata hatinya atau kata tubuhnya .
" Percayalah padaku " ucap Nathan menatap ke kedua manik mata berwarna hitam milik Nana .
Seakan terhipnotis , Nana pun ikut menatap ke arah kedua mata biru milik Nathan .
Satu kecupan lembut mendarat di atas bibir chery milik Nana .
" Aku katakan sekali lagi . Jika kau belum siap , kau bisa menolakku saat ini juga " ucap Nathan menyakinkan Nana .
Nana hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Nathan .
" Jika kau diam , itu artinya kau menerimaku " ucap Nathan dan melanjutkan aksinya .
Ruangan yang semula dingin seketika berubah menjadi panas . Beberapa suara erotis terdengar di telinga , sehingga membuat bulu kuduk menjadi meremang jika mendengar suara tersebut . Dan suasana itu pun berlangsung selama berjam - jam lamanya .
Sedangkan di tempat lain , terlihat seorang pria yang sedang mengerjakan setumpuk berkas dengan wajah yang sangat kusut .
" Gue doain , semoga burung loe keseleo dan keselip di bawah kolong tempat tidur " umpat pria tersebut yang tak lain adalah erik .
Setelah erik keluar dari ruangan Nathan beberapa jam yang lalu , Dia ditelepon oleh Nathan agar menyelesaikan berkas berkas yang masih tersisa di atas meja kerjanya . Yang membuat erik harus bekerja lembur menggantikan pekerjaan Nathan yang terbengkalai karena Bosnya yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang penting dengan istrinya
Bersambung
__ADS_1