Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Panas menggelora


__ADS_3

" Sepertinya tak ada lagi yang harus ku kerjakan " ucap Nana gugup .


" Benarkah ? ternyata kau tipe orang yang pelupa rupanya ? " ucap Nathan sembari memberikan ciuman hangat di sela sela leher milik Nana .


" Glekkk " tenggorokkan Nana tiba tiba rasanya susah digunakan untuk menelan .


" Astaga , apa yang sekarang sedang dia coba lakukan " batin Nana .


" Apa aku boleh memintanya ? " tanya Nathan yang masih memeluk Nana dari belakang .


" Me...meminta apa ? " tanya Nana gugup .


" Apa perlu aku jelaskan lagi secara detail " jawab Nathan . "


" Ta..tapi ini di kantor " ucap Nana sambil menundukkan kepala karena menahan malu .


Tanpa menjawab perkataan Nana , Nathan pun langsung mengangkat tubuh Nana dan membawanya masuk ke sebuah ruangan rahasia yang berada di balik tembok yang tertutupi oleh sebuah lukisan besar .


Nana yang dibawa masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut hanya bisa membelalakkan kedua matanya karena terkejut dengan apa yang dilihatnya .


" Apa aku sedang bermimpi ? " gumam Nana pelan yang masih bisa di dengar oleh Nathan .


" aaawwwhhhh.....!!! kenapa kau mencubit pipiku ? " teriak Nana karena pipinya tiba tiba saja di cubit oleh Nathan .

__ADS_1


" Aku hanya ingin meyakinkan dirimu bahwa ini bukanlah sebuah mimpi " ucap Nathan terkekeh .


" Dasar kau ini " ucap Nana yang masih melihat lihat ke sekeliling ruangan yang terlihat sangat mewah di matanya .


" Bagaimana menurutmu ? " tanya Nathan sembari memeluk tubuh Nana dari belakang .


" Cukup mengejutkan mata dan jantungku " jawab Nana .


Nathan hanya bisa menahan tawanya ketika mendengar jawaban dari mulut kecil istrinya itu .


" Tunggu sebentar . Apakah dibalik dinding ini , juga memiliki sebuah dinding rahasia seperti dinding sebelumnya ? " tanya Nana penasaran sambil meraba raba dinding dihadapannya seperti mencari suatu tombol rahasia untuk membuka dinding tersebut .


Nathan yang melihat tingkah Nana hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya sembari mendekat ke arah Nana berada .


Karena sama sama kehilangan keseimbangan , mereka berdua pun tanpa sengaja terjatuh dengan tubuh yang saling bertumpuk seperti sebuah karung beras.


Dalam sesaat waktu seakan berhenti berjalan .Deru nafas terasa berhembus di antara wajah mereka . Hembusan nafas yang semula normal tiba tiba berubah menjadi cepat tak beraturan .


Detak jantung yang semula berdetak tenang , kini berubah berdegup cepat bagaikan seseorang yang telah mengikuti lomba lari maraton .


" Jika kau tak menginginkannya , hentikanlah aku sekarang " ucap Nathan sembari mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nana .


" Aku...... " ucap Nana ragu . Jujur di dalam hatinya kini masih menolak kehadiran sosok Nathan dalam dirinya . Akan tetapi tubuhnya tak sejalan dengan kata hatinya . Tubuh Nana seakan ingin memberontak dengan isi hatinya saat ini . Tubuhnya seakan sudah kecanduan dengan belaian yang di berikan oleh Nathan .

__ADS_1


Tubuh Nana bahkan menuntut tindakan melebihi dari sekedar sebuah belaian . Katakanlah Nana sudah ketularan mesum dari Nathan . Akan tetapi Itulah yang dirasakan Nana saat ini . Dirinya berada dalam kebimbangan , antara ingin menuruti kata hatinya atau kata tubuhnya .


" Percayalah padaku " ucap Nathan menatap ke kedua manik mata berwarna hitam milik Nana .


Seakan terhipnotis , Nana pun ikut menatap ke arah kedua mata biru milik Nathan .


Satu kecupan lembut mendarat di atas bibir chery milik Nana .


" Aku katakan sekali lagi . Jika kau belum siap , kau bisa menolakku saat ini juga " ucap Nathan menyakinkan Nana .


Nana hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Nathan .


" Jika kau diam , itu artinya kau menerimaku " ucap Nathan dan melanjutkan aksinya .


Ruangan yang semula dingin seketika berubah menjadi panas . Beberapa suara erotis terdengar di telinga , sehingga membuat bulu kuduk menjadi meremang jika mendengar suara tersebut . Dan suasana itu pun berlangsung selama berjam - jam lamanya .


Sedangkan di tempat lain , terlihat seorang pria yang sedang mengerjakan setumpuk berkas dengan wajah yang sangat kusut .


" Gue doain , semoga burung loe keseleo dan keselip di bawah kolong tempat tidur " umpat pria tersebut yang tak lain adalah erik .


Setelah erik keluar dari ruangan Nathan beberapa jam yang lalu , Dia ditelepon oleh Nathan agar menyelesaikan berkas berkas yang masih tersisa di atas meja kerjanya . Yang membuat erik harus bekerja lembur menggantikan pekerjaan Nathan yang terbengkalai karena Bosnya yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang penting dengan istrinya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2