Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
kesialan Erik


__ADS_3

Di sebuah cafe tempat biasanya Andre , Leo , Erik dan juga Nathan berkumpul . Mereka semua berkumpul saat ini karena ingin menanyakan perihal berita pernikahan yang akan terjadi antara Anna dengan Andre yang notabene adalah kawan mereka .


" Gila loe bro , sejak kapan loe coblos anak orang ? Ucap erik yang terlihat sedang memakan kacang di hadapannya .


" iya... gue kira loe cupu , ternyata suhu , bisa langsung bikin anak orang bunting " Leo berkata dengan senyuman mengejek khas miliknya .


" Hadeh .... Loe juga sama . Bilang diawal tidak suka tapi di embat juga sampai bunting " ucap Andre meremehkan ke arah Leo . Mereka memang sudah mengetahui perihal kehamilan Aleandra .


" Habisnya gak tahan melihat tubuh indah nan molek tiap hari . Bagai seekor kucing jika di kasi ikan apapun , tidak akan bisa ditolak " ucap Leo dengan bangganya karena dirinya akan segera menjadi seorang ayah .


" Brengsek !!! " Umpat Erik sambil melempar kacang kearah Leo .


" Eh kampret... Loe kira muka gue kantong plastik , main lempar kacang sembarangan . Lagian cowok jomblo seperti loe lebih baik segera cari cewek dan menikah , daripada burung loe nanti karatan karena tidak pernah terpakai " ucap Leo yang membuat mereka menjadi tertawa terbahak - bahak kecuali Erik tentunya , sehingga membuat mulut pria itu jadi berkomat kamit mengumpati semua temannya .


" Tapi gara - gara kelakuan bejad loe gue yang kena imbasnya " ucap Nathan sembari menatap tajam ke arah Andre berada .


" Maksud loe ? " ucap Andre sambil meminum segelas wine di tangannya .


" Gara - gara kabar loe ngebuntingin adik istri gue , Sehingga membuat Nana menjadi mengamuk di mansion dan yang jadi pelampiasannya adalah gue " jawab Nathan yang mendapat semburan dari Andre .


" Sory...sory...Maksud loe apa ? Siapa adik istri loe ? " Tanya Andre begitu terkejut , karena setahu dirinya Anna hanya memiliki seorang kakak yang bernama Dion . Dia pikir temannya itu telah salah paham pada dirinya .


" Ya gadis yang loe buntingin adalah adik tiri dari Anna " ucap Nathan yang masih membersihkan dirinya dengan tisu akibat semburan dari Andre .


" Loe serius.....berarti loe ngawinin kakaknya Anna donk dan sekarang loe jadi kakak iparnya Anna dan akan pula menjadi kakak ipar bagi Andre " ucap Leo menjelaskan panjang lebar sehingga membuat Andre , Erik dan juga nathan menjadi pusing mendengarnya .


" Mmm " jawab Nathan yang berarti mengiyakan .


" Glek " rasanya Andre saat ini sangat berat sekali untuk menelan ludahnya sendiri . Dia tidak tahu jika temannya ini akan menjadi iparnya juga . Sungguh mendapatkan Anna membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang berat bagi Andre .


" Loe ingin bicara jujur atau gue cari tahu sendiri " ucap nathan santai yang terlihat duduk dengan tangan bersidekap . Aura intimidasinya seakan telah menguar keluar dan mau tidak mau dirinya harus mengatakan sejujurnya tentang semua yang akan ia lakukan kepada Anna . Sehingga membuat semua temannya menjadi ternganga dibuatnya .


" Gila...loe bener - bener cari mati An . Loe belum pernah berurusan dengan Dion ya " ucap Erik bergidik ngeri membayangkan segala jenis resiko yang akan dilakukan oleh Andre .


" Mampus loe ndre " ucap Leo .


" Terserahlah , yang jelas gue harus ngedapetin dia bagai manapun caranya " Andre berkata sambil meminum segelas wine ditangannya .


" Gue dukung loe " ucap nathan tiba - tiba sehingga semua teman - temannya menatap bingung ke arahnya .


" Loe serius ? " ucap Andre penuh haru .


" Ya setidaknya jika nanti adik gue disakiti karena nikah dengan bajingan itu , gue jadi punya teman yang bisa gue minta bantuan . Bener gak ? " ucap Nathan tersenyum miring .


" Sialan loe " Andre menarik kembali rasa haru yang sempat dirinya berikan kepada nathan .

__ADS_1


" Dasar pembisnis , teman sendiri di jadikan alat tarung juga " ucap Erik sambil terkekeh .


Leo hanya bisa menggeleng geleng kan kepala melihat interaksi semua temannya tersebut . Bagaimanapun mereka berharap semoga mereka semua mendapat kebahagiaan satu sama lainnya . Mereka berempat berharap semoga tidak ada lagi pertengkaran tentang meperebutkan wanita seperti yang dulu pernah mereka alami . Yang lalu biarlah berlalu , kini mereka semua telah membuka lembaran baru dengan pasangan mereka masing - masing , sehingga mereka semua berharap jika persahabatan mereka tetap terjalin sampai maut memisahkan mereka , bila perlu pertemanan mereka dilanjutkan hingga garis keturunan mereka nanti .


Gelak tawa terdengar di cafe tersebut diantara mereka , sebelum benda pipih milik mereka masing - masing menghentikan tawa tersebut . Dan itu adalah dari pasangan mereka masing - masing kecuali Erik tentunya yang memang belum memiliki pasangan sama sekali .


" Ok ...sepertinya pertemuan kita sampai di sini dulu , istri gue sepertinya sedang ingin menambah jatah " ucap nathan bangkit dari kursinya dengan merapikan setelan jasnya .


" Gue juga " disusul oleh Leo .


" Sepertinya gue juga , gue harus merayu my princess juga " ucap Andre .


" Bagus....!! Pergilah kalian semua bastard " kesal erik yang iri terhadap teman - temannya .


" Apa kau mau aku perkenalkan dengan seorang gadis , dia sangat cantik dan juga cerdas dan yang paling penting dia masih sangat muda " tawar Leo kepada Erik .


" Siapa ? Aku tak pernah melihat mu dengan seorang gadis " tanya Erik penasaran .


" Ada , hanya kau saja yang tidak perhatian padaku . Ini nomor ponselnya , coba saja kau hubungi dia " ucap Leo memberikan secarik kertas yang berisikan nomor ponsel seorang gadis .


" Kalau begitu kami akan pergi dulu " ucap Andre dan kemudian pergi disusul oleh nathan dan Leo .


******


Diparkiran cafe


" Maksudmu ? " pertanyaan Andre menghentikan pergerakan Leo untuk masuk ke dalam mobilnya .


" Tentu saja gadis yang ingin kau kenalkan kepada erik " balas Andre kembali .


" Kau yakin bastard ini memberikan nomor gadis lain kepada erik " ucap Nathan menyela percakapan mereka dengan tersenyum miring khas miliknya .


" Maksudmu ? " tanya Andre .


" Kau pikir siapa saja gadis yang dekat dengan si bastard ini " jawab Nathan yang masih santai di depan mobilnya . Kebetulan mereka parkir dengan posisi mobil yang sejajar , jadi mereka bisa mengobrol satu sama lain .


Andre tampak berpikir dan setelah beberapa detik matanya terbelalak seakan menemukan sebuah jawaban yang tepat .


" Jangan bilang kau ..." ucap Andre terpotong


" Binggo .... Kita tunggu saja teriakan dari jomblo itu " ucap Leo tersenyum puas mengerjai temannya .


*****


Di dalam cafe

__ADS_1


Erik terlihat sedang mencoba nomor yang diberikan oleh Leo , hatinya sedikit dag dig dug dibuatnya . Bagaimanapun ini merupakan hal yang kedua kalinya ia lakukan dalam mendekati seorang gadis selain mantannya terdahulu .


Tuuuut...tutt...tut....


" Halo " ucap seorang gadis diseberang sana .


" Halo " ucap Erik selembut mungkin .


" Ini siapa ya ? " jawab gadis diseberang telepon .


" Aku adalah jodohmu " jawab erik mulai merayu .


" Hey.... Apa kau sudah gila ingin merayu gadis 11 tahun , kira - kira berapa tahun umurmu hingga berani merayuku . Katakan siapa yang berani memberikan nomor ku padamu ? " cerca gadis itu diseberang telepon sana .


" A..apa 11 tahun ? " jawab erik dengan terkejut .


" Iya tentu saja aku 11 tahun , cepat katakan siapa yang memberikan nomorku padamu . Siapa yang berani menyebarkan nomor penerus keluarga galvins pada orang asing , akan kutuntut hari ini juga " ucap gadis dibalik telepon , yang sudah nyeroscos seperti kereta api berjalan .


Erik berpikir sejenak dan tiba - tiba saja matanya membola . Sepertinya ia tahu dengan siapa dirinya bertelepon saat ini .


" Liona " ucap Erik meyakinkan dirinya .


" Yakkkkk .....kau tahu darimana tentang namaku " cerca gadis itu kembali .


" Maafkan aku Liona aku sepertinya salah sambung " ucap Erik kemudian dan menutup benda pipihnya secara sepihak . Sehingga membuat Liona diseberang telepon sana mengumpat dengan kesal .


Sedangkan Erik sudah terlihat sangat kesal , ingin sekali dirinya menghajar wajah temannya itu hingga menjadi babak belur karena sudah berani mengerjainya .


Saat ini Erik terlihat mencoba untuk menghubungi Leo dengan selulernya .


Tut..tut..tut...


" Halo boy "


" Sialan kau , beraninya kau memberikan nomor adikmu padaku . Kau kira aku fedofil ' hah' !!! " teriak erik dengan emosi .


" Slow bro , yang penting kan aku sudah berusaha mengenalkanmu pada seorang gadis " jawab Leo sambil cekikikan .


" Sialan kau , awas saja kau nanti akan ku balas " ketus Erik .


" Aku tunggu darling " ucap Leo dengan santai .


" Bastard...!!!


Tut..tut..tut

__ADS_1


sambungan telepon di putus sepihak oleh Erik , sehingga mereka bertiga yang masih di parkiran menjadi tertawa terbahak - bahak karena ulah Leo yang berhasil mengerjai salah satu temannya itu . Dan mereka bertiga pun pulang ke kediaman masing - masing dengan hati yang ringan dan senang tentunya terkecuali Erik yang pulang dengan kedongkolan yang mendarah daging di dalam dirinya sehingga membuat wajahnya yang tampan menjadi tertekuk seperti sebuah origami .


BERSAMBUNG


__ADS_2