
Sesuai janji , hari ini Nana akan menemani Nathan di kantornya .
" Sayang tolong kondisikan tanganmu " bisik Nana kesal karena sedari tadi tangan Nathan tak bisa diam untuk tak menyentuh bagian tubuhnya.
" Kenapa sayang , disini cuma ada kita dan alex saja " ucap Nathan dengan rasa tidak tahu malunya .?
" Karena disini ada alex makanya tanganmu harus di kondisikan " umpat Nana kesal dalam hatinya .
Lelah berdebat , akhirnya Nana membiarkan suami mesumnya itu bersikap nakal di dalam mobilnya .
***
" Sayang kau tunggulah disini , aku ada rapat sebentar . Nanti kalau ada apa apa kau bisa hubungi alex " ucap Nathan mengecup kening Nana sekilas .
Nana hanya mengangguk pelan mendengar penjelasan suaminya .
Karena terlalu bosan menunggu akhirnya Nana pun memilih untuk berjalan jalan sekitar kantor sejenak .
" Kantor ini besar sekali , apa benar ini semua milik Nathan " gumam Nana pelan .
Brukkkk
Nana tak sengaja menabrak seseorang didepannya karena tak fokus menatap sekitarnya .
" Maaf aku tak sengaja "
" Nana "
Suara bariton seorang pria yang sangat Nana hindari .
" Kak Dion " ucap Nana terkejut .
Dia benar benar tak menyangka akan bertemu Dion di tempat seperti ini .
" Apa yang kau lakukan disini ? "
" Aku...."
" Apa kau bekerja disini sekarang " ucap Dion dengan menyilangkan tangannya menginterupsi .
" Aku.... "
Belum sempat Nana menjawab , Dion sudah berbalik badan karena dipanggil oleh seseorang .
" Dion...."
__ADS_1
" Ini kesempatanku lari " gumam Nana lalu berlari kencang bagaikan seekor kalkun .
" Aku mencarimu kemana mana , sedang apa kau disini 'hah, ? "
" Aku.... " ucapan Dion terpotong karena sudah melihat Nana tak ada lagi di belakangnya .
" Kemana perginya ? "
" Eh...malah bengong nie anak . Ayo cepat , kita sudah di tunggu di ruang rapat " Ucap Demian teman dekat Dion yang merangkap menjadi sekretaris Dion di kantor.
" Iya...iya kau itu cerewet sekali "
Dion beranjak pergi mengikuti Demian .
" Kemana kau pergi Nana , padahal kita baru saja bertemu . Segitu takutkah kau bertemu denganku " gumam Dion kecewa .
****
" Huft...kenapa aku harus bertemu dengannya disini sich " ucap Nana dengan nafas masih terengah karena berlari .
" Nona ..."
" Astaga mati aku " teriak Nana spontan karena terkejut melihat Alex yang secara tiba tiba muncul di hadapannya .
" Maaf nona jika kehadiran saya membuat anda terkejut "
"Itu nona ... tuan Nathan sedang panik mencari anda karena melihat nona tidak ada di dalam ruangannya "
" Dasar anak bebek itu , baru ditinggal sebentar saja udah panik minta ampun " umpat Nana sambil melangkah kembali menuju ruangan Nathan .
Alex yang sempat mendengar ocehan Nana hanya bisa menggelengkan kepala menatap kagum kepada Nana karena hanya dialah satu satunya wanita yang berani mengumpat presdir mereka yang galak dan dingin itu .
****
ceklek
" Sayang kau darimana saja " ucap Nathan memeluk Nana yang baru saja masuk ke ruangan .
" Aku baru habis jalan jalan mengelilingi kantor sayang , aku bosan didalam ruanganmu terus " ucap Nana mengerucutkan bibirnya membuat Nathan menjadi gemas .
" Harusnya kau menghubungiku atau alex terlebih dahulu sayang jika mau pergi keluar , agar aku tak perlu khawatir mencarimu "
" Maaf , lain kali tak akan ku ulangi lagi " ucap Nana menyesal .
" Sudahlah....tidak apa apa . Janji ya lain kali jangan kau ulangi lagi " ucap Nathan yang diangguki oleh Nana .
__ADS_1
" Apa kau sudah makan siang " tanya Nana melepas pelukan Nathan .
" Belum .... ayo kita keluar mencari makan siang "
" Ayo..." ucap Nana semangat .
Nathan mengelus gemas kepala Nana .
****
" Bukankah itu Nana , kenapa dia bisa jalan berdua dengan Nathan . Apa mereka saling mengenal " gumam Dion yang terlihat baru saja keluar dari perusahaan bersama Damian .
" Ada apa broo ? , kenapa kau menatap istri presdir seperti itu . "
Jederrrrrrrr
Dion terlihat begitu terkejut dengan ucapan Demian .
" Apa maksudmu "
" Wanita yang kau sedang tatap saat ini itu adalah istri Nathan , menantu dari keluarga Wijaya "
Bagai mendengar kabar tsunami di pagi hari , Dion tampak begitu tercengang tak percaya mendengar penjelasan Demian .
" Dion..."
" Dion..."
" Kau tidak apa apa "
" Apa aku sudah terlambat untuk merebut hatimu Nana " gumam Dion tanpa memperdulikan panggilan Demian di sampingnya .
Beberapa kenangan seakan berputar seperti kaset dikepala Dion saat ini dan disemua kenangan itu ternyata berisikan tentang Nana didalamnya .
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author yaa 😍...
...Like...
...Comment...
...Vote...
Dan jangan lupa juga dengan tombol ❤ favoritnya
__ADS_1
...Agar membuat karya author lebih berkembang dan agar author lebih semangat lagi buat cerita halunya 🙊🙈🙈🙉😽...