Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Pertemuan yang mengejutkan


__ADS_3

Sesuai janji , hari ini Nana akan menemani Nathan di kantornya .


" Sayang tolong kondisikan tanganmu " bisik Nana kesal karena sedari tadi tangan Nathan tak bisa diam untuk tak menyentuh bagian tubuhnya.


" Kenapa sayang , disini cuma ada kita dan alex saja " ucap Nathan dengan rasa tidak tahu malunya .?


" Karena disini ada alex makanya tanganmu harus di kondisikan " umpat Nana kesal dalam hatinya .


Lelah berdebat , akhirnya Nana membiarkan suami mesumnya itu bersikap nakal di dalam mobilnya .


***


" Sayang kau tunggulah disini , aku ada rapat sebentar . Nanti kalau ada apa apa kau bisa hubungi alex " ucap Nathan mengecup kening Nana sekilas .


Nana hanya mengangguk pelan mendengar penjelasan suaminya .


Karena terlalu bosan menunggu akhirnya Nana pun memilih untuk berjalan jalan sekitar kantor sejenak .


" Kantor ini besar sekali , apa benar ini semua milik Nathan " gumam Nana pelan .


Brukkkk


Nana tak sengaja menabrak seseorang didepannya karena tak fokus menatap sekitarnya .


" Maaf aku tak sengaja "


" Nana "


Suara bariton seorang pria yang sangat Nana hindari .


" Kak Dion " ucap Nana terkejut .


Dia benar benar tak menyangka akan bertemu Dion di tempat seperti ini .


" Apa yang kau lakukan disini ? "


" Aku...."


" Apa kau bekerja disini sekarang " ucap Dion dengan menyilangkan tangannya menginterupsi .


" Aku.... "


Belum sempat Nana menjawab , Dion sudah berbalik badan karena dipanggil oleh seseorang .


" Dion...."

__ADS_1


" Ini kesempatanku lari " gumam Nana lalu berlari kencang bagaikan seekor kalkun .


" Aku mencarimu kemana mana , sedang apa kau disini 'hah, ? "


" Aku.... " ucapan Dion terpotong karena sudah melihat Nana tak ada lagi di belakangnya .


" Kemana perginya ? "


" Eh...malah bengong nie anak . Ayo cepat , kita sudah di tunggu di ruang rapat " Ucap Demian teman dekat Dion yang merangkap menjadi sekretaris Dion di kantor.


" Iya...iya kau itu cerewet sekali "


Dion beranjak pergi mengikuti Demian .


" Kemana kau pergi Nana , padahal kita baru saja bertemu . Segitu takutkah kau bertemu denganku " gumam Dion kecewa .


****


" Huft...kenapa aku harus bertemu dengannya disini sich " ucap Nana dengan nafas masih terengah karena berlari .


" Nona ..."


" Astaga mati aku " teriak Nana spontan karena terkejut melihat Alex yang secara tiba tiba muncul di hadapannya .


" Maaf nona jika kehadiran saya membuat anda terkejut "


"Itu nona ... tuan Nathan sedang panik mencari anda karena melihat nona tidak ada di dalam ruangannya "


" Dasar anak bebek itu , baru ditinggal sebentar saja udah panik minta ampun " umpat Nana sambil melangkah kembali menuju ruangan Nathan .


Alex yang sempat mendengar ocehan Nana hanya bisa menggelengkan kepala menatap kagum kepada Nana karena hanya dialah satu satunya wanita yang berani mengumpat presdir mereka yang galak dan dingin itu .


****


ceklek


" Sayang kau darimana saja " ucap Nathan memeluk Nana yang baru saja masuk ke ruangan .


" Aku baru habis jalan jalan mengelilingi kantor sayang , aku bosan didalam ruanganmu terus " ucap Nana mengerucutkan bibirnya membuat Nathan menjadi gemas .


" Harusnya kau menghubungiku atau alex terlebih dahulu sayang jika mau pergi keluar , agar aku tak perlu khawatir mencarimu "


" Maaf , lain kali tak akan ku ulangi lagi " ucap Nana menyesal .


" Sudahlah....tidak apa apa . Janji ya lain kali jangan kau ulangi lagi " ucap Nathan yang diangguki oleh Nana .

__ADS_1


" Apa kau sudah makan siang " tanya Nana melepas pelukan Nathan .


" Belum .... ayo kita keluar mencari makan siang "


" Ayo..." ucap Nana semangat .


Nathan mengelus gemas kepala Nana .


****


" Bukankah itu Nana , kenapa dia bisa jalan berdua dengan Nathan . Apa mereka saling mengenal " gumam Dion yang terlihat baru saja keluar dari perusahaan bersama Damian .


" Ada apa broo ? , kenapa kau menatap istri presdir seperti itu . "


Jederrrrrrrr


Dion terlihat begitu terkejut dengan ucapan Demian .


" Apa maksudmu "


" Wanita yang kau sedang tatap saat ini itu adalah istri Nathan , menantu dari keluarga Wijaya "


Bagai mendengar kabar tsunami di pagi hari , Dion tampak begitu tercengang tak percaya mendengar penjelasan Demian .


" Dion..."


" Dion..."


" Kau tidak apa apa "


" Apa aku sudah terlambat untuk merebut hatimu Nana " gumam Dion tanpa memperdulikan panggilan Demian di sampingnya .


Beberapa kenangan seakan berputar seperti kaset dikepala Dion saat ini dan disemua kenangan itu ternyata berisikan tentang Nana didalamnya .


...Bersambung...


...Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author yaa 😍...


...Like...


...Comment...


...Vote...


Dan jangan lupa juga dengan tombol ❤ favoritnya

__ADS_1


...Agar membuat karya author lebih berkembang dan agar author lebih semangat lagi buat cerita halunya 🙊🙈🙈🙉😽...


__ADS_2