Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Bonus chapter 1 ( kenan alvaro )


__ADS_3

Seorang pria tampan terlihat sedang memakai seragam sekolah SMA nya . Badan kekar berototnya terlihat ketika dirinya sedang memakai pakaian seragam putih abu - abunya .


" Kenan cepat..mommy dan daddy sudah menunggu kita di bawah " suara berisik nan cempreng terdengar berteriak di balik pintu kamarnya .


Siapa lagi pemilik suara itu jika bukan Nara aurellia si saudara kembar dari pria itu .


" Iya ...sebentar , dasar cerewet " ketus Kenan dengan masih menyisir rambutnya serapi mungkin .


Pria itu memang selalu menyukai kerapian , kebersihan dan segala hal yang berbau tentang keperfeksionisan di dalam hidupnya . Berbanding terbalik dengan Nara , yang notabene tak terlalu menyukai hal - hal perfect seperti itu .


Gadis dengan wajah bulat itu cenderung lebih menyukai kebebasan dan ala kadarnya . Hidup yang berbaur dengan alam adalah pilihannya .Tidak perduli dengan kotor atau berdebu . Asalkan membuat hatinya senang pasti akan ia lakukan .


Benar - benar dua anak kembar dengan dua kepribadian yang berbeda .


" Bodo amat , pokoknya kau harus turun dalam waktu lima menit " teriak Nara dan berlalu turun ke arah lantai bawah menuju ke tempat orang tuanya berada .


*****


" Selamat pagi Mom , selamat pagi dad " ucap Nara sambil mencium pipi Nana dan Nathan yang saat ini sedang berada di meja makan .


" Dimana kakakmu " tanya nathan .


" Daddy seperti tidak tahu saja kalau si cowok perfect itu sedang berdandan reog agar penampilannya terlihat sempurna di depan umum , apalagi di depan gadis - gadis " ketus nara yang saat ini hendak duduk di atas kursi yang biasa ia dudukki .


" Aku mendengarmu bebek cerewet " saut seorang pria tiba - tiba yang sedang berjalan mendekat ke arah 1meja makan .


" Tuch anak reog datang dad " ucap Nara dengan cekikikan .


" Siapa yang kau bilang reog " ketus Kenan dengan menatap tajam ke arah kembarannya itu berada


" Tentu saja kau siapa lagi " jawab Nara tak kalah ketus .


" Kalau aku reog , berarti kau adalah buntalan samsak tinju " saut Kenan dengan senyuman miringnya .


" Kau...dasar laki - laki menyebalkan " Nara menatap kembarannya itu dengan tatapan tajamnya .


Dua makhluk sempurna itu memang akan selalu bertengkar jika bersama , namun akan cepat berbaikkan kembali dalam hitungan menit .

__ADS_1


Itulah yang mereka lakukan dalam keseharian hidupnya , sehingga membuat nathan dan juga nana menjadi pusing sekaligus senang secara bersamaan dibuatnya .


" Astaga !! Sudah jam segini , aku harus buru - buru ke sekolah dad , mom " ucap Nara dan bangkit dengan terburu - buru dari atas kursinya .


" Tapi makananmu belum habis Nara " saut Nana yang melihat makanan di piring putri kandungnya masih tersisa .


Nara tampak nyengir kuda dan segera menghabiskan makananny kembali yang ada di atas piringnya .


Gadis muda itu tampak takut akan membuat ibunya bersedih atau pun marah jika makanannya tak dihabiskan karena nana selalu menerapkan kepada kedua anaknya untuk bisa menghargai segala sesuatu termasuk dalam hal makanan agar tak membuang - buang makanan sehingga menjadi mubazir nantinya , itu disebabkan karena menurut nana di luaran sana masih banyak orang yang lebih kekurangan dan membutuhkan dari mereka .


" Sudah ya mom " ucap Nara dengan pipi yang menggembung karena masih berisi makanan yang belum di telannya .


" Iss..dasar jorok " ucap Kenan yang masih duduk disebelah Nara berada .


" Apanya yang jorok ? " tanyanya dengan sengaja sedikit menyemburkan makanannya kepakaian milik saudara kembarnya tersebut .


" Nara !!! Cepat pergi kau dari sini " geramnya melihat tingkah nakal saudara kembarnya tersebut .


Nara yang melihat saudaranya kesal hanya tertawa cekikikan , kakaknya yang lahir berbeda beberapa menit itu memang suka sekali dengan kebersihan .


Dan lihatlah , meja dan piring makannya saja tampak bersih sekali padahal baru selesai di pakai makan . Tidak seperti nara yang piringnya belepotan masih terisi sisa nasi dan juga tulang belulang ikan disertai ayam di atas piringnya .


" Sudah ...sudah...kalian ini . Nara kenapa kau terburu - buru sekali , bukankah masih ada waktu setengah jam lagi " tanya Nana heran .


" Oh...aku mau jemput temanku dulu bu , kasian rumahnya jauh aku tak tega melihatnya selalu jalan kaki atau naik bus dari rumahnya menuju sekolah " jawab Nara dengan meminum jus jeruk di gelasnya .


" Kau masih berteman dengan si cupu itu " tanya kenan dengan wajah yang rada tak suka . Pria itu memang tak suka jika adiknya berteman dengan gadis kampung yang tak selevel itu .


" Siapa yang kau bilang cupu ' Hah ' " saut nara tak terima .


" Tentu saja gadis yang selalu menempelimu itu "


" Bukan dia yang menempeliku , tapi aku yang menempelinya . Dan asal kau tahu , nama gadis itu vania bukan gadis cupu seperti yang kau sebutkan tadi " ucap Nara dengan tidak terimanya jika sahabat baiknya itu di sebut dengan panggilan gadis cupu .


" Terserah kau saja , aku tak perduli " saut kenan dengan nada ketusnya .


Pria dengan wajah dingin itu terlihat bangkit dari kursinya lalu pergi berpamitan dengan kedua orang tuanya dengan meninggalkan nara yang sedang menahan emosinya seorang diri .

__ADS_1


" Dasar laki - laki arogant " gumam nara namun masih di dengar oleh kedua orang tuanya .


Gadis itu terlihat berpamitan juga kepada kedua orang tuanya dan menyusul Kenan di belakangnya .


Nana dan nathan hanya bisa menghela napas dalam dengan saling pandang . Sungguh sifat anak prianya itu mencerminkan dari sifat seorang nathan wijaya yang dingin dan aroggant yang tentu saja sifat itu sungguh tak di sukai oleh nana tentunya .


Nana jadi merindukan anak sambungnya yang bernama Nino , yang saat ini sedang berada di LA karena di minta oleh nathan untuk mengurus cabang perusahaan yang baru saja berkembang pesat di sana .


" Kenapa kau menatapku seperti itu ? " tanya nathan heran karena mendapat tatapan tajam dari istrinya .


" Aku membencimu " ucap Nana tiba - tiba sehingga membuat pria tampan dewasa itu jadi tersedak seketika .


" Hey..anak - anak yang bertengkar kenapa kau juga jadi ikutan " tanyanya heran dan tak terima .


" Tau ah gelap " jawab nana dengan nada ketusnya , dan meninggalkan suaminya itu seorang diri di meja makan .


Wanita yang masih terlihat muda di umurnya itu , terlihat sangat kesal sendiri karena suaminya itu malah mengirimkan anak kesayangannya pergi jauh dari kehidupannya .


Nathan yang masih duduk di meja makan , hanya menghela nafas dengan pasrah . Ia tahu istrinya itu merindukan anaknya yang bernama Nino


Namun mau bagaimana lagi , ini merupakan hal terbaik bagi putranya yang sudah dewasa tersebut . Dia tak mau membiarkan anak itu terus saja berlindung di bawah ketiak ibunya .


Nathan sengaja mengirimkan nino keluar negeri guna memberikan hukuman pada putranya itu agar tak terlalu hidup berfoya - foya di sini bersama teman temannya .


Semenjak dewasa nino memang berubah menjadi pria yang selalu berfoya - foya di dalam hidupnya . Entah kapan itu dimulai nathan dan nana pun tak mengingatnya , Sehingga membuat nathan menjadi geram seketika dibuatnya dan menarik semua fasilitas yang diberikan kepada putranya tersebut dan menyuruhnya untuk mgngelola anak perusahaan yang sedang berkembang di LA sana .


Dan lihatlah sekarang , perusahaan yang awalnya biasa - biasa saja kini sudah berkembang dengan sangat pesatnya di bawah naungan anaknya itu .


Sehingga membuat nathan menjadi bangga dan percaya jika nino putranya sudah kembali kepada dirinya yang ia kenal .


BERSAMBUNG


Disini author akan menuliskan kisah cinta dua anak kembar yang tak lain kenan alvaro dan juga nara aurellia , dan tak lupa juga dengan kisah nino juga nantinya . Jadi dukung terus cerita novel " menjadi ibu tiri " yaa....


Jangan lupa like , comment beserta votenya..


agar author jadi lebih semangat nulisnya.

__ADS_1


.makasi


__ADS_2