Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Akhir pekan


__ADS_3

" Nyonya.....apakah anda baik baik saja " ucap pria misterius itu kepada Lidya karena sedari tadi ia melihat majikannya hanya diam mematung tak bergeming .


" Ya aku baik baik saja . Kau sudah bisa pergi dari ruangan ini "


" Baik nyonya...saya permisi "


Lidya menghampiri jendela besar di ruangannya dan menatap nanar keluar .Lidya sungguh tak ingin melihat anaknya itu jatuh ke dalam jurang kesedihan lagi .


Kenapa kalian harus mencintai gadis yang sama , Apa yang harus kulakukan selanjutnya...Sesulit inikah jalan cintamu Leo.... gumam Lidya sambil memijit pelipis di keningnya dengan napas yang terdengar begitu berat .


****


Mall terbesar di negara J


Nana terlihat sedang berjalan jalan bersama Mommy angel dan juga Nino . Hari ini adalah hari libur untuk Nino , jadi Nana dan mommy Angel berinisiatif untuk mengajaknya jalan - jalan agar Nino merasa terhibur setelah kepadatan aktivitas belajarnya di sekolah.


Namun siapa sangka anak yang biasa terlihat dingin dan pendiam itu bisa berubah menjadi anak yang sangat aktif ketika melihat wahana permainan yang disediakan oleh mall tersebut .


Dari awal kedatangan Nino ke mall itu sampai saat ini , ia tak henti hentinya bergonta ganti wahana mainan dari satu mainan ke mainan yang lain . Yang membuat Mommy angel menjadi kewalahan mengikutinya .


" Mom .... aku juga ingin naik itu " rengek Nino kepada Nana yang saat ini sedang menunjuk salah satu wahana mainan disana .


" Ok .... kita kesana "


" Nan...Mama tunggu disana saja ya , pinggang mama kayaknya sudah mulai encok " ucap Mommy angel sambil memegang pinggangnya sudah tak sanggup lagi untuk mengikuti langkah Nino .

__ADS_1


" Baik mom "


" Untung saja aku sudah punya mantu " gumam Mommy angel yang kini terlihat sudah duduk di sebuah bangku memperhatikan mereka dari kejauhan sembari meminum segelas minuman di hadapannya .


Ada sebuah senyuman tersungging di bibirnya . Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya yang sudah terlihat tak muda lagi .


Angelina memang sering mengajak Nino berjalan jalan ke dalam Mall yang ternyata adalah milik keluarga wijaya sendiri . Biasanya anak itu hanya akan diam dan mengikuti langkah Angelina dari belakang tanpa mau mengutarakan keinginannya .


Kesibukan dan ketidak perdulian Nathan membuat Nino merasa kurang mendapat kasih sayang dari keluarga , yang dimana membuat anak itu tumbuh menjadi anak pendiam dan suka menyendiri . Meskipun Nino sudah di jaga oleh Angelina beserta banyak pengasuh disisinya untuk menemani keseharian Nino namun sepertinya itu semua belum cukup mampu untuk mengurangi rasa kesepian dalam diri anak itu .


Tapi kali ini berbeda .


Semua berubah semenjak kehadiran Nana di tengah - tengah keluarga mereka . Keluarga mereka yang awalnya terlihat dingin kini sudah berubah menjadi hangat kembali .


****


" Dimana mereka "


" Mereka saat ini berada di dalam Mall milik kita tuan " ucap Alex sembari memperlihatkan sebuah video di depan Nathan .


Ada sebuah senyuman yang tersungging di sudut bibir Nathan .


" Apa kita akan menyusul mereka kesana tuan ? " tanya Alex ragu .


" Tidak perlu .... pekerjaanku hari ini begitu menumpuk dan sebentar lagi kita harus menemui client penting . Kau siapkan saja berkas - berkas yang akan kita bawa nanti "

__ADS_1


" Baik tuan . Saya akan mempersiapkannya " jawab Alex dan berlalu pergi .


Nathan menyandarkan dirinya di kursi sambil memejamkan matanya sebentar .


" Andai saja dokumen sialan ini tidak ada mungkin sudah kususul mereka " gumam Nathan kesal .


Hari ini jadwal Nathan memang sangatlah padat , karena ada beberapa dokumen penting yang harus ia periksa dan tanda tangani langsung mengingat ini adalah akhir bulan diperusahaannya yang membuatnya tak bisa ikut menemani keluarga kecilnya berakhir pekan .


Ingin sekali rasanya saat ini ia membakar habis semua dokumen yang ada di hadapannya kini . Tapi itu tak mungkin ia lakukan karena akan berdampak buruk bagi perusahaan , selain itu mungkin saja dirinya akan langsung dipecat sebagai seorang anak oleh Ferdinand papanya sendiri.


" Sabar ya sayang ...sebentar lagi aku pasti akan menyusul kalian " gumam Nathan sembari mengecup sebuah bingkai foto yang selalu terduduk rapi diatas meja kerjanya .


Dengan penuh semangat , Nathan pun akhirnya melanjutkan aktivitasnya yang sempat berhenti sejenak tadi . Dia sungguh berharap agar pekerjaannya cepat terselesaikan agar ia bisa berkumpul kembali bersama orang yang sangat dirindukan dan dicintainya .


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author yaa 😍


Like


Comment


Vote


Agar membuat karya author lebih berkembang dan agar author lebih semangat lagi buat cerita halunya 🙊🙈🙈🙉😽

__ADS_1


__ADS_2