Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Mommy ?


__ADS_3

" Daddy baru pulang ? " tanya Nino yang melihat Nathan yang baru memasuki mansion .


" Iya , daddy baru pulang . Hari ini daddy ada banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan . Jadi mau tidak mau daddy harus kerja lembur di kantor " ucap Nathan sembari tersenyum dan mengusap lembut kepala Nino .


" Apa mommy juga ikut lembur bersama daddy ? " tanya Nino .


Semua yang mendengar pertanyaan Nino begitu terkejut mendengarnya , tak terkecuali juga Nana .


" Mommy ??? " tanya mommy angel .


" Iya mommy . wanita dewasa yang bertingkah seperti anak kecil yang sedang berdiri di samping daddy ku saat ini itu , Bukankah dia sudah menikah dengan daddy ? Jadi secara logika dia telah menjadi mommy ku . Bukankah begitu grandpa ? " tanya Nino dengan wajah polosnya .


" Dasar bocah tengik . Berani sekali kau mengataiku seperti anak kecil . Walau aku seperti anak kecil begini tapi aku sudah bisa bikin anak kecil tahu . Awas saja kau !! akan ku beri kau 100 orang adik kecil untuk bisa melawan bocah tengik menyebalkan sepertimu " umpat Nana dalam hati sambil menatap tajam ke arah Nino .


" I..iya...memang seharusnya begitu " jawab tuan ferdinand yang tampak tak bisa berkutik dengan pertanyaan Nino .

__ADS_1


Mommy angel hanya bisa tersenyum mendengar interaksi antara cucu dan suaminya itu . Tentunya dia tahu suaminya itu pasti akan selalu mengalah terhadap cucunya . Bukannya tanpa sebab , mommy angel sudah tahu jika suaminya berdebat dengan cucunya itu , pastilah Nino yang akan keluar jadi pemenangnya . Itu dikarenakan kecerdasan Nino yang diatas rata rata beserta keingintahuannya yang begitu besar sehingga jika dia menanyakan sesuatu dan belum mendapatkan jawaban yang memuaskan , maka Nino akan terus bertanya sampai dirinya mendapatkan jawaban yang pas menurutnya . Itulah penyebabnya tuan ferdinand lebih memilih pergi daripada harus berdebat dengan anak genius yang akan hanya memusingkan kepalanya .


" Nana sayang , apa kau sudah makan malam ? kalau belum , ayo kita makan bersama " ucap mommy angel ramah .


" Iya tante " jawab Nana dan segera berjalan mendekat ke arah meja makan .


" Kakak kenapa jalannya seperti itu , apakah kakak sedang sakit ? " tanya jennie yang melihat Nana berjalan dengan langkah terseok seok .


" A...aku tidak apa apa . kakiku hanya sedikit nyeri dan pegal" ucap Nana terbata karena takut alasan yang sebenarnya akan diketahui oleh jennie .


" Sial.....Gara gara pria iblis itu , kue donat ku masih terasa nyeri sekali . Kenapa tenaganya besar sekali kalau masalah begituan ? apa pinggangnya tidak encok apa ya , bermain lama seperti itu ? malah berbagai macam gaya pula lagi " batin Nana sambil menatap tajam ke arah Nathan yang kini sedang duduk di sebelahnya .


" Uhuuukkkk " suara Nana tersedak .


" Minumlah pelan pelan sayang " ucap Nathan khawatir sembari memberikan segelas minuman kepada Nana .

__ADS_1


" Terima kasih... aku tidak apa apa " jawab Nana gugup .


Mommy angel yang melihat interaksi antara anak dan menantunya itu hanya bisa tersenyum duduk di atas kursinya . Dia begitu bahagia melihat Nathan yang sudah bisa membuka kembali pintu hatinya kepada seorang gadis setelah kepergian mendiang istrinya .


" Bagaimana sekolahmu hari ini Nino " tanya Nathan .


" Hari ini berjalan dengan baik dan lancar daddy . Yang jelas tak ada kehebohan yang terjadi , jika mommy tidak menjemputku di sekolah " ucap Nino .


" Kehebohan ??? " tanya Jennie keceplosan .


Nathan dan mommy angel hanya bisa tertawa mendengar ocehan Nino . Mereka tahu kehebohan apa yang dibuat oleh Nana di sekolahnya . Karena tanpa sepengetahuan Nana , mereka telah meminta beberapa orang bodyguard untuk menjaga dan memantau aktivitas mereka dari kejauhan dan melaporkannya kepada mereka .


" Kenapa kalian tertawa ? " tanya jennie heran .


Nathan dan mommy angel hanya tersenyum dan mengendikkan bahu mereka tanpa mau menjawab pertanyaan dari jennie .

__ADS_1


" Dasar mama dan anak sama saja " celetuk jennie kesal karena tak mendapat jawaban .


Bersambung


__ADS_2