Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Debaran


__ADS_3

Dengan cepat dan cekatan Nana membuka bekal yang dibawanya .


" Makanannya sudah siap " ucap Nana dengan seutas senyuman manis di wajahnya .


" Bawalah kemari " ucap Nathan yang masih fokus dengan laptop di hadapannya .


Nana pun mengikuti perintah yang diucapkan oleh Nathan .


" Duduk.. !! " perintah Nathan .


Tanpa membantah Nana pun duduk di atas kursi yang berada di hadapan Nathan .


" Hey , Bagaimana kau akan memberiku makan , jika kau duduk disana ? " ucap Nathan .


" Memangnya ada apa dengan duduk disini ? bukankah di sini juga bisa " tanya Nana keheranan sambil melihat meja dan kursi secara bergantian .


" Duduk disini ..!! " perintah Nathan sembari menunjuk pahanya.


" Duduk disana ? Apakah singa kutub ini benar benar sudah gila " batin Nana yang tak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya .


" Apa indra pendengaranmu juga sudah bermasalah sekarang ? " ucap Nathan menatap dingin ke arah Nana .


" Maaf , tapi untuk apa aku duduk disana ? bukankah dari sini juga bisa . Kelihatannya dari sini juga viewnya bagus untuk makan siang " ucap Nana menjelaskan seperti seorang guru .

__ADS_1


" Kau sudah mulai berani membantah ucapan suamimu sekarang ya ? " tanya Nathan dengan mengeluarkan senyum iblisnya .


" Bu..bukan begitu maksudku " ucap Nana gugup .


" Cepat duduk disini , dan suapi aku . Waktuku sangat terbatas " ucap Nathan .


Karena sudah sangat lelah , Nana pun menuruti keinginan Nathan .


Dengan gugup , Nana berjalan ke arah Nathan dan duduk di atas pangkuannya .


Suap demi sesuap Nana menyuapi Nathan dengan perlahan dan cekatan . Sedangkan Nathan masih sibuk mengetik setumpuk dokumen yang berada di atas mejanya .


" Ternyata dia memang benar benar sibuk . Coba liat saja mata dan jarinya itu , tak pernah sedetik pun lepas dari laptop " batin Nana yang tanpa sadar tengah memperhatikan Nathan .


" ' Issshh,, Kau itu pecaya diri sekali . " ucap Nana dan hendak turun dari pangkuan Nathan tapi sayangnya itu tak terjadi karena Nathan malah memeluk pinggang Nana sehingga dia menjadi terduduk kembali di atas pangkuan Nathan .


Waktu seakan berhenti berputar , ketika wajah Nana dan Nathan berjarak begitu dekat .


" ' Deg , " suara jantung Nana seakan berhenti berdetak .


' " Astaga , kenapa jantungku seperti ini lagi . apa aku mulai mencintai singa kutub ini ? Tidak... aku tidak mau.... Tuhan aku memang meminta jodoh yang baik tampan dan kaya padamu , tetapi bukan singa kutub ini juga . Setidaknya jangan pria iblis seperti dia , kau tak tahu seberapa banyaknya dia menyiksaku " ucap Nana dalam hati memohon.


" Dan apa ini ? kenapa wajahnya semakin mendekat . Dan tubuhku kenapa ? kenapa aku tak berusaha menghindarinya ? batin Nana yang ingin menolak gejolak yang ada dalam dirinya .

__ADS_1


Sebenarnya Nana juga sudah mulai menaruh hati terhadap Nathan , namun karena sikap Nathan yang terkesan dingin terhadapnya dan juga surat kontrak yang pernah mereka tanda tangani membuat Nana tak ingin berharap lebih terhadap Nathan .


" Brak..!! "


Nana dan Nathan tampak begitu terkejut ketika pintu tiba tiba saja terbuka .


"Nath.... apa kau sudah selesai menandatangani doku.... " ucapan erik terpotong tatkala melihat tatapan tajam dari Nathan yang seperti iblis yang sudah siap membunuh mangsanya .


" uppss....sory.... kukira kau sudah tak ada disini " ucap erik menatap ke arah Nana .


" Sepertinya dokumennya belum selesai , aku akan kembali lagi nanti kalau begitu " ucap erik gugup dan berlalu pergi .


"' Sial ..!! Kenapa nasibku selalu apes jika berhubungan dengan wanita ? Entah hukuman apa yang akan kudapatkan nanti dari setan iblis itu karena mengganggu kesenangannya . " umpat erik sambil berjalan menuju ke arah ruangan kerjanya .


Setelah kepergian Erik , Nana segera bergegas merapikan kotak bekal yang berserakan di atas meja Nathan .


" Sepertinya tugasku sudah selesai " ucap Nana sembari memasukkan rantang ke dalam tas yang tadi di bawanya .


" Sepertinya belum " ucap Nathan sembari memeluk Nana dari belakang .


" Ma..maksudnya ? " tanya Nana gugup .


" Bukankah ada hal yang tertunda tadi , yang belum sempat kita selesaikan ? " ucap Nathan setengah berbisik yang membuat tubuh Nana menjadi sedikit merinding .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2