
Dengan cepat dan cekatan Nana membuka bekal yang dibawanya .
" Makanannya sudah siap " ucap Nana dengan seutas senyuman manis di wajahnya .
" Bawalah kemari " ucap Nathan yang masih fokus dengan laptop di hadapannya .
Nana pun mengikuti perintah yang diucapkan oleh Nathan .
" Duduk.. !! " perintah Nathan .
Tanpa membantah Nana pun duduk di atas kursi yang berada di hadapan Nathan .
" Hey , Bagaimana kau akan memberiku makan , jika kau duduk disana ? " ucap Nathan .
" Memangnya ada apa dengan duduk disini ? bukankah di sini juga bisa " tanya Nana keheranan sambil melihat meja dan kursi secara bergantian .
" Duduk disini ..!! " perintah Nathan sembari menunjuk pahanya.
" Duduk disana ? Apakah singa kutub ini benar benar sudah gila " batin Nana yang tak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya .
" Apa indra pendengaranmu juga sudah bermasalah sekarang ? " ucap Nathan menatap dingin ke arah Nana .
" Maaf , tapi untuk apa aku duduk disana ? bukankah dari sini juga bisa . Kelihatannya dari sini juga viewnya bagus untuk makan siang " ucap Nana menjelaskan seperti seorang guru .
__ADS_1
" Kau sudah mulai berani membantah ucapan suamimu sekarang ya ? " tanya Nathan dengan mengeluarkan senyum iblisnya .
" Bu..bukan begitu maksudku " ucap Nana gugup .
" Cepat duduk disini , dan suapi aku . Waktuku sangat terbatas " ucap Nathan .
Karena sudah sangat lelah , Nana pun menuruti keinginan Nathan .
Dengan gugup , Nana berjalan ke arah Nathan dan duduk di atas pangkuannya .
Suap demi sesuap Nana menyuapi Nathan dengan perlahan dan cekatan . Sedangkan Nathan masih sibuk mengetik setumpuk dokumen yang berada di atas mejanya .
" Ternyata dia memang benar benar sibuk . Coba liat saja mata dan jarinya itu , tak pernah sedetik pun lepas dari laptop " batin Nana yang tanpa sadar tengah memperhatikan Nathan .
" ' Issshh,, Kau itu pecaya diri sekali . " ucap Nana dan hendak turun dari pangkuan Nathan tapi sayangnya itu tak terjadi karena Nathan malah memeluk pinggang Nana sehingga dia menjadi terduduk kembali di atas pangkuan Nathan .
Waktu seakan berhenti berputar , ketika wajah Nana dan Nathan berjarak begitu dekat .
" ' Deg , " suara jantung Nana seakan berhenti berdetak .
' " Astaga , kenapa jantungku seperti ini lagi . apa aku mulai mencintai singa kutub ini ? Tidak... aku tidak mau.... Tuhan aku memang meminta jodoh yang baik tampan dan kaya padamu , tetapi bukan singa kutub ini juga . Setidaknya jangan pria iblis seperti dia , kau tak tahu seberapa banyaknya dia menyiksaku " ucap Nana dalam hati memohon.
" Dan apa ini ? kenapa wajahnya semakin mendekat . Dan tubuhku kenapa ? kenapa aku tak berusaha menghindarinya ? batin Nana yang ingin menolak gejolak yang ada dalam dirinya .
__ADS_1
Sebenarnya Nana juga sudah mulai menaruh hati terhadap Nathan , namun karena sikap Nathan yang terkesan dingin terhadapnya dan juga surat kontrak yang pernah mereka tanda tangani membuat Nana tak ingin berharap lebih terhadap Nathan .
" Brak..!! "
Nana dan Nathan tampak begitu terkejut ketika pintu tiba tiba saja terbuka .
"Nath.... apa kau sudah selesai menandatangani doku.... " ucapan erik terpotong tatkala melihat tatapan tajam dari Nathan yang seperti iblis yang sudah siap membunuh mangsanya .
" uppss....sory.... kukira kau sudah tak ada disini " ucap erik menatap ke arah Nana .
" Sepertinya dokumennya belum selesai , aku akan kembali lagi nanti kalau begitu " ucap erik gugup dan berlalu pergi .
"' Sial ..!! Kenapa nasibku selalu apes jika berhubungan dengan wanita ? Entah hukuman apa yang akan kudapatkan nanti dari setan iblis itu karena mengganggu kesenangannya . " umpat erik sambil berjalan menuju ke arah ruangan kerjanya .
Setelah kepergian Erik , Nana segera bergegas merapikan kotak bekal yang berserakan di atas meja Nathan .
" Sepertinya tugasku sudah selesai " ucap Nana sembari memasukkan rantang ke dalam tas yang tadi di bawanya .
" Sepertinya belum " ucap Nathan sembari memeluk Nana dari belakang .
" Ma..maksudnya ? " tanya Nana gugup .
" Bukankah ada hal yang tertunda tadi , yang belum sempat kita selesaikan ? " ucap Nathan setengah berbisik yang membuat tubuh Nana menjadi sedikit merinding .
__ADS_1
Bersambung