
Hari demi hari pun berlalu . Nathan semakin hari semakin tak bisa jauh dari Nana . Tubuh Nana seakan bagaikan candu bagi Nathan . Dia tak bisa jauh sedetik pun dari istrinya itu . Pernah sekali Nathan pergi secara tiba tiba dari rapat penting di kantornya hanya untuk ingin menemui Nana yang tak bisa menemaninya di kantor saat itu . Nana sebenarnya merasa heran dengan tingkah laku suaminya itu yang menurutnya berubah menjadi begitu menyebalkan melebihi dari Nino anak sambungnya .
" Sayang..apa kau sudah bangun ? " tanya Nathan yang masih tidur dengan memeluk Nana di atas dadanya .
" Sebentar lagi ibu... aku masih mengantuk " ucap Nana dengan suara serak .
Nathan yang mendengar jawaban dari istri kecilnya itu hanya bisa tertawa geli melihatnya .
" Tidurlah yang nyenyak sayang , kau sudah bekerja keras semalaman untukku " ucap Nathan setengah berbisik sembari mencium lembut kening Nana dan berlalu pergi menuju bathroom untuk membersihkan diri .
Semua anggota keluarga Ferdinand terlihat sudah berkumpul di atas meja makan , hendak menikmati sarapan pagi .
" Kak Nana mana kak ? apakah masih tak enak badan ? " tanya Jennie yang melihat Nathan turun seorang diri tanpa membawa Nana di sampingnya .
Nathan yang ditanyai hanya menganggukkan kepalanya pelan dan berlalu duduk bergabung di meja makan .
" Mama harap kamu tidak setiap hari membuat istrimu terkapar , apa kau ingin melihat istrimu tak bisa bangun dari tempat tidur karena kelelahan melayanimu " ucap mommy angel menasehati .
__ADS_1
Nathan yang mendengarnya hanya bisa terdiam menahan malu .
Nathan tak ingin menampik ucapan mamanya itu karena menurutnya ucapan mamanya itu memanglah benar adanya . Semenjak hubungannya dengan Nana menjadi semakin dekat , dirinya memang tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Nana . Tubuh Nana saat ini memang benar benar sudah menjadi candu baginya . Nathan juga sebenarnya heran dengan dirinya saat ini . Padahal dulu saat bersama clara mendiang istrinya , dirinya tak pernah seperti ini . Bahkan dulu clara yang selalu meminta jatah padanya .
" Mom , disini masih ada Nino " ujar Jennie menatap tajam ke arah mommy angel .
" Uuuupss sory ..... mommy keceplosan " ucap mommy angel sambil terkekeh geli .
Tuan ferdinand dan Nino hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah mommy angel yang tak pernah berubah .
" Aku berangkat dulu , nanti tolong bawakan makanan ke atas untuk Nana " perintah Nathan ke salah satu pelayan .
" Ayo Nino kita berangkat " ucap Nathan .
" Ok dad . Grandma - grandpa aku berangkat dulu ya " ucap Nino yang dianggukki oleh tuan ferdinand dan mommy angel.
" kenapa kau tidak pamitan juga padaku " ucap jennie pura pura merengek seperti anak kecil .
__ADS_1
" Upss sory , aku lupa kalau disini ada satu orang tua yang harus aku salami " ucap Nino dengan tersenyum mengejeknya .
" Apa...!! siapa yang kau bilang orang tua ' hah ? " ucap jennie kesal .
" Tentu saja orang tua yang saat ini sedang terlihat sedang kesal di hadapanku " ucap Nino sambil menyilangkan kedua tangannya .
" Dasar anak kecil menyebalkan . Kau sama persis menyebalkannya dengan pria yang saat ini berada disampingmu " ucap Jennie sambil melirik ke arah Nathan .
" Dan pria yang berdiri disampingku adalah kakakmu berarti kau juga sama menyebalkan seperti dirinya dan juga aku " ucap Nino sambil menyungginggkan senyuman devilnya .
" Dasar kau....!!! " ucap Jennie menahan kekesalannya yang sudah di atas ubun ubun .
" Sudah ...sudah....kenapa kalian suka sekali berdebat . Ayo Nino cepat berangkat , daddymu sudah mau berangkat itu " ucap mommy angel .
" Baik grand'ma " ucap Nino sambil menjulurkan lidahnya ke arah jennie .
" Dasar anak kutu kupret . Awas saja kau nanti " Jennie menggerutu .
__ADS_1
Tuan Ferdinand dan mommy angel hanya bisa tersenyum menlihat tingkah jennie yang memang masih suka berdebat seperti anak kecil .
Bersambung