Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Kebimbangan


__ADS_3

Dengan wajah kesal Nana pun kembali berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya sambil tidur memunggungi Nathan .


" Dasar pria iblis , tak bisakah kau membiarkanku melewati waktuku sendiri hanya sekejap . Ingin sekali aku meninju wajah tampanmu yang menyebalkan itu " umpat Nana dalam hati .


Belum ada beberapa menit merebahkan tubuhnya , Nana tampak terkejut tatkala ada sebuah lengan kekar yang tengah memeluk dirinya secara tiba tiba .


" A- apa yang kau lakukan ? " ucap Nana gugup karena Nathan saat ini tengah memeluk dirinya .


" Apa kau tidak bisa lihat , kalau aku sedang tidur " ucap Nathan memejamkan matanya .


"Iya aku tahu , maksudku kenapa kau tidur memelukku ? " tanya Nana gugup , karena saat ini jantungnya terasa akan mau melompat keluar dari dalam tubuhnya .


" Apakah aku tidak boleh tidur sambil memeluk istriku ? " ucap Nathan santai .


" 'Deg !! " Jantung Nana terasa berhenti untuk sesaat .


Ada sekelenjar kebahagiaan memasuki relung hatinya saat ini , tatkala mendengar Nathan menyebutnya sebagai seorang istri .


Keheningan menyelimuti diantara mereka berdua .Dalam sesaat mereka terdiam membisu yang kini berada di dalam pikiran mereka masing masing.


" Biarkan seperti ini untuk sesaat " ucap Nathan makin mempererat pelukannya .


" Ada apa dengannya , apakah hari ini telah terjadi sesuatu ? " batin Nana merasa heran dengan sikap Nathan yang tak biasa .


Dengan terpaksa Nana pun ikut memejamkan kedua matanya hingga tanpa sadar ia pun tertidur lelap dalam pelukan Nathan .

__ADS_1


Nathan yang ternyata belum tidur pun secara perlahan membalikkan tubuh Nana agar menghadap ke arahnya .


Ditatapnya wajah gadis itu sesaat , dengan tiba tiba Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Nana dan langsung memberikan sebuah ciuman manis di atas bibir semerah cerry itu .


" Kau hanya milikku " batin Nathan sambil tersenyum dan menyusul Nana ke alam mimpi .


flash back


Di dalam ruang kerja


" Apa kau tak kan menjemputnya ? " ucap seseorang diseberang telpon yang tak lain adalah Andre .


" Tidak , aku tidak akan menjemputnya " jawab Nathan singkat .


" Apa kau yakin " tanya Andre .


" Apa kau tak ingin menjelaskan apapun padanya " ucap Andre lagi .


" Sepertinya tak ada yang harus aku jelaskan " jawab Nathan dingin .


" Baiklah kalau begitu . Kuharap kau takkan menyesalinya " ucap Andre dan menutup saluran teleponnya.


Nathan terlihat duduk diatas sofa sambil memijit pelan keningnya .


Saat ini Nathan benar benar merasa sangat bingung terhadap isi hatinya .

__ADS_1


Di lubuk hatinya paling dalam , sebenarnya Nathan Ingin sekali pergi untuk menjemput Anna . Jujur dirinya sangat merindukan sosok gadis itu , sosok wanita yang telah membantunya bangkit dari keterpurukannya setelah kepergian clara .


Namun disisi lain , Nathan takut pertemuan mereka akan menyakiti Nana . Meskipun saat ini Nathan masih merasa bingung akan perasaannya terhadap Nana , tapi Nathan bisa pastikan bahwa di dalam hatinya dia tak menginginkan Nana pergi dari sisinya .


Flashback off


Di perusahaan


" Maaf tuan , ada yang ingin bertemu dengan Tuan Nathan " ucap seorang receptionist kepada erik melalui telepon .


" Siapa ? " jawab Erik .


" Nona Anna tuan " ucap Receptionist.


" Kau katakan padanya , bahwa Nathan saat ini sedang menghadiri rapat penting dan tak bisa diganggu " ucap Erik .


" Baik tuan " jawab receptionist .


" Bagaimana ? " tanya Anna antusias , dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Nathan sang pujaan hati .


" Maaf nona , saat ini tuan Nathan sedang tak bisa diganggu . Beliau sedang menghadiri sebuah rapat penting di lantai atas " ucap Reseptsionis .


" Kalau begitu aku tunggu saja disini sampai rapatnya selesai " Ucap Anna kekeh .


" Tapi nona ...? " ucapan resepsionist terpotong .

__ADS_1


" Tidak ada tapi tapian " ucap Anna yang tak mau terima bantahan dan langsung saja mendudukan diri disebuah sofa yang ada ditempat itu .


Bersambung


__ADS_2