
Dengan wajah kesal Nana pun kembali berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya sambil tidur memunggungi Nathan .
" Dasar pria iblis , tak bisakah kau membiarkanku melewati waktuku sendiri hanya sekejap . Ingin sekali aku meninju wajah tampanmu yang menyebalkan itu " umpat Nana dalam hati .
Belum ada beberapa menit merebahkan tubuhnya , Nana tampak terkejut tatkala ada sebuah lengan kekar yang tengah memeluk dirinya secara tiba tiba .
" A- apa yang kau lakukan ? " ucap Nana gugup karena Nathan saat ini tengah memeluk dirinya .
" Apa kau tidak bisa lihat , kalau aku sedang tidur " ucap Nathan memejamkan matanya .
"Iya aku tahu , maksudku kenapa kau tidur memelukku ? " tanya Nana gugup , karena saat ini jantungnya terasa akan mau melompat keluar dari dalam tubuhnya .
" Apakah aku tidak boleh tidur sambil memeluk istriku ? " ucap Nathan santai .
" 'Deg !! " Jantung Nana terasa berhenti untuk sesaat .
Ada sekelenjar kebahagiaan memasuki relung hatinya saat ini , tatkala mendengar Nathan menyebutnya sebagai seorang istri .
Keheningan menyelimuti diantara mereka berdua .Dalam sesaat mereka terdiam membisu yang kini berada di dalam pikiran mereka masing masing.
" Biarkan seperti ini untuk sesaat " ucap Nathan makin mempererat pelukannya .
" Ada apa dengannya , apakah hari ini telah terjadi sesuatu ? " batin Nana merasa heran dengan sikap Nathan yang tak biasa .
Dengan terpaksa Nana pun ikut memejamkan kedua matanya hingga tanpa sadar ia pun tertidur lelap dalam pelukan Nathan .
__ADS_1
Nathan yang ternyata belum tidur pun secara perlahan membalikkan tubuh Nana agar menghadap ke arahnya .
Ditatapnya wajah gadis itu sesaat , dengan tiba tiba Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Nana dan langsung memberikan sebuah ciuman manis di atas bibir semerah cerry itu .
" Kau hanya milikku " batin Nathan sambil tersenyum dan menyusul Nana ke alam mimpi .
flash back
Di dalam ruang kerja
" Apa kau tak kan menjemputnya ? " ucap seseorang diseberang telpon yang tak lain adalah Andre .
" Tidak , aku tidak akan menjemputnya " jawab Nathan singkat .
" Apa kau yakin " tanya Andre .
" Apa kau tak ingin menjelaskan apapun padanya " ucap Andre lagi .
" Sepertinya tak ada yang harus aku jelaskan " jawab Nathan dingin .
" Baiklah kalau begitu . Kuharap kau takkan menyesalinya " ucap Andre dan menutup saluran teleponnya.
Nathan terlihat duduk diatas sofa sambil memijit pelan keningnya .
Saat ini Nathan benar benar merasa sangat bingung terhadap isi hatinya .
__ADS_1
Di lubuk hatinya paling dalam , sebenarnya Nathan Ingin sekali pergi untuk menjemput Anna . Jujur dirinya sangat merindukan sosok gadis itu , sosok wanita yang telah membantunya bangkit dari keterpurukannya setelah kepergian clara .
Namun disisi lain , Nathan takut pertemuan mereka akan menyakiti Nana . Meskipun saat ini Nathan masih merasa bingung akan perasaannya terhadap Nana , tapi Nathan bisa pastikan bahwa di dalam hatinya dia tak menginginkan Nana pergi dari sisinya .
Flashback off
Di perusahaan
" Maaf tuan , ada yang ingin bertemu dengan Tuan Nathan " ucap seorang receptionist kepada erik melalui telepon .
" Siapa ? " jawab Erik .
" Nona Anna tuan " ucap Receptionist.
" Kau katakan padanya , bahwa Nathan saat ini sedang menghadiri rapat penting dan tak bisa diganggu " ucap Erik .
" Baik tuan " jawab receptionist .
" Bagaimana ? " tanya Anna antusias , dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Nathan sang pujaan hati .
" Maaf nona , saat ini tuan Nathan sedang tak bisa diganggu . Beliau sedang menghadiri sebuah rapat penting di lantai atas " ucap Reseptsionis .
" Kalau begitu aku tunggu saja disini sampai rapatnya selesai " Ucap Anna kekeh .
" Tapi nona ...? " ucapan resepsionist terpotong .
__ADS_1
" Tidak ada tapi tapian " ucap Anna yang tak mau terima bantahan dan langsung saja mendudukan diri disebuah sofa yang ada ditempat itu .
Bersambung