Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Pernikahan andre dan Anna


__ADS_3

Hari ini merupakan hari yang dinanti - nantikan oleh Andre selama hidupnya .


Hari dimana dia akan mempersunting wanita yang selama ini dicintainya untuk menjadi istri sah seorang Andre .


Anna berjalan memasuki altar yang diantar oleh Hendra , sang ayah mempelai wanita .


Dengan gaun putih berleher sabrina , Anna sang model papan atas begitu cantik dan anggun mengenakannya .


" Apa kau sudah siap ? " tanya Hendra menatap putri kandungnya .


Pria paruh baya itu terlihat begitu berat untuk melepaskan kepergian sang putri kepada pria lain . Namun harus tetap ia lakukan karena ini semua demi kebahagian sang putri tercintanya dan ini juga hal yang harus di lakukan oleh semua ayah didunia kepada putri perempuan mereka .


Ikhlas tidak ikhlas , rela tidak rela . Mereka harus melepaskan putri kecil mereka yang kini sudah beranjak dewasa untuk membangun rumah tangga mereka sendiri .


" Aku siap ayah " ucap Anna tersenyum kepada sang ayah . Ia tahu kini sang ayah sedang galau atas kepergiannya , namun bagaimana lagi ini merupakan takdir seorang wanita ketika sudah menikah yang harus mengikuti sang suami kemanapun dia pergi . Lagi pula anna masih bisa pulang kerumahnya sendiri , karena rumah yang mereka tempati nanti masih berada di kota yang sama hanya jalannya saja yang berbeda .


Hendra tersenyum lembut membalas senyuman sang putri dan menyerahkan anak gadisnya kepada pria yang kini sedang merentangkan tangan di depan mereka .


" Jaga dia , sampai kau buat putriku terluka sedikit saja maka saat itu aku akan mengambilnya kembali dari sisimu " ucap hendra menatap tajam ke arah Andre berada .


" Percayakan padaku ayah , aku akan menjaga Anna seperti ku menjaga nyawaku " ucap Andre tegas sehingga membuat hendra tersenyum mendengarnya .


Hendra merasa dia melihat dirinya sewaktu muda pada diri pria muda itu yang tengah menggandeng lengan putrinya dengan sangat mesra .


Tampak wajah anna yang berseri menandakan bahwa saat ini wanita itu tengah sangatlan bahagia .


Dan sampailah mereka di altar utama tempat dimana mereka akan mengucapkan janji suci sehidup semati di hadapan sang pencipta .


****

__ADS_1


" Hik..hik..hik " Nana terlihat menitikkan air mata karena begitu terharu melihat saudara perempuannya yang kini telah menikah .


" Sayang , sudahlah berhenti menangis . Anna itu menikah bukannya meninggal " ucap nathan menghibur sang istri .


" Aku ini , menangis karena bahagia tahu . Kenapa kau malah melarangku menangis " jawab Nana kesal . Suami dinginnya itu memang tak pernah peka terhadap perasaannya , hanya saat dia meminta jatah saja suami nya itu berubah jadi peka .


Benar - benar defjnisi suami kampret yang minta di hajar .


" Iya aku tahu kau menangis karena bahagia , tapi kasian dedek bayi kita . Nanti dia ikutan sedih karena kau menangis sesegukan seperti itu " jelas nathan yang khawatir akan kondisi bumil itu .


" Iya..maaf sayang , aku akan coba berhenti menangis " ucap Nana yang berkata berhento namun tetap saja masih menangis .


Nathan hanya bisa menghela napas berat , dirinya begitu khawatir karena kelahiran sang cabang bayi sudah mulai dekat . Pria itu begitu trauma terhadap kematian istri pertamanya yang tidak selamat dalam proses persalinan , sehingga nino tumbuh menjadi anak yang kekurangan kasih sayang selama ini .


***


Gadis itu masih merasa kurang nyaman pada area sensitifnya karena sebelum datang ke acara tersebut dirinya tengah di gempur oleh lelaki mesum yang kini telah berstatus menjadi suami sahnya .


" Kau baik - baik saja " tanya Dion kepada istrinya . Dia sedikit merasa bersalah karena telah membuat istrinya itu kelelahan ketika akan mendatangi acara pesta tersebut .


Salahkan saja burung miliknya yang selalu berdiri tegak minta jatah kepada Jennie , entah pelet apa yang dipakai oleh gadis muda itu terhadap dirinya , sehingga dion sampai lupa diri tak bisa mengendalikan hawa nafsunya kepada jennie .


" Kau masih berani bertanya setelah apa yang kau lakukan padaku " geram jennie yang langsung menatap tajam ke arah dion berada sehingga pria tampan itu menjadi sulit untuk menelan ludah seketika .


" Pokoknya aku minta perawatan tubuh yang paling mahal untuk menghilangkan pegal dan lelah di badanku " ucap Jennie yang masih memberengut kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada .


Pokoknya jennie tak mau menjadi pihak yang di rugikan dalam hubungan ini , pria gila itu telah berani melanggar isi kontrak di antara mereka . Jadi jangan salahkan dirinya jika ia akan memanfaatkan situasi ini demi keuntungannya juga .


" Baiklah , kau tenang saja . Semua permintaan dan kebutuhanmu pasti akan aku penuhi . Asal kau berjanji juga akan memenuhi kebutuhanku dan setia kepadaku selamanya " ucap Dion yang juga ikut duduk bersidekap di samping istrinya .

__ADS_1


" Itu hal yang gampang buatku " ucap Jennie sembari menjentikkan dua jemarinya di depan Dion .


" Ok ...deal . Mulai detik ini kau sudah menjadi istri sungguhan dari seorang Dion "


" Apa yang kalian lakukan " tanya seorang wanita yang tiba - tiba saja sudah ada di belakang mereka , sehingga membuat dua pasang suami istri gadungan itu menjadi mati kutu di buatnya .


" Memang selama ini kakak bukan suami sungguhan dari jennie ? " tanya Anna penuh selidik kepada kakak dan juga kakak iparnya tersebut .


" mampus " rutuk jennie di dalam hati , gadis muda itu begitu takut jika rahasianya bersama Dion akan terbongkar .


" Kenapa kau malah disini bocah " ucap Dion mengalihkan perhatian sang adik .


" Aku lelah , jadi aku kesini untuk duduk , makan dan minum " Ucap Anna yang sembari menyomot makanan di meja secara asal . Sungguh pengantin baru itu merasa sangat kelaparan saat ini , karena dari tadi pagi ia hanya makan sedikit sekali makanan karena terlalu nervouse dalam acara pernikahan dirinya bersama Andre .


" Pelan - pelan makannya , kau seprti orang yang sedang kesurupan saja dengan makan tergesa - gesa seperti itu " Tegur Dion yang melihat adiknya kalap dalam memakan makanannya .


Tidak ada keanggunan yang seperti biasa ia lakukan , karena memang dia merasa sangat kelaparan saat ini .


Bodo amat soal jaga image , yang terpenting saat ini adalah tugas mengisi perut kecilnya terlebih dahulu harus dilaksanakan .


" Uhukk...uhukkk.."


" Tuh kan kubilang juga apa , keselek kan " ucap Dion tersenyum mengejek ke arah adiknya .


Jennie terlihat menyodorkan segelas air putih kepada adik iparnya itu .Gadis itu terlihat tersenyum tipis , Ia baru tahu sisi lain Dion yang sangat perhatian dan cerewet ketika berada di samping orang terdekatnya .


Sepertinya misi jennie akan berganti haluan , dirinya akan berusaha merebut hati Dion agar tertuju kepada dirinya , meskipun sebenarnya tanpa jennie sadari walau tanpa gadis itu melakukan apapun hati Dion sudah terpaut pada dirinya . Hanya tinggal menunggu Dion yang memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan yang saat ini tengah ada di dalam hatinya kepada gadis manis nan cantik tersebut .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2