
Wajah jenny saat ini terlihat tampak berwarna sangat merah ketika melihat pria yang kini telah duduk manis di depan meja makannnya .
" Kau pergi kemana kemarin ? " celetuk Jenny penasaran .
Gadis itu sebenarnya merasa sangat malu sekaligus merasa bersalah karena keteledoran yang tak sengaja telah di perbuatnya kemarin malam kepada suami sahnya itu .
" Aku tidur di kamar ku . Kenapa ? Apa kau merasa kecewa karena tak melakukan malam pertama denganku ? " tanya Dion yang kini terlihat tersenyum miring menatap mesum ke arahnya .
Alis Jenny terlihat berkedut sebelah ketika mendengar ucapan tengil sang suami mesumnnya itu . Sungguh ingin sekali rasanya ia menghajar wajah dari pria mesum namun terluhat sangat tampan tersebut dengan menggunakan kepalan tangannya sendiri .
Entah terbuat dari apa kulit wajah pria itu sehingga masih terlihat sangat tampan walaupun pria itu belum mandi .
Jenny bisa tahu jika pria tersebut belum mandi karena piyama yang di pakai oleh Dion disaat mereka sarapan pagi bersama saat ini
" Drrttt...drrrttt " ponsel milik Jenny terlihat tiba - tiba saja berdering di atas meja makan mereka .
" Selamat pagi mom " jawab Jenny tersenyum manis kepada angel yang kini tengah menghubungi dirinya dengan mode video call .
" Pagi sayang , bagaimana malam pertamamu ? Apa kau sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh suamimu "
Byuuuurrrr
Dion yang mendengar ucapan absurd sang mertua langsung saja menyemburkan minuman yang tadi sempat diminumnya .
" Kakak tidak apa - apa ?" ucap Jenny panik sambil membantu dion membersihkan semburan yang mengenai piyama dan meja makan di hadapannya .
" Sayang..sayang.kau masih disana ? " teriak jeny di balik sambungan telepon yang masih terhubung . Posisi ponsel itu saat ini sedang diletakkan tengkurap di atas meja olehnya .
" iya maa...aku masih disini ...mama apa - apaan sih , pagi - pagi sudah bertanya hal aneh seperti itu " ucap Jenny dengan kesal .
" Hal ...aneh apa sih sayang , itu kan pertanyaan yang sudah lumrah di tanyakan kepada para pengantin yang baru menikah . Misalkan suamimu tak bisa memuaskanmu dalam hal urusan ranjang , ini mama punya obat bagus yang pernah di pakai papa nanti mama kasi kan ke kamu . Ok . " jawab angel tak mau kalah .
Uhuuuukkkk
Kali ini bukan dion yang tersedak melainkan Ferdinand .
__ADS_1
Pria itu terlihat sedang duduk di samping angel berpura - pura membaca koran di tangannya , padahal yang sebenarnya terjadi dia sedang menguping pembicaraan sang istri dengan putri kesayangannya .
Walaupun baru ditingga sehari , dirinya juga sangat merindukan putri kecilnya itu dan juga ingin mendengar kabar tenntangnya .
Namun sayang , bukannya mendapatkan kabar mengenai jenny dari menguping pembicaraan sang istri , ferdinand malah mendengar pembicaraan yang nyeleneh dari wanita yang telah jadi istrinya itu .
Ferdinand sampai tersedak air ludahnya sendiri mendengar pertanyaan sang istri , bahkan wanita itu membongkar obat rahasia yang slalu ia gunakan kepada sang istri agar selalu mendes*h nikkmat di bawah kungkunngannya .
" Papa tidak apa - apa ? " ucap Angel menatap suaminya dengan heran .
" aku tidak apa - apa , aku hanya butuh minum "
" Tapi ngomong - ngomong sejak kapan papa bisa membaca koran terbalik ? " tanya angel yang makin keheranan melihat tingkah suaminya .
" oh ini ....aku baru hari ini mencobanya , kata dokter dengan baca koran terbalik bisa membuat daya lihat menjadi kebih tajam lagi " bohong ferdinand .
" Benarkah , kalau begitu lain kali aku juga mau coba . Siapa tahu daya lihat mama bisa bertambah tajam juga seperti papa " jawab Angel kena tipu di pagi hari oleh suaminya .
Sehingga membuat ferdinand menjadi tersenyum malu mendengarnya , istrinya memang terlalu polos untuk di bohongi . Untung dia yang menikahi wanita itu , jika pria lain mungkin wanita yang menjadi istrinya itu sudah dimanfaatkan oleh beberapa pria jahat di luaran sana .
" Memang ngapain pa..mama masih ingin bicara sama jenny " rengek Angel kepada suaminya . Wanita itu memang kerap kali berperilaku manja kepada suaminya yang di cintai itu di kala mereka hanya berdua saja , namun akan kembali ke mode ibu yang dewasa dan tegas jika sudah dihadapan orang lain termasuk di depan anak dan cucunya .
" Sudah ikut saja , biar jenny sama suaminya . Jangan ganggu acara pengantin baru . Mama pengen cepet - cepet punya cucu kan ? " bujuk ferdinand kepada sang istri .
" Iya sih pa..tapi ..." jawab Angel tak rela memutuskan sambungan ponsel di tangannya .
" Sudah tak usah tapi - tapi . Papa tunggu di kamar ya kalau begitu . Cepetan gak pakai lama " ucap Ferdinand dan berlalu pergi meninggalkan sang istri di ruang tv sendirian .
****
" Ma..mama...mama masih disana ? " tanya jennie yang tak melihat dan mendengar suara ibunya di balik ponsel mewah miliknya .
" Ya ...mama masih disini . kamu baik - baik ya disana , mama mau tutup telponnya dulu . Nanti kita sambung lagi "
" Iya maa "
__ADS_1
" Oh ya..kalau suamimu tidak bisa memuaskanmu bilang saja ke mama , nanti mama carikan suami baru untukmu " ucap Angel dan langsung mematikan sambungan video callnya , wanita itu terlihat terkekeh setelahnya .
Dia begitu puas dapat mengerjai putri kandungnya pagi - pagi buta begini .
Sedangkan Jennie malah terlihat mengumpat kesal kepada sang ibu karena mengerjai dirinya pagi - pagi dengan candaan yang menurutnya sangatlah absurd untuk di jadikan pembicaraan .
Grebbbb
" Yakkkkkkk..." teriak Jenny karena tubuhnya tiba - tiba saja di angkat dari atas tempat duduknya . Untung saja Jennie menggenggam ponselnya dengan erat . Kalau tidak , mungkin benda pipih mewah itu sudah hancur berantakan menjadi berkeping - keping saat ini juga .
" Kak , turunkan aku . Kak Dion mau bawa aku kemana " teriak Jennie meronta ingin turun dari gendongan sang suami .
" Aku ingin membuktikan kepada ibumu bahwa aku dapat memuaskan putri kesayangannya ini dan tanpa memerlukan obat khusus dalam melakukannya " ucap Dion dengan senyuman miringnya .
" Kak dion jangan gila , mami hanya mengerjai kita . Dia hanya bercanda " ucap Jennie sedikit takut dengan pernyataan dion .
" Aku tak perduli ...yang jelas aku menginginkan hak ku sebagai suami saat ini juga " ucap Dion yang telah menghempaskan tubuh mungil jennie ke atas tempat tidur empuk di dalam kamar hotek miliknya .
" Kakak jangan gila . kita menikah hanya karena kesepakatan , yang artinya kita tidak akan selamanya terikat dalam pernikahan ini . Kita akan berpisah " ucap Jennie sedikit berteriak guna menyadarkan pria gila di hadapannya itu , yang kini sudah mulai menanggalkan beberapa pakaian yang melekat pada tubuh kekarnya .
" Kalau begitu kita batalkan kesepakatan itu , dan jalani pernikahan ini selamanya " jawab Dion yang kini sudah full naked dengan menindih tubuh indah milik Jennie .
" Apa !!! " ucap Jennie sedikit terkejut dengan pernyataan suami gilanya itu .
Tanpa aba - aba dan persetujuan dari Jennie , pria itu langsung saja mencium serta ******* bibir manis milik gadis tersebut .
Hmmmppppp
Jennie sedikit berontak karena ciuman yang dilayangkan oleh dion terlalu rakus dan dalam untuknya sehingga membuat jennie hampir sesak nafas di buatnya .
Melihat istrinya akan kehabisan napas , dion pun mengangkat wajahnya sebentar memberi ruang bagi jenny dalam hal mengambil napas .
" Ayo kita lakukan "
BERSAMBUNG
__ADS_1