Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
pertarungan Nathan


__ADS_3

Di dalam mobil , jenny sudah kepalang panik karena gadis itu berpikir Dion akan melakukan hal yang macam - macam padanya .


Klik


" Kenapa kau memejamkan mata seperti itu " tanya Dion sambil tersenyum miring ke arah Jenny .


Jenny membuka matanya dan melihat ke arah sealtbelt yang kini sudah terlepas dari tubuhnya .


" Tidak...mataku tadi kemasukkan sesuatu jadi aku menutup mata " jawab Jenny sembari berulang kali mengedipkan kedua matanya untuk menghindari rasa malu yang dirinya kini tengah rasakan .


Sungguh dirinya sangat malu sekali , karena dirinya mengira bahwa Dion akan melakukan hal mesum kepadanya di dalam mobil mewah milik Dion itu padahal tidak . Pria itu mendekati Jenny hanya untuk membuka sabuk pengaman yang dipakai oleh gadis itu .


" Ayo turun , kau ingin tetap disini ? " ucap Dion yang kini sudah berdiri di luar mobil .


" Iya...tunggu ini aku juga mau turun " jawab Jenny dengan kesal .


Dengan terburu - buru jenny turun dari mobil mewah milik pria itu dan menyusul langkah Dion yang sudah terlebih dahulu masuk meninggalkannya ke dalam hotel mewah yang akan menjadi tempat resepsi pernikahan mereka nantinya .


" Dasar laki - laki tidak romantis , bagaimana bisa dia meninggalkan seorang gadis seperti itu . Pantas saja tidak ada yang mau dengan perjaka tua sepertinya " gerutu Jenny di belakang Dion .


" Apa kau bilang ? " tanya Dion menoleh kebelakang dengan tatapan yang menyelidik .


" Aku bilang hotel ini sangat mewah dan cantik , sangat cocok untuk dijadikan tempat resepsi nanti bagi kita berdua " jawab Jenny berbohong , tentu saja dia tak ingin menjawab jujur . Nanti bisa - bisa dia di omeli lagi oleh perjaka tua itu .


Mereka berdua pun berkeliling hotel untuk melihat serta mengecek segala sesuatu yang akan mereka gunakan dalam respsi pernikahan mereka nanti .


Namun sayang , di tengah perjalanan menyusuri hotel pandangan jenny teralihkan karena tanpa sengaja wanita itu melihat sosok pria yang sangat dikenalnya .


" Dito " gumam Jenny kecil sambil menyipitkan kedua matanya agar bisa memastikan orang yang dia lihat itu benar - benar adalah sang mantan kekasih yang telah mencampakkan dirinya atau bukan .


" Kau kenapa ? " tanya Dion dengan tatapan aneh melihat sang calon istri abal - abalnya itu .


" Ssssttt....diamlah " jawab Jenny dengan meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya dan menarik tangan pria itu agar mengikuti langkah gadis itu mengendap - endap lalu bersembunyi di balik tembok .


Dion yang masih belum connect , mau saja mengikuti kemauan sang calon istri abal - abalnya itu .


Dan mereka berdua pun kini terlihat seperti dua orang penguntit yang akan melakukan sebuah penculikkan di hotel tersebut .

__ADS_1


" Ada apa ? " tanya Dion penasaran .


" Sssttt ....diamlah " kesal Jenny karena laki - laki yang berdiri di sampingnya itu dianggap begitu sangatlah cerewet dan menganggu aktivitasnya dalam hal memata matai .


Dengan perlahan Jenny mencoba mengintip Dito dan mencuri dengar pembicaraan pria itu .


" Bukankah itu pria brengsek yang telah mengkhianatimu ? " ucap Dion di belakang Jenny , pria itu sungguh penasaran sehingga dia mengikuti gerakan jenny untuk mengintip di balik tembok dekat tempat Dito berada .


" Iya " jawab Jenny yang masih melihat Dito dengan seksama .


Permasalahan yang memancing Jenny untuk mengintip mantan kekasihnya itu adalah karena Dito datang kehotel itu tidak bersama Clarisa yang notabene adalah istri sah dari Dito , melainkan Jenny melihat bahwa mantan kekasihnya yang brengsek itu datang ke hotel milik Dion dengan wanita lain . Wanita yang terlihat lebih muda , lebih cantik dan tentunya lebih seksi dari wanita ular ketket yang bernama si Clarisa itu .


" Siapa wanita itu ? " celetuk Dion penasaran .


Jenny yang ditanya hanya mengendikkan kedua bahunya yang berarti jika gadis itu juga tidak tahu tentang siapa gadis yang di bawa oleh mantan kekasihnya itu .


" Sepertinya dia sedang akan check out ? " celetuk Dion sekali lagi . Sambil menatap kepergian Dito yang menjauh .


Begitu pula dengan Jenny yang juga ikutan masih memandang pria itu dengan lekat dari arah kejauhan juga .


" Apa dia itu selingkuhan dari mantan pacarmu ?" celetuk Dion lagi , sungguh tingkat ke kepoan pria itu melebihi emak - emak kompleks yang sedang mencari bahan gibahan di pagi hari .


" Mungkin saja , apa kita bisa menanyakan informasi tentang mereka di resepsionist ? " tanya Jenny juga ikut penasaran .


" Tidak bisa , itu bisa melanggar kode etik dari perhotelan ini yang menyebutkan tentang pelanggaran privasi dari tamu hotel " jelas Dion menjawab pertanyaan dari sang calon istri abal - abalnya itu .


" Ck..tp bukankah kau pemilik hotel ini , jadi apa salahnya jika melanggar peraturan itu sedikit ..hmm..hmm " rayu Jenny yang kini sedang menaik turunkan kedua alisnya sembari membuat mimik wajahnya menjadi seimut mungkin agar bisa membuat Dion berubah pikiran .


" Tidak ....walaupun aku pemilik hotel ini , peraturan tetaplah peraturan jadi tidak bisa dilanggar oleh siapapun termasuk oleh pemilik hotel sekalipun juga tak bisa melanggarnya " tegas Dion meyakinkan dan memantapkan diri agar tidak terhasut untuk melanggar aturan tersebut .


" Ck ...dasar pria tidak seru , hidupnya terlalu monoton dengan segala aturan . Pasti dulunya dia tidak pernah kabur dari sekolah sehingga bersikap seperti anak teladan sekarang " gumam Jenny yang melihat Dion yang kini sudah berjalan menjauh meninggalkan dirinya di tempat itu seorang diri .


...****************...


Di mansion keluarga wijaya


" Sayang .. aku tidak bisa membuatnya sendiri " rengek Nathan kepada sang istri .

__ADS_1


" Tidak mau....pokoknya aku ingin makan nasi goreng buatanmu " ucap Nana tak kalah merengek dari Nathan .


Sungguh Nathan di buat pusing sendiri oleh kelakuan istrinya yang sedang hamil .


Nana saat ini sudah memperbolehkan Nathan untuk tidur bersama dengan dirinya kembali . Itu merupakan suatu berita paling membahagiakan bagi seorang nathan yang notabene adalah seorang suami yang bucin akut kepada sang istri .


Namun ternyata di balik kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh pria itu terdapat juga penderitaan yang harus di rasakannya .


Itu disebabkan karena sang istri selalu saja meminta nathan untuk melakukan hal - hal di luar kemampuan seorang Nathan .


Dari memetik buah mangga sendiri yang notabene pohon mangganya sangat menjulang tinggi sehingga kaki pria itu sampai gemetaran memanjatnya .


Lalu nathan juga di suruh menangkap anak ayam peliharaan nino yang lepas dengan ke dua tangan kosong yang dia miliki . Entah dari mana bocah itu mendapatkan anak ayam yang berbentuk warna warni tersebut , nathan pun tidak tahu . Ini baru pertama kali bagi dirinya mendapati anak ayam sedang berkeliaran di dalam mansion mewahnya . Biasanya pria itu hanya akan mendapati ayam tergeletak di atas meja makannya dan itu pun ayam yang sudah dalam keadaan tak bernyawa tentunya karena telah dimasak oleh para pelayannya di mansion tersebut .


Dan lebih lagi parahnya saat ini , istri tercintanya itu malah meminta nathan untuk memasakkannya sebuah nasi goreng yang notabene nathan pasti tak bisa lakukan karena pria itu tak pernah memasak .


Jangan kan memasak , memegang alat - alat dapur pun Nathan tidak pernah melakukannya .


Pria itu terlahir dengan sendok emas di tangannya jadi jangan harap pria itu akan mau memegang benda kotor seperti itu .


Pria tampan itu hanya terbiasa memegang buku , laptop beserta benda - benda mahal lainnya yang bisa menunjang dirinya dalam mengembangkan berbagai skill dalam membangun bisnis keluarganya .


Dan skill memasak dari pria itu sangat pastilah Nol besar dan tak bisa di ragukan lagi dalam hal itu .


" Kenapa kau tidak bisa ? Bukankah kau terkenal dengan pria yang sangat pintar dan jenius ? Bahkan Nino saja bisa memasak nasi goreng kemarin untukku " Celetuk nana yang menjatuhkan harga diri seorang Nathan .


Sungguh dirinya tidak bisa berkata - kata lagi jika istrinya tersebut sudah membandingkan dirinya dengan bocah kecil yang selalu merebut perhatian dari Nana tersebut , yang tak lain dan tak bukan adalah Nino - anak kandung dari nathan sendiri .


Dan itu adalah hal paling menyebalkan yang Nathan dengar dari sang istri .


Dengan semangat juang yang membara dan tinggi , akhirnya Nathan pun memberanikan diri untuk memasuki area medan perang yang bernama dapur tersebut .


" Ayo sayang kau pasti bisa " teriak Nana yang sudah seperti supporter pendukung bagi tim Nathan .


" Pasti tidak akan berhasil " celetuk Nino yang kini ikut menatap Nathan dengan ayam warna warni di tangannya . Dan bocah itu pun terlihat seperti tim musuh yang ingin menjatuhkan mental lawan bagi penglihatan Nathan , sehingga membuat semangat pria itu yang sudah membara seketika berubah menjadi berkobar lebih panas lagi dalam melakukan perang di area perdapuran tersebut .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2