
Aaakhhh.....!!!
Nathan mend esah pelan ketika tangan Nana sudah bergerilya di senjata pamungkas milik Nathan .
" lebih cepat , lebih cepat lagi sayang " teriak Nathan yang sudah mulai terbang karena sensasi yang dirasakan oleh tangan ajaib Nana .
srekkkkk
Namun sayang , perjalanan terbang Nathan harus terhenti karena sang pengemudi tiba - tiba saja menghentikan kemudinya .
" Kenapa kau berhenti sayang " Nathan membuka mata yang sempat terpejam karena merasakan kenikmatan .
" Maaf kan aku sayang , tanganku tiba tiba saja kram "
Nana terlihat sedang memijat pergelangan tangan kanannya .
" Ternyata mempraktekannya lebih sulit daripada teorinya " ucap Nana yang terlihat sedikit cemberut karena kesal acara praktek yang diajarkan oleh mommy angel gagal .
" Huft.......Hahahahhahahahahh.......!!! "
" Kenapa kau tertawa ? "
" Tidak sayang...tidak " ucap Nathan sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa .
" Kau pasti menertawakanku bukan " ucap Nana kembali menambah kerucutan bibirnya menjadi 10 cm .
" Dasar laki laki menyebalkan " umpat Nana dan hendak berjalan pergi meninggalkan Nathan .
Greb
Nathan memeluk Nana dari belakang.
" Kau mau kemana sayang " ucap Nathan dengan suara baritonnya yang terdengar seksi ditelinga Nana .
" A...aku mau tidur " jawab Nana gugup .
" Kau mau tidur sedangkan kau sudah membangunkan sesuatu pada diriku "
" Kalau begitu kita tidurkan lagi saja "
__ADS_1
" Baiklah jika itu maumu " ucap Nathan menyeringai devil.
Sreettttt
" A....aaapa yang kau lakukan " Nana terkejut karena Nathan tiba tiba saja menggendongnya seperti bayi .
" Tentu saja menidurkan yang telah bangun sayang "
" Menidurkan yang telah bangun ? "
Nana terlihat berpikir sejenak dan langsung membelalakkan mata ketika otaknya sudah mulai paham maksud dari suaminya .
" Sepertinya aku lupa sesuatu "
" Lupa apa sayang , lupa mematikan kompor lagi " ucap Nathan dengan seringaian buasnya .
" Bukankah tadi kau yang memulai ..hmm " ucap Nathan kembali yang terlihat sudah memulai aksinya dengan meng ecup leher Nana .
" I..iya ....tapi ...."
" Bukankah tadi kau kesulitan untuk melakukan prakteknya "
Sretttttt
Nathan tiba tiba saja mengubah posisinya dengan memindah Nana ke atas tubuhnya .
" A...apa yang kau lakukan "
" Biarkan aku yang mengajarimu prakteknya agar kau bisa menjadi pemain yang profesional "
Nana hanya diam tak bergeming mendengar perkataan absurd dari Nathan . Dia benar benar sangat malu untuk menjawab pertanyaan itu .
" Ku anggap kau setuju " Ucap Nathan dan langsung memulai kelas praktek memasaknya .
****
Setelah beberapa jam kelas memasak dimulai .
" Bagus sayang ayo teruskan "
__ADS_1
Dengan sungguh sungguh Nana terlihat sedang mempraktek ajaran memasak yang diajarkan oleh Nathan kepadanya . Entah sudah berapa kali pele pasan yang mereka alami , namun belum juga menampakkan kepuasan di wajah mereka .
Nana benar - benar terlihat sangat menikmati praktek memasaknya kali ini .
" Benar begitu sayang , ayo lebih cepat lagi ...sepertinya komporku sudah mau meledup "
Ucap Nathan yang saat ini menikmati cara Nana menggoyang goyangkan penggorengannya diatas tubuhnya .
Karena goyangan Nana yang begitu keras membuat duah buah agar agarnya juga ikut menari diatas Nathan .
" Biar aku saja yang meneruskannya sayang " ucap Nathan yang kini membalikkan posisi Nana menjadi di bawah .
Dengan kekuatan yang berstamina Nathan memimpin acara memasaknya hingga membuat lelehan bubur keluar secara bersamaan di kedua panci mereka .
****
" Kau sangat pandai sekali sayang memasaknya " ucap Nathan dengan deru napas yang masih tak beraturan .
" Apakah aku lulus dalam ujian praktekmu " tanya Nana dengan senyum nakalnya .
" Kau lulus dengan predikat terbaik "
" Tapi kenapa kau bisa belajar secepat ini ? " tanya Nathan dengan menatap Nana dengan heran .
" Itu......
...Bersambung...
...Jangan lupa tinggalkan jejak buat Author yaa 😍...
...Like...
...Comment...
...Vote...
Dan jangan lupa juga dengan tombol ❤ favoritnya
...Agar membuat karya author lebih berkembang dan agar author lebih semangat lagi buat cerita halunya 🙊🙈🙈🙉😽...
__ADS_1