
Nathan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya .
" Apa ini ? " tanya Nana
" Bukalah " ucap Nathan .
Nana pun mengambil kotak tersebut lalu membukanya .
" Ini ? " ucap Nana .
" Itu untukmu , pakailah " ucap Nathan sambil tersenyum .
" Terima kasih " ucap Nana
" Maaf , karena aku telah melupakan hari ulang tahunmu " ucap Nathan tulus .
" Degh ! " Jantung Nana tiba tiba berdegup kencang .
Sebenarnya Nana juga mulai merasakan benih benih cinta yang tumbuh dalam hatinya , namun dia tepis karena dirinya tak mau sakit hati karena mencintai Nathan yang baginya sulit untuk ia gapai . Menurut Nana perbedaan mereka sangatlah jauh . Ada dinding pemisah yang begitu besar diantara mereka .
" Tidak . Aku tidak boleh jatuh cinta padanya " batin Nana .
" Tidak apa apa , aku sudah terbiasa merayakannya seorang diri " ucap Nana memaksakan senyumannya .
" Maaf , apakah kita sudah bisa pergi menjemput Nino ? " tanya Nana menghilangkan suasana yang dirasa sangat canggung .
__ADS_1
" Baiklah " jawab Nathan .
Didalam perjalanan hanya keheningan yang menyelimuti di diantara mereka .Setelah kejadian di Restoran , tak ada satupun dari mereka yang tampak ingin memulai pembicaraan .
" Kenapa kalian telat sekali menjemput ku ? " ucap Nino memasang wajah kesal .
" Maafkan papa ya . Tadi di kantor , papa bertemu dengan beruang besar sedang tertidur . Jadi papa tak berani untuk membangunkannya takut digigit " ucap Nathan dan melirik Nana sekilas .
" Benarkah di kantor papa ada seekor beruang yang sangat besar ? Kalau begitu besok Nino mau ke kantor papa untuk melihat beruang itu " ucap Nino antusias yang mendapati anggukan dari Nathan .
" Sial !! Dia menyindirku .Siapa suruh ngajak kekantor tapi gak di kasi kerjaan apa apa " batin Nana .
Sedangkan di bandara terbesar negara K .
" Akhirnya sampai juga " Ucap seorang wanita yang terlihat anggun sedang melepaskan kacamatanya yang tak lain adalah Anna .
" Andre ?? Bagaimana kau bisa tahu aku pulang hari ini " ucap Anna sembari tersenyum manis .
" Siapa yang akan tidak tahu kedatangan model terkenal sepertimu . Wajahmu terpajang di setiap sudut berita , sampai sampai aku lelah melihatnya " ucap Andre .
" Benarkah ? " ucap Anna tersenyum senang .
Anna merasa sangat senang karena kerja kerasnya selama ini telah membuahkan hasil . Bertahun tahun dia meniti karier , berjuang dari nol hingga bisa mencapai pada titik tertinggi seperti sekarang .
" Apa kau hanya sendirian menjemput ku ? " tanya Anna .
__ADS_1
Andre hanya bisa menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Anna , dia tak tahu harus menjelaskan darimana soal Nathan padanya . Andre takut membuat wanita itu kecewa jika tahu kenyataan tentang Nathan saat ini . Biarlah Nathan yang akan menjelaskannya sendiri nanti pikir Andre .
" 'Ayo , akan ku bawa kau ke suatu tempat yang hits di kota ini " ucap Andre mengalihkan pembicaraan .
" Benarkah itu " jawab Anna antusias .
" Kau sedang meremehkan seleraku " ucap Andre sambil menyilangkan kedua tangannya .
Anna hanya tersenyum melihat tingkah Andre .
Di mansion .
Nana terlihat sedang santai menonton tv .
" Apa dia tidak bosan melihat benda kotak itu sedari tadi " batin Nathan kesal karena merasa terabaikan oleh Nana .
" 'Hey kau , sana matikan lampu cepat !! aku mau tidur " ketus Nathan .
" Tidur ? apa pria itu sudah gila mau tidur jam segini " batin Nana melihat jam dinding yang menunjukkan masih pukul delapan malam .
" Baik sayang " ucap Nana berjalan gontai hendak mematikan lampu .
" Kau mau kemana ? " tanya Nathan yang melihat Nana hendak keluar dari kamar .
" Aku mau nonton ke ruang tamu sayang , agar tak mengganggu tidurmu " ucap Nana mengeluarkan senyum termanisnya .
__ADS_1
" Kemarilah , atau kau akan ku hukum " ucap Nathan merebahkan tubuhnya .
" Dasar pria iblis , tak bisakah kau tak menyiksaku hanya semenit saja " batin Nana kesal .