
Dion saat ini terlihat baru saja tiba disekolahnya . Sekolah elit yang tak sembarang orang bisa memasukinya . Sekolah yang hanya berisikan golongan konglomerat . Walaupun jika ada beberapa yang bukan dari golongan elit , itu hanyalah murid penerima beasiswa yang pasti kecerdasannya harus di atas rata rata bahkan bisa di bilang jenius . Sekolah ini memang bukan sekolah sembarangan . Jika kalian bukan siswa dari golongan elit dan jenius , jangan berharap bisa menginjakkan kaki di sekolah itu . Bahkan para karyawan yang ingin bekerja disana harus memiliki standar yang bukan main . Benar benar bisa bikin kepala botak hanya untuk mendaftar saja .
Seperti biasa Dion menjadi pusat perhatian kembali dengan kedatangannya . Bagaikan ada sebuah magnet yang menempel di tubuh Dion , sehingga semua mata akan tertuju padanya .
" Hey dasar gila kembalikan tasku " Dion mendengar teriakan yang terasa sangat familiar di gendang telinganya .
" His kau ini ...aku hanya pinjam sebentar " ujar seorang lelaki tengah berlari membawa tas yang Dion tahu bernama Andre .
Deg..!!!
" Nana " gumam Dion sambil melihat ke asal suara . Matanya terbelalak tak percaya bahwa ia akan bertemu dengan gadisnya lagi . Dengan gadis yang mampu membuat hatinya menghangat .
" Aaa...aww..aww....sakit " lenguh Andre karena saat ini telinganya sedang di jewer oleh Nana dan kejadian itu membuyarkan lamunan Dion .
" Rasakan kau , dasar tukang contek . Aku heran kenapa kau bisa masuk sekolah ini " ucap Nana setelah merebut kembali tasnya .
" Tentu saja karena aku kaya " sahut Andre membanggakan diri sambil berkacak pinggang .
" Apa gunanya kaya jika kau bodoh , bahkan lebih bodoh dari keledai " ejek Nana sambil berlalu menjauh .
" Dasar gadis pelit " umpat Andre sambil berteriak .
" Kau mengenalnya " tanya Dion serius .
__ADS_1
" Tentu saja bro ....! Jangan bilang kau tak kenal Nana ? " jawab Andre sambil merangkul Dion sok kenal sok akrab sekali padahal mereka tak begitu dekat .
Dion hanya menggeleng.
" Nana itu penerima beasiswa paling jenius disini , walaupun keluarganya gak miskin dan kaya kaya amat sih . Ya bisa dibilang standar lah . Selain terkenal karena pintar ia juga dikenal karena galak . Jadi kau tak usah dekat dengannya , bisa bisa kau dimakan olehnya .Banyak yang udah nembak dia , tapi berakhir kecewa " Jelas Andre panjang kali lebar ke arah Dion , dan yang diajak bicara hanya diam tak bergeming . Entah ucapan Andre masuk atau tidak ketelinganya , Andre pun tak tahu . Yang penting dia sudah menjelaskan . Masuk masuk keluar keluar lah , bodo amat itu pikiran Andre .
Semenjak saat itu Dion selalu memperhatikan Nana dari jauh . Entah sejak kapan , Dion mulai mengikuti Nana dan selalu memotret segala aktivitas gadis itu dan menyimpannya hingga menjadi penuh satu ruangan . Hingga ketika kelulusan tiba , ia tak bertemu lagi dengan Nana .
Mereka memang tidak seangkatan . Dion dan Nana berbeda 1 tahun , jadi ketika Dion sudah kelas 3 Nana baru kelas 2 .
Beberapa desas desus mengatakan bahwa Nana pindah keluar kota . Kabar beredar semenjak keluarganya mengalami kecelakaan yang menyebabkan ayahnya meninggal dunia . Dan saat itu Nana pun tak pernah terlihat lagi .
Semenjak kehilangan Nana Dion kembali menjadi seorang yang pemurung . Hari hari yang semula cerah , kini berubah menjadi mendung kembali .
Dan saat ini Dion menyesal karena tak pernah mencoba mendekati gadis itu . Penyesalan memang selalu datang terakhir . Andai saja ia bisa mengulang waktu seperti cerita di dalam novel , mungkin saat itu ia akan mencoba mendekati Nana dan langsung memintanya menjadi kekasihnya bila perlu langsung menikahinya saja walau ia harus beurusan dengan hukum karena menikahi gadis di bawah umur .
Hari ini Dion pulang dari luar negeri karena ia mendengar kabar bahwa ayahnya akan melangsungkan pernikahan kembali dengan seorang wanita yang dulu pernah menjadi kekasih ayahnya yang sempat ia tinggalkan karena perjodohan yang dilakukan oleh keluarga besar ayahnya.
Dion memang tahu akan semua cerita tentang keluarganya . Dia tahu itu semua karena ketidaksengajaan Dion menemukan sebuah foto yang terselip dibalik buku tebal . Disana ia melihat selembar foto yang menampilkan wajah ayahnya dengan seorang wanita yang jelas bukan wajah ibunya . Dan ternyata itu adalah sebuah buku diary . Buku diary yang ditulis oleh ayahnya sendiri. Dan Dion pun membaca buku diary itu dari awal sampai akhir.
Hari ini Dion akan dipertemukan langsung dengan calon ibu sambungnya . Anna adiknya sudah terlebih dahulu bertemu dengannya karena memang dia sekolah tidak di luar negeri . Ia memilih universitas yang dekat dengan rumahnya dengan alasan karena tak mau jauh dari ayahnya padahal alasan yang sebenarnya dan paling kuat adalah karena ia mengikuti jejak Nathan . Lelaki yang telah membuat adiknya terobsesi bahkan seperti fans fanatiknya . Dion memang tak habis pikir dengan jalan pikiran adiknya itu . Padahal Nathan sudah dengan terang terangan menjauhinya , akan tapi adiknya itu tetap saja menempelinya seperti perangko . Dion dan Nathan memang saling kenal . Kenal bukan berarti berteman melainkan mereka berdua adalah rival .
Dia selalu bersaing dengan Nathan bahkan itu sudah terjadi sejak bayi . Ibu Nathan dan ibu Dion dulunya adalah teman baik , mereka selalu mengunjungi satu sama lain .Bahkan mereka janjian untuk menikah , mengandung serta melahirkan bersama karena mereka berharap anak anaknya bisa menjadi teman seperti mereka berdua lakukan . Benar benar persahabatan yang gila pikir Dion .
__ADS_1
Namun harapan hanya tinggal harapan . Yang terjadi malah sebaliknya . Entah karena apa , setiap Dion dan Nathan dipertemukan pasti berakhir dengan pertengkaran dan perkelahian dua anak tersebut . Benar benar membuat kepala orang tua mereka pusing . Dan itu terjadi sampai mereka dewasa .
Dengan santai Dion memasuki mansionnya . Disana ia disambut oleh Hendra , anna dan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik diusianya . Dion yakini wanita itulah yang akan dinikahi ayahnya . Ya karena Dion dulu pernah melihatnya walau hanya melalui sebuah foto .
" Kakak sudah datang " sambut Annabelle sambil bergelayut manja di lengan Dion .
" Kau tersenyum seperti ini pasti ada maunya ? " ucap Dion sambil mecoel hidung kecil adiknya .
" Isss....kakak selalu saja curiga padaku " rengek Anna manja dan Dion pun hanya terkekeh kecil mendengarnya .
Mereka semua pun duduk saling memperkenalkan diri dan melakukan pendekatan terhadap calon ibu sambung mereka . Dan disitulah Dion baru tahu bahwa calon istri ayahnya dulu pernah menikah dan telah memiliki seorang anak perempuan yang berarti akan menjadi adik bagi Dion .
" klak...klak...klak " terdengar suara sepasang sepatu sedikit berlari datang menghampiri tempat kami berkumpul .
" Maaf tuan ..didepan Nona Nana sudah datang " ucap pelayan.
" Degg.." jantung Dion tiba tiba berdegub sangat kencang ketika mendengar sebuah nama yang sudah lama tak pernah ia dengar lagi . Apakah itu Nananya , Ia berharap bahwa itu bukanlah Nana yang ia kenal .
" Tap...tap...tap " suara langkah kaki terdengar kembali mendekat dan membuat jantung Dion makin terpacu di tempat .
" Maafkan aku ibu ... Aku datang terlambat "
" Deggggg .........!!!!! "
__ADS_1
**Bersambung**