
Erik terlihat berlari memasuki sebuah bangunan megah , yang dimana bangunan itu merupakan mansion utama dari kediaman keluarga Alvaro .
Beberapa menit yang lalu setelah Erik pulang dari cafe , dirinya tanpa sengaja mendapatkan sebuah pesan darurat dari kediamannya yang menyatakan bahwa ibunda tercintanya mengalami insiden jatuh dari atas tangga di dalam mansion keluarga Alvaro sehingga tanpa pikir panjang lagi membuat dirinya yang notabene adalah seorang anak mama jadi langsung melesat pergi ketempat tersebut .
Namun sayang seribu sayang , sampai di dalam sana ia begitu terkejut melihat penampakan bahwa ibunya terlihat sedang duduk santai meminum teh dengan ditemani oleh asisten pribadinya . Tanpa adanya luka lecet sedikitpun terlihat di tubuhnya . Apa ibunya itu kali ini telah membohonginya ? Pikir erik yang berjalan mendekat ke arah dimana ibunya berada .
" Mama " suara erik terdengar sedikit serak karena lelah berlari untuk mencapai mansion .
" Erik sayang ,,,,kau sudah pulang nak " ucap tasya yang merupakan ibu kandung erik . Perempuan itu terlihat memeluk tubuh putranya dengan sangat erat karena begitu merindukan erik yang memang sangat jarang pulang ke mansion kediaman mereka .
" Mama baik - baik saja ? " erik menelisik seluruh tubuh tasya dari atas sampai ke bawah .
" Tentu saja mama baik - baik saja , memang ada apa nak ? " tanya tasya bingung melihat sikap putranya .
" Oh ya..tumben kau pulang ...ada apa memangnya ? " tanya tasya menuntun erik untuk duduk di sofa yang tadi sempat ia duduki untuk meminum teh .
" Tidak apa - apa ma , aku hanya kangen mama saja " balas erik memeluk tubuh tasya dengan manja . Sungguh erik jika sudah bertemu dengan ibu kandungnya pasti akan berubah menjadi anak yang manja berbeda jauh dengan image erik yang dewasa dan mandiri yang di ketahui orang - orang diluaran sana .
" Anak ini " balas tasya dengan tersenyum dan mengelus lembut kepala putra semata wayangnya . Sungguh terlihat sekali jika tasya ini merupakan seorang ibu yeng lemah lembut serta penyayang kepada anak mereka .
" Apanya yang kangen , kalau bukan aku yang berbohong mengatakan jika dirimu jatuh dari tangga mana mungkin anak brengsek ini akan pulang " ucap seorang lelaki gagah dan tampan dari atas tangga yang dimana wajahnya mirip sekali dengan wajah yang erik miliki .
" Apa maksudmu sayang " Tanya tasya dengan raut wajah yang bingung .
" Jadi itu ulah papa " teriak erik tak terima .
Erik terlihat mengeluarkan benda pipih di saku jasnya dan menyerahkannya kepada sang ibu .
Tasya yang bingung langsung saja menerima benda tersebut dari sang putra dan ketika membacanya mata tasya sontak melebar dan menatap tajam ke arah Gio yang berstatus sebagai suami sah tasya .
" Kau menyumpahiku jatuh dari tangga ya atau kau sudah tak mencintaiku dan ingin menikah lagi ? " ucap tasya tak terima kebohongan yang telah dilakukan oleh sang suami pada putranya .
" Sayang kau jangan salah paham , aku melakukan ini semua atas perintah ayah " ucap Gio yang langsung memeluk dan mencium pipi tasya dengan tak tahu malunya walau erik ada di depan mereka .
" Dasar orang tua bucin " ucap Erik dengan ketus sambil menatap tajam ke arah sang ayah .
__ADS_1
" Apa kau bilang ? Makanya cepat kau sana menikah , jangan suka peluk istri orang seenaknya " ketus Gio tak mau kalah dengan putranya .
" Istrimu itu adalah ibu kandung yang melahirkanku , jelas saja aku bermanja - manja juga dengannya . Sedangkan dirimu sudah tua bangka masih saja bermanja - manja seperti anak kecil " balas Erik dengan senyuman mengejek .
" Apa kau bilang ? Tua bangka ? Apa matamu katarak dengan menyebutku tua bangka . Bahkan umur kita hanya berbeda beberapa tahun saja saat ini " ucap Gio yang memang masih berumur sangatlah muda dari orang tua pada umumnya . Karena tasya dan gio dulu menikah di umur yang masih terbilang remaja dan masih sama - sama sekolah dan belum lulus yang terjadi dikarenakan saat itu kebetulan tasya sudah terlanjur mengandung Erik alias kebobolan karena ulah nakal yang dilakukan oleh mereka berdua .
" Ck ...punya wajah tampan saja bangga " Erik berdecak kesal ke arah sang ayah .
" Iri bilang boss " jawab Gio yang masih setia bermanja diri memeluk istrinya mesra .
Jujur , inilah yang membuat erik menjadi tidak betah tinggal bersama dengan kedua orang tuanya itu . Ayahnya selalu saja merebut perhatian sang ibu dari dirinya , sehingga membuat erik menjadi sedikit iri sekaligus juga kesal dengan perbuatan sang ayah .
" Oh ya maksud papa apa dengan perintah kakek " tanya Erik penasaran karena tumben sekali sang kakek sampai ikut turun tangan memerintahkan putranya yang agak error itu untuk menyeret dirinya pulang ke mansion apalagi dengan cara berbohong seperti itu .
" Nanti juga kau akan tahu sendiri " jawab Gio cuek bebek , pria itu lebih memilih memainkan game di layar handphonenya daripada bercengkerama dengan sang anak , sungguh definisi dari orang tua yang kepalanya perlu di hajar pakai sandal swallow sebanyak 100 kali agar insting ke bapakkannya bisa keluar untuk memberi perhatian kepada sang anak .
" Sudahlah kalian jangan bertengkar terus , pusing mama dengarnya . Bagaimana jika kita makan kue bersama , kebetulan mama ada buat kue tadi pagi " ucap tasya yang langsung meminta tolong kepada asistennya untuk membawa kue ke hadapan mereka .
******************
Setelah beberapa lama berdebat dengan sang ayah . Terlihatlah seorang pria paruh baya yang wajahnya juga hampir mirip dengan dua orang pria itu . Dialah tuan Hernandez alvaro yang merupakan ayah dari Giovani alvaro beserta kakek dari Erik Fernand Alvaro .
" Kau sudah datang cucuku " ucap Hernandez yang memeluk hangat sang cucu .
" Ya kakek "
" Oh ya ...Cara licik apalagi kali ini yang dilakukan pria nakal itu sehingga membuat cucuku ini bisa datang ke mansion ini ? " ucap Hernandez menatap Gio dengan ekor matanya . Pria itu hanya terlihat tertawa mendengarkan penuturan sang ayah pada dirinya .
" Kakek lihat saja sendiri " ucap Erik dengan menyerahkan benda pipih mewah miliknya .
Hernandez hanya tertawa lebar setelah membaca isi dari benda pipih tersebut . Sungguh kenakalan anaknya yang bernama Gio itu memang sudah mendarah daging sedari dulu sehingga membuat pria tua seperti Hernandez kelimpungan dalam menghadapinya . Namun kini dirinya cukup bersyukur karena sang cucu yang bernama Erik tidak mengikuti jejak kenakalan sang anak . Dia terlihat ramah dan penurut kecuali dalam hal pernikahan tentunya . Cucunya itu sangat sulit untuk diminta menikah , padahal umurnya sudah terbilang cukup matang dalam membina suatu hubungan rumah tangga .
" Kakek mengundangmu hari ini ke mansion ini karena ada suatu hal yang penting yang ingin kakek sampaikan kepadamu " ucap Hernandez serius menatap Erik .
" Sebelum itu kakek mau tanya , apa kau sudah memiliki kekasih atau calon istri ? " sambung Hernandez kembali .
__ADS_1
" Belum kakek " jawab Erik tak kalah serius dari sang kakek . Pria itu memang selalu suka berkata jujur kepada sang kakek ataupun kepada kedua orang tuanya , dirinya tidak suka sekalipun untuk berbohong karena erik pikir suatu kebohongan hanya akan memperunyam sebuah masalah bukan malah menyelesaikan masalah , lagipula kebohongan itu juga tidak akan pernah bertahan lama karena suatu saat sebuah kebohongan yang diperbuat pasti akan segera terungkap seiring berjalannya waktu .
" Baguslah kalau begitu "
" Maksud kakek ?" tanya Erik yang terlihat mengerutkan keningnya .
" Kakek ingin memperkenalkan dirimu dengan seorang wanita "
"'Aku tidak ingin di jodohkan " jawab erik menolak tegas keinginan sang kakek .
" Erik dengarkan perkataan kakekmu dulu " ucap tasya mencoba menenangkan sang putra dan erik yang merupakan notabene anak mama tentu saja mengikuti saran dari sang ibu .
Tasya tampak menganggukkan kepalanya seolah memberi kode pada sang mertua agar bisa melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi .
" Kakek bukan menjodohkan , kakek hanya ingin memperkenalkanmu kepada seorang wanita . Wanita itu merupakan cucu dari teman kakek , dulu teman kakek itu pernah menyelamatkan nyawa kakek dari suatu kecelakaan . Jadi untuk membalas budi , kakek berpikir untuk mengenalkanmu pada cucunya , itu pun kalau kalian cocok , kalau tidak kami berdua juga tidak apa - apa . Kami tidak memaksa ." ucap sang kakek sambil menerawang ke masa lalu .
Erik tampak masih memikirkan ucapan kakeknya sejenak , dan akhirnya pria itu pun menyetujui penawaran tersebut . Toh tidak ada yang akan dirugikan dalam penawaran yang diajukan oleh kakeknya tersebut . Imang - imang untuk membahagiakan sang kakek pikir Erik .
" Baiklah kalau begitu , Erik terima . Tapi keputusan akhir ada di tangan kami berdua kan ' kek' ?" ucap erik memastikan , yang diangguki oleh Hernandez .
" Lalu kapan aku bisa bertemu dengannya ? " tanya Erik .
" Saat ini juga , gadis itu masih dalam perjalanan menuju kemari " ucap Hernandez yang diangguki oleh Erik .
Belum ada beberapa menit menunggu , seorang pelayan memberitahukan kepada mereka bahwa tamu yang diundang oleh Hernandez sudah tiba memasuki mansion .
tap...tap...tap..
Seorang wanita yang sangat cantik dan manis terlihat memasuki kediaman keluarga Alvaro yang seketika membuat jantung Erik serasa berhenti berdetak detik itu juga .
" Deg !! "
" Dia...." batin erik dikala melihat wajah gadis yang akan diperkenalkan sang kakek pada dirinya .
" Maaf telah membuat anda menunggu lama tuan hernandez " ucap gadis itu sambil menunduk hormat .
__ADS_1
" Mati aku " ucap Erik dalam hati .
BERSAMBUNG