
Keadaan di rumah sakit semakin genting .
Nana yang masih kesakitan karena memang masih pembukaan terus saja melampiaskan rasa sakitnya ke arah dua pemuda tampan yang kini sedang menemaninya .
" Akh....sakit !! " teriaknya .
" Sayang , sabar yaa...tolong lepaskan dulu rambut kami ." ucap Nathan memcoba membujuk sang istri .
" Ah..maafkan aku " Nana melepaskan cengkeramannya pada rambut Nathan dan Dion .
Namun baru beberapa detik merasa lega , kini tangan mereka lah yang menjadi pelampiasan dari kesakitan Nana .
Calon ibu muda itu tanpa sengaja meremas tangan Dion dan juga nathan secara bersamaan hingga sampai kulit kedua pria itu menjadi memerah di buatnya karena saking kerasnya Nana meremasnya .
" Akkkhhhh " teriak ketiga orang tersebut secara bersamaan . Yang satu sakit karena kontraksi di perutnya , yang dua malah kesakitan karena cengkeraman tangan Nana yang dimana kuku gadis tersebut sampai menusuk kulit kedua pria tersebut .
Berselang tak berapa lama dokter pun terlihat memasuki ruangan dimana tempat nana berada , guna mengecek kondisi ibu muda tersebut .
Dokter yang melihat kejadian lucu di depannya hanya bisa geleng - geleng kepala melihatnya .
" Ibu bisa melepaskan kedua tangan pria ini sekarang , dan berganti menarik napas pelan - pelan jika terasa sakit kembali " ucap sang dokter memberi saran karena merasa kasihan melihat dua pria yang kini tengah terlihat berantakan dan juga kesakitan karena cengkeraman yang dilakukan oleh Nana .
Nana yang mendengar itu langsung saja melepaskan cengkeraman tangannya pada kedua laki -laki tersebut , sehingga membuat Nathan dan Dion bisa bernapas lega kembali .
Dengan repleks kedua pemuda tersebut sedikit menjaga jarak dari nana karena tak ingin menjadi pelampiasan kesakitan dari gadis muda tersebut .
" Maaf pak , saya butuh tanda tangan suaminya untuk melakukan proses persalinan segera " ucap dokter kepada Dion , pria itu mengira jika dion adalah suami nana karena waktu pertama kali memasuki ruang rawat , karena dalam ke adaan panik Dion tanpa sengaja memberikan penjelasan yang salah bahwa dirinya merupakan suami dari nana .
Nathan yang mendengar ucapan sang dokter tentu saja tak terima jika istrinya di akui oleh pria lain .
" Saya yang suami sahnya bukan dia " kesal Nathan menatap tajam pada sang dokter .
" Jadi kalian berdua ini suaminya ? " Dokter itu tampak terkejut sendiri , dia mengira jika nana tengah memiliki dua orang suami .
__ADS_1
" Bukan dokter .. Saya ini kakak dari pasien ini , dan pria brengsek itu adalah suaminya " jelas Dion meluruskan kesalahpahaman yang terjadi pada sang dokter .
" Oh begitu ...saya pikir ibu ini punya dua suami " Dokter itu terlihat terkekeh kecil sendiri karena telah salah paham .
" Brengsek...brengsek...kau yang pria brengsek mengaku ngaku sebagai suami orang "kesal nathan yang masih dongkol dengan kejadian salah paham tadi .
" Bagaimana tidak brengsek , kau membuat nana kesakitan seperti ini " Dion juga tak mau kalah berdebat dari nathan .
" Kami melakukannya atas dasar suka sama suka , kau iri...bilang bos "
" Cih.... aku tak sudi iri denganmu "
Bukannya bahu membahu membantu nana untuk menenangkan diri , kedua pemuda itu malah asik berdebat sehingga membuat suasana yang awalnya damai dirumah sakit berubah menjadi kacau seketika .
Alis Nana terlihat berkedut seketika karena begitu geram mendengar keributan yang dilakukan oleh dua pria tampan di depannya .
" Berhenti "teriak nana seketika sehingga membuat kedua pemuda itu diam seketika di tempat .
" Tapi sayang " nathan memcoba tetap ingin berada disisi sang istri .
" Pergi !! " kesal nana menatap tajam ke arah Nathan berada , dirinya begitu kesal setengah mati saat ini .
Dan kedua pemuda itupun berjalan gontai keluar dari dalam ruangan itu .
****
" Loh..kenapa muka kalian ditekuk dan masam seperti itu ? " tanya angel kepada putra serta menantunya tersebut .
" Nana tidak mau aku temani " adu nathan sudah seperti anak kecil .
" Ini salahmu sendiri kenapa kau mengajak ku ribut di dalam sana " ketus Dion menatap tajam ke arah nathan berada .
" Jadi kalian berdua bertengkar lagi di dalam sana " ucap Angel tak percaya dengan kelakuan dua pemuda tampan tersebut yang dari masih bayi memang sudah suka bertengkar satu sama lain .
__ADS_1
Angel tak menyangka bahwa kedua pria itu juga akan tetap bertengkar sampai mereka tua seperti ini .
" Akkhhh...sakit " teriak Nathan dan Dion secara bersamaan , karena telinga mereka saat ini sedang di jewer oleh mommy angel .
" Rasakan , kalian sudah pada tua masih saja ribut seperti anak kecil . Tidak kenal waktu dan tempat pula " omel angel kepada dua pria muda tersebut yang masih tetap setia dengan capitan tangannya yang masih berada di telinga nathan dan Dion sehingga membuat telinga dua pemuda tersebut menjadi berwarna merah seketika karena saking kerasnya angel dalam menjewer telinga mereka .
Para pengunjung yang berlalu lalang dirumah sakit tersebut tampak terkekekh geli karena melihat pemandangan yang mereka anggap lucu tersebut , namun sebagian lagi ada juga yang meringis kesakitan sendiri karena ikut merasakan jeweran telinga mereka sendiri padahal bukan telinga mereka yang di jewer saat ini .
" Ma ,sudah ma...malu diliatin sama orang - orang " ucap nathan membujuk ibu kandungnya tersebut agar mau melepaskan telinga mereka berdua .
" Apa ...sekarang baru kau berkata malu , lalu dari tadi kalian berdua kemana . Dengan santainya berkelahi di dalam rumah sakit seperti anak kecil dan didepan istrimu yang sedang kesakitan pula karena melahirkan " geram angel yang semakin menjewer kuat telinga kedua pemuda tersebut sehingga mereka berdua makin mengerang kesakitan .
" aaaaakkkhh...ampun ma lepaskan " teriak Nathan dan Dion hampir bersamaan .
" Siapa disini yang menjadi mertua perempuan dari si pasien " ucap seorang suster yang tiba - tiba keluar dari ruangan nana di rawat .
" Saya Dok " jawab Angel seketika , sehingga membuat tangan yang semula tengah menjewer itu , saat ini menjadi terlepas .
Nathan dan Dion yang sudah merasakan jika telinga mereka kini sudah bebas , terlihat mengusap - usapkan telinga mereka masing masing guna menghilangkan rasa sakit serta nyeri yang terjadi pada telinga mereka akibat hukuman dari mommy angel yang sedang terlihat murka dengan tingkah nakal kedua pemuda tersebut
" Ibu silahkan masuk keruangan , menantu ibu ingin ibu yang menemaninya dalam proses bersalin " ucap sang suster menjelaskan maksud memanggil momy angel kedalam ruangan .
" Baik sus " jawab momny angel yang kemudian berjalan mengikuti langkah suster yang kini ada didepannya .
Mommy angel terlihat menghentikan langkahnya sejenak , dan kembali menatap ke arah kedua pemuda nakal itu berada .
" Ingat hukuman kalian belum usai , sekali lagi mommy mendengar dan melihat kalian berdua membuat keributan , maka mama tak segan - segan akan menambah hukuman kalian berdua " ucap mommy angel menatap tajam ke arah mereka berdua dengan nada yang mengancam dan berlalu pergi untuk memasuki ruangan nana berada .
" Baik mom " ucap Dion dan Nathan secara bersamaan .
Jennie dan ferdinand yang melihat kejadian itupun hanya bisa menggelengkan kepala mereka masing - masing yang begitu heran dengan kelakuan dua pemuda dewasa itu yang masih seperti anak bocah SD .
BERSAMBUNG
__ADS_1