Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Nasib Erik


__ADS_3

Imperial company


Erik terlihat akan memasuki ruang kerja milik nathan selaku Direktur utama dari Imperial Company .


" Selamat pagi tuan Erik " sapa para pegawai yang sudah mengenal Erik bekerja sebagai sekretaris serta tangan kanan direktur di tempat mereka berada .


" Selamat pagi mona , lisa " balas Erik dengan senyum menawan andalannya , sehingga membuat para gadis yang tadi sempat menyapa pria itu menjadi berteriak histeris dibuatnya . Bagaimana pun juga Erik merupakan kandidat terkuat di perusahaan tersebut yang menyandang predikat sebagai pacar bahkan bila perlu menjadi calon suami bagi wanita di perusahaan itu dan tentunya setelah Nathan .


Dulu nathanlah yang mendapat gelar tersebut dari para pegawainya , namun karena pria itu sudah menikah jadi membuat seluruh karyawan wanita menjadi patah hati berjamaah . Bahkan ini merupakan patah hati berjamaah part dua bagi mereka , karena nathan yang notabene telah menikah dua kali tentunya .


Dan saat ini karena status Erik yang masih jomblo akut dan belum pernah menikah sama sekali sehingga membuat para wanita yang masih singgel bahkan yang sudah memiliki pasangan pun berusaha menggoda dirinya di perusahaan itu untuk menjadikan pria itu sebagai pasangan hidup tentunya bila perlu simpanan sekalipun tidak apa - apa bagi sebagian wanita itu .


Siapa yang tidak mengenal seorang Erik Alvaro . Walaupun pria itu saat ini menyandang status sebagai seorang sekretaris di Imperial group , namun nyatanya pria itu merupakan seorang pewaris tunggal dari konglomerat tersohor yang bernama Gilbert Alvaro .


Kekayaan yang dimiliki oleh keluarga itu sebanding dengan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga direktur mereka saat ini yakni Nathan wijaya , bahkan ketampanannya pun berbanding hanya sebelas dua belas dengan bos mereka , hanya saja yang menjadikan mereka berdua terlihat berbeda adalah dari segi karakter pembawaan mereka . Dimana nathan lebih ke cenderung tipe pria cold dan cuek , sedangkan Erik tipe pria yang ramah dan suka slengekan . Sehingga membuat para wanita lebih mudah mendekati Erik dari pada Nathan .


Namun tentunya mendekati Erik untuk memiliki hubungan yang serius dengan pria itu juga bukanlah suatu hal yang mudah . Karena sifat erik yang selalu ramah kepada setiap wanita sehingga menjadikan para wanita tersebut menjadi salah paham akan dirinya . Sudah banyak wanita yang menyatakan cinta kepada Erik karena mengira pria itu juga mencintai mereka , namun nyatanya semua itu salah . Erik ternyata tidak sedikitpun menaruh hati pada mereka sehingga membuat para gadis yang telah menaruh harapan pada Erik berakhir dengan patah hati .


Entah gadis yang seperti apa yang diinginkan oleh pria itu , dirinya pun juga tidak tahu akan jawabannya . Semenjak Erik putus dari mantan kekasihnya terdahulu . Pria itu sudah tak pernah lagi melirik bahkan menyentuh wanita lain , bahkan dulu sempat tersebar rumor bahwa pria itu penyandang penyuka sesama jenis yang kata trendnya adalah seorang gay .

__ADS_1


Namun kabar itu tentu saja terbantahkan , banyak wanita yang tidak percaya dengan isu yang mengatakan bahwa pria tampan itu adalah seorang gay , dan walaupun jika berita itu benar tidak meruntuhkan semangat para wanita untuk berhenti mengejar dirinya karena tentunya pria itu merupakan salah satu keturunan dari keluarga Alvaro . Keluarga yang bisa merubah dan mengangkat derajat hidup mereka dari yang mulanya hanya seorang rakyat jelata hingga bisa menjadi seorang putri bangsawan yang tentunya akan membuat hidup para wanita itu dalam gelimangan harta .


" Apa yang terjadi dengan wajahmu itu ? " ucap Erik heran setelah masuk keruang kerja milik atasannya . Dia cukup terkejut melihat wajah Nathan yang nampak cukup sangat berantakan dari biasanya .


" Huuuuuuuh " Nathan hanya menghela nafas tanpa mau menjawab pertanyaan dari Erik . Pria itu masih tetap fokus berkutat dengan layar komputer mahal milik perusahaanya .


" Apa ini berhubungan dengan istrimu ? " tanya Erik hati - hati yang kini sudah duduk di depan Nathan , Sehingga membuat pria itu menghentikan jemarinya dalam menggunakan komputer seketika dan meremas rambutnya seperti orang frustasi .


" Hey...whats wrong boy...commont " tanya erik penasaran .


" Nana Er ... Dia tak mau lagi tidur sekamar denganku " ucap Nathan dengan wajah yang sangat murung serta berantakan . Lihatlah lingkaran hitam di bawah mata tajamnya , itu terjadi karena nathan tidak pernah tidur nyenyak dalam mengarungi setiap malamnya . Pria itu sungguh tidak bisa tidur apabila tidak memeluk sang istri , ingin sekali ia marah , namun ia bingung harus marah dengan siapa ? , karena penyebab istrinya bertingkah seperti itu karena wanita itu sedang mengandung benih yang telah ia tanam pada rahim Nana . Sungguh Nathan merasa menyesal karena telah membuat istrinya itu menjadi hamil .


" Benar juga yang kau bilang " perkataan erik seakan membuat pencerahan bagi nathan sehingga membuat Erik menjadi tersenyum senang melihat perubahan sikap temannya itu , yang awalnya suram bagai awan mendung kini telah berubah menjadi cerah kembali .


" Tapi ngomong - ngomong ada apa kau kemari ? " tanya nathan yang sudah mulai fokus bekerja .


" Oh ya ..aku sampai lupa . Saat ini kita harus menghadiri rapat dengan klien dari negara xx " balas Erik sambil menyerahkan map coklat di tangannya .


Namun ketika Nathan akan membuka map tersebut , benda pipih milik Nathan tiba - tiba saja bergetar dan menampilkan nama ' my wife ' di layar atas benda pipih tersebut . Sehingga membuat Nathan buru - buru mengangkat panggilan tersebut .

__ADS_1


" Halo sayang " ucap nathan semanis mungkin yang membuat Erik bergidik ngeri mendengarnya .


" Anak kita ingin dijenguk oleh papanya saat ini juga " jawab Nana di seberang telepon .


" Baik aku akan segera kesana saat ini juga " ucap Nathan yang membuat mata Erik berubah menjadi melotot karena mendengar perkataan pria itu .


" Kau mau kemana ?" tanya Erik ketika melihat nathan sudah membawa tas kerjanya dan memakai jasnya kembali . Firasatnya tiba - tiba saja berubah menjadi buruk ketika melihat itu semua .


" Aku harus segera pulang ' Er' . Anna sedang membutuhkanku di rumah " ucap nathan dengan cepat , ia harus buru - buru pulang sebelum istrinya itu berubah pikiran terhadap dirinya .


" Lalu bagaimana dengan meeting kita ?" tanya Erik , yang masih mengikuti langkah nathan kemanapun pria itu berada .


" Kau urus saja , masalah ku dengan Nana jauh lebih penting dari proyek itu . Dan tenang saja gajihmu bulan depan akan kunaikkan beserta bonusnya . Saat ini aku harus pulang sebelum istriku berubah pikiran " ucap Nathan yang langsung berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari asistennya . Sehingga membuat Erik tinggal seorang diri diruangan tersebut dengan mulut yang menganga menatap ke arah punggung nathan yang mulai menghilang di balik pintu kantor miliknya .


Sungguh jika bukan karena nathan adalah teman sekaligus atasannya di kantor , mungkin erik sudah mencabik - cabik pria itu seperti seekor singa kelaparan . Dirinya begitu geram karena nathan selalu saja membebaninya tugas yang tak seharusnya dia lakukan , Sehingga membuat erik harus bekerja ekstra di buatnya .


" Awas saja jika gajih ku tidak naik bulan depan , akan aku obrak - abrik perusahan ini " gerutu Erik sambil membawa beberapa berkas yang sempat dibawanya tadi dan keluar menuju ruangan rapat .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2