
Nathan yang sudah selesai dari meetingnya , segera berjalan menuju ruangannya . Pria tampan itu terlihat sedang mengecek ponselnya yang beberapacsaat yang lalu sempat ia silent .
" Jennie ? " ucap nathan ketika melihat berpuluh puluh panggilan tak terjawab dari dalam ponsel mewahnya .
Nathan terlihat mencoba menghubungi jennie kembali .
Sambungan pertama gagal
Sambungan kedua gagal
Dan sambungan ketiga barulah berhasil tersambubg dan diangkat oleh adik kandungnya tersebut .
" Kakak...kau kemana saja....cepat datang ke rumah sakit ..kak nana mau melahirkan " teriak jennie dari seberang telpon .Suara gadis itu terlihat sangat panik bercampur kesal karena sedari tadi dirinya tak dapat menghubungi sang kakak .
Sedangkan nathan yang tadi di telpon , masih diam mematung . Dirinya tiba - tiba saja terkena serangan panik yang dulu pernah menghampirinya .
Tubuhnya tiba - tiba saja bergetar hebat , dan sulit di kendalikan .
" cklek "
" Nath ... Dokumen yang tadi ku berikan sudah kau tanda tangani " ucap erik memasuki ruangan kerja nathan .
Pria itu tampak fokus pada selembar kertas yang dia pegang di tangannya , sehingga membuat erik belum melihat ke arah nathan yang sedang gemetaran di hadapannya .
Karena tak kunjung mendapat jawaban erik pun akhirnya menatap ke arah nathan berada dan terkejutlah pria itu yang mendapati atasan serta teman segengnya itu sudah pucat pasi berdiri di depannya .
" Nath , loe kenapa ? " ucap Erik panik , pria itu sampai melemparkan berkas penting yang tadi sempat di genggamnya sehingga menjadi berserakan di atas lantai .
" Nana , rik . Dia dibawa kerumah sakit " ucap nathan dengan tubuh yang gemetar hebat .
" Tenang bro..tenang...tarik napas keluarkan ..oke " ucap erik sambil membantu menenangkan sahabatnya tersebut .
nathan pun mengikuti intruksi dari sang sekretaris sekaligus sahabatnya tersebut .
Nathan mulai menarik napas perlahan dan membuangnya dengan perlahan juga .
" Oke bro....lebih baik kita segera pergi menemui istri loe di rumah sakit " ajak erik yang langsung di angguki oleh nathan .
__ADS_1
Dengan segera erik menelpon sekretaris kepercayaannya yang bernama sisil , guna membatalkan semua janji temu dengan para klien dan rapat yang awalnya mereka berdua adakan .
" Gue saja yang nyetir " titah erik kepada nathan yang akan memasuki kursi kemudi .
" Terserah loe , yang penting kita berdua cepat sampai ketempat nana berada " ucap Nathan .
" Loe ngeraguin keahlian gue dalam mengemudi " erik tersenyum sinis ke arah nathan berada .
" Terserah loe saja "
Dengan tanpa membuang banyak waktu akhirnya erik pun melajukan kendaraan mewah tersebut dengan kecepatan yang sangat gila . Hingga perjalanan yang harusnya memakan waktu setengah jam , pria itu tempuh hanya dengan sepuluh menit saja .
Maklum pemuda tampan itu memang dulunya merupakan mantan pembalap liar , yang selalu menjadi juara utama dalam setiap pertandingan . Dia melakukan itu bukan untuk mendapatkan uang , melainkan hanya untuk menyalurkan hobinya semata yang sangat suka dengan bidang otomotif .
" Gimana , cepat kan " ujar erik membanggakan dirinya sendiri .
" Ya cepat ....cepat membawaku ke akhirat sebelum bertemu dengan calon anak dan istriku " kesal nathan menatap tajam ke arah erik berada , tadi hampir saja mereka mengalami kecelakaan beruntun karena pria gila itu nekat menerobos lampu merah yang harusnya mobil yang mereka berdua kendarai berhenti malah dengan nekat makin melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi .
Yang alhasil mereka berdua jadi kejar - kejaran dengan polisi lalu lintas di sekitaran sana .
erik terlihat terkekeh kecil mendengar ocehan dari temannya itu . Ya itu menurutnya lebih baik dari pada melihat nathan kembali menjalani trauma seperti yang erik lihat di kantor perusahaan mereka barusan .
" Siap bos " ucap Erik sambil terkikik geli sendiri . Sungguh pria gila itu sangat menyukai jika nathan bertingkah kesal kepadanya .
Drrtt..
Drttt
Suara getaran ponsel milik erik berbunyi .
" Halo tuan di perusahaan saat ini ada polisi yang ingin mencari tuan nathan " ucap sisil asistwn kepercayaan erik .
" Ya bilang saja tunggu ...sebentar lagi aku akan pergi kesana " jawab erik enteng , padahal gadis muda itu sudah sangat gemetaran karena di didatangi oleh polisi di hadapannya .
" Saatnya membereskan kekacauan " ucap Erik pada dirinya sendiri dan mulai keparkiran guna mengambil mobil sport kesayangan nathan tersebut .
****
__ADS_1
Sedangkan di reseptionist nathan sudah mengantongi nomor kamar tempar istrinya berada , tanpa menunggu lama nathan pun bergegas menuju ke tempat nana berada .
Namun sialnya lift yang menuju kamar gadis tersebut sedang dalam perbaikan akibat konsleting listrik , sehingga mau tidak mau nathan harus menggunakan tangga darurat untuk mencapai kamar sang istri jika ingin cepat sampai ke sana .
Tangga demi tangga nathan pijaki . Rasa lelah bercampur rasa khawatir tercampur menjadi satu di dalam dirinya . Sungguh ini merupakan cobaan kedua yang nathan harus hadapi untuk menemani istrinya yang sedang kesakitan karena mau melahirkan .
Hingga setengah jam kemudian nathan akhirnya sampai di lantai yang dituju , namun pria dingin itu tampak merasa kesal sendiri . Karena melihat lift yang tadinya rusak kini sudah berjalan lancar kembali ketika dirinya sudah sampai di atas sana .
" Sialan " Desis nathan berkacak pinggang di depan lift sehingga membuat orang - orang yang baru keluar dari lift tersebut menjadi heran serta ketakutan sendiri karena ditatap tajam oleh pria yang tak mereka kenal .
Dengan perasaan kesal , nathan pun melanjutkan langkah kakinya menuju ruangan nana berada .
" Mom , lihat bukankah itu kak nathan ? "seru jennie ketika melihat sang kakak berjalan menghampiri mereka "
" Dimana nana ? " tanya nathan tanpa basa basi kepada keluarganya . Pria itu terlihat masih sedikit ngos - ngossan karena lelah menaiki puluhan anak tangga darurat untuk sampai ke lantai yang ia pijaki saat ini .
" Istrimu ada diruangan itu , sebaiknya kau cepat kesana sebelum dia merontokkan semua rambut milik suami adikmu " ucap ferdinand kepada nathan sehingga membuat pria itu sedikit kebingungan dengan ucapan sang ayah .
Tanpa menanyakan kembali tentang kebingungannya , akhirnya nathan pun bergegas kembali memasuki ruangan yang di tunjukkan sang ayah kepada dirinya .
Dan kini dia baru mengerti tentang ucapan ayahnya yang mengatakan jika rambut suami adiknya akan rontok di tangan istrinya sendiri .
Nathan terlihat meringis sendiri ketika melihat penampakan di depannya .
Rambut Dion yang lebat itu kini sedang di jambak kuat oleh nana guna melampiaskan rasa sakit yang dideritanya . Sehingga membuat pria yang sempat menyukai nana tersebut menjadi meringis kesakitan .
Nathan yang melihatnya pun menjadi sedikit bersyukur karena datang terlambat , sehingga dirinya bisa terhindar dari jambakan sang istri .
" Na , lihat itu suamimu sudah datang " ucap Dion menunjuk ke arah nathan berada .
Nathan yang melihat sang istri kini menatapnya dengan tajam pun dengan perlahan berjalan mendekat . Dirinya begitu takut jika kena amukan sang istri juga .
" Akh ..sayang jangan jambak rambutku juga " teriak nathaj yang kini juga ikut merasakan jambakan rambut dari istrinya .
Dion yang melihatnya sedikit terkekeh karena akhirnya musuh bebuyutannya itu juga merasakan apa yang ia rasakan saat ini .
" Rasakan kau !! enak saja ,, kau yang enak - enak malah aku yang kena imbasnya juga " batin Dion mengumpat nathan dalam hati
__ADS_1
BERSAMBUNG