Menjadi Ibu Tiri

Menjadi Ibu Tiri
Tak Suka diacuhkan


__ADS_3

Selama diperjalanan , Nathan dan Nana terlihat hanya diam membisu .Tak ada satu pun percakapan hangat yang seperti biasa mereka lakukan terdengar . Mereka berdua terlalu larut kedalam pikiran masing masing , sampai tak terasa bahwa mobil sport yang mereka kendarai telah sampai di mansion keluarga Wijaya .


" Kalian sudah pulang " sapa Angelina kepada menantunya .


" Sudah mom , Nino dimana ? " tanya Nana sembari melihat sekeliling mansion .


" Nino sedang ada les biola hari ini , jadi dia tidak ada dirumah " jawab Angelina .


" Oh' kalau begitu Nana masuk ke kamar dulu mom " ucap Nana yang langsung dibalas sebuah senyuman oleh Mommy Angel .


Nathan yang terlihat baru saja masuk ke arah dalam mansion karena harus meletakkan mobilnya terlebih dahulu ke dalam bagasi , langsung saja berjalan cepat menyusul Nana menuju ke arah kamarnya tanpa menyapa Mommy angel terlebih dahulu yang telah dia lewati didekatnya .


" Dasar pria bucin . Memangnya aku hantu yang tak kasat mata apa , Main lewat lewat aja tanpa permisi . Mentang mentang sudah punya istri , Mommynya sendiri langsung dicuekin .Tapi tidak apa apalah yang penting mereka cepat memberikanku cucu lagi " ucap Mommy angel tersenyum senyum seorang diri .

__ADS_1


*****


" Kemana dia ? " batin Nathan sembari menatap sekeliling kamarnya mencari sosok Nana berada .


Terdengar suara gemericik air dari arah Bathroom yang Nathan bisa pastikan bahwa istrinya sedang berada didalam sana .


Nathan terlihat membuka pakaian yang telah melekat di tubuhnya sedari tadi . Tubuhnya terasa cukup gerah dan lengket saat ini karena perjalanan yang lumayan ia tempuh bersama Nana tadi . Dia berniat mandi setelah Nana keluar dari Bathroom . Sembari menunggu Nana keluar dari dalam sana , Nathan terlihat mengeluarkan laptopnya dan mulai mengecek beberapa dokumen yang sempat dia tinggalkan karena harus pergi mengantar Nana tadi .


Nana yang merasa diperhatikan oleh Nathan hanya bisa membuang muka , dia masih kesal dengan Nathan karena peristiwa yang terjadi di rumah Nana tadi siang . Mungkin kata cemburulah yang tepat menghinggapi hati Nana saat ini .


Nana mendekati meja rias tanpa menoleh ke arah Nathan berada . Akan tetapi karena sikap acuhnya itu dia tak menyadari bahwa ada seekor singa lapar yang tengah berjalan mendekatinya dan siap menerkamnya setiap saat .


" Akhhhh..." Nana begitu terkejut karena mendapati tiba tiba tubuhnya telah melayang karena di angkat oleh Nathan .

__ADS_1


" A...apa yang kau lakukan ? " wajah Nana terlihat tampak sudah memerah karena jarak mereka yang sangat dekat di atas ranjang , apalagi dia tengah melihat badan bidang kotak kotak milik Nathan . Sungguh ujian yang sangat sulit bagi Nana lewati untuk tidak tergoda menyentuh dada seksi milik suaminya itu .


" Apa kau marah padaku " tanya Nathan yang saat ini bahkan hembusan napasnya pun sangat terasa seksi di telinga Nana .


" Ti..tidak . Aku tidak marah " jawab Nana gugup .


" Kalau kau tidak marah , kenapa kau tak mau menatapku " tanya Nathan kembali yang melihat Nana sedari tadi memang memalingkan wajahnya tanpa mau melihat ke arah Nathan yang saat ini tengah berada diatas tubuhnya .


" Kalau kau marah katakanlah , aku tak suka kau mengacuhkan keberadaanku " ucap Nathan yang saat ini tengah menge cup leher jenjang milik Nana dengan penuh gai rah .


" Nath....." ucap Nana tercekat karena sudah mulai masuk kedalam sebuah permainan yang Nathan berikan padanya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2