Menjadi Pengantin Satu Hari

Menjadi Pengantin Satu Hari
Gejolak


__ADS_3

"Heyy, kamu! Beraninya ya? Kamu tahu tidak ini baju harganya berapa?"


"Maaf nona, maafkan saya. Saya sungguh tak sengaja!"


"Gaji kamu setahun pun tak cukup untuk membeli baju yang ku pakai!" Maura merasa kesal terhadap seorang OB yang menumpahkan minuman pada pakaiannya. Padahal sekarang ia akan melakukan pemotretan penting.


"Ada apa beib?" Seorang lelaki setengah bule menghampirinya. Ia merangkul pinggul langsing milik maura.


"Nih! Orang tidak tahu diri! Lihatlah bajuku beib.. Pokoknya aku tidak mau tahu kamu harus minta maaf dan berlutut..!" Mata bulat sempurna maura terlihat jelas mengarah pada OB yang sudah mulai ketakutan.


"Maafkan saya nona..." OB itu pun langsung membungkukkan kepalanya, daripada dia harus di pecat oleh bossnya karena telah melakukan kesalahan terhadap kekasihnya itu.


"Wajah cantik, pendidikan tinggi tapi tak memiliki atitude yang baik! Bangun...." Alan yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku maura merasa sangat kesal. Ia pun menghampiri OB tersebut dan menarik tangannya agar tidak berlutut pada maura.


"Hey! Siapa kau? Beraninya ikut campur urusanku!" Maura terlihat semakin garang ketika ia mendapati alan tengah membela OB yang hendak berlutut padanya.


"Wanita gila sepertimu tidak bisa dibiarkan!" Alan mernarik OB itu dan membawanya pergi keluar Bar.


Sementara hendrick tidak berbuat apapun membela maura. Ia hanya menatap nanar alan dan OB yang perlahan meninggalkan mereka berdua.


"Tu...tuan... Tunggu.. Mengapa tuan membantu saya? Jika begini, saya bisa di pecat oleh mr hendrick."


"Jika dia memecatmu, datanglah ke alamatku!" Alan menyerahkan kartu namanya. "Namaku alan, kau bisa datang ke kantor ku jika kau butuh bantuan."


"Saya faizal, terimakasih tuan.." Faizal menerima kartu nama daru tangan alan.


Alan pun pergi meninggalkan faizal sendiri di luar bar.


Sementara di dalam, maura terus memanyunkan mulutnya. Ia secara terus menerus mengomel pada hendrick kekasihnya.


"Bisakah kau berhenti mengomel? Kepalaku sangat pusing!" Ucap hendrick sembari meneguk minuman di depannya.


"Beib, kau membiarkan pelayan itu melecehkanku! Dan sekarang kau menyuruhku untuk diam? Heh, yang benar saja!"


"Maura!! Cukup, dia tak melecehkanmu, dia tidak sengaja melakukan itu!"


"Beib? Inikah sebenarnya sikapmu? Kau membentakku karena Seorang OB?"


"Maura, jangan berlebihan...."

__ADS_1


"Kau keterlaluan!"


Maura meraih tas nya, ia kemudian berjalan cepat meninggalkan hendrick. Maura tak menyangka sikap hendrick kini berubah.


Hendrick Arbino adalah seorang pengusaha blasteran australia-indonesia, ia memiliki beberapa cafe dan bar di jakarta juga bali.


Maura mendekati hendrick, karena ia adalah kerabat dari Agency permodelan terkenal di jakarta. Ia berharap dengan mendekati hendrick, ia akan dengan mudah diterima pada agency tersebut. Namun nyatanya nihil, hingga sekarang pun agency yang diincar maura belum sama sekali meliriknya. Padahal maura sudah melakukan berbagai macam cara untuk merayu hendrick. Termasuk lari dari pernikahannya dengan raja.


***


Belly terus tertawa terbahak-bahak menyaksikan tayangan kartun di televisi. Sembari menikmati susu hangatnya. Tanpa sadar, prilaku belly terus di perhatikan oleh raja dari luar yang baru tiba dari kantor.


Sepertinya ia tak menyadari kedatanganku, tingkahnya sangat lucu seperti anak-anak!


"Ehem!" Alan berdehem, berharap belly menyadari kepulangannya.


Belly menengok kearah asal suara. Ia hanya menyunggingkan senyumannya, kemudian belly menatap fokus layar televisi kembali.


Raja yang merasa kesal karena belly tak menanggapinya, apalagi menyambut kedatangannya.


Raja berjalan menuju arah televisi, kemudian ia mengambil remote control dan menekan tombol power.


"Ada apa? Kenapa televisinya kau matikan?" Tanya belly heran menatap raja yang berdiri tepat membelakangi televisi.


"Sebegitukah seriusnya kau pada televisi ini, hingga suamimu pulang tak kau sambut?" Raja mengendurkan dasinya ddngan wajah yang kusut. Padahal ia sengaja menyeleaaikan pekerjaannya ddngan cepat agar dapat pulang segera untuk bisa bertemu belly lebih lama.


"Oh.. Jadi sekarang tuan raja ingin penyambutan?" Belly tersenyum, ia berdiri dari duduknya dan berjalan kearah raja.


Belly meraih tas kerja ditangan raja dan meletakkannya dimeja. Kemudian belly membantu melepaskan dasi yang melingkar di kerah baju kemejanya raja.


"Kau lelah? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi." Belly mendongak menatap wajah raja.


Sementara, raja merasakan gejolak yang sempat terjadi kemarin dan kini terulang lagi.


Belly pun pergi meninggalkan raja, ia membawa tas kerja menuju ke lantai atas kamar raja.


Belly menyiapkan air hangat di kamar mandi untuk suaminya. Setelah selesai, ia pun kembali keluar kamar mandi namun sebelum ia keluar sosok raja ternyata sudah berada diambang pintu kamar mandi.


"Ka..kau? Mandilah, airnya sudah ku siapkan." Belly merasa terkejut dan sedikit gugup dengan kehadiran raja.

__ADS_1


Belly mencoba menembus ambang pintu, ia berharap raja mau memberinya jalan. Namun raja malah menghalanginya.


"Aku ingin keluar, bisakah memberiku jalan?" Ucap belly.


"Oh, baiklah.. Silahkan..." Akhirnya raja pun menyingkir.


Belly segera mengambil langkah untuk keluar kamar mandi, namun ada saja yang menghalanginya.


Raja mencekal tangan belly, seketika itu belly pun berhenti.


"Ada apa lagi?" Belly berbalik arah menengok kearah raja. Namun raja semakin mendekatkan dirinya pada belly, hal itu membuat belly semakin takut.


Kini posisi mereka saling berhadapan, belly pun semakin dekat dengan raja. Mereka sama-sama berhadapan dengan tubuh yang hampir menempel beberapa senti lagi.


Raja maupun belly sama-sama merasakan gejolak aneh dalam diri mereka masing-masing. Jantung mereka berdua saling beradu kecepatan, seolah saling mendahului berharap segera sampai pada lintasan akhir.


Raja menatap dalam wajah belly dari dekat, semakin didekatkannya lagi, dan kini benar-benar dekat hingga raja dapat merasakan hembusan nafas belly serta aroma shampo yang wangi pada rambut belly.


Tubuh belly semakin merapat pada tembok kamar mandi, ingin sekali belly berteriak dan mendorong tubuh raja. Namun apalah daya, belly tak mampu mengucapkan sepatah katapun saat berada sangat dekat dengan raja seperti sekarang ini.


Raja memajukan wajahnya lagi, ia semakin mendekatkan diri pada belly. Belly merasa ada sesuatu yang mengganjal mengenai tubuhnya, sontak belly pun refleks dan memejamkan matanya.


Melihat pemandangan indah didepannya, dengan wajah yang mulus dan bibir ranum. Ingin sekali raja menyantapnya, namun raja masih mengendalikan dirinya. Ia menyentuh helaian rambut belly dan menyelipkannya ditelinga. Pandangan raja tak teralih sedikitpun, ia terus memandangi wajah cantik istrinya itu. Raja baru menyadari jika wnita didepannya ini sangatlah cantik dengan mata yang ditumbuhi bulu-bulu lentik, hidung mungil dan mancung, juga bibir ranum itu... Raja kembali ingin segera menyantapnya. Kini raja menyentuh bibir itu, dan berbisik dekat ditelinga belly.


"Terimakasih bell...." Ucap raja perlahan yang membuat belly merinding.


Seketika itu juga mata belly terbuka, wajahnya yang memerah menahan malu ia tutupi. Dengan langkah seribu, belly segera meninggalakan raja begitu saja.


Menyaksikan kepergian belly begitu saja, raja merasa putus asa. Ia memukulntembuk dengan kepalan tangannya.


"Arghhhhh!! Kenapa aku begini!!"


"Belly....."


Raja merutuki dirinya sendiri, baby shark kecilnya yang sudah menegang dari tadi pun segera ia sadarkan dengan mengguyur air dingin pada sekujur tubuhnya.


*🍒 Hai readers... Maaf ya sudah membuat kalian semua menunggu othor.. Maklumi ya dears, othor lagi pulang kampung alias mudik.. Tau lah yaa kalo dirumah sibuknya kayak apa?? Wkwkwk


Minalaidzinwalfaidzin mohon maaf lahir dan batin yaa readers semua*...

__ADS_1


__ADS_2