
Belly sibuk membuat nasi goreng di dapur, setelah semua beres ia menyiapkan makanan di atas meja makan.
Belly menepuk-nepuk kedua telapak tangannya, dengan senyum di bibirnya yang merah merekah. "Selesai..."
"Aromanya begitu menggoda, masakan apa yang kau buat bell?" Raja datang menghampiri belly, ia menghirup wangi masakan nasi goreng buatan belly.
"Duduklah, makanannya sudah siap." Belly meminta raja segera makan, karena raja pasti kelaparan.
"Wauuuuu......" Mata raja membulat sempurna ketika melihat penampakan nasi goreng buatan belly, sikapnya kali ini amat berlebihan.
"Tak perlu berlebihan hanya untuk memujiku!" Umpat belly, ia menarik kursi dan mendudukkan bokongnya.
Raja tersenyum kecil, "Aku tidak berlebihan, aku hanya heran karena tadi aku memintamu membuatkan mie instan. Tapi mengapa mie instan bisa berubah menjadi nasi goreng?? Bukankah itu ajaib??" Raja kini memulai aksinya menggoda belly lagi.
"Ck!!! Raja, aku sengaja membuat nasi goreng. Mie instan itu tidak baik untuk kesehatanmu!" Ucap belly sedikit mengomel.
"Apakah kau sedang mengkhawatirkanku??" Tanya raja dengan mengulum senyumannya.
"Ish! Aku tidak mengkhawatirkanmu. Mie instan itu memang tak baik untuk kesehatan siapapun jika terlalu sering mengkonsumsinya!" Belly memutar bola matanya malas.
"Benarkah? Padahal aku sering memakan mie instan. Bagiku mie itu adalah makanan keseharianku." Raja memang seorang pencinta mie.
"Kau ini! Kau punya penyakit maag bukan? Harusnya kau tidak makan mie terlalu sering." Belly mengomeli raja lagi.
"Kau sudah tahu aku punya sakit maag?" Tanya raja ingin tahu, pasalnya ia tak pernah memberitahu belly tentang hal ini.
"Ya. Aku sudah tahu! Sudahlah, ayo makan! Kau bilang tadi sangat lapar, tapi kau tak juga memakan nasi goreng ini! Apakah kau tidak mau memakannya? Sini, berikan saja padaku...." Belly mencoba menarik piring nasi goreng dari hadapan raja, namun raja mencekal tangan belly.
"Jangan bell, aku sangat ingin memakan masakanmu... Aku sangat merindukan nasi goreng buatanmu...."
"Benarkah?? Jika begitu, maka habiskanlah.." Belly melepas cekalan tangan raja, ia mendorong kembali piring itu kehadapan raja.
"Terimakasih..." Ucap raja dengan senyuman manisnya. Raja pun segera melahap makanan dihadapannya, Ia sangat menikmati nasi goreng buatan belly hingga tandas tak tersisa.
Sementara belly hanya bisa melihat raja makan dengan mata yang sudah terkantuk-kantuk. Ia pun merebahkan kepalanya di atas meja makan dan tertidur.
__ADS_1
Setelah selesai makan, raja menatap belly dalam diam. Dilihatnya wajah teduh belly yang menghanyutkan fikirannya. "Bisa-bisanya aku yang tergoda olehmu kali ini...." Raja berkata lirih.
Raja segera meraih piring dan gelas bekas makan dan membereskan meja. Kemudian ia meraih tubuh belly dan membopongnya menuju kamar.
"Tenagaku sudah terisi penuh, membopongmu kemanapun aku selalu siap..." Ucap raja sembari berjalan menuju kamar dengan pandangan yang tak teralihkan dari wajah belly.
Hingga sampai di kamar, raja menidurkan belly dengan pelan. "Aku seperti sedang menidurkan bayi!" Raja terkikik pelan memandangi wajah belly yang begitu menarik baginya.
Mengapa tidak dari dulu aku menyadarinya, mengapa baru sekarang?? Kau bahkan begitu terlihat manis saat tidur bell...
Raja mengusap wajah belly pelan, lalu membaringkan tubuhnya di sebelah belly, ia hendak menaruh guling ditengah-tengah mereka sebagai pembatas. Namun, belly tiba-tiba langsung merangkul tubuh raja, hingga membuat raja terperanjat dan tak bisa bergerak lagi.
Raja ingin mengalihkan tangan belly yang kini sudah melingkar di perutnya, namun belly malah semakin mengeratkan pelukannya.
Raja tersenyum, ingin sekali ia membalas memeluk tubuh belly tapi ia takut belly akan bangun dan sadar dari tidurnya.
πππ
Mentari pagi menerobos sela-sela gorden di jendela kamar raja, cahaya silau itu mengganggu mata yang masih menutup rapat. Perlahan, mata lentik itu pun terbuka. Rasa pegal yang melanda tubuhnya pun membuatnya meregangkan otot-ototnya.
Mata belly membulat ketika melihat wajah teduh di hadapannya. Alis tebal dengan bulu mata lentik serta hidung mancung itu membuat tatapannya tak bisa teralihkan sama sekali.
Gumam belly dengan memainkan jari-jemarinya pada alis raja.
"Tunggu, apakah ini mimpi??" Belly mengucek kedua matanya. "Ini nyata! Bukan mimpi!" Umpat belly sembari menurunkan jemarinya dari wajah raja dengan pelan dan hati-hati.
Ia melirik posisi mereka berdua saat ini, ternyata belly tengah tertidur di pelukan raja dengan kepala yang berada diatas lengan raja. "Apa ini??" Belly menggigit bibir bawahnya tak percaya.
Bagaimana bisa aku tidur dengan posisi seperti ini dengan raja?? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku tak bisa mengingat apapun?"
Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di benak belly. Hingga otaknya pun mengingat jika semalam ia tertidur saat menemani raja makan. Namun setelah itu, ia tak bisa mengingat apapun lagi.
Belly hanyut dalam fikirannya, setelah kembali fokus ia terkejut melihat sepasang mata telah terbuka menatapnya.
"Raa..raj..a??" Belly hendak bangun dari pembaringannya, namun dengan segera raja menahannya.
"Mau kemana?" Tanya raja dengan posisi tangan merangkul erat perut belly.
__ADS_1
"Ra..raja. Lepaskan..." Belly menggerak-gerakkan tubuhnya mencoba lepas dari tangan raja.
"Bagaimana bisa? Bukankah ini meinginanmu semalam??" Ucap raja menatap mata belly lekat.
"A..apa?? Apa-apaan, mana mungkin?" Belly memutar matanya menatap langit-langit kamar.
"Kau melupakannya??" Tanya raja lagi dengan tatapan serius.
"Apa maksudmu? Bahkan aku tak mengingat apapun semalam.." Ucap belly masih dengan perasaan was-was sembari terus mencoba memulihkan ingatannya semalam.
"Benarkah?? Kau amnesia?" Raja menyentuh dahi belly dengan telapak tangannya.
"Raja.... Tidak begitu!" Belly menepis tangan raja, dengan kuat ia mencekal telapak tangan yang kini ada di dahinya.
"Aku bahkan tidak bisa melupakan sedetik pun kejadian semalam...." Raja sesikit berbisik di telinga belly hingga membuat belly bergidik.
"Raja, a..apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya belly penasaran.
"Kau ingin tahu, atau menginginkannya lagi??" Pagi-pagi seperti ini raja masih saja menjahili istrinya.
"Raja!!......" Belly merasa kesal, hingga ia memaksa bangun dari pembaringannya. "Jam berapa sekarang??" Belly melihat kearah jam dinding.
"Jam delapan." Ucap raja santai, dengan posisi miring dengan tangan yang menyangga kepalanya ia terus memperhatikan belly.
"Astaga! Raja aku harus ke kantor!" Belly membuka selimut yang menutupi separuh tubuhnya.
"Ke kantor? Di hari sabtu??" Tanya raja lagi.
Belly berbalik arah menatap raja, ia hanya bisa nyengir memperlihatkan susunan gigi putihnya.
Apakah aku benar-benar amnesia? Mengapa aku jadi pelupa?
"Sini, tidurlah lagi..." Raja meminta belly untuk tidur kembali di sebelahnya dengan menepuk-nepuk kasur pelan.
"Yang benar saja, ini sudah siang raja!" Belly tetap saja bangun dan menuju ke kamar mandi.
Raja hanya mengulum senyumannya, pagi ini ia benar-benar berhasil menggoda belly.
__ADS_1
To be continue....
πHallo readers, selamat membaca semuanya... Jangan lupa kasih vote dan giftnya ya buat othor. Dan tinggalkan jejak di kolom komentar, kritik dan saran dari kalian sangat mempengaruhi othor.. Terimakasih.... π