Menjadi Pengantin Satu Hari

Menjadi Pengantin Satu Hari
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui


__ADS_3

Raja membawa Belly ke Rumah sakit terdekat, dengan penuh kekhawatiran Raja meminta para suster segera memanggilkan Dokter dan menangani istrinya yang belum juga sadar.


"Suster, tolong istri saya..." Pinta Raja penuh harap pada dua orang suster yang kini tengah menangani Belly.


"Tolong tenang ya pak, Dokter akan segera menanganinya." Jawab seorang suster.


Tak lama kemudian, Dokter yang akan menangani Belly pun tiba. Saat Dokter itu melihat Belly, ia merasa tak asing dengan wajahnya. Sepertinya ia mengenal Belly.


"Ibu Belly?? Apa sebenarnya yang terjadi??" Dokter Yulia terkejut, ia pun segera memeriksa keadaan Belly juga kandungannya.


"Dimana suaminya?" Tanya dokter Yulia.


Mendengar hal itu, Raja pun mendekat kearah dokter Yulia.


"Dok Saya....."


"Dimana suami ibu Belly?" Tanya Dokter Yulia memotong ucapan Raja yang belum selesai.


"Saya suaminya Dok!" Tukas Raja.


"Bukankah ibu Belly bersama pak Alan beberapa waktu yang lalu??" Seakan tidak percaya pada Raja, Dokter Yulia menatap kearah Raja dengan mengerutkan keningnya.


"Dokter, saya suami sah dari Belly!!" Jawab Raja dengan jelas dan tegas.


"Oh, maaf pak jika saya salah. Saya fikir ibu Belly adalah istri pak Alan." Dokter Yulia meminta maaf pada Raja dengan senyum yang tersimpul di bibirnya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi?? Bagaimana keadaan Bayi nya?" Raja tak ingin menanggapi perkataan Dokter Yulia mengenai Alan. Meski sejujurnya ia sangat kesal dan ingin marah.


"Pak, harusnya saya yang bertanya pada anda. Sebenarnya apa yang telah terjadi hingga ibu Belly pingsan dan tak sadarkan diri seperti ini?"


"Tempo hari ibu Belly datang kemari karena tubuhnya lemah, sekarang ibu Belly kembali kesini lagi dengan keadaan yang lebih lemah dan tekanan darahnya begitu rendah."


"Apa bapak tidak bisa menjaga istri bapak?? Dan satu lagi, bapak hanya menanyakan keadaan bayinya? Bapak tidak khawatir dengan keadaan istri bapak yang jelas-jelas sudah lemah begini?"


Dokter Yulia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari terus mencerca Raja dengan ceramahnya yang tiada henti.


"Dokter, saya....."


Belum juga selesai Raja berbicara, Dokter yulia terus saja memberi ceramah kepadanya.


"Pak, ibu Belly sedang hamil muda. Kandungannya saat ini sangat lemah! Jadi saya minta bapak lebih bisa menjaganya lagi dengan hati-hati jika bapak tak ingin kehilangan istri dan bayi Bapak. Dan satu lagi, Bapak juga harus bisa menjaga perasaannya!"


Ya, inilah dokter Yulia. Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau lebih dikenal dengan obgyn. Di Rumah sakit ini Dokter Yulia begitu terkenal dengan nasihat-nasihat pedasnya. Namun disamping itu, Dokter Yulia sangat mengutamakan kesehatan untuk pasiennya.


Ini bukan pertama kali Dokter Yulia memberi masukan pedas untuk suami dari pasiennya. Karena nasihat-nasihat pedasnya itulah Dokter Yulia malah kebanjiran pasien.

__ADS_1


Banyak para ibu-ibu hamil yang merasa cocok dan rela antri untuk memeriksakan kandungannya kepada Dokter Yulia. Meskipun tak jarang, pada akhirnya mereka akan diceramahi dengan pedas oleh Dokter Yulia jika mereka tak melakukan semua anjuran yang telah diberikan.


Raja hanya bisa diam, ia tak membalas sedikitpun perkataan pedas Dokter Yulia. Malah, ia merasa semakin bersalah terhadap Belly.


"Benar kata Dokter itu aku memang tak bisa menjaga Belly, apalagi menjaga perasaannya."


Merasa menyadari kesalahannya, ia segera mendampingi Belly yang kini tengah terbaring lemah diatas brankar Rumah sakit dengan selang infus ditangan.


"Maafkan aku Bell, aku berjanji akan lebih menjagamu lagi..." Raja meraih tangan Belly dan menggenggamnya dengan kuat.


Melihat hal itu, Dokter Yulia menjelaskan kondisi Belly dan Bayinya saat ini kepada Raja.


"Ibu Belly perlu di rawat di Rumah sakit untuk beberapa hari hingga kondisinya benar-benar membaik. Untuk Bayi yang dikandungnya bapak jangan khawatir, kami sudah menanganinya."


"Terimakasih Dok.."


Dokter Yulia pun keluar dari ruang rawat. Sementara Raja masih terus menemani Belly, ia berharap Belly akan segera sadar.


...****************...


"Lakukan sesuai perintahku! Jangan sampai meninggalkan jejak!!"


Maura menutup Telpon setelah selesai berbicara pada seseorang diseberang sana. Ia tersenyum jahat dengan raut wajah penuh kebahagiaan.


"Kita mulai satu persatu...."


Pasalnya, setelah Belly keluar dari kantornya, mereka tak pernah lagi bertemu.


"Aku begitu merindukanmu Bell, tapi aku malah mendapat kabar tak baik. Aku harus segera menemuinya..."


Steva bergumam, ia melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tinggi. Namun saat kendaraannya melewati sebuah tikungan, Steva tak bisa mengerem mobilnya. Ia merasa Rem mobilnya kini tidak berfungsi dan membuat kendaraannya oleng. Dengan keadaan panik Steva membanting stir ke arah kiri dan tak dapat terelakkan lagi, mobilnya pun bertabrakan dengan sebuah Truck yang berlawanan arah.


Tubuh Steva terjepit, hingga kaki kanannya mengalami patah tulang.


Steva sudah tak dapat merasakan apa-apa lagi, ia tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit dengan kondisinya yang sangat parah.


Hendrick yang mendapat kabar kekasihnya kecelakaan pun segera bergegas menuju ke Rumah Sakit.


Saat sedang panik mencari-cari keberadaan Steva, Hendrick bertemu dengan Raja.


"Hen??" Tanya Raja mengahmpiri Hendrick yang tengah kebingungan dengan penampilan yang Semerawut.


"Raja?" Hendrick menatap kearah Raja yang tengah memanggil namanya.


Hendrick dan Raja pun saling bercakap, ia menjelaskan kejadian yang tengah menimpa Steva. Sontak Raja pun terkejut dan membantu Hendrick untuk mencari keberadaan Steva di Rumah sakit yang sama dengan Belly yang tengah dirawat.

__ADS_1


Setelah bertanya kepada resepsionist, Hendrick akhirnya menemukan Ruangan dimana Steva tengah terbaring sedang ditangani oleh Dokter.


Keadaan Steva kini tengah kritis, ia membutuhkan banyak darah dan harus melakukan operasi.


Tubuh hendrick lemas, ia merapatkan tubuhnya ketembok Rumah sakit dan menangis. Disitulah ia melihat kondisi Steva dari luar pintu kaca. Banyak perban yang membalut kepala, tangan dan kakinya. Serta beberapa selang yang tengah melekat ditubuhnya.


Padahal mereka akan segera melangsungkan pernikahan bulan depan, tapi Steva malah mengalami kecelakaan.


Raja mencoba menenangkan hendrick, ia menepuk pelan pundak hendrick. "Sabarlah hen, ini semua adalah ujian. Kau harus kuat, karena Stev sangat membutuhkan support darimu."


"Kau benar, aku harus lebih kuat.." Tak banyak jawaban dari Hendrick. Ia masih terus menatap kearah Steva dari jauh.


Raja mengerti keadaan Hendrick kali ini amat terpukul. Jika dia yang berada diposisi Hendrick, mungkin ia akan merasakan hal yang sama.


Kata-kata kekuatan semua orang bisa menyatakannya, tapi belum tentu mereka mampu menjalaninya.


Raja pun berpamitan pada Hendrick karena akan menemui Belly diruanga rawatnya.


"Aku harus segera menemui istriku di Ruangan rawatnya, jika ada apa-apa atau kau membutuhkan bantuan hubungi aku segera!."


"Terimakasih Raja.."


Dari sebuah bilik, ada sepasang mata yang tengah mengawasi gerak-gerik dan mendengar percakapan Raja dan Hendrick. Maura menyeringai jahat, senyumannya semakin memancar.


"Jadi, Belly ada di Rumah sakit ini juga? Ini adalah kesempatan bagus.. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui."


"Hen sayang... Ini belum seberapa atas semua perlakuanmu padaku, aku jamin akan membuat calon istri kesayanganmu itu menjadi wanita yang menderita seumur hidupnya!"


"Percuma wajah tampanmu menangisi wanita itu, kau begitu menyia-nyiakanku tapi kau malah menangisinya? Malang sekali..."


Setelah itu, Maura pun berencana segera pergi dari lingkungan Rumah sakit. Ia tertawa bahagia dan begitu puas.


Saat tubuhnya berbalik arah, tiba-tiba ia menabrak seseorang yang tengah berjalan terburu-buru.


Bughhhh!!!


"Aww,," Maura merasa pundaknya terasa sakit, tubuhnya terjatuh dilantai putih Rumah Sakit.


"Kau tak Apa??" Seseorang berusaha membantunya untuk berdiri dengan mengulurkan tangan.


Mata Maura membulat ketika melihat siapa yang kini ada dihadapannya.


"Kau????


To be continue....

__ADS_1


🍒Baru bisa Up, maafkan othor yang terlambat hingga membuat kalian semua menunggu...


__ADS_2