Menjadi Pengantin Satu Hari

Menjadi Pengantin Satu Hari
Bonus besar untuk raja


__ADS_3

"Apakah kau tidak menyukainya bell?? Baiklah, jika kau tidak suka dengan semua pemberianku ini maka buang saja. Hmmm... " Raja menarik nafasnya panjang, kali ini ia harus menahan emosinya.


"Pemm..pemberian? Ini semua untukku?" Tanya belly dengan terbata-bata.


"Iya untukkmu! Memangnya untuk siapa lagi??? Aku susah payah mengajakmu keluar dan membelikannya untukmu, tapi kau tidak mau menerimanya!" Raja meraup wajahnya dengan telapak tangannya. Kali ini wajahnya benar-benar menunjukkan sebuah kekecewaan.


"A..aku fikir ini semua untuk maa..maura?" Belly menelan salivanya dengan gugup. Ia merasa bersalah terhadap raja.


"A..apa??? Jadi kau mengira jika aku membelikan ini untuk wanita itu? Ck!! Astaga belly........ Fikiranmu sangat sempit!" Raja menarik puncak hidung belly hingga memerah.


Belly memanyunkan bibirnya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Maaf, aku salah paham....." Lirih belly menundukkan kepalanya.


"Bell, jangan pernah membahas wanita itu lagi. Aku sungguh ingin melupakannya." Raja memegang pundak belly dengan kedua tangannya.


"Benarkah? Bukankah kau begitu mencintainya?" Tanya belly dengan menatap dalam netra raja.


"Aku memang pernah begitu mencintainya, namun rasa itu perlahan menghilang, bahkan sudah hilang bersama rasa kecewaku padanya. Aku mohon bell, jangan pernah membahasnya lagi." Raja memberikan penjelasan pada belly.


"Baiklah, aku tak akan membahasnya lagi. Maaf......."


"Tak perlu mengucapkan maaf, kau tak salah. Kau hanya salah paham dan butuh sedikit penjelasan." Raja dengan cepat menutup bibir belly dengan jari telunjuknya.


Belly yang menerima perlakuan raja pun menjadi tak menentu. Sudah beberapa kali raja menyentuh bibirnya meskipun hanya dengan jari tangan, namun perasaan belly sungguh tak nyaman.


Belly langsung menepiskan tangan raja, ia tak ingin berlama-lama larut dalam perasaan tak menentunya.


"Jika sudah selesai, bolehkah aku beristirahat?" Belly mengalihkan topik pembicaraan. Ia tak ingin berlama-lama bersama sang tuan raja.


"Oh, baiklah... Maaf mengganggu waktu istirahatmu. Selamat malam, selamat beristirahat bell." CUP! Raja mengecup puncak kepala belly dengan lembut. Ia pun segera keluar dari kamar belly dan menutup pintu perlahan.


Belly hanya mematung, ia memegangi dadanya karena jantungnya begitu keras berguncang. Belly merasa tubuhnya lemas dan panas dingin saat raja mengecup puncak kepalanya. Terasa hingga ubun-ubun dan menembus otaknya. Fikiran belly tak teralihkan, yang ada hanya bayangan raja. Bayangan itu terus saja simpang siur tanpa henti di fikirannya.


Belly terus mengingat kejadian hari ini bersama raja. Raja sudah banyak berubah beberapa hari ini, sikapnya tak sedingin waktu awal-awalnya mereka bersama.


Apakah dia benar-benar berubah? Sikapnya sudah tak sedingin es lagi. Dan dia melakukan ini, apakah itu termasuk bagian dari sandiwara pernikahan kami?? Tapi, kami hanya sepakat melakukan sandiwara jika didepan orang lain. Lalu jika bukan sandiwara, ini apa? Mengapa dia melakukannya?


Belly terus bertanya pada diri sendiri, sembari memegangi puncak kepalanya bekas kecupan raja. Terkadang belly tersenyum sendiri, namun sesaat pula belly murung karena khawatir jika semua ini adalah sandiwara raja.


Sementara di kamarnya, raja merenungi sikapnya kepada belly selama ini. Semua ini diluar kendalinya, rencana awal tidaklah begini. Niat raja adalah membalas semua perlakuan maura terhadapnya. Termasuk membalas dendam pada keluarga dan sanak saudara maura.


Namun, semakin hari perasaan raja terhadap belly kian berubah. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, yang jelas raja sangat nyaman jika berada di dekat belly. Raja juga slalu ingin terus dekat dengan belly sampai-sampai ia harus menyelesaikan pekerjaannya lebih awal hanya untuk bertemu belly lebih lama di rumah.


Malam ini belly tidur amatlah nyenyak, perasaannya begitu damai. Pagi-pagi sekali belly sudah bangun dan mengumpulkan nyawanya dengan semangat untuk bertempur dengan beberapa peralatan dapur.


Belly bingung ia akan masak apa pagi ini, karena persediaan stock makanan di kulkas sudah hampir habis. Hanya ada beberapa sayuran segar, udang, telur dan cumi itu pun jumlahnya sudah sedikit.

__ADS_1


Maka, belly memutuskan membuat nasi goreng seafood untuk sarapan. Dengan keikhlasan hati dan penuh cinta belly membuat nasi goreng. Wangi bumbu yang ditumis oleh belly pun tercium oleh hidung raja yang sudah siap untuk pergi ke kantor.


Perut raja seketika memberi sinyal jika ia lapar. Raja dengan cepat pergi ke bawah menuju ruang makan.


Ia melihat sosok belly sedang menyiapkan hidangan di meja makan, wanita yang tengah memenuhi otaknya semalaman hingga ia tak dapat tidur.


Belly duduk di kursi membenarkan ikatan rambutnya, membuat raja tak bisa mengedipkan matanya. Pagi ini belly benar-benar terlihat mempesona menurutnya.


Satu piring nasi goreng sudah siap untuk di makan. Belly sudah tak mau menundanya lagi, ia segera mengambil sendok dan garpu untuk menyantap masakannya.



"Ehem! Kau sudah bangun?" Sapa raja pada belly.


"Ya, tentu." Belly menunda memakan nasi gorengnya, ia tak mengerti mengapa raja bertanya seperti itu. Padahal biasanya jam segini belly memang sudah bangun dan sarapan.


"Kau masak apa? Kelihatan enak?" Raja duduk di kursi tepat berseberangan dengan belly. Matanya celingukan melihat nasi goreng seafood yang menggoda perutnya itu.


"Hanya nasi goreng." Ucap belly, kemudian ia menyuapkan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya.


Raja yang melihat itu hanya bisa menelan salivanya, ia tak melihat piring lainnya berisi nasi goreng yang amat menggugah selera makannya pagi ini.


"Apa hanya ada satu piring nasi goreng yang kau buat?"


"Ya." Jawab belly singkat. Sudah seminggu ini belly selalu masak satu porsi makanan karena raja tak ingin lagi dilayani olehnya. "Kau mau? Tapi hanya ada ini, cobalah rasanya sangat enak..." Belly menatap raja, ia tahu jika raja sangat menginginkan nasi goreng didepannya. Belly menyendok satu suapan dan mengarahkan ke mulut raja. "Aaaa...., cobalah..."


Raja pun menerima suapan dari belly meski dengan keraguan, ia perlahan mengunyah dan menikmati rasa nasi goreng itu.


Raja menganggukkan kepalanya perlahan, rasa nasi goreng itu membuatnya menginginkan lagi dan lagi.


"Mau lagi?" Tanya belly mengarahkan satu suapan lagi pada raja.


Raja mengangguk pelan, kemudian menerima suapan nasi dari belly.


"Apakah semalam kau tak tidur nyenyak?" Tanya belly memperhatikan kantung mata raja.


"Oh, ya. Aku banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi semalaman lembur." Raja berbohong, padahal ia tak bisa tidur karena memikirkan belly.


"Owgh... Minumlah..." Belly menyodorkan satu gelas susu hangat kearah raja. Susu yang dibuat untuknya sendiri, namun belum sempat ia minum.


"Terimakasih..." Raja menerima susu itu dan meneguknya.


"Mau lagi?" Tanya belly dengan sedikit membulatkan matanya menawarkan suapan terakhir pada raja.


"Masakanmu sungguh enak.." Puji raja sembari menerima suapan nasi dari belly.


"Apakah kau baru menyadarinya?" Goda belly menatap nanar netra raja.

__ADS_1


Mengapa aku terjebak karena perkataanku sendiri. Dasar kau bodoh raja!!


Raja mengumpat didalam hati.


"Ya, besok masaklah lagi. Ini....gunakan untuk keperluanmu dan persediaan rumah." Raja menyerah kan dua kartu pada belly. Satu kartu kredit dan satu lagi kartu debit.


"Aku ambil ini saja." Belly mengambil satu kartu debit dengan senyum tanpa penolakan dan basa-basi lagi, sementara kartu kredit dikembalikan lagi pada raja.


"Peganglah, gunakanlah semaumu..." Raja menolak kartu yang dikembalikan belly.


"Apakah ini sebuah pemberian nafkah seorang suami terhadap istrinya?" Goda belly lagi. Ia merasa senang menerima perlakuan raja. Meskipun tak semanis perlakuan suami orang lain, namun setidaknya dengan begini raja menunjukkan jika ia adalah pria yang bertanggung jawab terhadap pernikahan dan mau memberi nafkah pada istrinya.


"Aku sepertinya terlambat, aku pergi dulu!" Raja meraih susu hangatnya dan meminumnya hingga tandas. Ia sengaja mencari alasan untuk mengalihkan pembicaraan. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju keluar rumah.


"Tunggu...." Belly menahan kepergian raja.


"Ada apa?" Tanya raja berbalik arah.


"Emmm ada yang tertinggal.." Ucap belly sembari mendekat ke arah raja.


"Apa?" Raja memperhatikan sekelilingnya.


Belly dengan sigap meraih tangan kanan raja dan menciumnya. Ia begitu bersemangat mendoakan suaminya. "Tangan ini yang bekerja keras mencari nafkah untukku, semoga rizki halal selalu diberikan untukmu dan kamu selalu dalam lindungannya."


Raja luluh mendengar doa istrinya, ia tak bisa lagi menahan debaran hati yang tak menentu. Seperti mendapat bunga-bunga yang bertebaran di tubuhnya. Ia amat bahagia pagi ini.


Raja hanya tersenyum, ia tak dapat lagi mengeluarkan kata-kata apapun. Berjalan saja rasanya tak kuat, hingga ia memulihkan kesadarannya dan berjalan keluar rumah. Belly mengekori suaminya, ia mengantarkan raja hingga pintu depan rumah.


"Selamat bekerja suamiku, semoga lelahmu menjadi berkah buat keluarga kita..." Ucap belly lagi, kali ini belly memberanikan diri mengecup pipi kanan raja.


CUP!!!


Raja segera masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya. Perlahan raja melajukan kendaraannya hingga keluar dari gerbang rumah. Di lihatnya dari spion, belly terus melambaikan tanganya melepas kepergian raja.


Raja hanya senyum-senyum sendiri, ia terus memegangi pipi kanannya bekas kecupan belly. Pagi ini sungguh hoki baginya. Sarapan dengan disuapi oleh istri, kemudian kecupan manis sebagai bonus besar yang diterimanya. Pelayanan yang diberikan belly memang memuaskannya.


Tak salah jika semalam aku tak dapat tidur dan terus memikirkanmu. Ternyata pagi ini bonus besar diberikan untukku. Terimakasih.....


Ucap raja dalam hati dengan penuh kebahagiaan.


Setelah mengantar suaminya berangkat kerja, belly kembali ke ruang makan. Ia melihat piring nasi goreng yang tak tersisa sama sekali. Padahal ia baru menyantap satu suapan, sisanya raja yang mengahbiskan semuanya. Meskipun begitu, belly sangat bahagia raja sudah mau memakan masakannya.


Perlahan belly, doamu satu persatu akan dikabulkan tuhan.. Sabar, raja suatu saat pasti akan luluh.


Gumam belly dengan perasaan bahagianya, meski awalnya ia tak menginginkan pernikahan ini setidaknya ia bisa menjalani pernikahan ini dengan bahagia seperti pernikahan pada umumnya.


*Aku ingin menjadi istri yang baik untuknya, maka jadikanlah dia suami yang baik pula untukku...

__ADS_1


To be continue.....


🍒 Readers, jangan lupa tinggalkan jejak ya.. Kasih vote buat othor... Biar makin semangat, kasih kopi atau pun bunga juga boleh lah.... 🤗🤗*


__ADS_2