
Hai readers, kali ini othor mau up banyak². Tapi setelah baca, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dears. Thankyou readers... Selamat membaca. 🤗
***
"What?? Di cancel??" maura merasa terkejut, pasalnya pemotretan yang sudah dijadwalkan untuknya kali ini dibatalkan.
"Ya ra, pak boy yang memutuskan! Jangan tanya aku kenapa. Ok??" Jawab tyo si fotograper yang sering bertugas melakukan pemotretan terhadap maura.
"Tyo, kamu pasti tahu kan?? Jangan berbohong!!" Timpal maura tak mau menyerah begitu saja.
"Ra, sungguh aku tidak tahu apapun alasannya. Aku hanya diberitahu jika pemotretanmu di cancel dan digantikan oleh danella." Jelas tyo pada maura. Ia benar-benar tidak tahu alasan apapun terkait pergantian model yang akan di potretnya.
"Apa? Danella? Bocah itu... Berengsek! Aku akan memberi perhitungan padanya!" Umpat maura kesal, ia pun segera keluar mencari keberadaan danella. Dan benar saja, danella sedang berada di ruang make up.
Maura berjalan cepat, kini perasaannya penuh dengan emosi. Kemarin hendrick membuatnya kesal, dan hari ini pemotretannya dibatalkan karena danella yang dianggapnya masih junior telah menikung posisinya. Sungguh nasibnya kali ini tidak beruntung.
"Heyyyy kau! Dasar bocah ingusan, beraninya kamu merebut posisiku!" Maura menarik rambut milik danella yang sudah selesai di rias untuk segera melakukan sesi pemotretan.
"Aw.... Sakit mawwww....maw...." Danella yang kerap disapa nella itu pun mengaduh kesakitan sembari memegangi rambutnya yang sempat ditarik oleh maura. "Maw maw... Ada apa? Apa yang salah denganku?" Tanya nella dengan meringis.
"Kau masih saja pura-pura tidak tahu!! Berhenti memanggilku maw maw!!" Maura merasa semakin kesal ketika danella menyebutkan kata MAW MAW.
"Lah, iya namamu kan maww...maura??? Apakah aku harus memanggilmu URA? Hihi..." Ejek danella dengan tawa khasnya, danella semakin senang melihat wajah maura yang penuh dengan kekesalan.
"Kau............" Maura merasa emosinya semakin memuncak! Ia merasa semakin terhina oleh danella.
Ia pun menghadiahi tamparan keras pada pipi mulus danella.
PLAK!!!!
Danella pun mengaduh kesakitan, air matanya tumpah dan ia menangis saat itu juga boy, dan tyo datang menghampiri mereka.
Tyo segera menghampiri danella, ia khawatir dan menenangkan danella dari tangisannya.
"Apa yang kamu lakukan maura!" Tanya boy yang menyaksikan pertengkaran maura dan danella.
__ADS_1
"Pak boy,..." Maura terkejut mendapati bossnya dan tyo datang.
"Maura! Kamu sungguh keterlaluan. Apakah kamu seorang kriminal??" Boy merasa marah pada maura yang telah melakukan kekerasan terhadap danella.
"Pak, aku hanya memberi peringatan pada bocah ingusan ini! Aku tak suka jika ia merebut posisiku." Timpal maura kesal, ia pun sebenarnya sangat kesal pula terhadap boy.
"Maura! Kamu sungguh keterlaluan. Apakah kamu tidak bisa bicara baik-baik untuk menyelesaikan masalah kalian? Dan satu lagi, untuk pembatalan pemotretanmu itu bukan salah danella! Itu semua sudah keputusanku." Jelas boy dengan menatap kesal kearah maura.
"Pak boy? Mengapa anda melakukan keputusan sepihak tanpa sepengetahuanku? Apa salahku pak? Selama ini aku sudah melakukan yang terbaik!" Ucap maura merasa tak dihargai oleh bossnya.
"Maura jujur saja... Aku melihat kau sekarang sudah tak menarik lagi, dan aku adalah boss! Jadi itu wewenangku untuk melakukan apa saja!" Timpal boy sombong memamerkan statusnya sebagai boss.
"Pak boy... Kau sungguh keterlaluan!" Maura merasa semakin terhina olehnya.
"Maura, jangan mengganggu danella! Jika aku tahu kau mengusiknya, maka aku tak akan segan-segan menghajarmu!" Boy mendekat kearah maura dan berkata dengan setengah bisikan ditelinga maura. Hal itu membuat maura bergidik.
"Takkan ku buat kalian tenang! Aku akan membuat perhitungan terhadap kalian semua!!" Maura menatap sekeliling. Disana ada boy, tyo, dan danella. Ia mengancam mereka dan berniat membalaskan dendamnya.
"Lakukan sesukamu maura, kita lihat saja nanti! Siapa yang kalah dan siapa yang menang??" Boy tertawa smirk, kemudian ia pergi meninggalkan ruangan make up diikuti danella dan tyo.
Apa sebenarnya yang telah dilakukan bocah itu hingga boy terus meliriknya?? Aku takkan mengampuninya! Lihatlah, kalian semua akan ku hancurkan......
Maura mengumpat semakin kesal, ia pun segera keluar dan menuju bar untuk menghampiri kekasihnya hendrick.
***
Malam ini raja pulang ke rumah sangat larut karena ada pekerjaan yang mendesak. Padahal ia berniat untuk pulang lebih cepat agar dapat bertemu belly. Semua lampu rumah sudah terlihat padam, ia yakin jika belly saat ininsudah terlelap. Raja berjalan pelan mencoba membuka pintu rumah agar tak terdengar oleh belly. Namun, sebelum ia memegang gagang pintu, ia mendapati pintu telah dibukakan oleh seseorang.
"Pulang malam? Apakah pekerjaanmu banyak?" Belly dengan sentum sumringahnya menyambut kedatangan raja.
"Kau...kau belum tidur?" Tanya raja heran.
"Bagaimana aku bisa tidur, jika suamiku belum pulang..." Belly meraih tas kerja suaminya, kemudian tangan kanan raja diciumnya pelan.
"Maaf, aku pulang larut karena banyak pekerjaan yang mendesak." Ucap raja kaku.
__ADS_1
"Aku siapkan air hangat untukmu mandi.." Belly hendak menuju lantai dua menyiapkan air untuk suaminya.
"He'eum..." Raja hanya mengangguk pelan, ia pun mengekori belly dari belakang menuju ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar, ia mendudukkan bokongnya di pinggiran ranjang sembari menunggu belly keluar dari kamar mandi.
"Sudah siap, aku menunggu di bawah. Kau pasti belum makan??" Belly keluar menghampiri raja, ia mendekati raja yang tengah duduk dipinggiran ranjang. Belly meraih dasi yang kendur dan membantu melepaskannya. "Sudah selesai, cepatlah beraihkan tubuhmu aku menunggu di bawah."
"Terimakasih..." Raja masih terpaku pada perlakuan istrinya. Perlakuan sangat manis yang ia dapatlan ini mampu menghipnotisnya hingga terus menginginkannya lagi dan lagi.
Selang beberapa menit, raja sudah turun dari lantai dua menuju ruangan makan. Padahal ini sudah jam sepuluh malam, tak biasanya raja makan selarut ini. Namun karena ingin bertemu belly, semua itu dihempaskan olehnya.
"Ayo makan, aku sudah menghangatkan makanannya." Ajak belly pada raja yang sedari tadi menunggu, ia sudah mengambilkan nasi beserta lauk pauk di piring raja.
"Kamu tidak makan?" Tanya raja menatap ke arah belly dengan menarik kursi dan duduk di seberang belly.
"Aku sudah lapar sejak tadi, jadi sudah makan lebih dulu sebelum kau pulang." Jawab belly dengan senyuman manisnya. "Ayo makan, aku akan menemanimu." Tambah belly lagi.
"Kau sudah berbelanja?" Tanya raja sembari menatap masakan yang di hidangkan oleh belly.
"Iya, siang tadi aku ke supermarket bersama bu siti." Ucap belly.
"Owh.." Jawab raja singkat. Ia tak tahu lagi harus mengatakan apa.
"Ada apa? kenapa makanannya hanya di pandangi?" Tanya belly dengan tatapan penuh tanya kearah raja.
"Owh.. Iya." Ucap raja singkat.
Tanpa pikir panjang, belly langsung mengambil alih piring dihadapan raja. Ia pun meraih sendok dan garpu lalu menyuapkannya kearah raja. "A...Makanlah.."
Raja pun sontak langsung mengulum senyumannya, kemudian ia menerima suapan pertama dari belly.
Entah belly mau pun raja mereka sama-sama tersenyum. Dengan tatapan mata yang sama, netra mereka berdua saling menatap dalam diam.
To be continue...
__ADS_1