
Belly tengah melamun di dalam kamarnya. Ia merutuki dirinya sendiri. Belly terus saja mengingat kejadian tadi saat bersama raja. Belly merasa malu hingga ia terus menutupi wajahnya dengan bantal.
Oh tuhan, belly apa yang kau lakukan! Dasar bodoh.... Argh... rasanya aku tak sanggup menahan malu.
Tok....tok....! Pintu kamar belly diketuk.
"Siapa?" Tanya belly sedikit mengencangkan suaranya.
"Boleh aku masuk?" Suara raja diluar sana.
"Ti..tidak, aku saja yang keluar." Ucap belly, ia segera bangun dari duduknya menuju kearah pintu dan membukanya.
"Kau sibuk?" Tanya raja yang sudah berdiri didepan pintu.
"Tiii..dak. Ada aappa?" Tanya belly sedikit gugup.
"Bersiaplah, kita akan keluar." Ajak raja pada belly.
"Keluar kemana?" Tanya belly tak paham.
"Kita cari makan di luar? Bagaimana?" Raja menaikkan satu alisnya memberi tawaran pada belly.
"Aku masih kenyang." Belly seakan menolak ajakan raja.
"Emm, bagaimana jika kita jalan-jalan saja." Raja memberi pilihan lain.
"Aku sedang tak enak badan." Tolak belly lagi.
"Benarkah? Coba..." Raja mencoba menyentuh kening belly, namun dengan cepat belly menepis tangan raja.
"Aku hanya butuh istirahat saja." Belly menundukkan pandangannya.
"Emm, apakah kau ingin terus berada di dalam rumah bersamaku?" Raja mencoba menggoda belly. Raja memajukan langkahnya hingga membuat belly mundur dan masuk kedalam kamarnya.
"Ti...tidak. A..apa yang ingin kau lakukan?" Belly menatap raja gugup.
"Bukankah kau ingin beristirahat? Bagaimana jika kita beristirahat bersama??" Raja merendahkan tubuhnya yang tegap mencoba meratakan tingginya dengan belly. Raja terus saja menatap belly yang wajahnya sudah mulai terlihat kemerahan.
"A..apa? Baiklah, kita keluar saja. Aku akan mengganti pakaianku! Kau tunggulah diluar." Belly mendorong tubuh raja hingga menjauh darinya.
"Baiklah, aku menunggumu. Jangan lama-lama." Raja pun meninggalkan belly di kamar dengan menutup pintu pelan.
***
Raja mengajak belly berkeliling kota jakarta. Ia menyebutkan beberapa tempat yang terkenal di kota. Baru kali ini raja mengajak belly keluar rumah bersama.
Dengan kaos putih berpadu celana jeans hitam, belly tetap terlihat cantik. Wajahnya semakin lama semakin terlihat manis dan cantik. Tak pernah bosan raja menatap wajah istrinya itu. Apalagi dengan penampilan sederhana dan make up naturalnya, membuat raja tak bisa lagi memalingkan pandangannya.
Raja mengajak belly masuk ke dalam cafe yang sedang hits saat ini. Ia menarik kursi untuk belly, sungguh prilaku raja pun terus tersorot oleh mata pengunjung lain di cafe ini.
Semua mata tertuju pada mereka berdua, bahkan banyak yang berkata jika mereka sungguh pasangan yang sangat cocok, cantik dan tampan.
"*Wah, pasangan yang sangat serasi.."
"Romantis sekali... Uwuuu"
"Cantik dan tampan, benar-benar cocok."
"Pakaiannya pun sama. Kaos putih dan jaket jeans. Benar-benar pasangan idolaku*."
Banyak sekali kata-kata pengunjung cafe yang terdengar ditelinga belly dan raja. Mereka sendiri merasa gugup dan malu mendengarkan perkataan orang-orang disana. Mereka benar-benar tak menyadari jika pakaian yang dikenakan hari ini sama. Padahal mereka tidak janjian.
"Kau mau pesan apa?" Tanya raja pada belly.
"Apa saja." Ucap belly singkat.
__ADS_1
"Baiklah, bagaimana jika kupesankan batu untukmu."
Goda raja.
"Kau ini! Yang benar saja!" Belly mencubit lengan raja dengan mata yang memelototinya.
"Aw.... Panas sekali." Raja mengelus lengannya yang terasa panas akibat cubitan belly.
"Itu akibatnya jika kau bermain-main denganku." Belly memanyunkan bibirnya.
"Salahmu sendiri, kau yang bilang ingin dipesankan apa saja." Raja pun segera memanggil waiters untuk memesan menu makanan.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun sudah tersaji. Belly dan raja sama-sama menikmati makanan yang dihidangkan.
"Kau makan seperti anak kecil saja." Ucap raja sembari memandangi wajah belly karena disudut bibir belly terdapat sisa saus.
"Apa katamu? Apakah ada yang aneh pada wajahku?" Belly merasa jika raja memperhatikannya.
"Itu, ada sesuatu didekat bibirmu." Ucap raja sembari mengerucutkan bibirnya menandakan pada belly jika dibibirnya ada saus yang tertinggal.
"Apakah sudah hilang?" Tanya belly pada raja sembari ia membersihkan sudut bibirnya dengan tissue.
"Bukan disebelah situ.." Ucap raja memberi isyarat dengan telunjuknya.
"Disini?" Belly masih mengelap tissue kebagian dagunya.
"Bukan.... Sebelah sana lagi..." Raja merasa kesal karena belly tak juga selesai membersihkan mulutnya.
"Ini...." Belly kembali mengusapkan tissue, namun tak kunjung mengenai bagian yang terkena sisa saus.
Raja yang merasa geregetan, langsung saja bertindak dengan menyentuh sudut bibir belly dengan jarinya. Raja mengusap bibir itu dengan perlahan dan lembut. Belly yang menerima perlakuan raja pun sontak merasa gugup dan salah tingkah.
Ini kedua kalinya raja menyentuh bibir belly, meskipun kedua sentuhan itu hanya dengan tangannya. Namun membuat belly merasa gugup dan semakin canggung.
Melihat prilaku belly, raja merasa tak enak hati. Ia segera menepis pandangan belly.
"Maaf, jika aku tak sopan terhadapmu.." Ucap raja perlahan dan hati-hati.
"Kau ingin minum lagi?" Tanya raja yang heran melihat belly minum dengan cepat.
"Tidak. Sudah cukup." Singkat belly.
"Apakah kau tak nyaman disini?" Tanya raja yang merasa jika belly sedang merasa tak nyaman.
Belly hanya menggelengkan kepalanya perlahan, dengan menyunggingkan senyuman palsunya dihadapan raja.
Perlakuanmu yang membuatku tak nyaman, bukan tempat ini... Dasar laki-laki tak peka!
Umpat belly didalam hati.
Setelah selesai makan, raja mengajak belly ke sebuah mall mewah di jakarta. Raja mengajak belly berkeliling mall dengan memilih beberapa pakaian.
"Apakah ini bagus?" Tanya raja pada belly ddngan menunjukkan satu gaun indah ditangannya.
"Bagus.." Belly merasa kagum dengan gaun pilihan raja.
"Ini bagus tidak?" Tanya raja lagi dengan pakaian yang berbeda.
"Bagus." Belly mengacungkan dua jempolnya pada raja.
Mengapa dia membeli pakaian wanita sangat banyak? Apakah itu semua untuk maura? Apakah maura sudah kembali dan mereka bertemu?
Gumam belly dalam hati. Ia merasa heran karena raja memilih beberapa pakaian wanita yang bagus dan harganya cukup mahal.
Setelah satu jam puas berkeliling memilih pakaian, raja segera membayar ke kasir. Dengan beberapa tentengan paper bag ditangannya, raja pun mengajak belly untuk pulang.
"Sudah selesai?" Tanya belly.
"Sudah, ayo kita pulang..." Ajak raja.
"Emmm baiklah.." Ucap belly.
__ADS_1
Raja dan belly menuju parkiran mobil, raja meletakkan tentengannya di bagasi. Sementara belly masuk terlebih dahulu kedalam mobil.
"Kau tak ingin jalan-jalan lagi?" Tanya raja sembari memasang safety belt pada tubuhnya.
"Tidak. Ini sudah larut malam.." Ucap belly datar.
"Baru saja pukul delapan." Raja melirik jam tangannya.
"Aku lelah..." Ucap belly malas ddngan tatapan kearah luar jendela.
Raja menatap belly, ia mendekatkan tubuhnya kearah belly. Sontak belly terkejut ketika wajah raja sudah berada dekat dengannya.
"A..apa yang kau lakukan?" Belly menegang dengan matanya yang membulat menatap raja.
"Jangan pernah melupakan keamanan dalam berkendara." Raja memasangkan safety belt pada tubuh belly.
Raja pun tersenyum melihat ekspresi menggemaskan istrinya itu. Ia pun kembali duduk tegak pada kursi kemudinya. Kemudian melajukan mobilnya.
Di sepanjang perjalanan, mata belly menatap fokus kearah luar jendela. Ia melihat lampu-lampu yang menghiasi gemerlapnya malam di kota.
"Besok, jika kau sudah tak lelah aku akan mengajak mu mengelilingi kota dan melihat pemandangan malamnya." Ucap raja memecah keheningan diantara mereka.
Belly hanya tersenyum, ia sebenarnya sudah biasa dengan pemandangan kota malam hari. Pasalnya, saat ia kuliah di singapura belly sering sekali pulang malam dan menikmati gemerlapnya keindahan kota.
Namun ia hanya merasakan sendiri, tak ada yang menemaninya.
Belly jadi mengingat kehidupannya tiga tahun di singapura. Saat ia menimba ilmu, hanya pergi ke kampus dan kembali malam ke apartement. Kala itu hidupnya benar-benar memang sedang belajar tanpa adanya main-main seperti remaja lain pada umumnya. Sekarang, ia sudah menikah tak ada lagi kesempatan untuknya pergi keluar sepeti pasangan suami istri lainnya. Hari ini pun ia di ajak keluar oleh raja karena akan membelikan baju-baju cantik untuk maura. Belly sangat kesal jika mengingat itu.
Sesampainya di rumah, belly langsung saja ke luar dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya.
Raja merasa ada yang tak beres dengan belly. Ia pun segera mengambil paper bag di bagasi dan menyusul belly.
Ia melihat pintu kamar belly sudah tertutup rapat, raja pun mengetuk pintu kamar.
Tok...tok!!
"Ck! Ada apa lagi? Aku ingin istirahat!" Ucap belly kesal sembari membukakan pintu.
"Ini.... Aku hanya mengantarkan ini." Raja menyerahkan beberapa paper bag kepada belly. Karena belly tak juga menerimanya, raja langsung amsuk ke dalam kamar dan meletakkan paper bag itu di ranjang belly.
"Ini, mengapa diletakkan disini?" Tanya belly pada raja.
"Lalu dimana? Biar aku pindahkan.." Ucap raja.
"Jangan letakkan di sini..!!!" Belly merasa semakin kesal dengan raja. Pasalnya pakaian untuk maura mengapa diletakkan di kamarnya.
"Lalu aku harus meletakkannya dimana bell?" Raja merasa heran karena belly sedikit berteriak.
"Terserah! Itu urusanmu! Jangan diletakkan di kamarku!"
"Apakah kau tidak menyukainya bell?? Baiklah, jika kau tidak suka dengan semua pemberianku ini maka buang saja. Hmmm... " Raja menarik nafasnya panjang, kali ini ia harus menahan emosinya.
"Pemm..pemberian? Ini semua untukku?" Tanya belly gugup.
"Iya untukkmu! Memangnya untuk siapa lagi? Aku susah payah mengajakmu keluar dan membelikannya untukmu, tapi kau tidak mau menerimanya!" Raja meraup wajahnya dengan telapak tangannya.
"A..aku fikir ini semua untuk maaura?" Belly menelan salivanya. Ia merasa bersalah terhadap raja.
"A..apa??? Jadi kau mengira jika aku membelikan ini untuk wanita itu? Ck!! Astaga belly........ Fikiranmu sangat sempit!" Raja menarik puncak hidung belly hingga memerah.
Belly memanyunkan bibirnya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Maaf, aku salah paham....." Lirih belly menundukkan kepalanya.
"Bell, jangan pernah membahas wanita itu lagi. Aku sungguh ingin melupakannya." Raja memegang pundak belly dengan kedua tangannya.
*To be continue....
🍒 Penasaran gimana kelanjutannya?? Kasih vote dulu dong readers.... Biar othor up lagi. Hayooo hayoookkk tinggalkan jejaknya dears*....
__ADS_1