
"Apakah kau ingin aku bersikap serius didalam mobil??" Ucap raja lirih, ia memajukan wajahnya mendekati wajah belly.
"Oh, tidak!! Kau ini, bukan begitu maksudku." Kali ini jantung belly yang tengah berperang.
"Lalu?" Raja mendekatkan wajahnya lagi, hingga jarak mereka hanya sekitar beberapa senti saja.
Raja, tolong jangan buat jantungku jatuh!
Belly hanya bisa menelan salivanya, dapat ia rasakan hembusan hangat nafas raja. Tak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan, hingga belly refleks dan memejamkan matanya.
Raja tersenyum sipu, ia mencubit pelan pipi belly. "Apa yang kau fikirkan??" Raja merubah posisinya tegap kembali. Kemudian ia melajukan mobilnya.
Belly membuka matanya dan menepuk jidatnya pelan, ia merutuki diri sendiri.
Ya ampun belly!! Apa yang kau inginkan? Memalukan!!
Sampai di pelataran rumah, raja mengambil koper belly dari bagasi. Sementara belly menunggunya di depan pintu, matanya mengitari seluruh penjuru rumah mencari-cari keberadaan seseorang.
Dimana maura? Apakah dia masih ada di sekitar sini?
"Bell? Ayo masuk..." Ajak raja pada belly yang terlihat sedang waspada.
"Eum.. Baik." Ucap belly sembari menganggukkan kepalanya, ia berjalan mengekori raja. Namun saat raja menaiki anak tangga dengan koper ditangannya, tiba-tiba belly menghentikan langkah kakinya.
"Bell? Ada apa?" Raja menoleh kebelakang memperhatikan belly yang hanya berdiri tegak.
"Oh, tidak ada apa-apa." Belly menggaruk kepalanya pelan yang tak terasa gatal.
"Ayo naik, kenapa hanya diam disitu?" Ajak raja lagi pada belly.
"Na..naik??" Belly memberikan pertanyaan yang tak perlu di jawab oleh raja.
"Iya, apa kakimu sakit??" Raja mengurungkan niatnya untuk naik, ia menuruni anak tangga perlahan menghampiri belly.
"Kakiku?? Oh, tidak. Tidak ada yang sakit." Ucap belly.
"Sepertinya kau butuh bantuan untuk menaiki tangga ini?" Raja dengan sigap membopong tubuh belly .
"Raja! Apa yang kau lakukan??" Belly membelalakkan matanya, ia terkejut ketika raja membopongnya menaiki anak tangga. "Turunkan aku raja...." Belly mengayun-ayunkan kakinya, dengan kedua tangann yang melingkari leher raja untuk berpegangan.
__ADS_1
Raja terus menaiki tangga dengan membopong belly, ia terus mengulum senyumannya. "Aku tidak akan menurunkanmu..."
Hingga mereka berdua tiba di kamar, raja menurunkan belly perlahan di ranjang.
Keduanya sama-sama merasakan degupan jantung yang saling berlomba.
Raja merapihkan helaian rambut belly yang sedikit berantakan, "Mandilah, aku tahu kau sangat lelah.." Ucap raja kemudian ia mencium kening belly.
CUP!!
Tak bisa tergambar lagi, wajah belly kini tengah memerah sempurna.
Di pandanginya wajah istrinya yang merona, senyum raja pun memancar. Raja melangkah keluar dari kamar, ia hendak mengambil koper milik belly yang tertinggal di tangga.
"Kau mau kemana?" Tanya belly penasaran.
"Aku keluar sebentar," Ucap raja mengulum senyumnya. "Hanya mengambil koper, tidak akan kemana-mana." Lanjut raja, ia pun keluar kamar tanpa menutup pintu.
Belly tersenyum malu, ia meraba keningnya tempat dimana raja mengecupnya tadi.
Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?? Raja, kau membuatku gila!
Tanpa belly tahu, ternyata raja tengah memperhatikan tingkahnya dari luar kamar. Raja terus mengulum senyumannya merasa kegirangan. "Yess!!"
Belly merendam diri di dalam bath tub kamar mandi raja, jujur ia tak pernah sebahagia ini. Mendapat perlakuan manis dari raja membuatnya tak bisa berfikir, hanya bayangan raja yang terus berlalu-lalang di otaknya.
"Ish! Apa yang kau fikirkan bell? Sadar belly, meskipun hubunganmu dengannya sudah sedikit membaik tapi masih ada pengganggu yang harus kau atasi!" Belly menyudahi aksi merendamnya, ia mengingat akan maura yang begitu berani menyentuh wajah raja dengan bibirnya.
"Apa sebenarnya tujuannya? Bukankah dia yang telah meninggalkan raja, tapi mengapa dia kembali lagi?? Aku harus mencari tahu...." Belly bergegas keluar dari kamar dengan memakai bathrobe berwarna peach yang sudah tergantung di kamar mandi.. Warna itu senada dengan handuk yang menggulung rambut basahnya.
"Kau sudah selesai?" Tanya raja melihat belly keluar dari kamar mandi.
"Sudah." Jawab beli singkat. "Dimana koperku?" Tanya belly sembari matanya mencari-cari keberadaan koper di seluruh penjuru kamar.
"Semua pakaianmu sudah ada di dalam lemari itu." Raja menunjuk kearah lemari pada belly.
"Oh, apakah kau yang meletakkannya?" Belly berlari menuju kearah lemari. Di bukanya lemari itu, matanya melihat semua pakaiannya sudah tersusun rapi.
"Tidak, pakaian itu sendiri yang masuk ke dalam lemari." Ucap raja dengan nada menggoda.
__ADS_1
"A..apa???" Belly membulatkan matanya sempurna. "Itu tidak mungkin!?" Ucap belly lagi yang merasa tertipu oleh ucapan raja.
"Kau begitu polos! Gantilah pakaianmu dan istirahatlah..." Pinta raja masih dengan mengulum senyumannya.
"Jadi benar kau yang meletakkan pakaianku di sini?" Tanya belly lagi.
"Ck! Apakah pertanyaan itu harus ku jawab??" Raja merasa kesal. "Bagaimana mungkin bell kau tak bisa menerkanya, sementara disini hanya ada kita berdua?" Raja menatap dalam wajah belly. Sungguh belly benar-benar sangat polos, fikir raja.
"Astaga....!!!" Belly menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. "Argh.. Bagaimana mungkin? Jadi kau melihat semua pakaian......."
"Tentu aku melihat semuanya, apa yang kau maksud warna merah maroon? Atau warna cokelat muda berenda? Atau yang...." Goda raja pada belly.
"Stop! Cukup raja, pergilah mandi!" Wajah belly memerah bak tomat matang. Ia tak bisa lagi menutupi malu dari raja. Menurutnya raja jelas menyebutkan berbagai jenis warna dari pakaian dalamnya.
Raja hanya tersenyum senang karena sudah berhasil menjahili istrinya itu. "Jika sudah mandi, apakah aku boleh minta...."
"Tidak! Aku sangat mengantuk, Hooooam......" Belly semakin gugup hingga berpura-pura menguap menutupi mulutnya dengan tangan.
"Baiklah, aku akan mandi setelah itu akan membuat makanan sendiri!." Ucap raja.
"A..apa? Makanan??" Tanya belly tak mengerti.
"Ya, aku sangat lapar karena kelelahan menggendongmu tadi! Ternyata kau berat juga?Tapi jika kau mengantuk, maka tidurlah bell.." Raja mengulum senyumnya masih ingin terus menggoda belly.
"Oh, jadi yang kau maksud adalah makanan??..." Tanya belly lagi memastikan.
"Ya, aku fikir kau mau membuatkan makanan untukku. Mie instan mungkin??" Ucap raja dengan menggedikkan kedua bahunya.
"Oh, itu..."
"Jadi kau salah faham? Memangnya apa yang ada difikiranmu bell??" Goda raja lagi, ia melangkah semakin mendekat kearah belly yamg masih berdiri tegak di depan lemari.
"Oh, tidak ada apa-apa. Aku akan membuatkan mie instan, kau pergilah mandi." Belly mengambil baju gantinya, ia menghindari raja dan mendorong raja menuju kamar mandi.
Luar biasa, ternyata menggoda istri sendiri itu lebih menyenangkan! Hi...hi...hi...
Raja tertawa kecil dari balik pintu kamar mandi.
To be continue....
__ADS_1